Dendam Sang Mantan

Dendam Sang Mantan
Lembaran Baru


__ADS_3

Mona dan Wira memutuskan untuk membuka lembaran baru,meski mereka sekarang tidak lagi mempunyai penghasilan. Namun mereka tidak putus asa untuk mencari pekerjaan,untung saja keluarga Wira memiliki usaha yang cukup untuk mereka kembangkan. Ayah Wira yang bernama pak Sam adalah seorang TNI dan ibunya Bu Diah memiliki bisnis butik kecil-kecilan,setelah memulai lembaran baru Wira memutuskan untuk mengajak Mona pulang ke rumahnya dan mengenalkan kepada kedua orangtuanya. Kehadiran mereka disambut baik oleh keluarga terutama ibu dari Wira sendiri.


"Pah,lihat siapa yang datang"


teriak Bu Diah didepan rumahnya


Wira tersenyum lebar sembari menghampiri ibunya,dipeluk lah wanita setengah baya tersebut. Pak Sam yang keluar rumah juga ikut tersenyum melihat putranya yang tengah lama pergi tanpa kabar itu kembali ke rumah.


"Bu maafin Wira yang selama ini tidak mengikuti kata bapak dan ibu,Wira tahu salah maka Wira siap jika akan menerima hukuman"


ucap Wira sambil terisak di peluk ibunya


"Tidak nak,ibu sudah senang sekali melihat kamu pulang ke rumah,sudah lima tahun kamu tidak pulang hal itu menjadi ketakutan sendiri untuk ibu"


"Sudah-sudah tidak ada hukum-hukuman dan tidak ada lagi pergi-pergi dari rumah,sudah cukup bandel mu sekarang kamu harus ikut apa kata orang tua"


"Ini siapa Le?"


(Le ucapan Jawa halus untuk anak laki-laki)


tanya Bu Diah


"Kenalin Bu,ini Mona dia kekasihku"


"Apaan sih Wira,salam Tante dan om Saya Mona teman Wira"


"Cantik sekali nak Mona"


"Bu,Mona boleh kan untuk sementara waktu tinggal bersama kita?"


"Tentu saja boleh,tapi bagaimana dengan keluarganya?"


"### Mona sebatang kara bu"


ucap Wira


"Ya sudah mari masuk,akan ibu tunjukkan kamar nak Mona"


Mereka akhirnya masuk ke dalam rumah dan saling mengakrabkan diri,banyak suka cita yang datang setelah kehadiran Mona apalagi setelah sekian lama Wira tidak pulang ke rumah karena tidak ingin mengikuti jejak ayahnya sebagai anggota TNI.


Bu Diah mengajak Mona untuk melihat kamarnya,di perjalanan Bu Diah bercerita tentang Wira yang beberapa tahun ini tidak pernah pulang ke rumah,salah satu faktor adalah terlalu kerasnya sang ayah mendidiknya.


"Nah nak Mona,ini kamar kamu. Semoga kamu betah ya"


"Makasih banyak Bu"


"Sama-sama,sekarang kamu istirahat dulu biar ibu masakkan makanan untuk nanti malam"


"Baik Bu,terima kasih"


Wira menemui mamanya yang tengah berada di dapur


"Mama lagi ngapain?"


"Masak le,kamu selama ini kemana saja to?"


"Mama tenang saja,Wira gak aneh-aneh kok"


"Terus kamu dimana ketemu sama nak Mona?"


"Cantik kan Ma?"


"Aduh ternyata bukan cuma teman ya?"


"Ya enggaklah Ma,memangnya ada pertemanan antara Laki-laki dan perempuan?"


"Jadi?"

__ADS_1


"Ya aku sama Mona itu memang pacaran,tapi ya baru-baru saja. Kita ketemu di tempat kerja,orangnya tuh baik banget,ramah,pinter masak lagi"


"Oh ya?"


"Iya,apalagi kopi buatan Mona itu hmm rasanya luar biasa"


"Jangan-jangan sebelumya kalian sudah pernah tinggal satu rumah ya?"


"Ya memang,kan kita kerja di tempat yang sama"


"Memangnya kalian kerja apa?"


"Udah gak usah dibahas lagi deh Ma,kalau boleh tahu Mama masak apa nih?"


"Ini sayur soup kesukaan kamu"


"Wah,makasih banyak Ma,kalau gitu Wira mau ke depan dulu ngomong sama papa"


"Ngomong saha?"


"Ngomong buat ngelamar Mona jadi istri aku,kan mama udah setuju nih tinggal papa dong"


"Astaga, Wira-wira pulang-pulang minta nikah tu anak"


Pak Sam yang tengah merapikan senjatanya dikagetkan oleh kehadiran Wira


"Kamu ngapain senyum-senyum gitu?"


ucap papa Sam


"Papa sensi amat sama Wira?"


"Jangan kamu kira mama mu sudah memaafkan jadi kamu bisa berbuat seenak jidatmu lagi"


"Iya maaf pa"


"Iya pa Wira tahu Wira salah,maafkan Wira ya pa. Wira janji tidak akan meninggalkan rumah lagi"


"Baiklah papa maafkan kali ini,lain kali tidak ada kabur-kaburan dari rumah"


"Siap bos"


"Sebenarnya papa mau tanya sama kamu"


"Tanya apa pa?"


"Ada hubungan apa kamu sama temen cewekmu itu?"


"Kalau misalkan pacaran papa setuju gak?"


"Emb gimana ya?"


"Kenapa pa?"


"Papa si setuju saja kalau dia mau sama kamu"


"Kok papa ngomongnya gitu?"


"Ya gimana lagi,dia kasihan kalau dapat kamu?"


"Lah kok gitu pa?"


"Kamu itu udah gak punya masa depan,pengangguran,jelek lagi. Mau kamu kasih makan apa dia nanti?"


"Ya aku akan berjuang sekuat tenaga untuk menafkahi dia"


"Wira dengerin papa,wanita cantik itu perlu biaya banyak. Jangan asal modal cinta saja kamu,kalau nanti sudah berumah tangga baru tahu rasa bahwa uang itu bisa mengalahkan yang namanya cinta"

__ADS_1


"Tapi papa setuju kan?"


"Setuju saja papa tu, ngomong-ngomong bagaimana bisa dia tidak memiliki keluarga lain?"


"Jadi ayahnya telah meninggal,dan ibunya begitu membenci dirinya karena dia di fitnah oleh calon tunangannya karena perusahaannya hampir bangkrut,setelah itu adik Mona malah mengkhianatinya dengan menikahi calon tunangan Mona"


"Kasihan sekali dia,masih saja ada yang tega menyakiti perempuan secantik dia"


"Ets papa? Papa muji Mona cantik mulu"


"Muji cantik bukan karena papa suka sama Mona,tapi mengagumi"


"Wah pasti papa bangga dong bisa dapatkan menantu secantik Mona"


"Menantu? memangnya dia mau sama kamu?"


"Memangnya kalau Mona gak mau sama Wira,terus papa mau gantikan gitu?"


"Ya kalau Mona mau sih papa gak akan keberatan"


"Maa,papa mau poligami"


teriak Wira memanggil mamanya yang langsung disambut dengan mata melotot milik papa Sam.


Tiba-tiba mama Diah keluar menghampiri mereka berdua yang ada di teras


"Ada apa ini berisik sekali?"


"Ini lho ma papa katanya mau poligami"


"Heh ngarang,anakmu itu yang maksa-maksa papa buat cari mama baru"


"Enak saja papa"


"Sudah-sudah jangan bertengkar,Wira kamu mandi sana terus suruh Mona juga mandi setelah itu kita turun sholat Maghrib bareng lalu makan"


"Siap ma,kalau begitu Wira masuk dulu ya ma"


"Iya iya"


"Ingat Wira,mandi yang wangi biar Mona gak mikir dua kali buat nikah sama kamu"


teriak papa Sam sembari menggoda anak laki-lakinya itu


"Papa ini apa-apaan sih"


ucap Mama Diah


"Habisnya anakmu itu ngebet banget buat nikah sama Mona"


"Iya sih pa,tadi di dapur dia juga tanya apa mama setuju dengan hubungan mereka"


"Kalau menurut papa ada baiknya juga ma,lagian berkat Mona dia mau kembali ke rumah"


"Mama gak mau pa kalau suatu saat nanti Wira akan pergi dari rumah lagi"


"Papa juga tidak mau hal itu terjadi ma,tapi apa boleh buat? kita mau menikahkan mereka berdua tapi Wira sendiri belum memiliki pekerjaan yang mapan"


"Papa coba bujuk dia buat masuk ke pendidikan lagi?"


"Terlambat ma,meski dia bisa pengangkatannya pun akan lama. Ada baiknya jika dia membangun bisnis"


"Ya masalah itu papa dan Wira saja yang merundingkan,yang terpenting masa depan Wira lebih terlihat"


"Iya ma,pasti papa akan lakukan yang terbaik"


"Ya sudah kalau gitu kita masuk pa,sudah mau Maghrib ini"

__ADS_1


Mereka semua pun masuk kedalam rumah dan melakukan sholat magrib berjamaah sebelum akhirnya memulai makan malam.


__ADS_2