Dendam Sang Mantan

Dendam Sang Mantan
Penolakan Cinta Mona


__ADS_3

Setelah selesai makan Mona ijin untuk lebih dulu pergi ke belakang,beberapa pekerjaan yang tertunda ia kejar sedangkan keluarga Pak Sam dan Fikri masih berbincang-bincang menikmati menu penutup yang di hidangkan.Tuan Bayu membuka pembicaraan perihal perjodohan Fikri lagi seketika suasana di meja itu menjadi sangat serius.


"Bagaimana Fik? kamu benar-benar suka sama Mona?"


tanya papanya


"Memangnya kenapa sih pa? salah kalau Fikri suka sama Mona?"


"Enggak ada yang salah,cuma..."


"Cuma apa pa?"


"Cuma apakah Mona mau sama kamu?"


celetuk Nona Jenny


"Mama ini kenapa? memangnya aku ini sejelek itu sampai Mona gak mau?"


"Ya siapa tahu selera Mona bukan kamu"


imbuh Jenny


"Kalau papa mama sih tergantung Monanya Fik,kalau dia mau ya langsung saja. Tapi kamu harus tetap minta ijin sama om dan Tante kamu,kalau bukan karena dia mana mungkin kamu bisa kenal dan bertemu dengan Mona?"


"Jadi gimana Om,bulek? Fikri di restuin kan buat ngejar Mona?"


"Kalau om dan bulek sih boleh-boleh saja,tapi alangkah baiknya kamu tanya langsung ke orangnya"


jawab Bu Diah


"Iya,dan kalau memang nanti kalian jadi menikah om harap kamu dan Mona sebelumnya pergi berziarah ke makam Wira untuk meminta izin. Mau bagaimanapun Wira adalah pemilik asli Mona,jadi om dan Tante hanya dapat memberi saran itu"


imbuh pak Sam


"Baiklah kalau begitu om,bulek. Jadi gimana pa,ma om dan bulek udah ngasih lampu hijau ni buat Fikri"


"Ya sudah,sekarang keputusan ada di tangan Mona,apakah dia mau atau enggak sama kamu"


"Ma do'akan Fikri ya semoga Mona menerimanya"


"Iya Fik,mama akan selalu mendukung dan mendoakan apa yang menjadi pilihan kamu. Tapi mama berharap kalau kamu dan Mona segera bertunangan sebelum mama dan papa terbang ke Jepang"


"Iya betul sekali yang mama kamu bilang,nanti setelah bertunangan kamu bisa ajak Mona liburan bareng mama dan papa ke Jepang sambil merencanakan pernikahan kalian"


"Ide bagus tu pah,jadi kira-kira kapan om dan bulek?"


"Kami sih mengikuti Mona saja"


"Lagian kamu saja menyatakan cinta ke Mona saja belum udah buru-buru tanya waktu"


ledek Jenny


Tiba-tiba Fikri meninggalkan kursinya dan berjalan ke arah dapur,ia menemui Mona yang tengah sibuk memainkan penggorengan di atas kompor.

__ADS_1


"Mona,bisa kita bicara sebentar?"


tanya Fikri


"Fikri kamu ngapain disini?"


"Mona bisa kita bicara sebentar?"


"Aku gak denger kamu ngomong apa,disini terlalu bising"


teriak Mona


"Oke aku tunggu sampai masakan kamu selesai"


Mona hanya diam sambil menatap ke arah Fikri dengan kebingungan


"Fikri sebaiknya kamu kembali ke depan,di sini area kotor takutnya kemeja kamu kena noda masakan"


"Biarkan,aku hanya ingin menunggumu memberiku waktu sebentar"


Mona akhirnya menyerah dengan Fikri yang kekeh berdiri di sampingnya,ia meminta salah satu karyawan menggantikan posisinya lalu menggandeng tangan Fikri dan membawanya keluar dari dapur. Mereka kini tengah berada di meja kasir dengan kebisingan yang sedikit berkurang


"Kamu mau ngomong apa?"


"Tapi jangan disini"


"Memangnya kenapa? apasih yang membuatmu sengotot ini untuk bicara?"


"Ada hal penting yang ingin aku sampaikan,dan aku gak bisa mengatakannya disini"


Melihat Mona yang hampir jengkel dan akan kembali ke dapur,Fikri memberanikan diri untuk mencegahnya dan langsung memeluk erat tubuh Mona


"Fik kamu apa-apaan sih?"


teriak Mona sambil mendorong tubuh Fikri agar menjauh namun pelukan itu sangatlah erat hingga mencuri pandangan para pengunjung resto


"Mon,I love you"


bisik Fikri


Seketika Mona terkejut dan sekuat tenaga mendorong Fikri menjauh darinya,sambil menunjuk ke arah Fikri dengan tatapan marah


"Kamu gila ya? pergi dan jangan ganggu aku!!"


ucap Mona sembari membalikan badan pergi ke arah dapur


Orang tua Fikri,pak Sam,dan Bu Diah yang melihat hal itu agak kasihan kepada Fikri karena penolakan cinta dari Mona. Fikri berjalan dengan lemas kembali ke meja tanpa sepatah katapun


"Sabar ya nak Fikri,mungkin Mona sedang sibuk"


"Bukan sibuk lagi tapi memang karena dia gak suka sama Fikri"


goda Jenny

__ADS_1


"Pa Fikri kembali ke kantor duluan ya,masih banyak hal yang harus Fikri kerjakan"


"Hey anak papa,sebegitu putus asanya di tolak Mona?"


Fikri hanya terdiam dan terus berjalan menuju parkiran,Mamanya tidak ada henti tertawa melihat putranya yang gagal menyatakan perasaannya tersebut.


"Mbak jenny segitu girangnya melihat Fikri yang sedih?"


tanya Bu Diah


"Biar ini jadi pelajaran buat Fikri Di,biar dia tahu kalau sesuatu yang diinginkannya tidak selamanya harus di dapatkan dengan begitu mudah"


"Tapi apakah mungkin benar kalau Mona sama sekali tidak memiliki perasaan terhadap Fikri?"


celetuk tuan Bayu


"Mungkin karena baru saja Mona selesai dengan masa lalunya jadi ia tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan perihal cinta"


jawab Pak Sam


"Bisa jadi,apalagi Fikri dan Mona baru saja kenal dan belum sangat dekat. Bahkan Fikri dulu jarang sekali mau mengobrol dengan Mona atau hanya sekedar mengajaknya untuk keluar rumah"


"Yah mungkin semuanya butuh proses panjang kali ini,biarlah ini menjadi pembelajaran bagi Fikri jika segala sesuatu tidak bisa di dapatkan hanya dengan waktu singkat. Apalagi perihal cinta jika memang dia sangat ingin memiliki Mona dan mencintainya maka ia harus berjuang"


"Benar sekali pa,apalagi selama ini Fikri selalu mendapat apa-apa dengan mudah"


"Kalau begitu terima kasih sudah datang kemari mbak dan mas,semoga rasa masakan Mona tidak membuat kalian kecewa"


"Tidak sama sekali,justru ini adalah menu Nusantara terenak yang pernah saya coba"


"iya benar sekali pah"


Saat Tuan Bayu akan melambaikan tangan untuk meminta bill tiba-tiba saja Pak Sam melarangnya dan meminta agar mereka tidak mengeluarkan sepeserpun uang untuk makan siang hari ini.


"Loh kenapa Sam?"


"Mas ini kaya makan di tempat siapa aja,aku ini adikmu mas"


"Ya masak gak mau bayar sih,ini bisnis loh"


"Ya masak cuma ngasih sepiring nasi harus ku pungut laba dari kakakku"


"Ini nih yang buat kamu selalu gampang tertipu dengan rekan kerjamu,kamu terlalu sungkan dan berbelas kasihan"


"Sudahlah mas,kita sebagai manusia wajib melakukannya"


"Ya sudah kalau begitu terima kasih banyak Sam,dan Diah atas makan saingnya. Kami pamit pulang dulu"


"Iya mas, hati-hati mbak jenny juga"


"Kalau begitu kami permisi"


"Iya mbak jenny"

__ADS_1


makan siang itupun di tutup dengan tragedi gagalnya pernyataan cinta Fikri kepada Mona,namun hal itu tak menyurutkan niat Fikri untuk memperjuangan wanita yang telah mencuri hatinya tersebut.


__ADS_2