
Sore hari saat kondisi rumah sudah sepi,karena teman-teman sosialita nonya Jeny sudah pulang. Jeny yang begitu kelelahan tidak sempat menyapa menantunya yang baru saja pulang dari bulan madu,seperti biasa setiap sore Fikri selalu menyempatkan diri untuk berenang di kolam yang ada di belakang rumah. Mona yang merasa bosan di kamar mencoba mencari udara dan ingin bertemu Fikri.
Salah satu asisten rumah tangga yang sedang membersihkan sisa-sisa acara pertemuan nyonya Jeny tadi terkejut karena ada orang tak di kenal berkeliaran di rumah ini,ia langsung menegur Mona yang baru saja turun dari tangga.
"Maaf mbak ini siapa ya?"
"Oh maaf saya lupa memperkenalkan diri,saya Mona..."
"Oh istri tuan Fikri ya?"
"Iya benar"
"Maaf nona saya tidak tahu kalau tuan dan nona sudah kembali dari honeymoon,kalau boleh tahu nona butuh apa biar saya bantu?"
"Tidak,saya hanya ingin mencari udara segar"
"Kalau begitu nona bisa berjalan-jalan ke taman belakang rumah,disana juga ada kolam renang dan kolam ikan untuk refreshing sejenak"
"Kalau boleh tahu saya harus berjalan ke arah mana ya?"
"Dari sini nona bisa lurus saja,nanti kelihatan kolamnya dari sana"
"Terima kasih"
"sama-sama nona"
Mona mengikuti petunjuk yang di berikan oleh asisten rumah tangga tadi dan bertemu dengan lahan yang luasnya cukup untuk membuat dua buah rumah mewah. Disana terdapat kolam renang yang luas dengan air mancur dan beberapa gazebo untuk sekedar santai. Fikri yang melihat Mona sontak terkejut dan bersembunyi di bawah air.
Mona menikmati udara sejuk disana dan menghampiri salah satu gazebo yang ada di samping kolam ikan,ia sangat senang menatap ikan warna warni yang berenang kesana kemari.
Saat hendak menelusuri area lainnya Mona terkejut melihat Fikri yang hanya menggunakan celana pendek dan basah kuyup di depannya
'Fik,apa yang kamu lakukan disini dengan baju seperti itu?"
"Ya berenanglah nona,kamu gak lihat badan aku basah kuyup"
Mona memandangi perut Fikri yang rata dengan roti sobek itu,ia menatap sebentar lalu menggelengkan kepalanya sambil memejamkan mata.
"Kamu kenapa Mon?"
"Emb enggak apa-apa kok,kalau begitu aku masuk dulu"
Fikri tidak akan membiarkan Mona pergi begitu saja,ia mendekap Mona dan melemparkan diri ke kolam renang bersama. Seketika Mona terkejut dan berteriak merutuki suaminya itu
"Fikriiiiiii....."
teriak Mona yang mencoba menyeimbangkan diri di dalam air
"Segar bukan?"
"Kamu ini kenapa suka sekali membuatku kesal?"
"Karena kalau kamu cemberut wajah kamu semakin cantik dan menggemaskan"
"Dasar buaya"
ucap Mona sembari menyipratkan air ke arah Fikri
Mereka akhirnya berperang air dan tak menyadari kalau Jeny sedari tadi memperhatikan mereka dari atas balkon kamarnya. Jeny sangat senang melihat anak dan menantunya yang begitu mesra,terlebih lagi Jeny sudah tidak sabar untuk menimang cucu dari mereka.
__ADS_1
Setelah puas berenang Fikri dan Mona berganti baju dengan handuk kimono yang tersedia di kamar mandi area kolam,karena tak ingin istrinya terpeleset sebab lantai yang licin dan alas sendal yang Mona gunakan bukan anti slip akhirnya Fikri memutuskan untuk menggendong Mona menuju kamarnya. Fikri tak memberikan aba-aba apapun kepada istrinya sehingga membuat Mona terkejut dan malu atas perlakuannya.
"Fikri,kamu apa-apaan sih turunin gak?"
"Udah kamu diam aja,lantainya itu licin nanti kamu malah jatuh lagi"
"Enggak,kalau sampai ada yang lihat mau di taruh mana muka aku?"
"Siapa yang mau lihat? paling juga pembantu,yang ada mereka iri sama kamu"
"Tapi Fik,udah turunin aja kalau mama lihat gimana?"
"Udah gak usah bawel deh kamu"
Fikri tak memperdulikan Mona yangg terus mengoceh meminta untuk di turunkan,di sisi lain para asisten rumah tangga yang melihat tersenyum karena tingkah majikannya yang masih dalam kondisi pengantin baru itu.
Tiba-tiba mereka berpapasan dengan Jeny yang hendak turun dari tangga,Mona sontak sangat terkejut dan memberontak meminta Fikri untuk menurunkan dirinya.
"Fik turunin,ada mama"
Fikri akhirnya mengikuti perintah Mona
"Kalian ini mau bikin seisi rumah iri apa?"
ucap Jeny
"Maaf ma,tadi Mona udah minta Fikri buat gak gendong tapi dia tetap aja kekeh melakukannya"
"Gak apa-apa. Mama gak nyalahin kalian,lagipula wajar saja pengantin baru seperti itu"
"Ya tapi kan tetap saja gak enak di lihat orang ma"
celetuk Jeny yang langsung turun
Fikri nyengir mendengar perkataan mamanya lalu melirik ke arah Mona.
"Ngapain kamu lihat aku kek begitu?"
"Ayo kita ke kamar Mon"
ajak Fikri semberi tersenyum kecil
"Enggak"
"Lalu kamu mau ganti baju disini"
Mona terdiam sejenak
"Iya enggaklah,ya udah aku mau ganti baju dulu kamu tunggu disini"
"Lah kok suruh nunggu disini Mon,dinginn"
teriak Fikri yang mengejar Mona
Malam hari seperti biasa keluarga Artadinata makan malam bersama,bedanya malam ini Mona mulai bergabung dengan keluarga itu. Beberapa orang disana merasa senang karena akhirnya rumah sebesar ini mendapatkan satu penghuni baru lagi,di sela-sela makan malam Jeny menceritakan tentang Fikri yang mungkin belum di ketahui Mona. Mulai dari makanan kesukaannya hingga kebiasaan buruk putra laki-lakinya itu.
"Mama stop,jangan ceritakan semuanya pada Mona?"
"Why? bukankah benar begitu kenyataannya"
__ADS_1
"Aku malu ma"
"Okey-okey, im stop. Oh ya Mona kamu besok ada rencana kemana?"
"Memangnya kenapa ma?"
"Mama mau ajak kamu ke mall sih buat cek store kue kita"
"Emb sebenarnya sih Mona ada janji ketemu sama...."
"Sama siapa Mona?"
"Sama teman lamanya Mona ma"
sahut Fikri
"Oh,bagus. Dia kemari?"
"Iya ma,jadi temen Mona ini dari Jakarta dan kebetulan ada kerjaan disini ya jadi Mona tadi bilang sama aku kalau besok dia mau ijin ketemu sama temennya itu"
"Oh begitu,okey selamat bersenang-senang ya Mona"
"Makasih ma"
"Nanti kalau Fikri gak bisa antar,kamu bisa pakai sopir mama"
"Oh gak perlu ma,kebetulan besok Fikri ada waktu free kok buat nganter Mona"
"Bukannya besok kamu ada rapat sama pak Bintang?"
sahut tuan Bayu
"Oh iya pa,Mona kebetulan ketemunya habis makan siang kok jadi aku bisa anterin dia setelah meeting"
"Oh yasudah,kalau begitu kamu ada waktu luang buat temenin istri kamu"
"Iya pa"
Makan malam itu berakhir dan di tutup dengan perbincangan Tuan Bayu dan putranya tentang pekerjaan,rencananya beberapa minggu kedepan orang tua Fikri akan berangkat ke Jepang untuk menemani Tania mempersiapkan wisudanya.
Saat Mona dan Fikri akan pergi ke kamarnya tiba-tiba nyonya Jeny menghentikannya
"Fik...."
"Iya ma,ada apa?"
"Sebentar lagi Tania kan wisuda jadi kamu sama Mona harus hadir loh"
"Iya ma pastinya"
"Tapi kamu udah buatkan istri kamu pasport?"
"Belum si ma,tapi secepatnya nanti aku buatkan untuk Mona"
"Okey,kalau gitu mama ke kamar dulu ya Good Night kalian"
"Malam ma"
Akhirnya Mona dan Fikri bisa bernafas lega setelah membohongi mamanya akan rencananya besok,tapi mau bagaimana lagi. Mereka sepakat untuk tidak memberitahu hal ini pada orang lain,dan hanya ada Fikri dan Mona yang tahu.
__ADS_1