
Sore itu Mona tersadar dari mimpinya ia melihat sang ayah yang terbaring meminta tolong padanya,saat bangun hanya ada Dendra bersamanya saat itu melihat ia terbangun di dalam rumah sakit membuat Mona semakin terkejut.
"Kenapa aku dirumah sakit? dimana ayah?"
teriak Mona panik dan membuat Dendra yang saat itu sedang mengerjakan beberapa laporan panik
"Mon,kamu sudah bangun? tenang Mon,kamu hanya butuh istirahat sebentar"
"Dendra? ngapain kamu disini? dimana ayah dan ibuku?"
"Tentu saja untuk menemanimu,mereka ada kok"
Kebetulan Mona saat itu dibawa ke rumah sakit yang sama tempat ayahnya dirawat.
"Dra,tadi aku ketemu ayah. Dia minta tolong ke aku dan terus memintaku untuk menghampirinya"
"Iya Mon iya,nanti kita ke tempat ayahmu ya"
"Aku mau sekarang Dra"
"Tapi kamu baru siuman Mon,kita tunggu dokter dulu ya"
Dendra menekan tombol darurat untuk memanggil dokter,beberapa saat kemudian dokter datang dan memeriksa kondisi Mona.
"Syukurlah pasien telah melewati masa sulit,kini semuanya baik-baik saja yang terpenting jangan lupa istirahat lebih banyak"
"Jadi kapan saya boleh keluar dok?"
tanya Mona antusias
"Besok sudah boleh pulang,lukanya tidak begitu parah karena tidak menembus hingga ke nadi yang terpenting rutin minum obat saja biar lekas pulih"
"Terima kasih dok"
ucap Dendra
"Tu kan Den,aku udah baik-baik saja tapi kenapa harus nunggu besok buat pulang ? aku pengen cepet ketemu ayah"
"Ayah kamu ada disini kok Mon,jadi kita gak perlu nunggu kamu pulang"
"Dimana? aku mau bertemu dengannya"
__ADS_1
Dendra meminta izin pada dokter untuk membawa Mona keluar dari kamarnya,menggunakan kursi roda ia mengantarkan Mona ke ruangan tuan Hardjo dirawat. Sesampai disana nyonya Yekti terkejut melihat putrinya yang tengah duduk di kuris roda.
"Nak Dendra apa yang terjadi pada Mona? Sayang kamu kenapa?"
"Maaf Tante kami belum sempat memberi tahu Tante tentang kejadian yang menimpa Mona karena kami tidak ingin menambah beban pikiran Tante"
"Tapi apa yang sebenarnya terjadi Den?"
"Nanti biar papa dan mama yang menjelaskan pada Tante,yang terpenting sekarang Mona ingin bertemu dengan ayahnya"
"Bertemu ayahnya? tapi Mona kan?"
"Tante tenang saja,kondisi Mona sudah sepenuhnya pulih"
Nyonya Yekti begitu bahagia mendengar Mona tengah kembali seperti sedia kala,ia berharap putrinya itu dapat menerima dan memaafkan ayahnya yang tengah sekarat.
"Kamu mau ketemu ayah Mon? ibu anter ke dalam ya"
Mona mengangguk dan tersenyum pada ibunya,sesampai didalam kamar Mona melihat ayahnya yang terbaring tak berdaya dengan penuh peralatan medis,seketika itu Mona menjadi histeris dan menanyakan apa yang telah terjadi pada sang ayah.
"Bu,ayah kenapa? kenapa ayah bisa begini Bu?"
"Mona,Mona kamu tenang ya sayang. Ayah terkena serangan jantung karena keluarga kita bangkrut,dan ayahmu sudah begitu lama kritis dan tak kunjung sadar"
"Gak mungkin,tadi Mona baru aja ketemu ayah dan dia sehat-sehat saja. Kenapa sekarang ayah jadi seperti ini Bu"
"Dendra,apa yang di katakan Mona?"
"Mungkin tadi saat tidur Mona bermimpi ketemu om Hardjo Tante"
"Sayang,kamu gak boleh kayak gini ya. Kamu harus kuat,kamu harus tegar supaya ayah semangat buat sembuh"
"Tapi Bu,kenapa ayah begini? siapa yang melakukan ini semua pada ayah?"
Nyonya Yekti mencoba menenangkan putrinya itu,ia peluk tubuh Mona dan sedikit demi sedikit menceritakan apa yang telah menimpa keluarganya selama ini. Mona menangis sejadi-jadinya mendengar usaha sang ayah selama ini untuk membuatnya sembuh bahkan hampir tak menghiraukan urusan pekerjaan hanya demi membawanya berobat.
"Ayah bangun yah,Mona minta maaf. Mona tahu Mona salah yah,Mona janji bakal memperbaiki semuanya dan Mona janji akan mengikuti semua kemauan ayah"
"Mona,Mona sudah ya tidak ada yang perlu kamu sesali ini semua murni kesalahan ibu dan ayah yang terlalu menuntut kamu. Sekarang ayah udah sadar kalau kamu juga butuh bersenang-senang menghabiskan masa muda mu bukan hanya dengan pekerjaan"
"Dendra,tolong aku tolong minta dokter untuk membuat ayahku bangun. Aku mau ngomong sama dia Den aku mau minta maaf sama dia"
__ADS_1
"Nak Dendra,sebaiknya kamu segera bawa Mona kembali ke kamarnya,Tante takut kalau dia terus seperti ini akan membuat kondisinya drop kembali"
"Baik Tante"
Dendra berusaha menguatkan Mona dan meyakinkan bahwa ayahnya akan baik-baik saja,ia berjanji akan membuatnya bangun asalkan Mona mau menuruti perintah ibunya.
Dengan berat hati Mona meninggalkan ruangan ayahnya penuh tangis,ia juga tidak menyangka semuanya akan berantakan seperti ini setelah kejadian yang membuatnya hilang ingatan. Seketika rasa benci yang dulu pernah tercipta antara ia dan ayahnya sirna tak tersisa,kini hanya rasa sesal yang Mona rasakan saat ia tak mau mendengarkan kemauan ayahnya untuk menikah dengan laki-laki yang bersama dengannya sekarang.
"Den,apa kamu benar-benar mencintaiku?"
ucapan Mona barusan seketika membuat Dendra terdiam
"Den,kok kamu diam?"
"Kenapa kamu tiba-tiba tanya seperti itu Mon?"
"Aku hanya merasa mungkin memang ayah menginginkan kita menikah,tapi setelah sekian lama aku menolak mu apakah kamu masih memiliki perasaan yang sama seperti dulu?"
"Mon,mau sampai kapanpun perasaanku kepadamu tetap sama,meski kamu tidak pernah membalas rasa cintaku aku sudah cukup bahagia bisa hidup berdampingan denganmu"
"Aku janji Den,jika kamu berhasil buat ayahku sembuh dan membantunya bangkit kembali aku mau menikah denganmu"
"Kamu serius Mon?"
Mona mengangguk pelan
"Mon,tatap mata aku. Aku tidak ingin kamu melakukan ini hanya karena terpaksa"
"Apa yang bisa aku perbuat untuk membalas kebaikanmu dan keluargamu Den kecuali memberikan hidupku dan diriku untukmu"
"Mungkin ini terdengar egois Mon,tetapi aku benar-benar tidak bisa jika harus melihatmu menjadi milik orang lain"
"Kadang kita perlu egois agar bisa mendapatkan apa yang kita mau Den,dan aku rasa jual mahal hanya akan membuat orang sepertiku terlihat hina"
"Tidak Mon,jangan berkata seperti itu. Kamu tidak hina kamu itu permata berharga yang dimiliki oleh keluargamu"
"Makasih ya Den"
"Aku janji,jika kamu hidup bersamaku tidak akan ku biarkan kamu menderita sedikitpun"
Mendengar ucapan Dendra,Mona semakin yakin bahwa laki-laki pilihan ayahnya adalah yang terbaik dari yang paling baik. Apalagi asal usul Dendra serta keluarganya sudah jelas bahkan dengan mudahnya keluarga Dendra menerima Mona yang sudah tak memiliki apa-apa lagi.
__ADS_1