Dendam Sang Mantan

Dendam Sang Mantan
Kembalinya Mona


__ADS_3

Dua Minggu setelah kembalinya keluarga Surya dari luar negeri membuat kondisi Mona berangsur-angsur membaik,sedikit demi sedikit ingatannya pulih bahkan ia sudah tak sepolos saat awal mereka tiba di Indonesia.


Keadaan rumah saat itu cukup sepi,tuan Surya dan Dendra telah berangkat ke kantor sedangkan Nyonya Rina yang saat itu memasak dengan Andini tidak melihat Mona yang diam-diam pergi.


Mona memutuskan untuk pulang ke rumah ayahnya namun sayang rumah itu telah disita oleh pihak Bank tanpa sepengetahuan Mona,sesampai di sana ia melihat gerbang rumahnya di segel bahkan ia nekat memanjatnya agar dapat masuk. Ia juga memecahkan kaca jendela agar dapat mencapai tujuannya.


Setelah berhasil masuk ke dalam rumah Mona mengambil beberapa barang yang ada di kamarnya,dan saat ia masuk ke dalam ruang kerja ayahnya nampak jelas terlihat foto keluarga mereka. Tiba-tiba kepala Mona mengalami nyeri yang begitu hebat hingga membuatnya berteriak,untung saja ia membawa ponsel dan dengan sigap menghubungi Dendra.


Dendra yang saat itu baru selesai rapat dengan klien langsung menjawab panggilan dari Mona


"Hallo Mon"


Tidak terdengar apapun dari sana hanya teriakan Mona yang berteriak kesakitan,sontak hal itu membuat Dendra panik dan segera memberitahu ayahnya.


"Mon hallo,apa kamu dapat mendengar ku?"


"Ada apa Dra?"


tanya tuan Surya


"Pa,Mona barusan telfon,namun ketika aku jawab dia tidak berbicara hanya terdengar teriakan darinya"


"Sakit ahhh sakit"


"Mona,Mona kamu dimana sekarang!"


tanya tuan Surya panik


"Dendra kepalaku sakit den,dendra tolong aku"


teriak Mona


"Mon sekarang kamu dimana?"


tanya tuan Surya berkali-kali

__ADS_1


Tiba-tiba suara Mona tak lagi terdengar,hal itu membuat Dendra dan papanya semakin panik.


"Pa,bukankah mama dan Andini dirumah?"


"Iya,mama hari ini tidak ada kegiatan diluar rumah"


"Lalu kenapa dia tidak mendengar Mona meminta tolong?"


"Biar papa telfon ke rumah untuk mencari tahu"


Beberapa saat setelah tuan Surya menghubungi rumah dia sangat terkejut karena istrinya tidak dapat menemukan Mona disana,hal itu sekaligus membuat Dendra takut jika Mona keluar tanpa pengawasan akan membahayakan dirinya.


"Pa aku ingat,saat itu aku sempat memasang aplikasi pelacak di hp Mona. Biar Dendra lihat dimana dia"


"Bagus den,lebih baik kamu lacak sekarang"


Setelah akhirnya Dendra berhasil menemukan Mona betapa terkejutnya kalau titik koordinat Mona ada dirumah lamanya


"Pa,kenapa Mona ke rumah lamanya?"


"Sebaiknya kita segera kesana pa,aku takut Mona melakukan hal-hal yang tidak di inginkan. Apalagi akhir-akhir ini sifat Mona berubah drastis"


Tuan Surya dan Dendra segera menuju di kediaman keluarga Hardjo yang lama, sesampai disana ia tidak menemukan tanda-tanda Mona namun ada seseorang tetangga yang sempat mendengar kaca pecah dari rumah itu.


Dendra dan ayahnya terpaksa memanjat pagar agar dapat masuk ke rumah tersebut sedangkan tetangga yang memberitahunya berusaha meminta pertolongan.


Benar saja,kaca jendela samping rumah itu pecah dan mereka mencoba membukanya secara paksa,sesampai didalam rumah Dendra dan ayahnya menemukan darah yang berceceran kemudian mereka menelusurinya dan menemukan Mona yang tengah tak sadarkan diri di ruang kerja milik ayahnya.


Dendra serta ayahnya berusaha membawa Mona keluar, sedangkan ambulance telah standby menunggu diluar. Darah itu memang berasal dari tangan Mona yang terluka akibat menonjok jendela kaca itu,tuan Surya segera menghubungi istrinya memberitahukan apa yang tengah terjadi pada Mona.


Sesampai di rumah sakit Mona segera dilarikan ke ruangan IGD,dan beberapa saat kemudian dokter keluar memberitahukan bahwa Mona memerlukan donor darah karena terlalu kehilangan banyak darah akibat pecahan kaca yang menusuk tepat pada pembuluh nadi di pergelangan tangannya.


Untung saja golongan darah tuan Surya sama dengan Mona ia segera melakukan transfusi untuknya. Setelah selesai dokter meminta agar Dendra dan ayahnya menemuinya,dokter menjelaskan bahwa hal-hal yang barusan terjadi menbuat ingatan Mona tertekan kemudian memaksanya mengingat beberapa hal yang selama ini telah ia lupakan.


"Jadi bagaimana dok hasilnya? apakah ingatan Mona baik-baik saja?"

__ADS_1


tanya Dendra


"Kita akan tahu hasilnya setelah data city scan otaknya keluar"


"Kira-kira kapan itu dok?"


"Kemunginan satu jam lagi,saat ini pasien sedang melakukan pemeriksaan otak dan city scan"


"Semoga Mona baik-baik saja ya pa"


"Kita berdoa saja"


Tuan Surya dan Dendra keluar dari ruang dokter saat itu Nyonya Rina dan Andini juga telah tiba disana.


"Bagaimana keadaan Mona pa?"


"Mona sudah di tangani dokter,saat ini dia sedang melakukan pemeriksaan otak lebih lanjut untuk mengetahui apakah penyebab sakit kepala Mona tadi"


"Om,Tante,kak Mona baik-baik saja kan?"


tanya Andini yang sesenggukan


"Kita berdoa saja ya,semoga kakakmu baik-baik saja"


Setelah selesai pemeriksaan Mona segera di pindahkan ke ruang perawatan,mereka segera menyusul Mona kesana untuk melihat keadaannya. Selang satu jam dokter kembali memanggil tuan Surya,kali ini ia di temani oleh istrinya sedangkan Dendra dan Andini menemani Mona dikamar.


"Bagaimana dok hasilnya?"


"Dari hasil city scan otak barusan telah mendapatkan hasil kemajuan yang cukup bagus,kemungkinan besar Mona telah mengingat sesuatu yang membuat sarafnya menekan otak untuk mengingat hal-hal yang selama ini telah hilang"


"Jadi,Mona sudah kembali pulih ingatannya dok?"


"Kurang lebihnya seperti itu,namun saya tidak menyarankan untuk dia terlalu mengingat hal-hal yang membuatnya trauma selama ini"


"Baik dok,terima kasih"

__ADS_1


Nyonya Rina dan Tuan Surya merasa senang akhirnya Mona kembali seperti sedia kala setelah beberapa tahun ia mengalami ini semua dan membuatnya kehilangan beberapa ingatan.


__ADS_2