Dendam Sang Mantan

Dendam Sang Mantan
Jangan Pergi Dari ku


__ADS_3

Sesampai di vila milik Ry Mona di bawa ke sebuah ruangan kosong dan di ikat pada sebuah kursi, anak buah Ry sendiri sudah stay di depan pintu untuk menjaga selama 24jam. Ry merasa senang akhirnya ia bisa membawa Mona bersamanya dan tidak akan lagi membiarkan wanita itu pergi dari hidupnya. Ry meminta beberapa pelayan menyiapkan kamar untuk Mona sembari menunggunya sadar,kali ini ia akan bernegosiasi ulang dengan Mona agar mau memilih stay bersamanya di rumah itu.


Tak terasa malam pun datang,Ry menyuruh sah satu penjaga mengantarkan makanan untuk Mona,terlihat Mona sudah sadar dan terkulai lemas. Penjaga itu memberikan nampan berisikan makanan dan minuman untuk Mona,sebelum melepaskan ikatannya ia telah mengunci pintu terlebih dahulu untuk berjaga agar Mona tidak kabur.


"Ini makanan anda nona,silahkan di nikmati"


"Aku dimana ini?"


tanya Mona dengan nada serak


"Anda di tempat tuan Ry sekarang"


"Apa? aku ingin pulang. Aku tidak ingin di sini bersama pembunuh itu"


teriak Mona sekuat tenaga


"Anda harus makan dan mengisi tenaga dahulu agar dapat pulang"


Mona berfikir bahwa yang di katakan pelayan itu benar,ia segera melahap makanan di depannya setelah itu segera meminta pada penjaga itu untuk mengizinkannya pulang.


"Aku sudah memakannya,sekarang biarkan aku pergi"


Penjaga itu justru menghampiri Mona dan ingin mengikatnya kembali,merasa tenaganya sudah kembali pulih Mona melawan laki-laki itu dan berlari ke arah pintu. Tapi sayang pintu terkunci dari luar dan penjaga itu kembali membuatnya terikat di kursi


"Lepaskan saya,kenapa anda tidak menepati kata-kata anda barusan?"


"Kenapa kamu ingin pulang sedangkan ini adalah rumahmu"


"Rumahku?"


"Ya, kedepannya kamu dan tuan Ry akan tinggal bersama di sini"


"Tidak,aku tidak mau. Aku tidak sudi tinggal dengan pembunuh itu"


"Stop menyebut tuan Ry sebagai pembunuh nona,dia hanya ingin melindungi mu"


"Melindungi ku? dengan cara membunuh orang lain kah?"


"Anda salah paham nona,sebenarnya dia bermaksud mengkhianati tuan Ry dan berusaha membawa anda kabur. Makanya tuan menghentikan dia"


"Mengkhianati karena dia sudah tahu niat busuk tuan mu itu,sekarang lepaskan aku dan tepati kata-kata mu. Aku ingin pergi dari sini"


Suara keributan itu terdengar hingga luar ruangan dan membuat seorang pengawal kepercayaan Ry bernama Sony masuk ke dalam ruangan tersebut


"Ada apa ini?"


teriak Sony


"Bos,wanita ini memaksa untuk di lepaskan dan berusaha lari dari sini"


"Kamu ikat kuat-kuat dia jangan sampai lepas atau kamu akan menjadi gantinya"


"Baik bos"


Penjaga itu mengencangkan ikatan tali pada kaki dan tangan Mona hingga membuatnya kesakitan,air matanya menetes membasahi bajunya.

__ADS_1


"Ayo tinggalkan dia,kita kemari hanya saat memberinya makan saja"


"Baik bos"


Kedua laki-laki itu keluar dari ruangan tersebut dan membiarkan Mona sendirian di sana,hanya berteman cahaya lampu yang memperlihatkan air matanya.


Keesokan harinya Ry mengunjungi Mona dan bermaksud untuk menawarkan kesepakatan,begitu pintu di buka Ry terkejut karena Mona dalam keadaan tak sadarkan diri.


"Mona bangun,Mon"


ucap Ry sambil menepuk-nepuk pipi Mona


Terlihat Mona yang begitu pucat dan tak sadarkan diri,Ry melepaskan ikatan pada tubuh Mona dan membawanya ke kamar.


"Panggilkan dokter"


"Baik tuan"


Seorang pelayan wanita di minta Ry untuk membasuh tubuh Mona dan menggantikan pakaiannya,setelah itu Ry masuk dan melihat pergelangan tangan serta kaki Mona yang membiru.


Saat hendak memanggil Sony,dokter datang menghampirinya


"Dok,tolong cek kondisi dia"


"Baik tuan"


Setelah dokter memeriksanya ia memberitahu bahwa Mona mengalami dehidrasi dan kejang karena denyut jantung yang tak stabil,ia juga memberitahukan bahwa luka pada pergelangan tangan Mona bisa menyebabkan kematian karena ikatan yang begitu erat. Dokter memberikan resep obat dan vitamin lalu Ry memberikan segepok uang sebagai tutup mulut bahwa ada seseorang yang ia sekap di rumahnya.


Setelah dokter itu pergi Ry memegang tangan Mona dan melihat pergelangan tangannya yang lebam,hal itu mengundang emosinya tak tanggung-tanggung ia memanggil semua penjaganya dan menanyai siapa yang melakukan itu pada Mona.


"Siapa yang kemarin mengikat Mona di kursi?"


Salah satu orang bernama Ali mengangkat tangannya dan Ry menggampar wajah Ali hingga ia tersungkur


"Sudah ku katakan jangan terlalu kencang mengikatnya"


"Maaf tuan,tapi saya mengikatnya tidak begitu kencang"


"Lalu bagaimana bisa ikatan itu meninggalkan bekas yang hampir membunuhnya?"


"Maaf tuan,semalam Doni masuk ke dalam ruangan dan melepaskan ikatan itu untuk memberinya makan. Jadi ada kemungkinan dia yang mengikatnya kembali dengan erat"


"Ampuni saya tuan,saya memang melepaskannya dan mengikatnya kembali tapi saya tidak tahu jika ikatan tersebut akan membahayakan nyawanya"


"Bodoh kalian,saya menyuruh kalian untuk mengikat Mona dan memperlakukan dia layaknya seorang perempuan bukan tahanan. Kalau ada yang berani menyakitinya lagi saya akan membunuh kalian"


"Baik tuan"


Di dalam kamar Mona sudah tersadar dan mendapati dirinya yang berpindah tempat,tubuhnya tak lagi terikat dan ia dapat bergerak bebas. Saat itu juga seorang pelayan wanita bernama Vivi masuk ke dalam kamar itu dengan membawa obat dan makanan untuknya.


"Siapa kamu?"


teriak Mona


"Nona,saya Vivi pelayan yang akan mengurus anda"

__ADS_1


"Dimana saya sekarang?"


"Anda ada di kamar anda sendiri nona"


"Bukan ini bukan kamar saya,apakah aku masih di rumah milik Ry?"


"Iya nona,Anda masih di rumah tuan besar Ry"


Mona sejenak terdiam dan memikirkan cara untuk kabur dari rumah itu


"Bisakah kamu menyiapkan air hangat untukku,aku ingin mandi"


"Baik nona"


Saat Vivi pergi ke kamar mandi ia lengah dan lupa mengambil kunci kamar tersebut,Mona yang mengetahui Vivi sedang berada di kamar mandi kamar itu segera mengunci pintu dan berlari keluar. Tersadar bahwa dirinya di jebak oleh Mona,Vivi berteriak meminta pertolongan tetapi Mona lebih dulu keluar dari kamar tersebut.


Mona sendiri di buat bingung setelah keluar dari kamar tersebut,ia menuruni anak tangga dan mencoba mencari pintu keluar. Karena kurangnya kewaspadaan seorang penjaga melihatnya dan mengejar Mona hingga keluar dari halaman rumah. Tetapi baru saja hampir berhasil keluar dari halaman seorang penjaga lainnya menangkap Mona dan membawanya kembali masuk ke dalam kamar,Ry yang mendengar bahwa Mona berusaha kabur segera menghampirinya.


Ry masuk ke dalam kamar Mona dan melihatnya terduduk di atas tempat tidur


"Biarkan aku pergi dari sini"


teriak Mona pada Ry


"Tenang Mona aku tidak akan menyakitimu"


"Maka dari itu biarkan aku pergi"


"Tidak,aku tidak akan membiarkan mu pergi dariku untuk yang kesekian kalinya"


"Tolong Ry lepaskan aku,apa kurang puas kamu membuat aku menderita?"


"Mona tenang"


Saat Ry hendak menenangkan Mona ia justru mengambil sebilah pisau yang ada di nampan sarapannya dan berusaha menyerang Ry.


"Mona,letakkan pisau itu"


"Tidak,sebelum kamu membiarkanku pergi dari sini"


"Mona itu berbahaya"


Mona mengancam Ry dengan pisau di tangannya,tetapi Mona justru buta arah dan menuju ke balkon kamarnya. Melihat Mona telah tersudut Ry nekat merebut pisau itu dan alhasil membuat tangannya tergores. Mona terkejut dan melepaskan pisau itu,darah menetes dari tangan Ry


"Maafkan aku,aku sama sekali tidak bermaksud menyakiti mu"


"Mona kamu tenang ya,aku tidak apa-apa"


"Tolong,biarkan aku pergi Ry"


"Mona tenanglah"


Saat Mona lengah Ry berhasil menangkapnya,dia peluk tubuh kecil Mona dengan tangan yang penuh darah.


"Apa sebegitunya kau membenciku Mona?"

__ADS_1


bisik Ry yang membuat Mona terdiam


Setelah Mona agak tenang,Ry meminta agar ia berisitirahat tetapi saat Mona hampir terlelap Ry justru pergi dan mengunci Mona kembali. Dari dalam kamar terdengar suara Mona yang berteriak agar Ry membukakan pintu untuknya,tetapi Ry sendiri sengaja melakukan hal itu karena ia harus mengerjakan sesuatu dan sementara meninggalkan Mona.


__ADS_2