Dendam Sang Mantan

Dendam Sang Mantan
Dendam Dara part 1


__ADS_3

Sebulan sudah Mona tinggal di rumah Pak Sam dan Bu Diah,keakraban mereka semakin dekat sedangkan Mona sudah dianggap seperti anak kandung sendiri. Wira kini telah berhasil memperoleh pekerjaan walau hanya sebagai seorang karyawan biasa di kantor kejaksaan,semua itu ia raih berkat pengaruh sang ayah. Mona juga bekerja di sana sebagai seorang sekretaris Jaksa,karena ijazah pendidikannya yang tinggi bisa mendapatkan posisi yang lebih bagus.


Kedekatan mereka sudah tidak menjadi rahasia publik lagi,apalagi jaksa di wilayah itu adalah sahabat akrab pak Sam. Seiring berjalannya waktu mereka bekerja keras demi bisa menggapai harapan orang tua Wira yaitu ke pernikahan.



Tak jarang Wira membantu Mona mengerjakan tugasnya di kantor dan menemaninya di kala sedang luang,kedekatan mereka benar-benar membuat beberapa orang di kantor iri apalagi banyak orang yang menyayangkan seorang Mona yang cantik dan pintar mau dengan laki-laki biasa seperti Wira. Hal itu tidak pernah Mona tanggapi,baginya kedudukan dan harta hanyalah titipan namun attitude dan juga sikap yang baik mencontohkan bahwa orang itu pantas bersanding dengannya.



Saat Wira berpapasan dengan Mona di koridor ia berencana mengajaknya untuk pergi jalan-jalan seusai pulang kantor


"Mon,hari ini gimana kalau kita jalan-jalan sepulang dari kantor?"


"Tumben kamu ngajak aku jalan,ada apa?"


"Enggak sih,hanya saja aku ingin mengajakmu jalan-jalan kan selama kita pacaran belum pernah gitu dinner berdua"


"Ya udah okey,sepulang kerja aku tunggu kamu di depan kantor"


"Siap tuan putri"


Seperti biasa saat jam kerja telah tiba Mona menunggu Wira didepan kantor,beberapa saat kemudian ia datang menggunakan motor cross andalannya.


"Ayok"


ucap Wira


Mereka berdua berkeliling kota menaiki sepeda motor dan tanpa disadari salah satu anak buah Ry yang bernama Jack elihat mereka,tanpa pikir panjang Jack langsung melaporkan hal tersebut pada Ry.


------------------ Di kediaman Ry --------------


Jack tiba dan langsung mencari tuan besar yang berada di ruangannya bersama Dara,Jack bermaksud memberitahukan apa yang ia lihat tadi


"Tok tok"


"Masuk"


jawab Dara


"Permisi tuan dan nona Dara"


"Ada apa Jack?"


tanya Dara


"Saya ingin melaporkan tuan,tadi saya tidak sengaja bertemu dengan Wira dan Mona di cafe depan taman kota"


"Wira dan Mona?"

__ADS_1


ucap Ry terkejut


"Iya tuan"


"Bagaimana mereka bisa bersama? saya menyingkirkan Wira agar Mona tidak dapat menemuinya lagi,tapi setelah itu Mona justru mengundurkan diri dan hidup damai bersamanya diluar sana"


ucap Ry dengan nada marah


"Maaf tuan,tapi saya kurang pasti ada hubungan apa antara mereka berdua"


"Cepat cari tahu,dan selidiki dimana Mona tinggal dan bekerja sekarang"


"Baik tuan,kalau begitu saya permisi"


Jack keluar dari ruangan kerja tuan besar,melihat Ry yang marah karena mendengar perihal Mona justru membuat Dara semakin cemburu


"Ngapain sih Ry kamu masih ngurusin wanita itu? udahlah biarin saja dia hidup dengan pilihannya diluar sana,lagian dia itu udah mencampakkan kamu dan gak tahu terima kasih lagi"


"Tujuanku menerima pengunduran diri Mona hanya semata-mata ingin lihat sampai mana ia bertahan,sekarang malah dia dan Wira hidup bebas di luar sana"


"Lagipula wanita seperti Mona sudah kelihatan murahan sekali,orang seperti dia itu layaknya parasit. Dia akan mendekati siapapun yang menguntungkan baginya dan akan bergantung hidup pada orang tersebut"


"Diam,jangan pernah mengatakan hal buruk tentang Mona. Kamu sendiri tidak jauh beda dengan apa yang kamu katakan tadi"


"Ry,aku ini memberitahu kamu agar tidak terpancing dengan wanita macam dia. Tapi kamu justru menghinaku seperti ini"


"Aku tidak butuh bantuan kamu, perhatian kamu,bahkan simpati kamu. Disini aku menggunakan mu tidak gratis jadi jangan sok menasehati ku,paham!!"


"Keluar kamu dari ruangan saya dan jangan pernah muncul lagi di hadapanku atau aku akan menghabisimu"


ucap Ry yang terpancing emosi Dara


Merasa terhina dan direndahkan oleh Ry,Dara berencana untuk membalas dendam sakit hatinya. Ia ingin menghabisi Mona yang menjadi penyebab ia dan Ry bermusuhan.


Dengan bantuan kakaknya yang juga seorang anggota Mafia yang bekerja dibawah naungan Leo,Dara akhirnya bisa merencanakan balas dendamnya tersebut.


Wira dan Mona telah sampai di rumah,mereka tidak jadi makan malam diluar karena Bu Diah lebih dulu menelfon untuk meminta Wira segera pulang karena sang nenek yang berada di kota lain telah meninggal.


Sesampai di rumah Wira melihat kedua orangtuanya sudah berkemas dan bersiap untuk berangkat


"Papa sama Mama mau berangkat sekarang?"


"Iya Wir,ayo kalian ikut sekalian"


"Tapi pa,Wira belum ijin kantor"


"Udah masalah itu nanti gampang"


"Ya sudah Wira sama Mona ganti baju dulu pa,ayo Mon"

__ADS_1


"Emb kayaknya aku gak bisa ikut deh Wir"


"Kenapa?"


"Aku gak bisa ijin"


"Udah nanti biar om yang ngomong sama kantor"


ucap Pak Sam


"Bukan masalah itu om,tapi besok atasan Mona ada sidang dan Mona harus stay buat nyiapin segala berkasnya"


"Aduh Mona itu bisa diganti sama orang lain"


ucap Wira panik


"Beneran Wir kali ini emang bener-bener gak bisa,ini kasus pertama yang melibatkan ku. Aku gak mungkin dong lepas tanggung jawab begitu saja"


"Tapi,kalau kamu gak ikut terus kamu di rumah sama siapa?"


"Sudah-sudah,kalau memang Mona gak bisa ikut ya sudah biar dia di rumah. Nanti papa minta beberapa personil buat ngecek rumah tiap jam"


"Ya bukan gitu pa,lagipula ini moment juga bat ngenalin Mona ke keluarga besar"


"Wira,bagi seorang seperti Mona pekerjaan seperti ini itu sangat penting,apalagi ini kasus pertamanya jadi itu adalah pencapaian besar bagi Mona. Kamu tolong ngertiin dia ya"


imbuh Bu Diah


"Ya sudah deh kalau memang begitu,kamu jaga diri baik-baik ya di rumah,aku ke kamar dulu ganti baju"


"Maaf ya om,Tante Mona gak bisa ikut. Oh ya Mona juga turut berduka cita atas meninggalnya mama Tante dan mertua om"


"Iya tidak apa-apa Mona,kamu jaga diri baik-baik ya. Kalau ada apa-apa segera hubungi kita"


"Iya Tante"


Beberapa saat kemudian Wira keluar dari rumah dan menatap Mona dengan sedih,ia menghampiri wanitanya itu dan memeluknya



"Kamu jaga diri ya sayang,kalau ada apa-apa langsung telfon aku"


"Iya Wira,udah deh malu tahu di lihatin mama papa kamu"


"Wira ayo,keburu malam nanti"


ucap Bu Diah


"Mesra-mesraannya besok lagi kalau udah pulang, sekarang buruan berangkat"

__ADS_1


imbuh Pak Sam


Wira dan kedua orangtuanya berangkat mengendarai mobil,sampai di tikungan perumahan tatapan Wira tak berpindah dari Mona yang masih berdiri di depan rumah. Ini pertama kalinya Wira merasa jauh dari Mona meski jarak mereka hanya beda kota saja yang memakan waktu dua hingga tiga jam saja.


__ADS_2