
Saat Leo lengah,Mona berusaha menjadikan kesempatan ini untuk kabur. Leo yang lebih dulu keluar dari dalam buth up untuk mengambil handuk tidak sadar jika Mona melewatinya,namun baru saja ia akan membuka pintu tiba-tiba Leo melihatnya dan langsung mencegah Mona pergi.
"Mau kemana kamu?"
ucap Leo sembari memegang erat pergelangan tangan Mona
"Lepaskan,aku ingin keluar"
ucap Mona sembari menutupi tubuhnya dengan kemejanya yang basah
"Keluar dengan keadaan seperti ini?"
"Kamu yang membuatku seperti ini"
"Tunggu,aku akan mengambilkan handuk untukmu"
Leo mengambil handuk dengan tangan yang tetap memegangi Mona lalu memakaikannya ke tubuh Mona yang kedinginan itu,nampak sekali suhu badan Mona mulai membeku karena terlalu lama berendam di buth up lalu membawanya keluar.
Leo mengganti bajunya di depan Mona tanpa rasa sungkan, sementara Mona hanya memalingkan wajahnya dan berpura-pura tidak melihatnya. Setelah itu Leo seperti menghubungi seseorang di telfon dan berdiri agak jauh dari Mona, sementara itu Mona menggunakan kesempatan ini untuk membuka ponselnya dan mengirimkan tag lokasi kepada pak Sam. Hampir saja ketahuan saat Leo menghampirinya,untung saja dengan cekatan Mona menaruh ponselnya di bawah selimut.
"Kamu mau makan apa?"
"Terserah"
jawab Mona ketus
"Kamu masih marah sama aku?"
"Menurutmu?"
"Ayolah sayang,kita kan sudah suami istri wajar saja kalau kita berbulan madu seperti ini"
"Kamu gila ya? jelas-jelas yang kamu nikahi adalah Laras bukan aku"
"Itu semua karena kamu"
"Memang,karena aku sama sekali tidak menginginkan kamu untuk menjadi suamiku"
"Lantas? kalau bukan aku siapa? Ry?"
"Bukan dia ataupun kamu,yang jelas laki-laki yang jauh lebih baik dari kalian berdua"
"Katakan, laki-laki mana yang berani menggodamu?"
ucap Leo sembari memegang kedua bahu Mona
"Lepaskan aku,sakit Le"
"aku tidak akan membiarkan laki-laki manapun memilikimu kecuali aku"
"Seegois itukah kamu? aku adalah milikku bukan siapapun"
"Tentu saja,aku harus mendapatkan apapun yang aku mau termasuk kamu"
"Mimpi sana"
ucap Mona langsung melepaskan diri dari Leo
Melihat wanita di hadapannya berusaha kabur Leo tak dapat menahan kesabarannya lagi,ia menarik tali handuk yang Mona kenakan hingga hampir terlepas. Sementara Mona berusaha menahannya apapun yang terjadi sambil menunggu Pak Sam datang
"Lepaskan....!!"
"Kenapa? bukankah nanti juga akan kau buka?"
"Lepaskan Leo,atau aku akan berteriak"
"Teriak saja,Percumah. Kamar ini memiliki tingkat kedap suara yang lumayan bagus,sekarang cepat kemari"
Leo menarik Mona hingga terjatuh di atas tempat tidur,Mona yang ketakutan Leo akan berbuat nekat berusaha memberontak melepaskan diri.
"Jangan Leo,jangan lakukan ini"
Leo tak mengindahkan kata-kata Mona dan justru lebih nekat mencumbu Leher Mona yang jenjang,karena merasa jijik Mona terus berusaha melepaskan diri namun dengan terpaksa ia menendang paha bagian dalam Leo hingga ia tersungkur kesakitan.
__ADS_1
Mona menggunakan kesempatan ini untuk kabur dari sana,namun Leo dapat mengejarnya dan langsung menarik rambut Mona yang terurai dan membuatnya berhenti
"Awww sakit Leo, lepaskan....."
"Jangan pernah macam-macam denganku"
teriak Leo lalu menarik Mona ke dalam pelukannya
Mona terus memegangi handuknya agar tidak lepas dari tubuh,Leo melemparkan Mona lagi ke tempat tidur tetapi perlawanan dari Mona selalu membuatnya gagal. Sekuat tenaga Mona mengulur waktu sampai Pak Sam datang,Mona memberontak namun Leo menggunakan cara kekerasan untuk menjinakkannya.
"Prakkkk"
tamparan melayang di pipi Mona dan membuatnya memerah
"Keterlaluan kamu Leo"
ucap Mona sembari memegangi pipinya tersebut
"Makanya jangan banyak tingkah,atau aku akan menggunakan kekerasan"
"Lakukan, lakukan saja sepuas mu. Lalu setelah itu aku akan....."
"Akan apa? akan apa sayang? katakan???"
teriak Leo lagi dan membuat Mona ketakutan
Saat Leo hendak membuka handuk Mona secara paksa tiba-tiba terdengar pintu kamar di ketuk,Leo langsung menghentikan aktivitasnya dan meminta Mona untuk diam. Leo berjalan menuju pintu sembari mencari tahu siapa yang ada di balik pintu tersebut
"Siapa?"
"Pelayanan hotel tuan"
jawab pria di balik pintu itu
Setelah di buka,Leo terkejut karena mendapatkan pukulan tepat di wajahnya oleh Pak Sam ternyata ia datang bersama Fikri dan anak buahnya,melihat para bodyguard Leo telah di kalahkan menjadikan Pak Sam mudah menerobos masuk. Mona yang ketakutan hanya berdiam duduk di atas tempat tidur sambil menutupi dirinya dengan selimut,Pak Sam yang melihatnya langsung menghampirinya dan meminta Fikri mengurus Leo dan membawanya ke polisi.
"Mona,nak kamu gak kenapa-kenapa kan?"
Mona hanya menggeleng dan terus meneteskan air mata
"Mona takut pak"
"Kamu tenang saja ya,sekarang bapak ada disini"
"Iya pak"
"Tapi apa laki-laki bajingan itu sempat melakukan hal-hal yang tidak di inginkan sama kamu?"
Mona hanya menggeleng
"Syukurlah,bapak janji dia akan di berikan hukuman yang setimpal atas perbuatannya itu"
Pak Sam membawa Mona keluar dari hotel dengan handuk kimono yang masih melekat pada tubuhnya,Fikri yang melihat hal tersebut langsung menghampiri mereka berdua
"Om,Mona gak kenapa-kenapa kan?"
"Mona hanya trauma saja Fik"
"Kalau begitu kita bawa ke dokter sekarang?"
"Enggak,enggak. Mona gak mau ke dokter pak,Mona hanya ingin pulang"
"Iya iya,kita pulang ya. Fikri kamu ambil mobil om tunggu disini sama Mona"
"Baik Om"
Di perjalanan menuju rumah Pak Sam terus memeluk putrinya yang ketakutan itu,Fikri meminjamkan jasnya untuk menutupi paha Mona yang kedinginan. Sesampai di rumah Mona langsung di sambut oleh Bu Diah dan orang tua Fikri
"Ya Allah Mona"
ucap Bu Diah sembari menghampiri Mona dan memeluknya
tangis Mona pecah di pelukan Bu Diah semua orang disana merasa kasihan terhadap Mona yang baru saja mengalami nasib buruk. Bu Diah lalu membawa Mona masuk ke kamarnya dan mengambilkan baju supaya putrinya tidak keingat kejadian itu lagi,setelah beberapa menit Mona tertidur di samping Bu Diah karena kelelahan.
__ADS_1
"Maafkan ibu dan bapak ya Mona,ibu dan bapak lalai menjaga kamu yang sedang dalam masalah besar. Ibu janji, kedepannya tidak akan ada lagi yang berani menyakiti kamu"
ucap Bu Diah sembari mencium dahi Mona
Bu Diah beranjak dari tempat tidur Mona dan keluar dengan pelan-pelan agar tidak membangunkannya, sementara itu Pak Sam,Fikri dan kedua orangtuanya telah menunggu di ruang tamu.
"Gimana Bu?"
tanya pak Sam
"Mona tidur pak,tadi ibu beri sedikit salep untuk memar di wajahnya"
"Memar?"
"Iya, sudut bibirnya bekas luka dan ada sedikit darah kering. Tadi ibu bersihkan sembari mengoleskannya salep"
"Kurang ajar sekali laki-laki itu, berani-beraninya membuat Mona seperti ini"
"Om, bagaimanapun kita harus melakukan visum agar laki-laki itu mendapat hukuman tambahan"
"Kamu benar,tapi kita tetap harus menunggu sampai Mona sendiri siap"
"Iya om"
"Mas Bayu dan sekeluarga saya mengucapkan terima kasih karena telah membantu saya mencari Mona,kalau tidak ada Mas Bayu pasti Mona tidak akan pulang malam ini"
"Kamu tenang saja Sam,jika dia putrimu bukankah berarti dia juga keponakanku?"
"Iya mas"
"Tapi tetap saja dia anak angkat Om Sam Sam bulek Diah pah"
ucap Fikri secara tiba-tiba
"Memangnya kenapa kalau Mona anak angkat? kamu suka sama dia?"
tanya tuan Bayu
"Emmm enggak kok pa,papa ini apaan si?"
"Duh pah,anak kita diam-diam mulai jatuh cinta"
"Mama,apaan sih ma enggak kok"
ucap Fikri malu-malu
"Ya sudah kalau begitu aku pamit dulu ya Sam,kalau ada apa-apa kamu kabari saja aku"
"Iya mas,sekali lagi terimakasih atas bantuannya"
"Sama-sama"
"Pah,Fikri nginep sini ya?"
"Tumben,ada apa?"
"Ya nanti siapa tahu ada teman laki-laki itu yang mencoba kemari untuk berbuat macam-macam kepada Mona"
"Jadi kamu udah mulai khawatir sama Mona?"
"Papa apaan sih?"
"Ya sudah kalau begitu terserah kamu saja,selama om kamu gak keberatan ya gak apa-apa "
"Om,bulek boleh kan Fikri nginep sini?"
"Boleh saja"
"Ya sudah kalau begitu papa sama Mama pulang dulu,kamu jaga diri baik-baik"
"Iya pa"
Tuan Bayu dan istrinya pamit pulang sementara Bu Diah menyiapkan kamar untuk Fikri,Pak Sam yang mengobrol di teras merencanakan kedatangannya ke polisi besok.
__ADS_1