
Setelah kejadian itu Mona kembali di kurung di mansion megah milik Leo,setiap hari hanya pelayan mengantarkan makanan dan juga keperluan untuk melangsungkan pernikahannya.
Semuanya telah Leo atur secara detail bahkan acaranya sengaja dipercepat untuk menghindari Mona yang berubah pikiran,setiap hari berbagai vendor datang bergantian ke mansion megah itu sambil membawa rancangan acara pesta Akbar pernikahan Leo Markus Horison dengan Artyca Mona.
Sebentar lagi Mona tak hanya akan menjadi istri seorang mafia kaya tetapi juga menyandang nama Horison di belakangnya,berita itu tengah tersebar hingga terdengar di kediaman keluarga Surya dan juga ibu Mona. Mereka merasa ada yang aneh dengan pernikahannya kali ini sebelum beberapa waktu lalu pertunangan antara Mona dan Ry telah berlangsung.
"Tok tok tok...."
Tiga orang perempuan masuk ke dalam kamar Mona
"Permisi nona perkenalkan nama saya Gladys saya adalah desainer yang akan merancang gaun pernikahan untuk anda"
"Perkenalkan juga saya Diana saya yang akan membantu nona bersiap untuk pernikahan yang akan di adakan beberapa hari lagi"
"Dan saya Bella penata make up dan segala keperluan anda,selama beberapa hari ke depan jika ada yang ingin anda butuhkan silahkan panggil kami"
"Terserah kalian saja,aku sama sekali tidak berminat untuk merencanakan pernikahan ini"
"Tapi nona,untuk baju yang akan anda kenakan saya sudah menyiapkannya hanya saja saya perlu anda mencobanya agar saya tahu apakah bajunya sudah pas atau belum"
"Bawa saja kemari saya akan mencobanya"
"Baik nona"
Setelah Mona mencobanya ketiga perempuan itu nampak senang dan memujinya
"Anda sangat cantik sekali nona,pantas saja tuan Leo begitu cinta pada anda"
ucap Gladys
"Sekarang kalian sudah lihat bukan untuk gaunnya sudah sangat cocok"
"Iya nona"
Mona kembali dan melepaskan gaun itu kemudian Leo tiba-tiba masuk ke dalam kamar,ketiga wanita itu keluar dan menunggu di depan pintu. Mona yang hanya mengenakan ****** ***** dan bra terkejut saat akan mengambil kimono nya.
"Akkkkkh kak Leo"
teriaknya hingga terdengar dari luar
"Maaf maaf,aku tidak tahu jika kamu sedang berganti baju"
"Keluar"
"Untuk apa aku keluar?"
"Aku mau berganti baju"
"Ya sudah lakukan saja"
"Keluar kataku"
Leo berbalik memunggungi Mona dan ia segera berganti baju dengan pakaian seadanya setelah selesai Mona segera melewati Leo dan berjalan ke arah pintu namun ia kalah cepat,Leo menarik pergelangan tangan Mona dan menangkapnya
"Mau kemana kamu?"
"Kak lepaskan...!!!!"
"Tidak !!!!"
Leo melemparkan diri bersama Mona ke atas tempat tidur,ia tak tahan lagi melihat kecantikan wanita di hadapannya tersebut
"Apa yang kamu lakukan kak?"
"Berhenti memanggilku kak, sebentar lagi kita akan menikah"
__ADS_1
"Ta tapi..."
Leo bermaksud menutup mulut Mona yang terus menerus melawan perkataannya dengan bibir seksinya,namun karena Mona sama sekali tidak memiliki perasaan apapun kepadanya membuat ia melayangkan sebuah tamparan kecil pada pipi kanan Leo.
"Praaakkk"
Leo melotot melihat Mona yang refleks menamparnya,sikapnya yang tadi romantis berubah menjadi misterius. Ia menaruh tangannya di leher jenjang milik Mona dan bermaksud mengancamnya
"Kurang ngajar kamu, berani-beraninya kau memukulku lagi"
teriak Leo hingga terdengar hingga luar
Mona sama sekali tidak takut dengan Leo yang mudah tempramen justru ia melakukan hal itu agar Leo kembali berfikir untuk menikahinya
"Jangan karena aku kasihan padamu kamu bisa seenaknya,selama ini tidak ada yang berani melawan dan memukulku kecuali musuh-musuh ku"
"Kalau begitu biarlah aku jadi musuh mu"
ucap Mona
"Tidak,aku tidak akan melihatmu sebagai musuh karena wanita secantik dirimu terlalu sayang jika untuk di siksa"
"Maka lakukan saja sesuai keinginanmu"
"Tunggu saja waktunya,aku akan membuat kamu menyesal telah berkata seperti ini"
Leo kemudian berdiri dan keluar dari kamar Mona,setelah itu wajah Mona nampak ketakutan dan terdiam di atas tempat tidur. Ia tak menyangka misinya untuk membuat Leo membenci dirinya sangatlah sulit,terlebih lagi Leo tetap bersikeras untuk melakukan pernikahan ini.
"Tok tok tok"
"Masuk"
Ketiga wanita yang akan membantu Mona mengurus pernikahannya kembali masuk
"Nona apakah anda sudah selesai?"
"Hmm,bawa gaun itu pergi"
"Baik nona"
"Baik nona"
Setelah membereskan perlengkapannya ketiga wanita tersebut keluar dari kamar Mona dan pintu itu kembali terkunci,sungguh sial nasibnya karena di mansion semewah itu ia harus menjadi seorang tahanan.
Sore hari saat Mona bersantai menonton televisi di kamarnya terdengar sebuah keributan kecil di halaman rumah,ia mengintip melalui jendela kamarnya dan ternyata benar ada Dendra dan juga tuan Surya yang tengah beradu dengan para bodyguard Leo. Seketika ia berteriak untuk memberitahu kedua orang tersebut dan meminta tolong untuk membebaskannya,Dendra mendengar teriakan Mona dan panik
"Mon,Mona... apa kau baik-baik saja?"
teriak Dendra
"Tolong aku Den...."
Tiba-tiba Leo menghampiri dua laki-laki itu,seketika Mona menjadi panik karena ia tahu Leo akan melakukan apapun jika ada orang yang berani menggagalkan rencananya kali ini. Entah apa yang mereka katakan namun beberapa saat kemudian tuan Surya dan Dendra masuk ke dalam mengikuti Leo
Kemudian ada suara seseorang membuka pintu kamarnya dan ternyata dia adalah Leo
"Apa yang kamu lakukan pada om Surya dan Dendra???"
teriak Mona
"Ssstttt,tenang sayang aku tidak melakukan apapun pada mereka hanya saja jika kamu bisa di ajak bekerjasama"
"Maksud kamu...?"
"Sepertinya media berhasil meyakinkan mereka bahwa pernikahan kita ada kejanggalan karena di lakukan secara dadakan"
"Memang benar,ini pernikahan yang seharusnya tidak terjadi"
__ADS_1
"Aku mau kamu meyakinkan mereka bahwa tidak ada paksaan atau ancaman di pernikahan kita,kamu harus mengatakan bahwa kita sudah saling kenal sejak lama dan saling cinta"
"Tidak,mana mungkin aku mengatakan kebohongan sebesar itu"
"Ya itu sih terserah kamu,jika kamu ingin mereka keluar dari sini hidup-hidup maka katakan saja,tetapi jika tidak kamu tidak perlu repot-repot biarkan anak buahku yang mengurusnya"
"Sakit jiwa kamu? segampang itukah bagimu untuk menghabisi nyawa orang??"
"Apapun akan aku lakukan untuk mendapatkan semua yang aku mau termasuk mendapatkan kamu"
"Iya,demi mendapatkan aku kamu rela mengkhianati Adel kamu sendiri dan berusaha untuk membunuhnya juga"
"Tidak masalah, lagipula dia bukan adik kandungku sungguhan dan saudara seharusnya berbagi atas apa yang mereka punya kalau tidak mau berbagai ya terpaksa aku merebutnya"
"Kejam kamu Leo,aku gak nyangka di balik kebaikanmu selama ini ternyata ada niat licik di dalamnya"
"Sudah-sudah,sekarang kamu siap-siap untuk turun menemui mereka,katakan apa yang aku perintahkan tadi. Jika dalam sepuluh menit kamu tidak turun maka ku anggap kamu tidak menyetujui pendapatku dan memilih untuk kehilangan mereka"
Leo keluar dari kamar dan membiarkan pintunya tidak terkunci,Mona tahu kali ini Leo benar-benar tidak main-main dengan perkataannya. Lima menit berlalu,Mona masih tetap berada di kamarnya sambil memikirkan cara untuk memberitahu Dendra bahwa yang akan ia katakan nanti adalah ketidakbenaran.
Kurang dari sembilan menit Mona turun menemui Dendra dan tuan Surya di ruang tamu,melihat wanita yang pernah ia cintai itu membuat Dendra menatapnya dalam. Tuan Surya menghampiri Mona dan memeluknya
"Mona,kamu baik-baik saja kan nak??"
tanya tuan Surya
"Mona baik-baik saja kok om"
"Tentang berita yang kami dengar apakah semua itu benar Mon?"
"Iya om,aku dan Leo benar-benar akan menikah"
"Bukankah kemarin kamu baru saja mengumumkan pertunangan kamu dengan Ry?"
celetuk Dendra
"Embb iya,tapi..."
"Sebenarnya itu adalah pertunangan kami hanya saja saat itu saya ada pekerjaan penting di luar negeri dan tidak bisa di tinggal maka Ry adik saya yang menggantikannya"
"Mana bisa begitu? aneh sekali,pertunangan digantikan dengan saudara"
celetuk Dendra lagi
"Tapi memang begitu kejadiannya kok Den,lagipula untuk apa kalian peduli dengan kehidupanku lagi? bukankah kalian sendiri yang bilang kalau malu telah mengenalku?"
"Maafkan om Mona,saat itu om benar-benar tidak punya pilihan lain. Karena Ry yang memaksa om melakukan semua itu"
"Ry....?"
"Iya Mon, sebenarnya sejak dulu Ry menginginkan kamu dan menawarkan bantuan ketika perusahaan om bangkrut dengan syarat kami mau memfitnah kamu"
"Keterlaluan kalian,ku kira kalian tulus baik padaku tapi kalian tidak beda jauh dengan seorang penjilat"
"Mona tolong maafkan aku dan papa,kami berdua terpaksa melakukannya"
"Pergi kalian dari sini,mulai detik ini aku tidak mengenal kalian lagi"
"Mona kamu jangan begitu"
"Keluar.....!!!"
"Mon,om mohon mama kamu khawatir dengan kondisi kamu. Maka ia meminta pada om untuk melihat kondisimu"
"Kalian tidak perlu khawatir,setelah pernikahan aku akan menjenguknya sendiri. Sekarang silahkan kalian pergi"
"Tapi Mon...."
__ADS_1
"Pergi kataku,Leo tolong bantu aku untuk membawa mereka pergi dari sini"
Mona kemudian naik kembali ke kamarnya dan Keo memerintahkan anak buahnya untuk membawa kedua orang dihadapannya itu keluar dari mansionnya. Sejak kejadian itu Mona hanya sering diam dan mengiyakan semua perintah Leo karena pikirannya sudah sekacau itu, orang-orang yang ia anggap baik ternyata diam-diam telah mengkhianatinya.