Dendam Sang Mantan

Dendam Sang Mantan
Kehidupan Baru Mona Part 3


__ADS_3

Leo merasa senang meski mendapatkan penolakan dari Mona untuk mengatakan dimana keberadaannya sekarang itu justru membuat dirinya semakin semangat mencari tahu di manakah kekasihnya berada. Hanya demi itu dia sampai rela mengeluarkan banyak uang untuk menyewa hacker dan melacak lokasi ponsel mana sekarang untuk mengetahui keberadaan Mona.


Tak butuh waktu lama dalam 2 hari Leo sudah mengantongi alamat tempat Mona sekarang berada, ia langsung merencanakan hal gila untuk menjemput Mona secara paksa dan apapun yang terjadi.


Ry yang mengetahui rencana licik tersebut juga ikut andil dalam pencarian Mona, dia berusaha agar Leo tidak mendahuluinya untuk menemui kekasih hatinya dan membawa kabur sang pujaan hati dari cengkraman iblis seperti Leo.


Ry berusaha memperingatkan Mona dengan mengirimkan pesan supaya Mona tahu kalau Leo sudah bergerak untuk mencarinya tetapi pesan itu terus diabaikan oleh Mona dan teleponnya juga selalu di tolak olehnya.


karena merasa takut akan ancaman yang akan mencarinya Mona memutuskan untuk menceritakan semua yang terjadi di kota kepada pak Sam dan juga Bu Diah, mereka terkejut mendengar apa yang telah diceritakan barusan ternyata kematian putra semata wayangnya bukan karena peluru yang menyasar melainkan pembunuhan yang disengaja. Hal itu membuat pak Sam begitu marah dan ia kembali menjadi sosok laki-laki tangguh seperti dulu,mencari bantuan ke markasnya untuk menghukum pembunuh anaknya tersebut.


"Mona terima kasih telah menceritakan semuanya kepada bapak dan ibu, bapak janji kami akan melindungi kamu sekuat tenaga seperti anak kami sendiri dengan nyawa,kami tidak akan membiarkan laki-laki jahat itu mengambil anak kami untuk kedua kalinya"


"terima kasih banyak ya bapak dan ibu Mona beruntung sekali mempunyai orang tua angkat seperti kalian,Mona berharap Wira akan bahagia jika orang yang membuat kematiannya membusuk dipenjara"


"kamu tenang saja bapak pastikan pembunuh itu akan membusuk di penjara selamanya kamu tidak perlu takut ada kami di sini"


Setelah kejadian itu pak Sam sudah merencanakan berbagai langkah-langkah yang akan dilakukan ketika Ray Leo datang nanti, bantuan dari atasannya dan juga teman-temannya sangat berguna untuk melindungi Putrinya nanti.


Sekian lama ditunggu ternyata hampir satu bulan tak kunjung datang,berpikir bahwa itu hanya gertakan yang Leo berikan agar membuat Mona menyerah,dengan tenang hati Mona merasa bahwa Leo sudah menyerah untuk menemukannya dan mendapatkannya. Kehidupan Mona berangsur-angsur berjalan dengan baik ia merasa bahagia sekali berada di sana kehidupannya yang baru menunjukkan betapa bahagianya memiliki keluarga yang utuh dan sangat menyayanginya.


Seperti biasa setiap pagi Mona akan ikut Bu Diah dan Pak Sam ke resto namun kali ini karena kedua orangtuanya akan menghadiri undangan pernikahan Mona di suruh untuk pergi ke resto terlebih dahulu, di sepanjang perjalanan menggunakan motor Mona merasa ada seseorang yang mengikutinya. Ia berhenti dan mencari tahu siapa itu sebenarnya,namun tak di sangka seorang pria menghampiri Mona dengan maksud jahat untuk melecehkannya. Untung saja saat itu Fikri melintas di jalan yang sama dan membantu Mona


"Hay,lepaskan wanita itu"


teriak Fikri


Dua laki-laki itu langsung melepaskan Mona dan berdiri ketakutan


"Ma maafkan kami Fikri"


"Berani beraninya kalian berbuat hal tidak senonoh seperti itu di tempat ini"


"Kami hanya ingin bermain-main saja"


"Kau salah sasaran jika ingin bermain dengannya"


"Ma maksud kamu?"


"Wanita yang kau goda barusan adalah wanita setengah jelmaan yang bisa saja menghabisi kalian kapan saja"


"A apa?"


"Jadi jangan kalian macam-macam berbuat seperti itu atau wanita itu akan terus mengikuti kalian"


"A ampun nyai maafkan saya"

__ADS_1


teriak dua pemuda itu dan lari dengan sepeda motornya


Dengan raut muka kesal Mona menghampiri Fikri yang masih berdiri di depan mobilnya


"Maksud kamu apa ngatain aku wanita jelmaan?"


"Lah kok marah,bukannya terima kasih udah di bantuin"


"Aku gak butuh pertolongan kamu"


"Yah anak ini,coba saja tadi aku gak ada pasti mereka sudah berhasil menerobos pertahanan kamu"


"Gak lucu ya,gausah sok care sama aku lagipula kita itu gak saling kenal dan dekat jadi gak usah sok asyik"


ucap Mona yang kemudian berbalik pergi


Fikri hanya tersenyum kecil melihat tingkah Mona yang merasa dirinya bisa segalanya namun pada kenyataannya berbalikan.


Sesampainya di resto raut wajah Mona yang kesal tidak dapat di sembunyikan,para karyawan pak Sam tidak ada yang berani menegurnya karena takut salah ucap.


Baru sebentar Mona duduk di meja kasir tiba-tiba seorang pelayan melapor padanya ada customer yang meminta langsung makanannya di buat oleh pemilik resto tersebut,hal itu membuat Mona semakin penasaran siapa customer congkak itu


"Dimana customernya?"


"Di meja nomer 20 mbak"


"Kamu ???"


"Hallo"


ucap Fikri sambil melambaikan tangannya


"Apa sih sebenarnya mau mu? merepotkan sekali makan tinggal makan malah milih-milih"


"Lah memangnya kenapa? aku disini tu beli dan pembeli itu raja. Jadi bebas dong aku mau minta apapun"


"Heh,kalau rajanya congkak kek kamu semua rakyatnya bakal menderita. Udah kalau mau makan ya makan aja gak usah pakai acara minta di buatin sama ini dan itu"


Tiba-tiba Pak Sam dan Bu Diah yang baru datang menghampiri mereka berdua


"Ada apa ini Mona?"


"Eh om,Tante Assalamualaikum"


ucap Fikri sambil mencium kedua tangan Bu Diah dan pak Sam

__ADS_1


"Waalaikumsalam,nak Fikri tumben kemari?"


"Iya ini om,kangen sama masakan om"


"Kamu mau makan apa?"


"Biasa om,nasi goreng special buatan om Sam"


"Ya sudah kalau begitu om ganti baju terus ke dapur buatin pesenan kamu"


"Pak,biar Mona bantu ya?"


"Kamu buatin minum saja buat nak Fikri"


"Baik pak,kamu mau minum apa?"


"Yah om kok pelayanannya judes gini sih?"


goda Fikri pada Mona


"Apaansih ngaduan,yaudah aku ulang mau pesan minum apa tuan Fikri?"


"Nah gitu dong,biasa ya es teh manis kasih perasan lemon"


"bilang aja Lemon tea pakai ribet segala"


ucap Mona yang langsung pergi ke dapur


"Nak Fikri maklumi putri om ya,soalnya dia memang sedikit keras kepala"


"Gak apa-apa kok om,lagipula dia lucu jadi suka aja Fikri gangguin dia"


"Hayo nak Fikri suka godain nanti jadi suka beneran loh"


goda Bu Diah


"Tante bisa saja,lagipula siapa sih tan yang mau sama laki-laki gila kerja kayak aku? gak akan ada karena mana mungkin wanita mau di tinggal sibuk ini itu"


"Ya siapa tahu kamu jadi agak relaks karena Mona,dan bekerja itu boleh Fik tapi kamu juga harus mikirin diri kamu sendiri. Usia kamu ini sudah matang untuk menikah"


"Tante ini sama aja kayak papa dan mama suka banget nyuruh Fikri buat segera menikah"


"Ya sudah terserah kamu,om dan Tante ke belakang dulu ya?"


"Iya Tante"

__ADS_1


Sembari menunggu pesanannya datang Fikri memainkan laptopnya dan kembali bekerja,selang beberapa menit Mona kembali dengan nampan berisi nasi goreng special dan es lemon tea. Mona meletakkannya tanpa berkata apapun lalu pergi meninggalkan meja itu,Fikri tetap terdiam menatap layar laptopnya tanpa sadar bahwa makanannya sudah datang.


__ADS_2