
Terik matahari masuk melalui sela-sela jendela kaca kamar hotel,menyilaukan wajah Mona yang masih terlelap di tempat tidur. Sayup-sayup suara gaduh dari balkon yang terbuka membangunkannya,ia mencoba membuka kedua matanya dan melihat sekitar. Nampak tak ada seorangpun disana selain dirinya yang telanjang di balik selimut putih itu,ia terkejut karena ternyata semalam bukanlah mimpi melainkan memang terjadi. Di pungutnya pakaian yang ia kenakan semalam dan memakainya lagi,ia berjalan menyusuri kamar dan balkon untuk mencari Ry
"Ry.... Ry...."
teriak Mona
Namun tidak ada jawaban sama sekali dari Ry,akhirnya Mona memutuskan untuk mandi terlebih dahulu. Setelah selesai ia memutuskan keluar kamar dan menghubungi Ry,tetapi tidak ada jawaban darinya. Seorang penjaga menghampiri Mona
"Nona anda sudah selesai?"
"Dimana Ry,aku dari tadi tidak melihatnya"
"Oh tuan Ry sudah berangkat ke kantor karena hari ini beliau ada meeting"
"Kenapa dia tidak memberitahu ku?"
"Maaf nona,tadinya tuan mau membangunkan Anda. Tetapi anda nampak tidur dengan nyenyak dan terlihat capek jadi tuan tidak ingin mengganggu anda"
"Oh jadi begitu"
"Anda mau sarapan dulu nona? atau mau langsung pulang ke rumah?"
"Ya,sebaiknya kita pulang saja nanti aku akan sarapan di rumah"
"Baiklah nona,kalau begitu mari saya antar ke mobil"
Mona melihat mobil yang sudah menunggunya di depan lobby
"Nona tunggu sebentar di dalam,saya akan mengambil sisa barang-barang Anda"
"Baiklah"
Saat menunggu di dalam mobil, tiba-tiba aada seorang kurir mengetuk kaca jendela yang berada tepat di samping Mona,ia sedikit terkejut lalu membuka setengah kaca itu
"Maaf Anda siapa?"
tanya Mona
"Apakah anda nona Artyca Mona?"
"Iya benar"
"Ini ada bucket bunga untuk anda,silahkan tanda tangan di sini"
Mona langsung membuka penuh kaca mobilnya dan menerima bucket bunga Lily putih itu serta menandatangani surat kirimnya.
"Dari siapa ini?"
tanya Mona pada kurir tersebut
"Saya kurang tahu nona,saya hanya bertugas mengirimkan saja"
"Baiklah terima kasih"
"Kalau begitu saya permisi nona"
Setelah kurir itu pergi Mona melihat-lihat bucket itu,ternyata ada sebuah kertas yang terselip di antara bunga-bunga tersebut,Mona mengambilnya dan terdapat sebuah tulisan di dalamnya
__ADS_1
"Good morning dear, thank you for last night. Sorry I didn't wake you up
From your husband"
Seketika wajah Mona berubah menjadi bahagia,senyum lebar tergambar pada wajah cantik nan lugu itu. Pertama kalinya Ry memperlakukan dia secara romantis dan menyebut dirinya seorang suami yang sudah resmi.
Beberapa saat penjaga tadi kembali dengan koper milik Mona,setelah memasukkannya ke bagasi ia segera masuk ke mobil dan membawa Mona pulang ke rumah.
Sesampai di rumah Mona mendapatkan kiriman parcel dari keluarga Surya, terdapat beberapa gelas keramik dengan ucapan selamat atas pertunangan mereka.
"Ini dari siapa Sita?"
tanya Mona yang berdiri tepat di hadapan parcel tersebut
"Tadi ada seorang kurir mengirimkan hadiah ini nona dan juga ada beberapa hadiah dari para kolega tuan Ry yang saya letakkan di kamar anda"
Mona mengambil kertas note yang tertempel pada parcel itu,tertuliskan kata-kata yang sangat ia kenal
"Selamat atas pertunangan anda Tuan Ry dan Nona Mona,semoga kedepannya acara akan lancar selalu.
Surya & Family"
"Anda ingin saya membawanya ke atas nona?"
"Tidak perlu,kamu boleh memilikinya yang ini"
"Tapi nona,bukankah ini sebuah hadiah?"
"Aku tidak menyukainya,jadi kamu boleh ambil jika kamu tidak mau buang saja"
"Baik nona,akan saya bawa pulang nanti"
"Sitaaaa"
teriak Mona
"Iya nona"
ucap Sita yang terengah-engah setelah menaiki tangga
"Kamu taruh ini semua di sini,terus aku harus tidur dimana?"
"Tuan menyuruh saya untuk meletakkannya di sini,dan sekarang kamar nona jadi satu dengan kamar tuan"
"Kamu gimana sih? aku sama Ry itu baru tunangan belum sah jadi suami istri,mana bisa kami tidur seranjang"
"Tapi itu semua perintah dari tuan nona,beliau juga meminta saya memindahkan semua barang-barang nona di kamarnya"
"Pokoknya aku gak mau tahu ya,kamu pindahkan semua barang-barang ini entah kemana dan kembalikan kamarku seperti semula"
"Tapi nona"
"Gak ada tapi-tapian atau aku tidak akan pulang ke rumah ini"
"Ba baik nona,saya akan memindahkannya Setelah mengkonfirmasi dari tuan Ry"
"ngapain juga nunggu konfirmasi dari dia,udah pindahkan saja"
__ADS_1
"Ba baik nona"
Mona tampak sangat kesal setelah melihat parcel dari keluarga Surya, bagaimanapun ia masih tidak terima atas apa yang Surya perbuat hingga membuatnya terjebak seperti sekarang.
Sembari menunggu Sita merapikan kamarnya,Mona turun ke dapur menyiapkan makan siangnya sendiri. Tetapi beberapa pelayan di dapur mencegahnya dengan alasan Mona lebih baik istirahat agar tidak kecapaian.
"Anda yang bisa saya bantu nona?"
tanya salah satu pelayan dapur
"Saya mau masak"
"Nona mau makan apa biar saya siapkan"
"Tidak usah,saya ingin masak sendiri"
"Tapi nona,tuan tidak mengizinkan saya untuk membiarkan Anda melakukan pekerjaan rumah"
"Ada apa sih dengan semua orang di rumah ini,semuanya aku harus di layani,aku juga ingin melakukannya sendiri"
"Maaf nona saya hanya mengikuti perintah dari tuan besar"
Tiba-tiba seorang pengawal tangan kanan Sony yang bernama Andi datang menghampiri Mona yang ribut di dapur
"Apakah ada masalah nona Mona?"
"Aku hanya ingin memasak tapi kenapa kalian semua melarangku?"
"Maaf nona,tolong mengertilah posisi kami. Jika kami membiarkan Anda melakukan satu menit saja pekerjaan yang tidak seharusnya anda lakukan,maka pekerjaan kami lah konsekuensinya"
"Maksud kamu?"
"Tuan akan langsung menghukum kami semua atau bahkan kami akan kehilangan pekerjaan ini"
"Hmm ya sudahlah,tolong siapkan aku salat sayur dan juga roti panggang. Antarkan saja di kolam renang"
"Baik nona"
Mona kembali ke atas dan mengambil pakaian renang yang ada di kamar Ry,setelah itu ia turun menggunakan pakaian itu sambil di balut oleh handuk kimono.
"Nona,anda mau kemana hanya menggunakan handuk?"
tanya Sita yang kebingungan
"Kenapa lagi? aku mau berenang juga tidak boleh?"
"Oh silahkan nona,kalau begitu biar saya beritahu Andi agar pengawal tidak berada di sekitar kolam ataupun di dalam rumah"
"Hmm"
ucap Mona sembari turun menuju kolam
Melihat Sita yang terengah-engah menghampirinya membuat Andi keheranan
"Ada apa?"
"Nona Mona mau berenang,sebaiknya kamu tarik semua pasukanmu ke luar atau tuan akan memenggal kalian semua jika ada yang melihatnya"
__ADS_1
"Baiklah,terima kasih informasinya"
Andi segera memberitahu semua pengawal yang ada di dalam rumah,mereka mengetahui bahwa Ry melarang siapapun laki-laki di dalam rumah yang melihat Mona berenang. Mereka akhirnya duduk di pos sembari menyeruput kopi hitam yang telah di siapkan.