
Hari ini Ry mengadakan pesta kecil-kecilan bersama para bawahannya dan rekan kerjanya,ia mengadakan pesta itu di halaman belakang rumahnya untuk merayakan tembusnya bisnis Ry hingga ke Rancah internasional. Beberapa orang sudah menyiapkan semua hal termasuk dekorasi dan hidangan.
Tepat pukul 17.00 pada tamu sudah berdatangan,termasuk tekan kerja Ry bernama Andi dan kekasihnya Pita.
"Hay bro, contrast yah atas bisnis mu yang berhasil tembus ke pasar internasional"
ucap Andi
"Thank you bro,hay Pita apa kabar?"
"Hay Ry kabar baik,selamat ya"
"Thank you,silahkan nikmati pestanya"
Di sisi lain Mona semakin nekat untuk melarikan diri,ia berhasil keluar dari kamar menggunakan jarum dan membuka pintu. Tetapi sayangnya seorang pengawal mengetahuinya dan memaksa Mona kembali ke kamar, tiba-tiba seseorang tamu Ry melihat kejadian itu yang ternyata Andi dan Pita.
"Siapa wanita itu? kenapa kalian memperlakukannya seperti itu?"
"Tolong saya tuan mereka ingin menyekap saya di rumah ini"
teriak Mona yang kemudian di tutup mulutnya oleh penjaga
"Maaf tuan,jangan hiraukan omongan wanita ini"
"Dia siapa?"
"Dia kekasih tuan Ry nona"
"Oh kekasih Ry,tak heran jika ia ada disini. Lantas kenapa kalian melakukan itu padanya?"
"Dia ingin turun tetapi dengan penampilan seperti ini pasti tuan tidak akan menyetujuinya"
"Oh,hanya masalah itu. Biar aku bantu"
"Ta tapi nona,bagaimana jika tuan Ry nanti marah?"
"Sudah,kamu percayakan dia padaku"
"Baiklah nona"
"Sayang,tolong bantu aku ambilkan alat make up dan beberapa gaun di mobilmu"
"Baik sayang"
Andi turun ke bawah dan mengambil barang-barang yang di perintahkan oleh Pita,setelah itu ia segera mengantarkannya ke kamar Mona.
"Ini sayang"
ucap Andi sambil memberikan barang-barang milik Pita
"Terima kasih"
"Sama-sama kalau begitu aku tunggu di luar ya"
Pita membantu memilihkan gaun untuk Mona dan pilihannya jatuh pada gaun merah satin yang nampak mempesona,ia juga make over penampilan Mona seperti seorang tuan putri.
"Taraaa cantik bukan?"
ucap Pita pada Mona
"Ta tapi nona,apa ini tidak terlalu terbuka?"
"Tidak sama sekali,bahkan kamu terlihat lebih menawan di balik balutan gaun ini. Oh ya kenalkan namaku Pita,kamu bisa memanggilku seperti itu"
__ADS_1
"Terima kasih nona,maksud aku Pita. Kenalkan juga aku Mona"
"Senang berkenalan denganmu Mona. Kalau begitu kita turun sekarang?"
"A aku masih merasa grogi"
"Sudahlah,kamu jangan khawatir. Aku akan mendampingi mu"
ucap Pita
Mereka keluar dari kamar itu dan berjalan menuruni anak tangga,beberapa tamu terpesona melihat penampilan Mona yang sangat elegan. Bahkan para pengawal Ry tidak mengenali jika gadis tersebut adalah Mona,untung saja Andi yang berdiri di sebelah Ry mengangkat gelas berisikan wind untuk menyambut dua gadis cantik itu. Andi tertawa saat melihat ekspresi Ry yang tak mengalihkan pandangannya dari Mona
"Hay bro,segitu terpukaunya melihat kekasihmu"
"maksud mu?"
"Bukankah yang bersama Pita adalah kekasihmu?"
tanya Andi yang kebingungan
"Kekasihku?"
"Iya,aku dan Pita menemukan kekasihmu di lantai atas. Kau beruntung mendapatkannya bro,andai saja aku belum memiliki Pita akan ku rebut dia darimu"
Ry berjalan menghampiri Mona namun Mona justru mundur ke belakang Pita dan tak ingin menemui Ry
"Kenapa Mon? bukankah dia kekasihmu?"
tanya Pita
"Aku tidak nyaman Ta"
"Tenanglah,berbaurlah bersama yang lain"
Ry memegang telapak tangan Mona dan membawanya berkeliling menemui para koleganya,ia mengenalkan Mona sebagai calon tunangannya. Tak jarang banyak orang yang memuji kecantikan Mona bahkan bersiap jika harus bersaing dengan Ry.
"Terima kasih telah hadir dan memenuhi undangan saya untuk merayakan keberhasilan bisnis kita yang sudah Go internasional,semua saya ucapkan terima kasih juga pada kalian yang sudah membantu saya dan mendukung bisnis saya hingga tembus ke Rancah internasional. Di malam yang membahagiakan ini saya juga ingin mengumumkan sesuatu,saya ingin memperkenalkan pada dunia seseorang yang sangat berharga dalam hidup saya bahkan menjadi penyemangat saya hingga bisa menjadi seperti sekarang. Saya panggilkan Artyca Mona untuk naik ke atas panggung"
Mona terkejut karena Ry memanggilnya di depan umum,ia bahkan tidak ingin maju karena semua yang di katakan Ry hanyalah bualan semata.
"Mona,Ry menyuruhmu maju tuh"
ucap Pita
"Emb,enggak deh aku gak mau"
"Udah ayo aku antar"
Pita memaksa Mona untuk maju ke depan,sesampai di depan Mona Ry membungkuk dan membuka sebuah kotak cincin di tangannya
"Mona,terima kasih telah hadir di dalam hidup saya. Terima kasih telah menjadi penyemangat dalam segala hal,aku ingin kedepannya kamu selalu menemani ku dalam susah maupun senang. Jadi maukah kau menikah denganku?"
ucap Ry
Bayang-bayang Wira tiba-tiba muncul dalam pikiran Mona,bahkan saat ia ingin mencoba memulai kembali masa lalunya yang sempat kandas bersama Arief dan menerima Ry justru terbesit ingatan bahwa Ry telah membunuh Adit di depan matanya. Hal ini yang membuat Mona semakin yakin bahwa saat ini bukanlah saat yang tepat untuk mengulang masa lalu,meski dengan orang yang sama tetapi kepribadian Arief dan Ry sudah berbeda.
"Maaf saya tidak bisa"
ucap Mona yang mengagetkan seluruh tamu yang hadir
Mona meninggalkan Ry yang masih berlutut di hadapannya,tanpa fikir panjang ia segera meminta izin undur diri dan mengejar Mona.
"Maaf atas hal ini,silahkan lanjutkan pestanya. Saya izin permisi sebentar"
Ry mengejar Mona yang hampir keluar pintu,sebelumnya ia sudah mengode para pengawal untuk menangkap Mona.
__ADS_1
"Lepaskan aku lepaskan atau aku akan berteriak dan memberitahu semua orang kalau kalian menyekap ku di sini"
teriak Mona yang tengah berada di halaman depan
Salah satu pengawal menerima telfon dari Ry dan meminta untuk membawa Mona ke kamarnya melalui pintu samping agar tidak membuat para tamu curiga.
Mulut Mona di sekap dan tak bisa meminta tolong,salah seorang pengawal menggendongnya hingga di depan pintu kamar Ry
"Tok tok tuan kami sudah membawa nona Mona"
"Masuk"
"Tuan"
"Ikat dia di tempat tidur"
"Baik tuan"
"Tidak,tidak jangan lakukan itu. Aku tidak mau lepaskan"
teriak Mona berusaha kabur
Namun sial ia tidak dapat melawan kedua pengawal berbadan besar itu,ia mengikat tangan Mona ke tempat tidur Ry dan meninggalkannya.
"Sudah tuan"
"Bagus,kalian beritahu Sony untuk mengurus pestanya,jika ada yang menanyakanku katakan bahwa aku ada urusan penting"
"Baik tuan"
Kedua pengawal itu keluar dari kamar Ry dan mengunci pintunya,Ry sangat marah karena di permalukan Mona di depan para koleganya. Ia berniat melakukan segala hal untuk mendapatkan Mona
"Ry lepaskan aku"
teriak Mona yang melihatnya masuk ke dalam kamar
Kamar Ry memiliki dua sekat ruangan yang satu khusus untuk tempat santai dan kamar mandi dan yang satunya untuk tempat tidur dan perlengkapannya
Ry melepaskan satu persatu bajunya dan hanya tertinggal celana panjang saja,hal itu membuat Mona semakin histeris
"Apa yang kamu lakukan? kamu jangan berani macam-macam denganku atau..."
"Atau apa? apa yang bisa kamu perbuat sekarang? Bahkan untuk berteriak saja tidak akan di dengar siapapun disini"
Ry mendekati Mona dan duduk di sampingnya
"Tadinya aku sempat ingin mengakhiri semua ini dan berharap kita bisa memulai semuanya dari awal lagi,tetapi setelah kamu mempermalukan ku di depan semua orang aku jadi sadar bahwa perempuan sepertimu menang harus menggunakan kekerasan untuk menundukkan nya"
"Jangan gila kamu Ry,sampai kapanpun aku tidak akan Sudi hidup dengan seorang pembunuh sepertimu"
"Pembunuh ini dulu juga pernah kau cintai bukan? masih ingatkah Mon ketika kamu memintaku untuk memberikan sentuhan yang lebih dari ini"
ucap Ry yang tengah mengecup paha Mona secara pelan
"Hentikan Ry,hentikan. Aku jijik dengan ini semua"
"Tenang Mon,aku jamin kamu akan suka dan menikmatinya"
Saat Ry hendak membuka ikatan gaun Mona tiba-tiba paha nya mendapatkan tendangan maut dari Mona.
"Brakkk"
"Aw sialan kau Mona"
teriak Ry yang kesakitan
__ADS_1
Mona menggunakan kesempatan itu untuk melonggarkan ikatannya dan berusaha kabur,tetapi belum sempat berhasil Ry justru memukulnya dan membuat lebam di pipi cantik Mona.
Akankah Mona selamat dari Ry yang ingin berbuat nekat padanya?