Dendam Sang Mantan

Dendam Sang Mantan
Ketakutan Mona


__ADS_3

Arief menghampiri Mona yang terdiam di kursinya,ia melihat kegelisahan di raut wajah kekasihnya itu.


"Mon,are you okey?"


"Hmm aku baik-baik saja Rif,kenapa?"


"Enggak sedari tadi aku melihat kamu seperti habis terjadi sesuatu pada kamu"


"Enggak kok"


"Oh ya kamu ingat laki-laki yang kehabisan meja tadi? Yang pakai jas abu-abu"


Seketika jantung Mona berdetak kencang,ia takut bahwa Arief melihat Dendra keluar bersamanya dari toilet perempuan.


"Mon,kok malah bengong?"


ucap Arief lagi


"Sorry Rif,kamu tanya apa tadi?"


"Haduh,aku tanya kamu inget gak sama laki-laki yang kehabisan meja tadi yang pakai jas abu-abu?"


"Oh iya kenapa?"


"Tadi aku lihat dia keluar dari toilet perempuan,salah masuk mungkin ya?"


"Iya mungkin,karena toilet laki-laki dan perempuan bersebelahan tapi dia tidak melihat dengan jelas tanda di pintu"


"Tapi kenapa aku melihat bekas lipstik di sudut bibirnya?"


Mona kaget dan seketika melihat ke arah kaca


"Kamu kenapa Mon? aku bilang laki-laki itu yang belepotan lipstik bukan kamu"


"Oh"


"Tapi lipstik kamu juga belepotan sih"


"emb"


"Kamu tadi habis makan apa sih? pasti belum touch up lagi kan?"


"Emb i iya,tadi aku makan risol dan waktu ngbersihin pakai tisu malah kesenggol orang dan buru-buru ngurus sesuatu,jadi lupa deh kalau belepotan lipstiknya"


"Oh tapi kok warna lipstik laki-laki itu sama kayak kamu ya? apa jangan-jangan dia bukan laki-laki tulen lagi pakai begituan"


Mona hanya nyengir karena Arief tidak berfikir bahwa terjadi sesuatu antara dia dan Dendra.


"Oh ya Rif bisa tolong kamu pantau resto,soalnya aku capek banget nih biar aku istirahat sebentar ya"


"Siap bos,kalau begitu saya permisi kerja bos"


ucap Arief sembari meledek Mona


Karena merasa lelah dengan pikirannya yang campur aduk akhirnya Mona terlelap di kursinya.


Sore hari saat restoran sudah tutup Arief menghampiri Mona yang sedari tadi tidak keluar menghadiri breading penutupan karyawan,ia melihat Mona yang tertidur pulas di ruangannya.


Arief merasa kasian karena Mona selalu tertidur di ruangannya dengan posisi yang tak nyaman,akhirnya Arief memutuskan untuk memesankan sofa lipat untuk di tempatkan di ruang kerja Mona.


"Mon bangun,kamu mau pulang gak?"


ucap Arief dengan lembut

__ADS_1


Mona membuka matanya yang masih sayu sembari melihat keadaan sekitar


"Jam berapa ini?"


"Jam 18.00"


"Haa kok kamu gak ng bangunin aku sih Rif?"


"Aku juga gak tahu kalau kamu tidur,kan kamu cuma bilang mau istirahat sebentar"


"Sorry ya Rif aku ketiduran, anak-anak gimana?"


"Anak-anak? Maksud kamu para karyawan?"


"Iye"


"Mereka udah pada pulang"


"Ya sudah kita pulang yuk,dari pada ibu kamu nanti nungguin"


"Ibu udah pulang kok,tadi aku minta Rizki buat nganter ibu sekalian"


"Naik motor?"


"Iya"


"Kamu gimana sih,ibu kan udah tua kasian kalau naik motor"


"Ibu justru seneng kok Mon jika di bonceng naik motor katanya keinget sama bapak waktu pacaran dulu"


"Astaga,segitu sayangnya ya ibu kamu sama bapak kamu?"


"Ya seperti itulah"


"Kamu mau kemana?"


"Kita jalan yuk,aku pengen nyari udara segar"


"Boleh,yaudah sekarang kamu cuci muka dulu aku tunggu di luar ya"


"Oke"


Setelah selesai akhirnya Mona dan Arief pergi ke sebuah taman sembari membeli es cream dan makanan ringan lainnya, seumur-umur baru kali ini Mona bisa merasakan menjadi orang yang bebas dan melakukan semua yang ia mau.


Saat mereka sedang asyik menikmati makanan tiba-tiba Mona mendapatkan pesan masuk dari Dendra.


"Besok pagi aku tunggu kamu di hotel Arizona kamar 203,jika kamu tidak datang aku akan mengatakan semuanya ke ayah kamu"


Lagi-lagi wajah Mona kembali tegang,menyadari hal itu Arief mencoba bertanya apa yang sedang terjadi.


"Mon kamu kenapa?"


"Em enggak kok,kita pulang aja yuk?"


"Ya sudah ayo"


Di perjalanan pulang Mona hanya terdiam dan menatap tajam ke arah jalan,Arief sedari tadi memperhatikan Mona sembari menyetir tidak biasanya Mona seperti itu.


Arief merasa ada sesuatu yang terjadi kepada kekasihnya,entah hal apa yang membuat Mona begitu terlihat tegang seperti ketakutan.


Sesampai di rumah tanpa sepatah katapun Mona meninggalkan Arief yang masih berada didalam mobil,ia langsung pergi menuju kamarnya dan berbenah.


Saat Mona sedang berada di kamar,terdengar ketukan pintu dan ternyata itu adalah Arief, Mona mempersilahkan Arief untuk masuk.

__ADS_1


"Kamu kenapa sih Mon dari tadi aku perhatikan sifat kamu aneh banget?"


"Aku gak apa-apa kok Rif"


"Dengar kita ini sepasang kekasih dan sepasang kekasih tidak boleh menyembunyikan satu sama lain. Jadi jujur aja sama aku,ada apa?"


Mona hanya terdiam sambil memikirkan alasan apa yang akan ia berikan kepada Arief


"Mon??"


"Iya Rif,itu aku hanya memikirkan jadwal kita untuk pergi berlibur bersama para karyawan"


"Kenapa perlu di pusingkan? tanggal sudah deal,tujuan sudah fix lalu apalagi?"


"Aku takut tidak sesuai dengan exspetasi mereka"


"Kalau kamu takut seperti itu terjadi kamu sewa aja biro perjalanan wisata,biar mereka yang mengatur semuanya kita tinggal terima beres"


"Oh ya kenapa tidak terpikirkan seperti itu ya?"


"Kalau kamu mau aku bisa Carikan"


"Em gak perlu,aku ada temen yang punya biro perjalanan jadi aku bisa minta dia buat atur ini semua"


"Bagus kalay begitu,dia membantumu menyelesaikan masalah,kamu juga membantu usaha dia. Kalau begitu kapan mau kesana biar aku anter?"


"Oh gak perlu Rif,aku akan kesana sendiri besok"


"Kenapa harus sendiri? kita biasanya pergi sama-sama?"


"Karena sekalian ada hal yang perlu aku urus"


"Oh yasudah kalau begitu mungkin restoran akan terasa sepi besok"


"Astaga,aku hanya pergi mengurus biro bukan pergi umrah"


"Iya tapi tetap saja aku..."


"Apa?? merasa rindu?"


"Tentu,kalau begitu malam ini aku akan tidur disini"


"Siapa yang ijinkan kamu?"


"Aku tidak perlu ijin siapapun untuk tidur di kamar kekasihku"


"Ibu gimana kalau tahu?"


"Ibu udah tidur dari tadi,makanya aku kesini"


"Ye dasar Lo"


"Dasar apa?"


"Dasar laki-laki hidung belang"


"Oh udah berani ngatain ya,sini kamu"



Arief menggelitik Mona hingga Mona tak berdaya,karena merasa kelelahan akhirnya mereka berdua memutuskan untuk segera tidur.


Bahkan saat tidurpun mereka masih sempat saling berpegangan tangan, benar-benar pasangan yang harmonis.

__ADS_1


Semoga hubungan mereka lekas mendapatkan restu dari keluarga Mona dan bisa hidup bebas layaknya pasangan kekasih.


__ADS_2