
Sesampai di lokasi Dendra melihat Nyonya Yekti dan Tuan Hardjo yang begitu panik,ibu Dendra berusaha menenangkan nyonya Yekti sementara Dendra,tuan Hardjo,dan ayahnya menyisir lokasi dengan hati-hati.
Beberapa saat kemudian datanglah pak Agus dan beberapa warga setempat membawa peralatan yang ada,mereka mencoba turun kebawah mencari keberadaan Mona.
Setelah hampir satu jam akhirnya salah satu warga menemukan Mona yang tidak sadarkan diri tersangkut di sebuah batang pohon,karena kondisi jurang yang cukup rimbun mereka agak kesulitan mengevakuasinya.
Dendra mengikatkan dirinya pada sebuah tali yang di pegang oleh beberapa orang,ia memberanikan diri menuruni terjalnya jurang tersebut agar bisa membawa Mona naik ke atas.
Beberapa saat kemudian Mona berhasil diselamatkan,Dendra dan yang lainnya segera membawa Mona ke rumah sakit terdekat.
Mona dibawa ke UGD dengan kondisi penuh luka,pada kaki sebelah kirinya masih terdapat potongan kayu yang menancap tepat di betisnya.
Bahkan ketika Dendra menemukannya kondisi Mona penuh dengan lumuran darah dan lumpur.
Nyonya Yekti tak kuasa menahan tangis melihat putrinya terbujur kaku di ruang operasi,semuanya berusaha tenang dan berdoa untuk kesembuhan Mona.
"Tante,bagaimana ini semua bisa terjadi? bukankah tadi Mona ada di kamarnya?"
__ADS_1
"Tante mengajak Mona keluar untuk jalan-jalan semua itu karena ayahnya yang menyuruh agar dia dapat berbicara dengan Mona. Tetapi saat mereka saling berbicara justru terjadi perdebatan yang membuat masing-masing lepas kontrol,saat itu juga Mona berlari dari kita dan kami mengejarnya hingga Mona tidak melihat kondisi sekitar dan terjatuh"
"Tante,harusnya Tante tahu kalau Mona masih belum sepenuhnya sembuh"
"Maafkan Tante Dendra,Tante hanya mencoba membuat hubungan Mona dan ayahnya kembali seperti dulu lagi"
"Sudah-sudah,Dendra kamu tidak boleh menyalahkan Tante Yekti dan Om Hardjo seperti itu. Niat mereka baik dan mereka juga tidak tahu kalau akhirnya akan menjadi seperti ini"
Dendra merasa marah karena lagi-lagi akibat keegoisan Tuan Hardjo membuat Mona seperti ini.
Nyonya Yekti menangis melihat kondisi putrinya dari balik pintu kaca,penuh dengan balutan perban dan memar di wajah cantik itu. Begitu pula Dendra yang merasa sedih melihat orang yang ia cintai tergeletak tak berdaya seperti itu.
Tak seharusnya ia membiarkan Nyonya Yekti membawanya tanpa sepengetahuan Dendra,meski sudah terlihat normal namun kondisi emosional Mona masih sangat berbahaya. Dan inilah jadinya jika ia tidak dapat mengontrol emosinya,maka itu akan menjadi Boomerang untuk siapapun.
Hampir satu Minggu Mona belum juga bangun, kondisinya yang kritis membuat keluarga semakin terpukul. Tuan Hardjo semakin stress akan hal itu,nyonya Yekti terus menerus menyalahkan suaminya akibat apa yang menimpa pada putrinya.
Benturan keras yang terjadi membuat saraf sadar Mona susah merespon apa yang dokter usahakan,kini hampir satu bulan setelah kecelakaan tersebut dan Mona belum juga bangun.
__ADS_1
Berbagai cara sudah Tuan Hardjo lakukan hingga rela membayar besar agar putrinya sembuh,karena terlalu fokus akan kesehatan Mona kondisi perusahaannya kacau. Ia tak menyadari bahwa banyak orang mengincar kelengahan tuan Hardjo agar dapat menjatuhkannya.
Dua bulan setelah kejadian tersebut akhirnya untuk pertama kali Mona membuka matanya,seluruh keluarga begitu bahagia namun ada satu hal yang membuat semuanya bingung.
Mona lupa bahwa tuan Hardjo adalah ayah kandungnya,ia sama sekali tak mengenali tuan Hardjo bahkan ia menanggap ayahnya seperti orang asing.
Semua orang panik termasuk Nyonya Yekti
"Dok apa yang sebenarnya terjadi,kenapa putri saya tidak mengenali ayahnya sendiri"
Dokter mencoba menenangkan nyonya Yekti dan menyarankan untuk melakukan city scan pada anggota tubuh Mona terutama bagian kepala.
Setelah menunggu hasilnya akhirnya di ketahui bahwa Mona mengalami Amnesia sebagian otaknya,beberapa memorinya hilang terutama tentang sesuatu yang membuatnya emosional.
Hal tersebut membuat tuan Hardjo begitu terpukul,apalagi setelah apa yang ia lakukan kepada putrinya. Ia benar-benar merasa bersalah.
Seluruh keluarga mencoba membantu Mona untuk mengingatnya secara perlahan karena dokter meminta agar tidak memaksa pasien untuk terlalu berlebihan membebani pikirannya.
__ADS_1