Dendam Sang Mantan

Dendam Sang Mantan
Selangkah lebih dekat


__ADS_3

Sedikit demi sedikit semuanya telah di persiapkan,mulai dari persiapan pernikahan dan lain-lain. Mona merasa kali ini adalah langkah yang tepat untuknya sebelum nantinya akan tertunda lagi seperti waktu itu,meski dirinya sedih karena moment sebesar ini tidak ada satupun keluarganya yang mendampingi. Satu per satu telah Bu Diah siapkan,bahkan Mona sudah mengatur kapan tanggal pernikahan mereka. Hal itu terdengar hingga telinga Ry dan membuatnya menjadi geram. Lagi-lagi ia harus bersiap kehilangan Mona setelah berhasil menggagalkan pernikahannya dengan Dendra kini ia harus memikirkan cara untuk mengalihkan Wira.


Ry yang tengah emosi memanggil Adit untuk memintanya menyelidiki kapan pernikahan Mona berlangsung


"Tuan memanggil saya?"


tanya Adit yang masuk ke dalam ruang kerja Ry


"Kamu tolong cari tahu kapan Mona dan Wira akan menikah"


"Kenapa tuan? apakah anda akan membatalkannya lagi?"


"Iya,seperti waktu itu"


"Bukankah tuan sudah move on darinya?"


"Sampai kapanpun aku tidak akan rela orang lain mendapatkan Mona dengan mudah,sedangkan aku sendiri harus berjuang mati-matian di hina keluarganya terlebih dahulu agar dapat bangkit"


"Tapi kali ini Wira yang jadi calon suaminya tuan,apa rencana anda?"


"Seperti biasa,kita pakai cara halus terlebih dahulu. Wira pasti akan mengerti apalagi dia sudah tahu kalau di masa lalu aku dan Mona pernah memiliki hubungan"


"Tapi jika ia menolak tuan?"


"Terpaksa kita menggunakan kekerasan"


"Tuan yakin?"


"Ya,sampai kapanpun aku tidak akan melepaskan Mona bahkan jika itu hanya untuk keluargaku sendiri"


"Baiklah jika tuan bersikeras,saya akan melaksanakannya"


Adit pergi dan mencari tahu melalui mata-mata yang sebelumnya telah ia kirimkan,dari sana ia mendapatkan segala informasi kapan Mona dan Wira akan menikah dan apa saja yang mereka lakukan. Setelah itu segera Adit melaporkan hal tersebut kepada Ry tanpa menunggu terlebih dahulu.


"Jadi mereka sudah benar-benar meyiapkan semuanya?"


"Iya tuan,sepertinya tanggal pernikahan juga sudah di tentukan"


"Oke,sekarang kamu hubungi Wira ajak dia bertemu. Aku ingin berbicara dengannya"


"Baik tuan"


Siang itu saat Wira menemani mamanya dan Mona berbelanja seserahan tiba-tiba ponselnya berbunyi


"Adit? ngapain dia nelfon?"


"Siapa Wir?"


tanya mamanya

__ADS_1


"Oh ini teman kantor Wira ma,Wira angkat dulu ya"


"Iya sudah sana"


Wira menjauh beberapa langkah dari Mona dan mamanya


"Hallo Dit"


"Hallo Wira"


"Tumben kamu telfon aku? ada apa?"


"Bisa kita ketemu?"


"Dimana?"


"Di The Jurnal Cafe"


"Sekarang?"


"Ya"


"Tapi aku sedang menemani Mona dan mamaku berbelanja seserahan"


"Jadi kapan bisa mu?"


"Ya sudah,kamu kabari saja jamnya"


"Oke,kalau begitu aku tutup dulu"


Wira mengakhiri pembicaraannya bersama Adit dan kembali menghampiri Mona dan mamanya,mereka merasa bahagia karena tak lama lagi sebuah pernikahan akan di lakukan.


Adit yang saat itu menyeruput kopinya di halaman depan di kagetkan dengan hadirnya Ry


"Bagaimana Dit"


"Tu tuan mengagetkan saja. Saya sudah menghubungi Wira,katanya sore ini dia akan menghadiri ajakan kita"


"Kenapa tidak jadi siang ini?"


"Di dia sedang berbelanja seserahan bersama Mona dan mamanya"


"Apa? jadi tanggal pernikahan mereka sudah di tentukan"


"Saya kurang tahu tuan,hanya itu yang saya dapatkan"


"Kau begitu kita harus segera menyelesaikan ini,aku tidak ingin menunda-nunda lagi atau aku akan benar-benar kehilangan Mona"


"Baik tuan"

__ADS_1


"Seperti biasa kamu siapkan cek senilai seratus juta untuknya"


"Baik tuan"


Adit pun pergi melaksanakan perintah Ry,di sisi lain ia tidak tega jika akan merusak pernikahan Wira. Meski sekarang hubungan mereka jauh semua ini karena kehadiran Mona di dalam hidup mereka. Tetapi ia juga khawatir jika Ry melakukan hal yang tidak di inginkan,karena Adit tahu betul bahwa bosnya orang yang mudah marah dan selalu menggunakan kekerasan.


Setelah pulang dari mengantar Mona dan mamanya, Wira menelfon kembali Adit untuk mengajaknya bertemu. Sebelum pergi Wira lebih dulu berpesan kepada Mona untuk bersiap karena sepulang dari menemui Adit ia ingin mengajak Mona ke sebuah tempat.


"Kamu mau kemana Wir?"


tanya Mona yang merasa ada keanehan pada kekasihnya itu


"Aku mau keluar sebentar"


"Aku ikut"


"Gak usah kamu di rumah saja sama mama papa"


"Aku mau ikut"


"Mona,kamu dirumah aja ya"


"Gamau aku mau nya ikut kamu"


Terdengar suara gaduh dari depan,Pak Sam keluar dan mendapati mereka berdebat


"Ada apa ini,kalian suaranya sampai terdengar di dalam"


"Aku mau keluar sebentar pa,ini Mona maksa buat ikut"


"Ya sudah di ajak aja"


"Tapi bentar doang kok pa,cuma mau menemui teman lama. Mona kamu di rumah ya,aku janji habis pulang nanti akan ajak kamu jalan-jalan"


"Memangnya kamu mau ketemu siapa sih? kayaknya penting banget dan aku gak boleh ikut?"


"Ada apa ini pa?"


tanya Bu Diah yang tiba-tiba datang menghampiri keributan itu


"Ini lho anak laki-laki mu mau keluar sebentar tapi Mona mau ikut tidak di bolehin"


"Ya sudah Mona di rumah saja,mungkin Wira cuma mau keluar sebentar saja. Kamu bantuin mama menata pernak pernik yang kita beli tadi yuk"


"Ya sudah deh,kamu boleh pergi. Tapi janji nanti kalau sudah pulang bakalan ajak aku jalan-jalan"


"Iya Mon aku janji"


Mona melihat Wira pergi dengan motornya,anehnya ia merasa takut saat melihat kepergian kekasihnya itu. Seperti ada sesuatu yang akan terjadi padanya,namun Mona berusaha berfikir positif dan berusaha mengontrol pikirannya agar semua itu tidak terjadi.

__ADS_1


__ADS_2