Dendam Sang Mantan

Dendam Sang Mantan
Hari Bahagia Mona & Fikri Part 6


__ADS_3

Setelah urusan gedung dan decor selesai kini giliran fitting baju dan juga konsep make up,nyonya Jenny dan Bu Diah sudah menunggu mereka di tempat fitting tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Sesampai di sana Mona dan Fikri terkejut melihat ibu dan mama mereka sudah ada di sana.


"Mama? kok mama ada disini?"


tanya Fikri kebingungan


"Memangnya kenapa? gak boleh mau lihat calon menantu mama nyoba baju?"


"Ya bukannya gak boleh ma? tapi kenapa gak bilang? kan bisa bareng"


"Ya biar ada kejutan aja,lagi pula kamu pasti nolak kalau mama ikut"


"Iya,ibu juga gak bilang kalau mau ikut?"


"Ibu tadi di suruh diem sama calon mama mertua kamu ini,ya biar surprise aja katanya"


"Ya sudah,gak usah ributkan masalah ini. Lebih baik sekarang kamu Mona ikut sama mbak ini dan kamu coba semua baju yang ada di dalam"


"Semua ma?"


"Iya"


"Mama ini apaan sih memangnya mau fashion show apa?"


ucap Fikri


"Ya kan mama biar tahu mana yang bagus dan yang enggak"


"Ma,ini tu pernikahan aku sama Mona jadi biar Mona aja yang menentukan masalah gaun. Udah Mona sekarang kamu masuk,kamu coba gaun yang menurut kamu pantes,cocok dan yang pasti buat kamu PD"


"Iya,kalau begitu Mona tinggal dulu ya Ma,Bu"


"Iya"


Setelah hampir dua jam berganti beberapa gaun dan mendapat komentar serta masukan dari mama dan ibunya akhirnya Mona memutuskan untuk memilih gaun yang ia idam-idamkan.


Setelah selesai memilih gaun Mona dan Fikri berpisah dengan mamanya dan langsung menuju vendor decor dan photografer yang sudah janjian sedari kemarin,di jalan Mona terlihat begitu gembira sambil menatap ke arah luar jendela mobil.


Fikri menatapnya dengan senang karena akhirnya ia dapat sedekat ini dengan Mona,setelah sampai ditujuan mereka segera bertemu dengan Tino photografer yang akan mengurus prewedding mereka besok.


Malam ini Mona tak dapat memejamkan matanya,hatinya terasa gundah akan pernikahan ini. Meski ia berusaha keras untuk menerima semua ini namun ia takut jika semuanya akan gagal seperti yang sudah-sudah.


Jam sudah menunjukkan pukul 00.35 sudah lewat malam namun matanya ta juga dapat terpejam,akhirnya Mona memutuskan diri untuk pergi ke kamar mandi dan wudhu. Setelah selesai ia segera kembali ke kamarnya untuk melaksanakan sholat istiqoroh agar di beri petunjuk dan keyakinan yang mantab atas keputusan yang di pilihnya.


Setelah cukup lama berdo'a dan memohon petunjuk akhirnya Mona selesai,kini hatinya sudah agak tenang. Kemudian ia pergi tidur dan berharap besok pagi semua acaranya berjalan dengan lancar.


Pagi-pagi sekali Fikri sudah menunggunya di depan rumah,di temani oleh Pak Sam ia menyeruput kopi dan gemblong bakar special. Setelah selesai bersiap Mona pergi ke dapur berpamitan kepada bu Diah


"Bu,Mona izin dulu mau pemotretan hari ini"


"kamu gak sarapan dulu ndok?"


"Enggak usah bu,nanti di jalan Mona mau beli roti saja"


" Ya sudah kalau begitu kamu hati-hati ya,oh ya Nak Fikri sudah nunggu kamu di depan"


"Iya bu"

__ADS_1


Wajah Fikri sangat sumringah saat melihat Mona yang keluar dari pintu utama


"Pagi Mon??"


sapa Fikri penuh semangat


"Hay Fik"


"kamu sudah siap?"


tanya Fikri yang sudah tidak sabaran


"udah,mau berangkat sekarang?"


"iyalah,mumpung masih pagi jadi jalanan belum terlalu macet"


"emb okey,oh ya pak Mona sama Fikri pergi dulu ya?"


"iya ndok,kamu hati-hati ya. Fikri Om titip Mona ya?"


"iya om,pokoknya aman"


Mona dan Fikri langsung masuk ke mobil,setelah itu ia langsung tancap gas menuju perkebunan milik keluarga Fikri yang menjadi destinasi wisata di kota itu.


Menempuh waktu kurang lebih satu jam dalam kondisi lalu lintas yang tidak begitu ramai,akhirnya mereka berdua telah sampai. Para Fotografer dan tim sudah sampai di sana lebih dulu,Mona turun dari mobil dan melihat sekelilling pemandangan yang sangat menyejukkan matanya. Udara segar yang masih belum terjamah polusi membuat Mona sangat suka berada di sana.


"Selamat pagi tuan Fikri"


sapa ketua tim fotografer itu


"Oh ya,dari tim pemotretan ya?"


"Oke,jadi bagaimana? sudah siap semuanya?"


"Sudah tuan,mau di mulai sekarang?"


"Boleh"


"Kalau begitu calon pengantin wanitanya biar di make up terlebih dahulu"


"Oh ya sebentar,Mona... Mon"


panggil Fikri dari jauh


Mona yang berdiri di atas tempat gardu pandang yang lumayan tinggi hal itu membuat Fikri harus berteriak sedikit keras


"Mon ayo kemari,kita kan segera memulainya"


Mona berbalik melihat Fikri yang ada di bawah,namun siaoa sangka jika langkah Mona justru membuat keseimbangannya goyah dan terjatuh


"Monaaaaa...."


teriak Fikri yang langsung berlari menghampiri Mona yang hampir terjatuh


Untung saja Fikri datang tepat waktu,ia berhasil menangkap tubuh Mona yang jatuh dari ketinggian satu meter itu.


"Aaaaaa....."

__ADS_1


"Kamu gak apa-apa?"


tanya Fikri panik


"Fikk...Fikriii"


Kedua bola mata Mona dan Fikri saling tatap,hanya suara angin yang berhembus dalam keheningan itu. Salah satu fotografer tidak ingin kehilangan moment tersebut dan langsung mengambil foto mereka berdua.


"Fik... Fikriii"


"Iya mon,ada apa?"


"Kamu mau nurunin aku kapan?"


"Oh astaga aku lupa Mon"


"Malu tahu di lihatin banyak orang"


Fikri segera menurunkan Mona,nampak wajah Mona begitu malu atas kejadian yang baru saja terjadi padanya.


"Kamu gak apa-apa Mon?"


tanya Fikri lagi


"Aku gak papa Fik,makasih sudah menolongku"


"Baguslah kalau begitu,lagipula itu sudah kewajiban aku sebagai calon suami kamu"


"Oh ya kapan kita mulai pemotretannya?"


tanya Mona mencoba mengalihkan pembicaraan


"Setelah kamu siap"


"Kalau begitu ayo,aku sudah siap"


"Okey,mana ini MUA dan penata gaunnya?"


ucap Fikri


Lima orang wanita datang menghampiri Mona dan Fikri


"Perkenalkan saya Lina yang akan mengurus make up tuan Fikri,dan ini Ita serta Dinda yang akan membantu nona Mona bersiap"


"Kamu dari Bella More kan?"


"Iya benar tuan,nona Bella sendiri yang langsung menerjunkan saya sebagai asistennya untuk membantu anda"


"Oh begitu"


"Dan saya Irina serta ini asisten saya Guin yang akan mengurus baju tuan dan nona Fikri"


"Baiklah langsung kita mulai saja keburu panas juga,kasihan calon istri saya. Oh ya untuk tempat masing-masing tim sudah di jelaskan tadi?"


"Sudah tuan"


serentak mereka bersama

__ADS_1


"Oke kita ke posisi masing-masing"


Fikri dan Mona berpisah disini,mereka pergi ke ruangan masing-masing untuk bersiap. Sementara para fotografer menyetting perlengkapannya dan mempersiapkan spot mana saja yang akan menjadi background prewedd nanti.


__ADS_2