Dendam Sang Mantan

Dendam Sang Mantan
Broken Part 2


__ADS_3

Mona tak lagi mempedulikan Ry yang memohon-mohon padanya,bagaimana juga hatinya telah sakit karena kata-katanya dan juga perbuatannya. Jika ia terus memaklumi hal tersebut maka itu akan menjadi kebiasaan baru Ry yang mengata-ngatai dirinya kelak,karena tak ingin terus hidup dalam penjara Ry lebih baik dia menggunakan kesempatan ini untuk pergi apalagi sekarang Leo tengah berada di pihaknya dan membantunya agar dapat keluar dari rumah yang bagai penjara itu.


Mona melangkah keluar di ikuti Leo dan para anak buahnya,sedangkan Ry hanya bisa menyesali semua itu dan terduduk bak orang yang tengah kehilangan semangatnya namun asistennya yaitu Sony tak berhenti untuk membantu agar Mona tidak pergi


"Tuan apakah anda akan tinggal diam dengan semua ini? nona Mona bahkan pergi bersama kakak anda untuk selamanya,tolong berusahalah sekali lagi untuk meminta maaf padanya sebelum anda menyesal nanti"


tutur Sony


Ry bangkit dan mengejar Mona yang masih berada di halaman depan rumahnya,ia yang hendak masuk mobil Leo di cegah oleh Ry


"Hentikan"


"ada apalagi Ry?"


tanya Leo


"Kakak tidak berhak membawa pergi calon istriku seperti ini,bagaimanapun Mona adalah milik saya"


"Bukankah kau lihat sendiri tadi di dalam Mona telah memutuskan ikatan kalian, bahkan sekarang dia sudah bebas dan berhak menentukan kemana ia harus pergi"


"Tidak,ini tidak adil. Mona memutuskan hal itu secara sepihak dan aku tidak menyetujuinya jadi ini tidak di anggap sah"


"Mau apalagi Ry? apa masih kurang semua penderitaan yang ku rasakan selama hidup di rumah ini? aku ini manusia Ry bukan hewan yang bisa kau perlakukan seenaknya,aku butuh kebebasan dan tujuan sendiri. Meski kita bertunangan tapi kamu tidak memperlakukan diriku seperti tunangan mu,setiap hari aku harus mengkonsumsi obat yang katamu vitamin itu. Tetapi entah kenapa setiap aku mengkonsumsinya rasanya aku hanya bisa pasrah atas apa yang kau perintahkan"


"Obat? obat apa Mona?"


tanya Leo


"Entah kak,setiap pagi ia memberiku dua butir Pil berwarna kuning setelah aku mengkonsumsinya rasanya aku seperti hilang kendali atas diriku sendiri dan hanya dapat mengiyakan semua perkataannya"


"Ry? kamu tidak menggunakannya bukan?"


"Menggunakan apa kak? apa maksud kakak?"


tanya Mona panik


"Obat itu pernah Ry minta dari kakak,jika kau meminumnya satu butir jika tidak terbiasa akan membuatmu tidur selama setengah hari,tetapi jika sering kamu mengkonsumsinya maka kamu akan kehilangan kendali seperti yang kamu katakan. Obat itu sejenis narkoba tingkat rendah"


"Apa? jadi selama ini?"

__ADS_1


"Mona tolong maafkan aku,aku tidak bermaksud melakukannya,semua itu karena kamu yang sangat keras kepala"


Mona menghampiri Ry dan melayangkan sebuah tamparan di pipinya,Ry sendiri terkejut dan hampir ingin membalasnya. Untung saja Leo lebih dulu menarik tangan Mona sehingga ia terhindar dari kekejaman Ry. Semua orang disitu semakin tidak menyukai Ry yang begitu kejam,bahkan para pelayan mencemoohnya karena sudah kelewat batas untuk mendapatkan cinta Mona.


"Sudah Mona,lebih baik kita pergi dari sini"


ucap Leo



Mona merasa takut karena Ry sudah berani bermain tangan pada dirinya di hadapan orang banyak,tak di sangka hal itu membuat Mona semakin membenci laki-laki di hadapannya itu. Leo memeluk Mona yang menangis dan berusaha menenangkannya,ia membawa wanita itu masuk ke dalam mobil dan berlalu pergi. Kini sudah tidak ada lagi yang tersisa antara Mona dan Ry,semua benar-benar berakhir ketika Leo berhasil membawanya pergi dari rumah itu.


Di dalam mobil Mona hanya dapat diam dan menangis,padahal dalam hati Leo saat ini ia tengah bersorak Sorai karena berhasil memisahkan mereka berdua.


"Mona kamu tenang saja,aku tidak akan membiarkan Ry melukaimu sedikitpun"


"Makasih ya kak,meski kakak bukan kakak kandungku tetapi aku merasa kakak seperti orang yang sangat tulus padaku"


"Sama-sama,untuk sementara ini kami tidak keberatan bukan jika tinggal di rumahku?"


"Tapi kak,apakah aku tidak merepotkan kakak nanti?"


"Lebih baik merepotkan orang lain dari pada kamu nanti tertangkap oleh Ry dan kembali ke rumah itu"


Mona menatap keluar jendela sembari terus meratapi nasibnya yang sial ini,sedangkan Leo memainkan ponselnya dan mengirimkan pesan pada para pelayan dirumahnya untuk menyiapkan kamar khusus Mona. Karena perjalanan yang lumayan lama akhirnya Mona tertidur sembari menyenderkan kepalanya ke jendela,Leo yang menyadari hal itu langsung mengangkat kepala Mona dan meletakkannya di bahunya. Mereka berdua tertidur di belakang dengan ekspresi yang berbeda,Mona dengan raut wajah yang sedih dan Leo dengan wajahnya yang bahagia karena akhirnya dia dapat menjalankan rencananya dengan baik.


Setelah kurang lebih perjalanan dua jam,akhirnya mereka sampai di mansion milik Leo,rumah dengan konsep serba putih dan memiliki pagar yang menjulang tinggi itu membuat suasana rumah semakin klasik dan private.


Leo membangunkan Mona yang masih terlelap


"Mon,Mona kita sudah sampai"


bisik Leo pelan di telinganya


"Hmm kak? aku tertidur ya?"


"Tidak apa-apa,mungkin kamu lelah"


"Kita sudah sampai di rumah kek Leo?"

__ADS_1


"Iya Mona,kalau begitu kita masuk biar koper kamu mereka yang bawa"


Mona dan Leo turun dari mobil,para pengawal Leo yang lumayan banyak jumlahnya menyambut kehadiran bosnya itu.


"Selamat datang kembali Bos"


ucap mereka


Mona begitu terkejut,rumah sebesar dan memiliki halaman luas itu tengah penuh dengan para pengawal dan mobil-mobil koleksi Leo. Tetapi di bagian belakang dan samping rumah masih memiliki halaman yang cukup luas lainnya sebagai taman dan juga tempat santai yang nyaman.


Memasuki pintu utama,Mona di suguhkan dengan foto keluarga Leo dan beberapa barang antik lainnya,tak banyak yang terdapat di balik pintu. Hanya tembok yang menjulang tinggi dan memiliki dua sisi pintu ke bagian belakang. Saat masuk melalui pintu sebelah kiri Mona sayang tercengang,rumah milik Leo benar-benar besar dan mewah. Semua furniture dan penataan ruang yang sangat baik sehingga berkesan sangat luar biasa.



Leo mengantarkan Mona ke kamarnya yang berada di lantai dua menggunakan lift pribadi,sesampai di sana Mona kembali tercengang karena kamarnya bak sebuah istana tuan putri.


"Kak ini kamarku?"


"Iya ini kamar mu"


"Apakah tidak terlalu berlebihan kak?"


"Berlebihan apanya? ini kamar yang sangat layak untuk wanita sepertimu"


"Kak ini sungguh berlebihan sekali,bahkan rumahku dulu sama besarnya dengan kamar ini"


"Sudahlah,karena hanya ini kamar yang siap untuk saat ini. Jika kamu tidak menyukainya kapan-kapan kamu bisa memilih untuk pindah ke kamar mana yang kamu sukai"


"Bukan karena tidak suka kak,tapi ini sungguh berlebihan"


"Memangnya kamar kamu di rumah Ry tidak seperti ini?"


"ya hampir seperti ini,namun ini jauh lebih luas darinya"


"Ya sudah kalau begitu kamu istirahat lagian sudah malam,nanti aku akan menyuruh pelayan mengantarkan makan malam kemari"


"Sekali lagi terima kasih dan maaf jika merepotkan kak Leo"


"Tidak apa-apa,kalau begitu aku pergi dulu"

__ADS_1


"Iya kak"


Mona di tinggalkan oleh Leo di kamar yang besar itu,ia bahkan bingung untuk menaruh beberapa biji pakaiannya di lemari besar itu. Semuanya nampak berlebihan bagi Mona apalagi ini adalah tempat yang baru di kunjungi setelah kejadian tadi sore.


__ADS_2