Dendam Sang Mantan

Dendam Sang Mantan
Keadilan bagi Mona


__ADS_3

Akhirnya hari persidangan tiba,Fikri dan pengacaranya begitu antusias dengan kasus ini untuk memberikan keadilan pada keluarga Sam. Namun semalam saat Bu Diah mencoba untuk berbicara dengan Mona soal kehadirannya untuk menjadi saksi justru mendapatkan penolakan,ia tidak ingin melihat lagi wajah laki-laki yang telah membuat hidupnya sengsara.


Setiba di pengadilan Fikri bertemu dengan pengacaranya bersama pak Sam,mereka mendengar kabar bahwa Mona enggan hadir. Meski begitu pengacara yang Fikri pilih berusaha sekuat tenaga untuk menjerat Ry dan Leo dengan kasus ini,sebelum memasuki ruang sidang Fikri melihat untuk pertama kalinya wajah kedua laki-laki yang selama ini mengganggu hidup Mona.


"Jadi dia laki-laki bernama Leo dan Ry?"


ucap Fikri


"Iya benar mereka nak Fikri, laki-laki yang sudah membuat Mona menderita sekaligus merenggut nyawa anak om satu-satunya"


"Om tenang saja,pak Burhan pengacara saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk membuat mereka membusuk di penjara"


"Sekali lagi terima kasih atas bantuan kamu terhadap keluarga om ya nak Fikri"


"Sama-sama om, bagaimanapun saya sudah berjanji kepada om kemarin"


Mereka bertiga melangkah masuk ke ruang persidangan,semuanya sudah berkumpul termasuk hakim dan jaksa. Tak hanya itu Ry dan Leo juga di dampingi oleh para pengacara hebat dari ibu kota.


Akhirnya sidang di mulai,para pengacara berdebat mempertahankan kliennya masing-masing hampir saja hakim memberikan keputusan ringan terhadap pihak Leo dan Ry karena pengacara Fikri tidak mempunyai bukti kuat terhadap kasus pembunuhan Wira ataupun pelecehan terhadap Mona.


Namun siapa sangka jika Mona berubah fikiran dan datang ke pengadilan tepat saat hakim akan memberikan keputusan


"Tunggu,saya adalah korban dari pelecehan yang mereka lakukan sekaligus saksi pembunuhan terhadap Wira calon suami saya"


ucap Mona yang berdiri di depan pintu ruang persidangan


Semua mata tertuju padanya dan Bu Diah yang berdiri di belakangnya,apalagi Ry dan Leo yang sangat terkejut dengan kehadiran Mona. Hakim meminta Mona untuk berdiri di meja saksi dan mengatakan sejujur-jujurnya serta bersumpah bahwa apa yang ia ucapakan adalah kebenaran.

__ADS_1


"Jadi apakah benar jika tersangka Leo dan Ry telah melakukan pelecehan terhadap anda?"


tanya ketua hakim


"Benar pak,bahkan dia menculik dan memperkosa saya. Sebelumnya mereka juga mempengaruhi saya dengan obat-obatan terlarang serta membunuh calon suami saya di depan mata saya sendiri"


"Apakah anda ada buktinya?"


"Ada,semuanya ada di ponsel saya"


Pengacara Fikri memberikan ponsel itu kepada jaksa dan hakim memperhatikan semuanya sesuai dengan ucapan Mona.


"Apakah anda merasa ada hal aneh yang tersangka sembunyikan?"


"Mereka berdua adalah seorang mafia yang berjualan senjata dengan cara menyelundupkan,bahkan mereka juga membunuh orang secara keji tanpa ampun"


"Mona,kamu jangan ngarang semua ini deh kamu sengaja berbuat seperti itu karena ingin balas dendam sebab aku menolak untuk menikahi kamu kan?"


"Omong kosong apa Leo? kamu dan Ry sekongkol buat menyekap aku di rumah kalian dan memaksaku untuk menikah dengan salah satu dari kalian"


"Bohong pak hakim,wanita itu halu dia frustasi karena calon suaminya mati"


"Jadi anda mengakui kalau anda membunuh calon suami korban"


"Ma maksud saya bukan itu pak"


"dengan apa yang anda katakan barusan tidak menutup kemungkinan bahwa anda mengakui perbuatan bahwa telah membunuh saudara Wira,maka dari itu hakim tidak perlu mengambil langkah untuk bukti lain dan memvonis dua puluh lima tahun penjara terhadap saudara Leo dan hukuman seumur hidup untuk saudari Ry"

__ADS_1


Semua bernafas lega terutama Mona dan Bu Diah,semuanya sudah setimpal atas apa yang selama ini mereka lakukan terhadap Mona dan keluarga Wira. Ry dan Leo dibawa polisi ke rumah tahanan untuk menjalani hukuman,sebelum meninggalkan ruangan sidang Leo menatap tajam kepada Mona sembari mengucapkan sesuatu yang hanya dapat di dengar oleh Mona.


"Jangan kemana-mana cantik,setelah keluar dari sini aku akan mencari dan membunuhmu"


Mona hanya terdiam, mengetahui hal itu Pak Sam dan Bu Diah langsung menghampirinya dan mencoba menenangkannya.


"Terima kasih ya Mona kamu sudah mau hadir dan menjadi saksi atas kejahatan mereka"


ucap Pak Sam


"Sama-sama pak"


"Akhirnya Wira bisa beristirahat dengan tenang,semua ini berkat nak Fikri yang sudah membantu keluarga kita"


imbuh Bu Diah


"Ah tidak kok bulek,Fikri hanya membantu apa yang seharusnya keluarga bulek dapatkan. Semoga dengan ini semua kedepannya tidak ada lagi yang mengganggu ketenangan keluarga Om Sam"


"Amin,kalau begitu kita pulang"


"Bulek dan Om Sam duluan saja,aku masih ada sesuatu yang perlu di bicarakan dengan pak Burhan"


"Baiklah,ayo Mona kita pulang"


ajak Bu Diah


Mereka sekarang merasa tenang dan bisa menjalani kehidupan normal seperti biasanya,terlebih lagi Mona juga sudah jauh lebih baik setelah mendapatkan keadilan. Semoga kedepannya keluarga mereka selalu damai dan bahagia tanpa ada seseorang gang mencoba untuk merenggut kebahagiaan itu.

__ADS_1


__ADS_2