
Sesampai didepan kamar Mona Ry langsung membuka pintunya,namun ia tidak berhasil karena Mona menguncinya dari dalam. Ry mengetuk-ngetuk beberapa kali namun tak mendapati hasil,karena masih terbawa suasana emosi ia menggedor-gedor pintu tersebut hingga menimbulkan suara gaduh yang terdengar hingga lantai bawah
"Mona,kamu buka pintunya atau aku akan masuk secara paksa"
teriak Ry
Mona masih saja tak menggubrisnya dan Leo menghampirinya
"Ada apa Ry?"
ucap Leo yang membuat Ry kaget akan kehadirannya
"Enggak kak,Mona hanya tidak ingin membuka pintunya"
"Biarkan saja,nanti jika ia lapar pasti akan turun sendiri"
"Tapi kak dia tidak biasanya mengunci kamar seperti ini"
"Sudahlah"
Leo memanggil seorang pelayan dan memintanya untuk mengambil nampan berisi makanan dari tangan Ry dan membawanya kembali ke dapur,sementara Leo berusaha menenangkan Ry dan memintanya jangan terlalu memikirkan soal Mona dan lebih fokus akan hal yang akan dihadapinya besok.
Ia mengajak Ry ke balkon untuk mencari udara segar
"Selama aku disini,kamu belum sama sekali mempunyai waktu santai untuk kita"
"Maksud kakak?"
"Ya,mungkin kedatangan ku kesini bukan hanya untuk bisnis saja,tetapi bolehlah kita jalan kemana gitu? mumpung hari ini adalah hari terakhir aku disini"
"boleh juga,kakak mau kemana?"
"Gimana kalau kita main golf?"
"Ide bagus kak"
"Tapi cari tempat yang bagus dan yang penting lady's nya cantik dong"
"Iya aku tahu kakak tu penggemar wanita cantik"
"Oke,kalau begitu aku turun dulu bersiap. Ku tunggu di depan"
"Baik kak"
Leo berusaha menghibur Ry namun di balik itu semua ia sengaja melakukan agar sementara Ry dan Mona berjauhan,dengan begini masalah di antara mereka dapat mereda dan tak ada lagi saling terbawa emosi.
Setelah selesai bersiap Ry dan Leo memutuskan untuk langsung berangkat ke tujuan,disana mereka saling bersenang-senang dan seperti biasa jika Leo menemukan wanita-wanita cantik dan gampangan pasti dengan mudahnya ia membuat mereka bertekuk lutut di hadapan uangnya. Ia memeluk dua perempuan sekaligus dan memameri pada Ry
"Ry jangan terlalu serius,ini bukan pertandingan"
teriak Leo yang berusaha meminta Ry duduk bersamanya
"Ayolah kak,tujuan kita kemari untuk bermain golf bukan malah duduk dengan para wanita ini"
"Astaga kamu ini kuno sekali,terik panas seperti ini bukankah kasian mereka jika kau suruh mengambil bola-bola itu?"
__ADS_1
"Baiklah kalau kita kasihan maka sudahi saja permainannya"
"Oke lady's ada yang mau ikut bersenang-senang hari ini?"
Ternyata Leo berencana membawa mereka ke club dan bersenang-senang,namun Ry memutuskan untuk menolaknya.
"Aku tidak ikut kak,aku akan pulang saja"
"Ayolah Ry,kita sedikit bersenang-senang. Lagian bukannya kamu bilang jika butuh refreshing karena penat di rumah?"
"Memang,tetapi bukan ke club"
"Kenapa? kau takut Mona semakin marah jika mengetahuinya?"
"Tidak,tidak sama sekali"
"Lalu? apa? ayolah jangan mau di perdaya oleh wanita. Jatuh cinta boleh tapi kesenangan dan kebahagiaan diri harus di perhatikan"
"Tapi aku berjanji untuk tidak mengkhianatinya"
"Hay Ry,kita hanya minum bukan tidur? itu bukan sebuah pengkhianatan"
"Ayolah tuan,ikut saja dengan kami"
ucap salah satu perempuan
"Baiklah,namun tidak sampai malam ya"
"Nah gitu dong"
"Kau sekarang lemah Ry,dari tadi segelas Vodka saja tidak kau habiskan"
"Kak,aku tidak bisa pulang dengan keadaan mabuk jadi sebaiknya aku hanya meminumnya segelas saja"
"Lihatlah,saudaraku ini sungguh takut akan istrinya"
ucap Leo pada para Lady's
Ry menatap kakaknya dan meminta izin untuk pergi ke toilet, sementara Ry pergi ia membuat tantangan pada para Lady's itu
"Siapa di antara kalian berhasil merayu dan membuatnya mabuk berat akan ku beri hadiah sejumlah uang"
ucap Leo
"Wah asyik"
teriak para gadis
Seorang gadis memberikan ide pada Leo dan memintanya untuk memesan minuman dengan kadar alkohol tinggi.
Ry kembali dari toilet dan langsung di hampiri oleh para Lady's,mereka ada yang memijitnya bergelantungan di antara baru Ry dan ada juga yang menuangkan minuman untuknya
"Apa-apaan kalian,layani saja kakakku. Aku tidak berencana mabuk hari ini"
ucap Ry
__ADS_1
"Tuan minumlah sedikit saja untuk menghargai kita"
"Tidak,aku sudah berjanji pada diriku untuk tidak menambah lagi"
"Ah tuan cupu,jika kemari tidak untuk bersenang-senang lalu mengapa kemari?"
"Aku hanya menghormati ajakan kakakku saja"
"Baru kali ini aku melihat orang seperti tuan tidak berani mabuk,tampang saja yang seram tapi lemah"
ucap salah satu Lady's yang membuat Ry merasa di remehkan
Ia mengambil gelas berisi minuman berakohol tinggi dan menenggaknya hingga habis,para gadis menuangkannya kembali dan di angkat habis oleh Ry. Tak butuh waktu lama Ry menghabiskan setengah botol dan kini dirinya sudah mabuk sepenuhnya
"Akhirnya tuan Ry berhasil kita lumpuhkan"
teriak para Lady's
Leo bertepuk tangan dan melemparkan sejumlah uang dan dipungut para gadis itu,setelah itu ia memanggil para pengawalnya untuk membantu membawa Ry pulang.
Sementara itu Mona yang tengah menyiapkan makan malam di meja melihat para pengawal membawa Ry yang hampir tak sadarkan diri,Mona langsung menghampirinya dan bertanya apa yang terjadi
"Ada apa ini? kenapa dengan Ry?"
tanya Mona panik
Tiba-tiba Leo muncul dari belakang Ry dan menjelaskan semuanya
"Maafkan aku Mona,aku tidak berhasil mencegah dia untuk minum. Tadinya kami hanya ingin bermain golf sambil mencari udara segar,lalu dia tergoda dengan para Lady's dan membawa kami ke club dan akhirnya ia mabuk menjadi seperti ini"
"Apa? Ry mabuk lagi"
Mona mendekat ke arah Ry dan benar saja seluruh badan Ry tercium aroma alkohol yang menyengat hal itu membuat Mona semakin jengkel dan meminta para pengawal membawanya ke kamar.
"Bawa dia ke kamarnya"
"Baik nona"
"Sekali lagi aku minta maaf Mona"
"It's okey kak,ini bukan salahmu. Sudah ku katakan berulang kali aku tidak suka bau alkohol dan bahkan dia berani mengkonsumsinya secara terang-terangan seperti ini"
"Aku tahu,mungkin Ry sudah berubah sepenuhnya dihadapanmu tetapi kita sendiri tidak dapat mengontrolnya ketika diluar bahkan saat tidak bersama denganmu"
"Lupakan saja kak,oh ya kalau begitu kak Leo silahkan mandi dan bersih-bersih aku sudah menyiapkan makan malam"
"Terima kasih Mona"
"Sama-sama kak,kalau begitu aku ke atas dulu"
Leo melihat betapa kecewanya Mona terhadap Ry yang seperti itu,ia tidak menyangka bahwa semuanya akan menjadi seperti ini. Di kamar Mona menghampiri Ry yang terlentang di atas tempat tidurnya dan masih tak sadarkan diri.
Ia melepaskan sepatu dan beberapa pakaiannya yang terkena minuman,ia menyeka lembut keringat dan badan Ry yang bercucuran keringat. Tiba-tiba Ry mengigau menyebut-nyebut para Lady's itu, sontak membuat Mona semakin marah dan tak sadar ia menemukan sebuah bekas lipstik ciuman di lipatan kerah baju milik Ry hal itu semakin membuat Mona marah. Ia melemparkan handuk basah itu ke tubuh Ry yang masih tak sadarkan diri dan keluar dari kamarnya.
Mona kembali menangis didalam kamarnya,merasa Ry telah mencoba kembali ke dirinya yang buruk membuat Mona merasa gagal mengembalikan sosok Arief di dalam diri Ry.
__ADS_1
Ia mengais dan menyalahkan dirinya atas apa yang telah terjadi di masa lalu,andaikan keluarganya saat itu tidak egois pasti saat ini ia tengah hidup bahagia bersama Ry yang bersosok Arief.