Dendam Sang Mantan

Dendam Sang Mantan
Hancurnya Impian Leo


__ADS_3

Seluruh tamu terkejut saat Leo membuka penutup wajah pengantin wanitanya,mendadak ruangan gemuruh saling tanya siapa wanita yang ada di hadapan Leo sekarang. Saat itu pula orang tua kandung Leo datang dan marah karena anak laki-laki semata wayangnya menikah tanpa memberitahukan hal ini pada keluarganya


"Leo...."


teriak tuan Edwardian sembari menghampiri putranya di atas tempat akad


"Papa,mama..."


ucap Leo terkejut


"Astaga, apa-apaan ini Leo? Kenapa kamu menikah tanpa memberitahu orang tuamu bahkan siapa gadis yang kau nikahi ini?"


teriak nyonya Angelica


wajah Laras pucat pasi karena kedua orang tua angkatnya juga ikut menambah perasaan takutnya


"Ma,pa bukan seperti itu maksud Leo"


"Lalu apa? hal sebesar ini kamu sembunyikan dari kami"


"Aku hanya takut jika mama dan papa tahu kalian tidak akan merestui ku"


"Jelas papa dan mama tidak akan merestui kalian karena yang kamu nikahi adalah adik kamu sendiri"


Pernyataan tuan Edwardian membuat para tamu sekali lagi terkejut,bahwa pengantin wanitanya masih sedarah dengan Leo. Tak jarang mereka berbisik buruk tentang Leo dan keluarganya atas kejadian ini


"Ma,aku sendiri tidak tahu kenapa Laras yang ada disini,seharusnya bukan dia ma pa"


"Sudah jangan menghindar lagi, jelas-jelas Laras yang ada disini"


"Ma tolong dengarkan aku, Laras jelaskan ke mama dan papa bahwa semua ini tidak benar"


teriak Leo pada Laras


"Maafkan aku Leo, sebenarnya memang ini keinginanku"


"Apa maksud kamu?"


"Sudah lama sekali aku menyukaimu bahkan saat pertama kali kita bertemu dan papa mama mengenalkan kamu padaku,di tambah lagi bahwa aku harus menjadi adik angkat kamu membuatku pupus harapan. Hanya dengan ini cara satu-satunya aku dapat memilikimu menjadi lebih dari sekedar kakak adik angkat"


"Gila kamu,sakit jiwa ya kamu? Sekarang dimana Mona?"


teriak Leo lagi


"Leo,tolong berhenti mencari wanita lain sedangkan di depanmu sekarang ada istri sah kamu"

__ADS_1


teriak Laras juga


"Apa istri?"


ucap tuan Edwardian,nyonya Angelica,dan Leo secara bersamaan


"Iya,aku ini istri sah kamu Leo"


"Wah,kamu benar-benar sakit jiwa ternyata"


"Tidak aku tidak sakit jiwa ataupun gila, jelas-jelas di depan semua orang kamu sudah mengucap sumpah suci pernikahan dan akad"


"Tetapi bukan atas namamu,jadi menurutku itu tidak sah"


"Tidak bisa,tetap saja pernikahan ini sah di mata agama ataupun hukum. Bukankah yang saya katakan ini benar pak?"


tanya Laras pada orang yang menikahkan mereka


"Memang benar adanya begitu tuan Leo,meski calon pengantin yang anda maksud adalah orang lain namun anda telah mengucap akad dihadapan para saksi dan mengambil tanggung jawab atas wanita yang sekarang ada di sampingmu"


"Tidak,itu tidak benar. Ini namanya penipuan"


"Leo,sudah kalau memang kamu mencintai Laras maka mama dan papa akan menerima dia sebagai menantu kami mulai sekarang"


"Tidak ma,Leo sama sekali tidak memiliki perasaan apapun pada Laras"


"Terserah,yang terpenting wanita yang ingin aku nikahi adalah Mona bukan dia"


Leo pergi dari tempat akad dan mulai mencari Mona,Laras,kedua orang tua Leo,dan para tamu di buat bingung olehnya.


"Cepat kalian berpencar cari Mona,jangan kembali sebelum kamu mendapatkannya"


teriak Leo dengan nada tinggi kepada para pengawal dan anak buahnya


Sementara acara pernikahan hancur karena mempelai wanita yang berbeda,sementara di lain tempat Mona berusaha kabur dengan mengambil barang-barangnya dari rumah Leo. Saat para pengawal tiba untung saja Mona sudah pergi dari tempat itu dan berhasil kabur,ia hanya berpikir kali ini untuk bisa pergi sejauh mungkin dari kehidupan Leo dan juga orang-orang yang mencoba untuk menghancurkan hidupnya.


Malam pun telah tiba,sang Surya telah menenggelamkan dirinya di tengah-tengah lautan samudera. Mona turun dari taksi setelah pergi dari bandara,ia mengunjungi kedua orang tua Wira tepatnya di Kalimantan. Kedatangannya yang tiba-tiba disambut hangat oleh tuan Sam dan Nyonya Diah


"Nak Mona,apakah benar ini kamu?"


tanya Bu Diah


"Iya Bu,ini saya Mona"


"Astaga,apa kabar kamu nak"

__ADS_1


teriak Bu Diah sembari memeluk tubuh Mona


"Siapa Bu?"


ucap Pak Sam dari dalam rumah


"Pak,lihat siapa yang datang"


"Mona....?"


"Assalamualaikum pak"


"Waalaikumsalam,astaga nak kamu pulang juga kesini akhirnya"


"Iya pak,Bu. Mona kangen sekali sama bapak dan ibu"


"Bapak juga kangen sama kamu"


"Ayo masuk,sudah malam gak baik di luar"


ucap Bu Diah


Sembari bertukar cerita Bu Diah,pak Sam,dan Mona meneguk segelas teh dan camilan yang ada. Mona menceritakan semua kejadian yang menimpa dirinya selama di kota bahkan hal tersebut membuat kedua orang tua Wira semakin takut jika ada seseorang yang akan menyakiti Mona karena Wira pernah berpesan bahwa ia meminta agar kedua orangtuanya juga menganggap Mona seperti putri kandung mereka sendiri.


"Ya sudah nak Mona,kalau begitu kamu lebih baik tinggal di sini sama bapak dan ibu. Kehidupan di kota sangatlah keras apalagi bagi seorang wanita tanpa keluarga seperti kamu"


ucap Bu Diah


"Tanpa keluarga bagaimana to Bu,orang kita ini orang tua nak Mona jadi dia juga masih memiliki keluarga"


"Oh iya,kami kan orang tua kamu juga nak,jadi jangan pernah merasa bahwa kamu sendirian"


ucap Bu Diah


"Makasih ya pak,Bu"


"Sama-sama nak,kalau begitu sekarang ibu antar kamu ke kamar biar bisa istirahat"


"Iya Bu,kalau begitu Mona permisi ya pak"


"Iya Mona istirahat ya"


"Iya pak"


Mona di antar ke kamar oleh Bu Diah,sesampai di sana Mona beristirahat di kamar yang tergolong cukup besar meski tak sebesar dan semewah kamarnya di rumah Ry ataupun di mansion milik Leo.

__ADS_1


Saat hendak mencharger ponselnya tiba-tiba ia mendapati pesan dari Ry dan Leo,terdapat beberapa pesan yang bertuliskan "Dimana kamu Mona" entah itu dari Leo ataupun Ry.


Mona tak membalasnya sama sekali dan langsung mematikan ponselnya,ia mencoba menenangkan diri setelah melewati hari yang sangat panjang tadi. Baginya dapat keluar dari kehidupan Ry dan Leo sangatlah beruntung untuknya,ia sama sekali tak berniat untuk kembali hadir dalam kehidupan mereka lagi


__ADS_2