
Pagi-pagi sekali Mona telah bangun dari tidurnya mengingat kondisinya yang kemarin ia termenung di atas tempat tidur,ia meraba seluruh badannya kemudian menangis sesenggukan. Bu Diah yang baru saja bangun langsung menghampirinya di kamar,melihat kondisi Mona yang seperti itu ia langsung menyambangi dan memeluknya
"Udah,gak apa-apa nak semuanya sekarang baik-baik saja. Kamu aman disini"
ucap Bu Diah menenangkan
"Bu,tubuh Mona kotor Bu. Mona jijik sama diri Mona sendiri"
ucap Mona sambil terus menangis
"Tidak nak,kamu tetap putri ibu. Apapun kondisi kamu ibu dan bapak akan tetap menyayangi kamu layaknya putri kami sendiri"
Mendengar percakapan Bu Diah dan Mona pak Sam yang baru keluar kamar langsung buru-buru menyambangi kamar putrinya bersama Fikri
"Bu,bagaimana kondisi Mona?"
tanya pak Sam panik
Melihat Mona yang menangis di pelukan istrinya membuat pak Sam tidak tega
"Kamu tenang saja Mona, laki-laki biadab itu telah bapak bawa ke kantor polisi. Sekarang kamu aman bersama kami,Bu kamu buatkan Mona air hangat untuk mandi,biar bapak bicaranya dengannya"
Bu Diah melepaskan pelukannya dan pergi ke dapur, sementara itu pak Sam masih di sana mencoba mencari tahu apa yang telah terjadi kepadanya kemarin. Mona bercerita semuanya dan pak Sam paham betul bahwa kali ini putrinya terlibat masalah serius,hal tersebut membuat pak Sam geram dan ingin sekali menghancurkan laki-laki bernama Leo dan Ry.
"Om, sebaiknya untuk beberapa hari ini Mona tidak perlu keluar rumah dahulu,apalagi nanti jika yang di takutkan laki-laki bernama Ry itu ikut menyusul kemari"
"Kamu benar Fikri,oh ya terima kasih kamu sudah membantu om mencari Mona"
"Sama-sama om, lagipula Mona sudah seperti sepupu saya sendiri. Oh ya om kalau tidak ada yang perlu Fikri lakukan saya mau pamit pulang,karena hari ini saya ada meeting di kantor"
"Oh ya hati-hati sekali lagi om terima kasih ya,sampaikan salam kami sama orang tua kamu"
"Baik om,kalau begitu Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam.wr.wb"
Selang beberapa lama Bu Diah kembali dan memberitahukan bahwa air hangat untuk mandi Mona sudah tersedia,Pak Sam membujuk putrinya untuk membersihkan diri lalu makan untuk memulihkan kembali tenaganya.
"Kalau begitu hari ini ibu gak usah ke resto,biar bapak saja"
"Baik pak,bapak hati-hati ya"
"Iya,jaga Mona ya Bu"
"Iya pak"
Bu Diah menjaga Mona sebagaimana mestinya seperti putrinya sendiri, hari-hari berlalu dan sudah seminggu keadaan Mona seperti ini. Ia hanya mengurung diri di dalam kamar tanpa mengucapkan sepatah katapun,ia bahkan juga merasa bahwa kehadirannya membuat Pak Sam beserta istrinya dalam kesulitan.
Tepat hari Minggu Fikri mengunjungi Mona kembali sambil membawa beberapa makanan untuknya,pak Sam yang saat itu memutuskan untuk menutup restonya dan merawat Mona begitu senang melihat kehadiran keponakannya tersebut.
"Assalamualaikum om"
__ADS_1
"Waalaikumsalam Fikri,kamu sama siapa kemari?"
"Sendirian om,papa katanya mau menyusul nanti"
"Oh kalau begitu silahkan masuk"
Fikri dan Pak Sam duduk di ruang tamu sembari menunggu Bu Diah yang tengah masak di dapur
"Bu,ada Fikri ini"
ucap pak Sam memanggil istrinya
Tak berselang lama Bu Diah keluar dari arah dapur sambil membawa minuman dan beberapa camilan.
"Bulek kok repot-repot"
ucap Fikri sungkan
"Ah tidak,kamu saja repot-repot kemari membawa ini itu"
"Oh iya bulek dan om gimana kondisi Mona?"
"Alhamdulillah sudah mendingan, dia sudah mau ngobrol meski hanya sama bulekmu. Tetapi untuk keluar rumah sepertinya belum bisa,sampai sekarang ia hanya keluar sampai belakang rumah membantu bulekmu memetik sayuran"
"Ya setidaknya ia bisa menghirup udara segar daripada tidak sama sekali om"
"Iya begitulah,lalu bagaimana perkembangan kasus ini nak Fikri?"
"Untuk sementara ini pengacara saya sudah membereskannya dan menuntut pria bernama Leo itu dengan kasus penculikan dan pemerkosaan,kemudian hakim akan memutuskan hukumannya di sidan Senin besok"
"Bulek berharap laki-laki itu mendapatkan ganjaran yang setimpal atas apa yang sudah ia perbuat terhadap Mona dan Wira"
"Wira? memang ada apa bulek?"
"Jadi begini nak Fikri,kemarin Mona bercerita kepada bulekmu ini kalau sebenarnya yang membunuh Wira itu adalah Ry adik dari Leo,dan Leo juga membantu atas itu semua,tak hanya itu saja Ry dan Leo juga membunuh teman Wira yang bernama Adit"
"Astagfirullah,kejam sekali mereka"
"Bulek juga tak menyangka,padahal Wira adalah pekerja kepercayaan Ry saat ini namun kesetiaannya justru di balas dengan dendam karena Wira yang telah membuat Mona jatuh hati kepadanya"
"Jadi asal mula dari ini semua adalah Mona bulek?"
"Iya benar nak Fikri,namun bulek tetap saja tidak bisa menyalahkan Mona karena ini bukan sepenuhnya kesalahan dia. Wajar saja sebagai wanita jatuh cinta terhadap pria,bahkan nak Mona sendiri rela menjadi korban sampai saat ini"
"Aku akan menceritakan hal ini pada pengacaraku om,supaya Leo dan Ry dapat hukuman yang lebih berat lagi. Dan semoga saja Mona bisa menjadi saksi di sidang besok"
"Tapi itu mustahil nak Firki,dengan kondisi Mona yang seperti ini ia tidak mungkin hadir di persidangan besok"
"Bagaimana kalau kamu coba bicara lagi sama Mona Bu?"
bujuk Pak Sam
__ADS_1
"Baiklah pak,tapi ibu tidak akan memaksanya untuk buka mulut dengan kondisi yang seperti ini"
"Iya bulek, setidaknya cobalah sekali lagi ini demi keadilan bagi Wira dan juga Mona"
"Bulek akan berusaha"
"Kalau begitu ini Fikri titip untuk Mona ya bulek, sampaikan salam Fikri saya semoga ia lekas pulih"
"Baiklah nak Fikri"
"Oh ya om,bisa kita bicara di luar sebentar"
"Boleh-boleh ayo"
Sementara Bu Diah membujuk Mona yang tengah duduk di tepi jendela kamarnya,pak Sam dan Fikri berbicara di teras sembari meneguk teh yang sudah dingin itu.
"Om sebenarnya ada hal yang ingin Fikri sampaikan"
"Soal apa ??"
"Mengenai latar belakang Mona"
"Oh itu,apa yang ingin kamu ketahui soal itu?"
"Sebenarnya keluarga Mona apakah masih ada? dan dimana mereka sekarang?"
"Jadi begini ceritanya,Mona itu dulunya adalah anak dari pengusaha furniture yang terbilang kaya dan maju. Namun saat dewasa ia di jodohkan oleh pria pilihannya,karena menolak ayahnya terkena serangan jantung dan meninggal,sejak saat itu keluarganya jatuh miskin dan ia terpaksa menerima tawaran menikah dengan anak rekan bisnis ayahnya tersebut. Namun belum sampai menikah Mona justru jatuh hati dan kembali kepada mantan kekasihnya yg pernah keluarganya hina dulu dan kemudian menjadi dendam hingga saat ini. Keluarganya sendiri sudah tidak menganggap Mona dan juga membuang jauh-jauh Mona karena di sebut sebagai penyebab kematian ayahnya"
"Kasihan sekali dia,gadis semuda Mona harus menjalani lika liku kehidupan yang panjang dan menderita ini"
"Memangnya ada apa tiba-tiba kamu tanya-tanya tentang Mona?"
"beberapa terakhir ini aku selalu bermimpi dan bertemu dengan Wira,ia memintaku untuk menjaga Mona dan membahagiakan dia. Aku merasa itu hanya bunga tidur dan sebatas imajinasi ku saja,namun belakangan ini aku terus memikirkan Mona dan ingin sekali terus menjaganya"
"Embbbhhh jadi seperti itu"
ucap Pak Sam sambil berdehem dan tersenyum
"Om,kok om lihatnya gitu sih?"
"Tidak ada salahnya seorang laki-laki jatuh hati pada seorang wanita,namun kamu tahu kan siapa Mona dan seperti apa masa lalunya. Di tambah lagi kejadian kemarin yang telah menimpa dia,jika kamu memang mencintainya apakah orang tua kamu bisa menerima Mona dengan kondisi seperti itu?"
"Jadi dengan artian om bilang begini itu membuktikan bahwa om tidak keberatan jika aku memang menyukai Mona?"
"Tentu saja om tidak keberatan,hanya saja tadi keraguan on terhadap restu orang tua kamu"
"Aku janji om,aku akan meyakinkan mama dan papa terhadap pilihanku"
"Semoga kamu berhasil,yang terpenting sekarang bagaimana cara agar para bajingan itu bisa membusuk di penjara. Baru setelah itu kamu memikirkan cara untuk membuat agar orang tua kamu merestui hubungan ini dan meyakinkan Mona bahwa kamu adalah pria yang benar-benar tulus ingin menjaganya"
"Baik om,aku akan buktikan semua itu. Kalau begitu saya permisi"
__ADS_1
"Hati-hati"