Dendam Sang Mantan

Dendam Sang Mantan
Penolakan ketiga kalinya


__ADS_3

Sore itu setelah semua resto tutup Mona dan Arif berencana untuk pergi mengunjungi salah satu panti asuhan yang berada di dekat resto. Mona ingin memberikan sedikit bantuan kepada panti asuhan tersebut dan sebagai rasa syukur atas berkah dan kelancaran usahanya.


Hampir dua jam Mona dan Arif berada di tempat itu setelah melakukan beberapa kegiatan kecil seperti serah terima,makan malam bersama para penghuni panti asuhan dan sedikit santunan yang Mona berikan kepada mereka.


Setelah selesai akhirnya mereka berdua memutuskan untuk kembali ke rumah, dan saya sesampai di rumah Mona segera membersihkan diri dan istirahat.


Keesokan harinya seperti biasa Bu Siti,Arif, dan Mona pergi ke resto bersama-sama. Hari ini perasaan Mona agak kurang enak ia masih memikirkan tentang Dendra yang mengetahui bahwa dirinya tidak mencintai laki-laki tersebut.


Tetapi sebisa mungkin Mona menyembunyikan perasaan itu agar Arif tidak mencurigainya.


Hari ini resto lumayan ramai Arif dan Mona tidak sempat saling bertegur sapa,apalagi saat jam istirahat tiba resto benar-benar sesak penuh dengan pelanggan.


Dendra yang saat itu telah selesai dengan meetingnya mendapatkan tawaran makan siang di restoran tersebut bersama kliennya,karena kliennya berhasil meyakinkan dia bahwa restoran tersebut mempunyai beragam menu masakan Jawa yang terkenal enak.


Melihat kondisi resto yang begitu ramai dan tidak ingin bermaksud mengecewakan Dendra,maka klien meminta kepada salah seorang pelayan untuk memberikan meja khusus dengan tawaran membayar menu makanan yang ia pesan dua kali lipat dari harga aslinya.


Salah satu karyawan bernama Rina memberitahukan kepada Mona tentang tawaran itu,karena Mona merasa orang yang memesan itu sombong ia memutuskan untuk menghampiri sendiri pelanggan tersebut.


Alangkah kagetnya Mona saat mengetahui bahwa orang tersebut salah satunya adalah Dendra


"Dendra ???"


ucap Mona sambil menuju ke arah laki-laki itu


"Mona kamu ngapain di sini???"


"maaf tuan Ibu ini adalah pemilik restoran ini"


ucap Rina


"Rina kamu silakan kembali membantu yang lain masalah ini biar aku yang menangani"


"baik bu saya permisi"


"bagaimana kamu bisa tahu kalau aku ada disini?"


tanya Mona


"tidak aku tidak tahu bahkan aku baru mengetahuinya saat kamu muncul dihadapanku tadi"


"lantas bagaimana kamu bisa sampai disini??"


belum sempat pindah menjawab pertanyaan Mona tiba-tiba klien Dendra memotong pembicaraan tersebut


"maaf tuan Dendra, apakah


tuan dan mona ini saling kenal?"


tanya client Dendra yang bernama Julio


"iya kami saling kenal dia adalah mantan tunangan aku"

__ADS_1


ucap Dendra yang membuat Mona kaget


"sebenarnya apa maksud kedatanganku kemari?"


tanya Mona dengan nada tinggi


"sebenarnya saya yang mengajak tuan Dendra kemarin Nona"


jawab Julio


"tapi maaf sepertinya tidak ada meja kosong di sini"


ucap Mona bermaksud mengusirnya


Tiba-tiba Arif datang menghampiri mereka yang terlihat tegang, iya merangkul pundak Mona tepat di depan Dendra.


"Hai sayang ada apa di sini sepertinya terlihat ada sedikit keributan"


ucap Arif


Mona menyingkirkan tangan Arif yang berada di pundaknya saat itu ia tidak ingin Dinda semakin curiga karena kata-kata Arif yang memanggilnya dengan sebutan sayang.


"Tidak ada apa-apa Rif mereka hanya kehabisan meja"


"oh tidak meja di sebelah sana baru saja kosong mereka bisa menepatinya jika mau"


ucap Arif sambil menunjuk meja tersebut


"Bagus kalau begitu bisa tolong antarkan kami ke sana?"


Arif mengantarkan Dendra, Julio dan beberapa orang lainnya kemeja tersebut, sedangkan Mona tetap berdiri diam di tempat itu sambil melihat ke arah Dendra yang sedari tadi tidak mengalihkan pandangannya dari Mona.


Karena merasa tak nyaman dengan tatapan Dendra akhirnya Mona memutuskan untuk pergi ke toilet merapikan beberapa riasannya yang telah hilang di hapus oleh keringat.


Saat Mona sedang merapikan riasannya tiba-tiba Ada sosok pria masuk ke dalam toilet itu,Mona memperingatkan laki-laki itu bahwa ia salah masuk ke toilet perempuan.


Tetapi laki-laki tersebut justru malah mengunci pintu toilet dan alangkah terkejutnya Mona saat mengetahui bahwa laki-laki tersebut adalah Dendra.


"Dendra apa yang kamu lakukan ???"


ucap Mona kaget


Dendra hanya diam dan menghampiri Mona yang merasa takut,dan karena merasa takut Mona berjalan mundur hingga tersudutkan oleh Dendra.


"jadi karena laki-laki tersebut kamu membatalkan perjodohan kita?"


ucap Dendra


"apa maksud kamu ? aku sama sekali tidak tahu"


jawab Mona mencoba menutupi semuanya

__ADS_1


"Aku mendengar dengan jelas bahwa laki-laki tersebut memanggilmu dengan ucapan sayang, tentu bukan sembarangan orang yang kamu biarkan memanggilmu dengan ucapan seperti itu"


ucap Dendra dengan tatapan tajam


"mungkin kamu salah dengar karena saat itu sekitaran kita sedang ramai"


"jangan berusaha membodohi ku Mon,aku bukan anak kecil yang bisa dengan mudahnya kamu tipu"


"sungguh aku tidak menipumu lagi pula mana mungkin aku menjalin hubungan dengan karyawan ku sendiri,pasti jika ayah ku mengetahuinya maka semuanya akan tamat"


"Aku harap yang kamu ucapkan memang benar jadi tidak akan ada penghalang antara Aku dan kamu"


"apakah perkataanku kemarin kurang jelas bahwa aku ingin perjodohan ini dibatalkan,aku sama sekali tidak memiliki perasaan kepadamu"


"aku tidak peduli jika kamu tidak mencintaiku yang terpenting cintaku tulus hanya untukmu"


"Den di luar sana masih banyak wanita yang lebih baik dariku,kamu bisa mendapatkan yang lebih pantas. Untuk apa kamu menunggu seseorang yang sama sekali tidak akan pernah mencintai kamu"


"Kalau memang saat ini kamu belum bisa mencintaiku maka aku akan menunggumu sampai kamu bisa mencintaiku"


"stop Den,aku tidak ingin memperumit semua ini, kali ini aku tekan kan berhenti untuk menunggu atau berjuang. Karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah memiliki perasaan yang sama sepertimu,masa bodoh dengan perjodohan itu"


Mendengar ucapan Mona barusan membuat hati Dendra begitu sakit,ini penolakan ketiga kalinya dari Mona.Tak pikir panjang Dendra menghimpit tubuh Mona ke dinding dan menciumnya secara paksa



Mona kaget melihat apa yang Dendra lakukan kepada dirinya, ia berusaha mendorong tubuh Dendra agar menjauh namun tenaganya kalah kuat oleh Dendra.


Mona berusaha sekuat mungkin untuk melepaskan diri dari Dendra, setelah akhirnya lolos Mona melayangkan tamparan tepat di pipi Dendra dan membuat wajah tampan itu memerah.


Mona berusaha lari menjauh darinya dan berlari kearah pintu untuk segera keluar dari tempat itu.


Nafas Mona yang terengah-engah nampak terlihat oleh Arif yang sedari tadi mencarinya, ia segera menghampiri kekasihnya yang terlihat ketakutan itu.


"Hey Mon ada apa? kamu dari mana? aku sedari tadi nyariin kamu loh"


ucap Arief yang melihat Mona ketakutan


"Mmm aku ke ruangan dulu ya"


ucap Mona yang pergi meninggalkan Arif


Arif melihat Dendra yang keluar dari toilet perempuan sama dengan arah asal Mona berlari.


Arief menghampiri Dendra dan menanyakan maksud ia pergi ke toilet perempuan.


"Maaf tuan apa yang anda lakukan disana? Bukankah toilet laki-laki di sebelah kanan?"


ucap Arief


"Maaf saya salah masuk karena terburu-buru,kalau begitu saya permisi kembali ke meja saya"

__ADS_1


ucap Dendra sembari mengusap bekas lipstik di bibirnya


Melihat reaksi Mona yang seperti ketakutan membuat Arief berfikir jika kekasihnya kaget lantaran ada laki-laki masuk ke dalam toilet perempuan pada saat Mona berada di dalamnya,namun bekas lipstik di sudut bibir Dendra menjadi pertanyaan besar dibenak Arief.


__ADS_2