Dendam Sang Mantan

Dendam Sang Mantan
Hari H


__ADS_3

Akhirnya tinggal selangkah lagi Leo resmi mendapatkan Mona,meski dengan cara ini ia dapat memiliki Mona seutuhnya namun ia tak takut sekalipun harus menghancurkan adik angkatnya sendiri. Merasa dirinya menang karena dapat menahlukkan Mona membuat Leo begitu sombong,malam ini di rumahnya akan di adakan pesta bujang bersama para kolega dan sahabatnya. Mona sendiri yang tak memiliki teman memutuskan untuk berdiam diri di kamar sembari di temani oleh asistennya yaitu Laras yang baru-baru ini Leo pekerjakan untuk menemani Mona selama dirumah,nampak semuanya normal-normal saja tetapi siapa sangka Mona telah menyusun sebuah rencana untuk besok.


Segala persiapan pernikahan sudah selesai,malam ini setelah pesta bujang Leo akan membawa Mona ke hotel tempat diadakannya pernikahan mereka untuk persiapan besok pagi.


Laras hanya duduk sembari menonton film bersama Mona,merasa kasihan dan ingin sekali membantunya untuk mencairkan suasana ini.


"Nona,anda baik-baik saja?"


tanya Laras


"Yah aku baik-baik saja"


"Besok anda akan menikah,apakah anda tidak merasa senang nona?"


"Bagaimana aku harus merasa senang,sedangkan pernikahan ini penuh kepalsuan"


"Maksud nona?"


"Pernikahan ini semua hanya pernikahan sepihak yang hanya di setujui oleh Leo bukan aku"


"Jadi nona tidak setuju menikah dengan tuan Leo?"


"Tidak sama sekali"


"Lantas,kenapa nona melakukannya?"


"Aku terpaksa,karena jika tidak dia akan menyakiti orang yang aku cintai dan menjebloskannya ke dalam penjara"


"Anda sampai rela berkorban seperti ini untuk pria yang anda cintai nona?"


"Terkadang hidup memang bodoh,meski kita tahu orang itu tidak pantas untuk di perjuangkan namun bagaimanapun dia adalah cinta pertamaku"


"Sama halnya dengan saya nona,saya bertahun-tahun lalu mencintai seorang pria yang tidak tahu hatinya untuk siapa. Saya begitu baik dan berusaha membuatnya bahagia dengan memberikan apa yang ia mau,sampai akhirnya saya tahu bahwa selama ini dia sama sekali tidak memiliki perasaan untuk saya"


"Kejar,selama kamu mencintainya dan dia tidak mencintaimu maka perjuangkan dan buat dia untuk bisa mencintaimu"


"Mustahil nona"


"Kenapa?"


"Karena besok dia akan menikahi perempuan yang ia cintai"


"Lalu kamu menyerah?"


"Bagaimana tidak? jika sainganku sendiri secantik anda"


"Maksud kamu?"


"Iya nona, laki-laki yang saya katakan adalah tuan Leo. Saya adalah adik angkat yang di besarkan oleh orang tuanya,sejak keluarga saya kecelakaan waktu usia saya kelas satu SMA membuat saya jatuh hati kepada anak orang yang telah menyelamatkan nyawa saya yaitu tuan Leo"


"Lalu,apakah dia tahu jika kamu memiliki perasaan untuknya?"


"Saya pernah sekali menyatakannya namun tuan Leo menolak dengan alasan ia telah menganggapku sebagai adiknya sendiri,sejak itu pupus sudah harapan saya nona"


"Tapi sampai sekarang kamu masih mencintainya?"


Laras mengangguk,ini membuat Mona sedikit mendapatkan ide untuk kabur besok pagi


"Kamu sangat mencintainya bukan?"


"Iya nona"

__ADS_1


"Kamu ingin bersamanya"


"Tentu nona"


"Kalau begitu aku akan membantumu"


"Bagaimana caranya? bukankah besok anda dan tuan Leo sudah akan menikah"


"Pokoknya kamu ikuti saja apa kataku,aku yakin kamu dan Leo akan bersama"


"Nona yakin melakukannya"


"Iya,tapi kamu janji kamu akan bantu aku untuk melarikan diri"


"Baik nona"


Mona dan Laras menyusun rencana dengan matang hingga tepat pukul 00.00 Leo meminta Sony membawa Mona pergi ke hotel untuk persiapan besok pagi,sesampai di hotel Mona segera menghubungi Laras dan memintanya datang ke kamar namun siapa sangka jika penjagaan diluar sangatlah ketat.


Laras bersembunyi di pintu tangga darurat dan menghubungi Mona untuk memberitahukan situasi di luar kamar


"Hallo Laras,kamu dimana?"


"Hallo nona Mona,saya sekarang di pintu tangga darurat. Tadi saat mau ke kamar nona di luar ada dua penjaga yang menunggu di depan pintu"


"Sial,ternyata Leo mengawasi ku,kalau begitu masuk saja aku akan mengatakan bahwa kau suruhan Leo untuk menemaniku"


"Baik nona"


Laras kemudian langsung pergi menuju kamar Mona,sesampai di depan dua penjaga itu melarangnya masuk


"Maaf Anda siapa?"


"Saya Laras,saya diminta tuan Leo untuk menemani nona Mona malam ini"


"Jadi kalian tidak percaya padaku"


"Biar saya telfon tuan dulu"


ucap salah satu penjaga


Laras merasa khawatir karena ia akan ketahuan oleh kakaknya,untung saja Mona langsung keluar menemui mereka


"Ada apa ini?"


"maaf nona mengganggu anda istirahat,ini ada orang yang mengaku bahwa malam ini diminta untuk menemani anda"


"Lalu kamu telfon siapa itu?"


"Telfon tuan Leo nona"


"Tutup"


"Ta tapi nona"


"Tutup kataku"


"Baik nona"


"Apa kalian tidak tahu siapa dia?"


"Tidak nona"

__ADS_1


"Dia itu adik Leo, berani-beraninya kalian melarang dia masuk"


"Oh maafkan kami nona,saya tidak tahu jika anda adik tuan Leo"


"Kalau begitu katakan pada Leo jika nanti dia menghubungi mu balik,katakan jika tadi adiknya datang untuk menemaniku"


"Baik nona"


Mona langsung menggandeng Laras masuk ke kamarnya,jantung mereka berdua sama-sama berdebar jika saja rencananya kali ini gagal. Mereka berdua bersorak kecil karena berhasil mengelabuhi para penjaga dan lolos.


Sebelum pagi datang,Mona menjelaskan semuanya secara detail pada Laras mereka saling paham dan tinggal menunggu besok untuk menjalankan rencana tersebut. Malam itu Mona sedikit tenang karena akhirnya dia memiliki titik terang untuk keluar dari semua ini.


Keesokan harinya para MUA dan desainer yang telah di sewa Leo masuk ke dalam kamarnya,dengan tenang Mona menyambut kedatangan mereka.


"Nona apakah anda sudah siap?"


"Ya"


"Tolong yang tidak berkepentingan bisa keluar"


ucap salah satu penata make up bermaksud mengusir Laras


"Kenapa? dia adalah pengiring pengantinku. Kalian tidak berhak mengusirnya"


"Baiklah nona maafkan kami"


Setelah kurang lebih satu jam bersiap akhirnya Mona selesai,ia menambahkan rencananya agar para panata gaun menambahkan penutup wajah dan kepala supaya ia tidak malu di depan para tamu.


"Ta tapi nona,ini tidak ada dalam rangkaian rencana kami"


"Berikan saja"


"Kami harus meminta izin pada tuan Leo terlebih dahulu nona"


"Baiklah,katakan padanya jika dia tidak setuju aku akan membatalkan pernikahan ini"


Salah satu penata rias keluar dan menemui Leo,setelah berunding kurang lebih lima belas menit ia kembali ke kamar Mona lagi.


"Bagaimana?"


"Tuan Leo mengizinkannya nona"


"Bagus,kalau begitu segera pasangkan"


Setelah selesai dengan semuanya para desainer itu keluar,Mona dan Laras segera beraksi mereka saling tukar pakaian dan beberapa menit kemudian mereka selesai.


"Bagaimana penampilanku nona?"


"Perfect,sekarang tinggal aku mencari cara untuk keluar dari sini. Jangan bicara apapun sampai acara ijab kabul selesai"


"Baik nona"


Dan yang benar saja setelah mereka beres seorang penjaga meminta Mona turun ke ballroom untuk segera memulai acara akad,para tamu undangan telah hadir dan Leo juga sudah berada di meja akad.


Mona mengawasi dari kejauhan untuk memastikan rencananya berhasil,Leo juga sudah mengucapakan ijabnya dengan lancar sekarang waktu yang paling menegangkan saat ia hendak membuka penutup milik Laras.


Laras yang berada di sana hanya dapat merasakan ketakutan dan keringat dingin yang hebat,Leo memegang tangannya dan ia bingung kenapa dingin sekali


"Sayang kamu sakit?"


tanya Leo yang tidak mendapatkan jawab

__ADS_1


Untuk memastikan bahwa istrinya baik-baik saja ia segera membuka penutup itu dan Leo beserta para tamu undangan terkejut melihatnya.


__ADS_2