Dendam Sang Mantan

Dendam Sang Mantan
Dendam Dara Part 2


__ADS_3

Keesokan harinya seperti biasa Mona bangun pagi untuk menyiapkan makan pagi,biasanya sepagi ini suara Wira sudah memenuhi seisi rumah tetapi hari ini berbeda hanya ada Mona di rumah itu. Karena ia berangkat kerja sendirian Mona memutuskan untuk memesan Grab untuk pergi ke kantornya,seperti biasa ia harus berjalan sampai pos pemeriksaan terlebih dahulu.


"Pagi neng Mona,tumben jalan kaki. Mas Wiranya mana?"


tanya salah satu penjaga


"Wira sama orang tuanya kan pergi ke rumah neneknya semalam pak"


"Oh,saya tidak tahu neng soalnya bukan saya yang jaga semalam"


"Kalau begitu saya duluan ya pak,Mari"


Sesampai di kantor seperti biasa ia membuatkan kopi kesukaan atasannya dan meletakkannya di meja,sudah jam kantor tapi atasannya belum juga datang. Mona kembali ke ruangannya untuk menyiapkan dokumen-dokumen yang akan ia bawa ke pengadilan nanti,setelah beberapa saat atasannya datang dan meminta agar Mona segera bersiap.


Setiba di pengadilan Mona begitu sibuk dengan pekerjaannya,tak di sangka anak buah Dara dari tadi pagi telah memata-matai gerak gerik Mona. Hari ini pekerjaan Mona sungguh padat,ia bahkan harus mengambil lembur untuk menyiapkan beberapa file tambahan untuk kasus baru.


Di sela-sela pekerjaannya Mona sedikit terhibur karena tiba-tiba Wira menelfonnya


"Hallo Wira"


"Mon kamu udah pulang?"


"Belum,aku lembur hari ini karena ada beberapa pekerjaan tambahan"


"Maaf ya,hari ini aku dan yang lain belum bisa pulang. Karena papa masih harus mengurus beberapa hal disini"


"Iya gak apa-apa kok"


"Kamu baik-baik saja kan di sana?"


"Aku baik kok Wir,oh ya aku tutup dulu ya telfonnya soalnya takut gak kelar-kelar pekerjaanku"


"Iya Mon,kamu jangan lupa makan ya?"


"Iya kamu juga,bye"


Jam sudah menunjukkan pukul 18.00 Mona mengebut pekerjaannya agar cepat selesai, beberapa pekerja yang lembur silih berganti berpamitan kepadanya untuk pulang. Akhirnya tepat pukul 19.30 semua pekerjaan Mona sudah selesai,kini hanya ada dia dan dua orang satpam yang ada di dalam kantor. Mona segera keluar kantor dan memesan Grab,namun entah kenapa sangat susah saat itu mencarinya.


"Mbak Mona pulang naik apa?"


tanya salah satu penjaga kantor


"Grab pak"


"Kok tumben gak bareng mas Wira?"


"Iya Wiranya baru cuti"


"Oh,kalau begitu saya tinggal ke dalam dulu ya mbak"


"Iya mari mbak"



Saat Mona sedang menunggu di kursi taman dekat kantornya, tiba-tiba ada seseorang yang entah siapa membungkam mulutnya dan membawanya masuk ke dalam mobil.


Mona mencoba memberontak tetapi sayangnya ia kalah dan justru ada seseorang lainnya yang memukul kepalanya hingga membuat ia pingsan. Beberapa jam setelah itu Mona terbangun dengan keadaan tangan dan kaki terikat di kursi,sekitarnya nampak ruangan yang gelap dan sunyi. Mona berteriak meminta tolong namun nihil tidak ada siapa-siapa di sana, tiba-tiba lampu menyala dan didepan Mona sudah ada dua laki-laki yang mengawasinya.

__ADS_1


"Siapa kalian? dan dimana aku sekarang?"


"Diam"


bentak laki-laki itu


"Tolong lepaskan saya"


Teriak Mona lagi


"Kamu bisa diam tidak?"


"Dasar pengecut,beraninya main tangkap kalau berani lawan aku"


Salah satu dari laki-laki itu merasa marah dengan ucapan Mona,ia menampar wajah Mona hingga sudut bibirnya berdarah.


Namun tiba-tiba terdengar suara langkah kaki lainnya yang menghampiri mereka


"Stop"


teriak seorang wanita


"Maaf bos"


"Kalian boleh keluar,biar saya yang membereskannya"


"Baik bos"


ucap semua orang yang ada di sana


Mona merasa penasaran dengan sosok wanita yang di panggil dengan sebutan bos sedari tadi,setelah wanita itu duduk dihadapannya Mona semakin terkejut karena dia adalah Dara.



"Apa kamu bilang? Dara? seenaknya saja kamu manggil aku Dara"


"Maaf maksud aku non Dara,tolong non bantu saya melepaskan ikatan ini"


"Enak saja,saya susah payah nyuruh orang buat bawa kamu kesini"


"Untuk apa?"


"Untuk memberimu pelajaran"


"Maksud non Dara? saya gak ngerti"


"Gak usah pura-pura bodoh, gara-gara kamu Ry jadi benci sama aku"


"Ry? maksud kamu tuan besar?"


"Ya dia"


"Apa salah saya?"


"Kamu mau tau apa salah kamu? salah kamu kenapa harus datang lagi di kehidupan dia,kenapa wanita seperti kamu membuatnya tergila-gila padahal kamu itu cuma pembantu"


"Saya gak paham maksud non"

__ADS_1


"Alah gak usah sok polos"


teriak Dara sambil menampar pipi Mona


"Apa-apaan kamu Dara,aku gak pernah yang namanya buat salah sama kamu apalagi sampai main tangan"


"Banyak omong kamu ya"


Dara mengeluarkan sebuah pistol dan mengarahkannya di kepala Mona,seketika tubuh Mona bergetar takut jika hal buruk terjadi di sana.


"Dara hentikan,ini gak lucu lagi"


"Kenapa? apanya yang gak lucu? kamu senang kan lihat aku kayak gini? di campakkan sama Ry"


"Dar,aku sama sekali gak tau soal kamu dan Ry bahkan aku gak ada hubungannya dengan kebencian Ry terhadapmu"


"Bulshit,dasar wanita murahan"


Emosi Dara sudah mencapai puncaknya ia menarik pelatuk dan siap menembakkan peluru ke dalam kepala Mona,Mona hanya diam dan memejamkan matanya berpasrah jika memang hanya sampai sini hidupnya.


Namun sebuah keajaiban datang,Adit tiba-tiba masuk ke ruangan itu dan mencoba merebut pistol yang ada di tangan Dara. Dengan sekuat tenaga Dara melawan Adit untuk merebut kembali pistol itu namun sayangnya perlawanan dia kalah. Sementara Dara aman di tangan Adit sedangkan Ry menghampiri Mona dan melepaskan ikatannya,tak terima dengan hal itu Dara semakin nekat dan mencoba untuk menyakiti Ry dengan sebuah besi di tangannya agar salah satu dari mereka tidak ada yang dapat memilikinya. Tetapi Mona yang mengetahui hal itu dengan sigap melindungi Ry dan besi itu mengenai kepala Mona,sontak darah mengucur deras dari kepala Mona yang terkoyak itu.



"Dit,bawa wanita setan itu pergi dan cepat panggil ambulance"


Ry memeluk erat tubuh Mona yang sudah tak sadarkan diri itu,darah mengalir deras membasahi baju Mona dan kemeja milik Ry.


Beberapa saat setelah ambulance datang Mona segera di larikan ke rumah sakit,Ry yang selalu mendampinginya tiada henti memanggil-manggil nama Mona.


Sesampai di rumah sakit hampir satu jam Mona berada di ruang operasi,ia harus mendapatkan beberapa jahitan akibat pukulan benda tajam itu


"Dok bagaimana keadaannya?"


"Operasinya berjalan lancar,sekarang tinggal menunggu pasien sadar"


"Tapi dia baik-baik saja kan dok,tidak ada gangguan atau semacamnya?"


"Untung saja hanya luka goresan saja dan tidak sampai mengenai tempurung otaknya jadi sampai sejauh ini masih aman"


"Terima kasih dok"


"Sama-sama"



Melihat Mona yang tengah di pindahkan ke ruang perawatan membuat Ry sedikit lega, beberapa saat ia menunggu Mona sadar namun kata dokter ia akan terbangun besok pagi. Akhirnya Ry memutuskan untuk menunggunya diluar, tiba-tiba Adit datang menghampirinya


"Tuan"


"Bagaimana Dit? kamu bawa kemana perempuan gila itu?"


"Sementara ini saya serahkan ke polisi tuan"


"Ya sudah,meski begitu kakaknya dapat dengan mudah membawanya pulang. Biar kali ini aku yang mengurusnya,kamu tolong jaga Mona"


"Baik tuan"

__ADS_1


Ry pergi meninggalkan rumah sakit untuk menemui kakaknya Leo,dia berencana pergi ke rumah kakaknya yang berbeda kota itu hanya demi untuk menyingkirkan Dara.


__ADS_2