
Sore ini Bu Dewi dan Pak Drajat meminta izin kepada tuan besar untuk menginap dirumah anaknya yang baru saja melahirkan,karena beberapa penjaga dan Mona ada dirumah itu sudah cukup membantu kebutuhannya. Tuan Rhysaka memberikan izin kepada sepasang suami istri tersebut,sebelumnya Bu Dewi telah berpesan kepada Mona untuk menyiapkan makan malam bagi tuan besar dan membersihkannya sebelum pergi tidur. Mona menyirami bunga-bunga dihalaman depan diiringi kepergian Bu Dewi dan Pak Drajat,meski baru saja kenal Mona merasa mereka seperti orang tua kandungnya sendiri. Bu Dewi yang begitu perhatian pada Mona dan Pak Drajat yang sering mengajaknya berbincang membuat Mona sedikit demi sedikit melupakan masalahnya.
Tepat pukul 18.00 Mona pergi ke lantai atas untuk menanyakan kapan tuan besar hendak makan,saat didepan pintu kamarnya Mona sedikit terkejut karena ada dua penjaga yang sedang bermain catur bersama.
"Permisi pak"
"Eh mbak mau kemana?"
tanya salah satu penjaga berkulit sawo matang
"Ini pak mau tanya ke tuan besar kira-kira mau makan jam berapa biar saya siapkan"
"Tunggu,biar saya yang menanyakan. Tidak boleh sembarang orang bertemu dengan tuan besar"
"Baik pak"
Sembari menunggu penjaga tersebut keluar dari kamar tuan besar,Mona sedikit berbincang dengan penjaga satunya. Ia nampak ramah dan baik
"Kamu asisten baru disini ya?"
"Iya pak,saya baru tiga hari disini"
"Oh pantas saja sebelumnya saya gak pernah lihat,nama kamu siapa?"
"Saya Mona pak"
"Oh,saya Wira panggil saja begitu"
"Baik pak,eh maksud saya Wira"
Tiba-tiba penjaga tadi keluar dan menghampiri Mona
"Tuan besar bilang siapkan saja makanannya,nanti jika sudah selesai segera pergi ke kamarmu dan istirahat. Nanti jika sudah lapar tuan akan turun sendiri"
"Baik pak terima kasih,kalau begitu saya permisi dulu. Jika butuh apa-apa silahkan cari saya dibelakang"
Mona meninggalkan dua penjaga tersebut dan segera menyiapkan makan malam tuan besar,setelah semua selesai ia segera mencuci beberapa gelas kopi bekas para penjaga.
"Hmm ternyata para ajudan tuan besar suka minum kopi juga"
gumamnya dalam hati
Saat Mona tengah selesai dan berniat pergi ke kamarnya ia tak sengaja melihat tuan besar turun dari tangga,karena penasaran sejak kedatangan tuan besar ia sama sekali belum pernah melihat wajahnya.
Samar-samar Mona melihat wajah tuan besar dari balik pintu kaca dapur,meski hanya setengah saja Mona merasa seperti pernah melihat tuan besar.
"Seperti tidak asing,siapa ya? Ah sudahlah yang penting aku sudah mengetahui wajah tuan besar"
Mona segera pergi ke kamarnya dan berganti baju tidur,kini ia tinggal menunggu tuan besar selesai makan kemudian membereskan semuanya agar bisa segera tidur.
Setelah menunggu selama tiga puluh menit Mona kembali ke dapur untuk memeriksa apakah tuan besar sudah menyelesaikan makan malamnya,dan tanpa sadar Mona tengah mengganti pakaiannya dengan baju tidur.
__ADS_1
Saat hendak membersihkan piring-piring sisa makan malam itu,tuan besar melihat Mona dari tangga ia menatap Mona tanpa sepengetahuannya hingga perempuan cantik nan imut itu hilang dibalik pintu sekat pembatas dapur.
Setelah membersihkan semuanya Mona segera kembali ke kamarnya,semilir angin malam menerobos masuk dari pintu yang berhadapan langsung dengan taman belakang. Cahaya bulan malam itu membuat wajah cantik Mona semakin terpancar,saat Mona tengah tertidur lelap tuan besar memandanginya dari bangku taman.
Beberapa menit setelah itu ia masuk ke kamar Mona dan menutup korden pintu yang menghadap taman,ia tidak ingin siapapun melihat Mona meski dia tahu tidak akan ada seorangpun yang pergi ke taman belakang selain Mona.
Keesokan harinya Mona sudah berada di dapur,salah satu penjaga memberitahukan bahwa Bu Dewi dan pak Drajat aksi menginap dirumah anaknya selama satu Minggu. Maka dari itu semua pekerjaan rumah Mona yang mengerjakannya,setelah membuatkan sarapan untuk tuan besar Mona juga membuatkan sarapan untuk para penjaga. Nasi goreng abon plus telur ceplok bikinan Mona membuat seisi rumah menjadi lapar,satu persatu para penjaga mengintip Mona yang sedang di dapur. Hingga salah satu penjaga bernama Wira memberanikan diri untuk membuat segelas kopi di sampingnya.
"Pagi Mona"
"Eh Wira,mau ngapain?"
"Ini mau buat kopi"
"Memangnya sudah sarapan kok minum kopi?"
"Belum, anak-anak disini terbiasa minum kopi saat pagi lagian di sekitar sini jarang sekali ada kedai penjual nasi"
"Oh ya kebetulan tadi aku buat nasi goreng abon buat kamu sama yang lainnya"
"Wah benarkah?"
ucap para penjaga lainnya yang datang menghampiri Mona
"Aduh Mona kita jadi ngrepotin kamu"
"Gak apa-apa kok,lagian sebelum bekerja kita juga harus isi tenaga. Oh ya segini cukup?"
"Ini mah lebih dari cukup buat kami ber empat"
"Kalau begitu silahkan,atau mau dibawa aja ke taman"
"Wah ide bagus tuh"
Para ketiga penjaga itu membawa satu persatu nasi,piring,telur,dan air minum menuju taman. Setelah semuanya lengkap mereka tidak segera makan justru malah memandangi Mona
"Kenapa gak dimakan?"
"Gimana kalau Mona dulu yang ambil"
"Oh,jadi saya diajak sarapan juga?"
"Ya pastinya dong,kan Mona udah repot-repot buatin untuk kita masak gak ikut makan sih"
"Iya deh,tapi tunggu dulu. Bukankah para penjaga ada empat,kemana yang satunya?"
"Oh,si Adit baru laporan ke tuan besar. Biasa nyuruh tuan turun buat sarapan"
"Oh begitu,bagaimana kalau kita tunggu sebentar biar lebih asyik"
__ADS_1
"Ya sudah deh iya"
Selang beberapa menit si Adit datang dengan wajah lesu
"Lo kenapa Dit?"
tanya penjaga lain bernama Rio
"Tuan marah-marah karena semalam aku lupa memberitahukan kalau hari ini dia ke makam ibundanya"
"Ya ampun,loe juga sih udah tau itu tanggung jawab loe kok bisa lupa sih"
"Udah-udah gak usah terlalu dimasukin hati omongan tuan besar,nih sarapan dulu"
"Wah,tumben nih ada sarapan siapa yang masak?"
"Ya Mona lah,siapa lagi?"
Penjaga bernama Adit menatap ke arah Mona,selang beberapa detik ia tersenyum dan mengucapkan terima kasih. Mereka berlima sarapan bersama di taman sambil bersenda gurau tanpa sadar tuan besar telah turun dari lantai atas dan melihat mereka.
Dari kejauhan terdengar suara tuan besar memanggil nama Adit seketika semua yang ada di sana terkejut dan berlari ke arah sumber suara itu.
"Ngapain kalian disana?"
"KA kami sedang sarapan tuan"
"Tumben sekali,biasanya kalian hanya ngopi pagi-pagi begini"
"Kebetulan Mona membuatkan kita sarapan dan meminta kami untuk memakannya"
"Oh jadi sekarang tuan kalian itu Mona?"
"Tidak tuan,kami tidak berani"
"Iya tuan,kami janji tidak akan sarapan lagi tanpa ijin dari tuan"
ucap mereka ketakutan
"Lagian siapa yang gak ngebolehin? Silahkan saja kalau kalian mau sarapan asal kalian tidak menyuruhnya membuatkan sarapan untuk kalian"
"Tidak tuan,kami tidak berani menyuruhnya,tadi sungguh memang Mona yang menawarkannya sendiri"
"Ya sudah,kalau begitu lain kali kalau sarapan gantian. Kalau kalian semua di belakang siapa yang jaga pos? siapa yang jaga depan?"
"Baik tuan,kami tidak akan mengulanginya lagi"
"Ya sudah bubar,saya mau sarapan. Oh ya Wira kamu tolong sampaikan ke Mona hari ini dia berbelanja kebutuhan rumah untuk seminggu ke depan karena Bu Dewi cuti"
"Baik tuan"
"Oh ya,kamu juga tolong antarkan dia"
__ADS_1
"Baik tuan"
Para penjaga itu kembali ke taman dan menghabiskan masing-masing sarapan, sedangkan Wira pergi ke dapur untuk menyampaikan pesan tuan besar kepadanya. Mona memahami perintah tuan besar dan secepat mungkin menyelesaikan pekerjaannya agar dapat segera berbelanja sebelum petang.