Dendam Sang Mantan

Dendam Sang Mantan
Mafia Genk part 1


__ADS_3

Seiring berjalannya waktu kecurigaan Mona terhadap Ry begitu tinggi,pasalnya ia penasaran dengan obat yang selama ini ia minum. Tiada hari ia melewatkan untuk mengkonsumsinya setiap dia minum obat tersebut rasanya dia sangat mudah mengantuk bahkan ketika seseorang memberinya pilihan ia hanya dapat mengikutinya saja.Pagi ini Sita membawakan sarapan ke kamar Mona, sudah tiga hari ini Mona tidak di izinkan keluar kamar oleh Ry dengan alasan tubuh Kei sedang rapuh.


"Nona sarapan anda"


ucap Sita sembari meletakkan nampan berisi makanan di meja samping tempat tidurnya


"Terima kasih ta"


ucap Mona sambil tersenyum


Melihat Sita yang tak kunjung keluar dari kamarnya membuat Mona sedikit kebingungan


"Ada apa lagi ta?"


"Nona silahkan segera di makan dan minum vitamin anda"


"Aku belum berselera,mungkin nanti saja"


"Tapi nona,alangkah baiknya jika anda makan selagi hangat apalagi ini adalah buatan tuan Ry tidak enak saja jika tidak di hargai. Saya harus memastikan bahwa nasi goreng buatan tuan Ry anda sukai"


"Tumben sekali Ry masak,tapi kenapa dia tidak mengajakku untuk makan bersama saja?"


"Tuan Ry buru-buru untuk ke kantor nona jadi beliau sudah lebih dulu sarapan tadi"


"Oh begitu,baiklah akan segera ku makan"


Mona melahap habis nasi goreng dan jus jeruk yang Sita bawa tadi, tinggal tersisa dua butir obat di nampan tersebut.


"Vitaminnya nona?"


"Oh,nanti saja tinggalkan di sini aku masih kenyang"


"Biarkan saya bawa sekalian nanti nona,jadi silahkan anda minum"


"Sebenarnya ini vitamin untuk apa Ta? kenapa setiap hari aku harus mengkonsumsinya?"


"Ini hanya vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh saja nona,apalagi anda dan tuan Ry sebentar lagi akan menikah pasti butuh badan yang fit untuk itu semua"


"Oh jadi begitu,baiklah sini biar aku minum"


Mona mengambil dua butir obat tersebut lalu menenggaknya dengan air setelah selesai Sita segera membawa semuanya keluar,tanpa sepengetahuan siapapun Mona mengeluarkan lagi obat yang ia simpan di balik lidahnya dan memuntahkannya ke dalam tissue.


Ia berencana untuk mengetahui obat apakah yang ia konsumsi selama ini jika memiliki kesempatan untuk keluar dari rumah.


Siang harinya saat Sita mengantarkan makanan,Mona meminta agar Ry mengizinkan dia makan di luar kamar tetapi karena tanpa persetujuan Ry,Sita tidak berani membiarkan Mona keluar.


"Nona tolong mengerti keadaan saya,di sini saya hanya menjalankan tugas dari tuan Ry saja"


"Kalau begitu biar aku telfon dia untuk meminta izin"


"Silahkan nona"


Mona mengambil handphonenya dan menghubungi Ry,beberapa saat kemudian telfonnya tersambung


"Hallo sayang"


sahut Ry dari ujung sana


"Hallo Ry,kamu dimana?"


"Aku di kantor sayang,ada apa?"


"Oh,aku cuma mau minta izin untuk jalan-jalan keluar boleh?"

__ADS_1


"Kemana? kamu pengen apa?"


"Aku hanya ingin menghirup udara segar saja,suntuk di dalam kamar"


"Baiklah hanya di sekitaran rumah saja"


"Baik bos"


Mona menutup telfonnya dan segera memberitahu Sita bahwa Ry mengizinkannya,setelah itu Mona segera turun ke bawah dan pergi ke samping kolam sembari menikmati udara segar.


Tiba-tiba terdengar ribut-ribut di halaman rumah dan Sita seketika meminta Mona kembali ke dalam kamar


"Ada apa ta? kenapa kamu terlihat takut sekali?"


"Nona,sebaiknya anda masuk ke dalam kamar sekarang"


"Memangnya ada apa? aku baru saja turun udah di suruh masuk kamar lagi"


Saat Sita hendak membawa Mona naik ke atas tiba-tiba seseorang memegang tangannya dan menyeretnya hingga jatuh


"Apa-apaan kalian?"


teriak Mona yang langsung menghampiri Sita yang ketakutan


"Maaf tidak usah banyak tanya,lebih baik kamu ikut aku sekarang"


teriak laki-laki itu yang kemudian membawa pergi Mona,untung saja belum sampai keluar halaman Sony datang dan melumpuhkan laki-laki itu


"Ada apa ini Sony? siapa mereka?"


teriak Mona ketakutan


"Maaf nona sebaiknya anda masuk ke kamar"


"Hentikan kalian atau wanita ini akan aku bunuh"


teriaknya


Sony terkejut karena Mona berhasil di tangkap oleh mereka, laki-laki itu meminta agar para anak buah Sony mundur dan membiarkannya pergi.


"Jangan macam-macam dengannya"


teriak Sony


"Mundur atau aku akan menyakiti dia"


teriak laki-laki yang menyandra Mona


Laki-laki itu keluar halaman dan masuk mobil bersama Mona,karena terlalu takut Mona pun menangis sesenggukan


"Kalian siapa? tolong lepaskan aku"


teriak Mona


Namun di dalam mobil tersebut ada tiga laki-laki berbadan besar menyeramkan yang berusaha mengancamnya.


Setelah Mona pergi,Sony segera menghubungi Ry dan memberitahukan hal tersebut,tanpa fikir panjang Ry segera pulang dan melihat rumahnya dalam kondisi berantakan.


"Dimana Mona,Sin?"


"Maaf tuan,saya tidak bisa menyelamatkan nona Mona,anak buah Bisma membawanya pergi"


ucap Sony yang meringis kesakitan

__ADS_1


"Sial,dia berani sekali membawa wanitaku pergi"


Beberapa saat kemudian telefon Ry berbunyi,ia melihat ke layar handphonenya terdapat panggilan dari Bisma tanpa pikir panjang Ry langsung mengangkatnya


"Apa maumu?"


tanya Ry dengan nada tinggi


"Wow tenang Ry tenang,kenapa kau begitu terkejut dan takut? seberapa pentingkah wanita ini hingga kamu begitu terdengar ketakutan"


"Jangan berani untuk menyentuhnya atau kau akan menyesal"


"Cukup menakutkan,aku tidak akan melakukan apapun dia justru baik-baik saja di sini"


"Apa sebenarnya mau mu?"


"Aku hanya ingin anak buah mu meloloskan paketanku yang akan tiba di dermaga pagi ini"


"Kau tahu,paket yang kau kirimkan ilegal dan itu akan membuat polisi mencurigai mu"


"Maka dari itu,aku memintamu untuk melakukanya karena jika kamu yang melakukan polisi pasti hanya diam. Kau tahu aku tidak dapat menyetorkan banyak uang kepada polisi dan itu berbeda denganmu yang bisa memberi makan seluruh personilnya"


"Jangan coba memanfaatkan ku"


"Baiklah jika kamu tidak bersedia untuk melakukannya,aku tidak akan memaksa tetapi bolehlah jika aku mencoba sedikit milikmu ini"


"Bajingan kau Bisma,jangan berani-beraninya kau menyentuh dia"


"Maka lakukan itu atau aku akan melakukan kemauanku"


"Baiklah aku akan melakukannya,malam ini juga aku akan memastikan paketmu tiba dengan aman,tetapi sebagai imbalannya aku ingin kau mengantarkan gadis itu ke dermaga dan akan ku serahkan barang-barang mu"


"Oke deal,Hay cantik ternyata pangeran mu ini benar-benar mencintaimu"


Bisma menutup telfonnya dan berganti menatap Mona yang terikat di kursi,Mona mencoba untuk terlihat tidak takut agar Bisma tidak semakin menindasnya.



"Kau lihat betapa berpengaruhnya laki-laki mu itu? apa selama ini kamu tidak tahu pekerjaannya?"


tanya Bisma


"Tidak aku tidak tahu"


"Dia adalah seorang mafia tingkat internasional,bahkan hartanya bisa menyuap para polisi agar memuluskan usahanya"


"Mafia?"


"Iya mafia,lebih jelasnya orang yang suka bermain tak tik untuk mengambil perusahaan ilegal"


"Tidak,dia bukanlah mafia dia hanya pekerja kantor biasa"


"Mungkinkah begitu? kau lihat luka di dadaku ini? itu adalah ulah dia"


ucap Bisma sembari membuka kemejanya dan menunjukkan luka sayatan di dadanya


"Tidak mungkin,dia tidak mungkin berbuat seperti itu"


"Oh ya? dia bukan orang yang sesederhana seperti pikiranmu bahkan dia bisa membunuh siapapun yang berusaha menghalangi keinginannya"


"Aku tidak percaya kata-kata mu,aku tahu siapa dia melebihi siapapun"


"Baiklah,kalau kau tak percaya kamu bisa lihat besok pagi"

__ADS_1


Bisma pergi dan meminta anak buahnya membawa Mona ke sebuah kamar dan menguncinya sebelum pagi tiba dan perjanjiannya serta Ry berhasil ia tidak akan melepaskan Mona.


__ADS_2