Dendam Sang Mantan

Dendam Sang Mantan
Awal sebuah pembalasan Part 4


__ADS_3

Mona kembali ke rumahnya dan membereskan beberapa bajunya ke dalam koper,untung saja ia mempunyai tabungan yang cukup untuk mencari kos-kosan dan makan selama sebulan ke depan. Sembari mencari pekerjaan Mona berjuang hidup di kota keras itu,kini keluarganya tidak lagi bisa menganggapnya apalagi sang ibu satu-satunya keluarga yang ia miliki begitu membencinya. Namun hal itu tidak membuat semangat Mona padam,ia harus bisa membuktikan kepada semua orang bahwa tuduhan yang mereka lemparkan tidaklah benar.


Ke sana kemari Mona mengunjungi perusahaan dengan berbekal pengalaman dan berkas-berkas penting miliknya namun tidak ada yang mau menerimanya karena berita tentang Mona yang mencoba berkhianat telah tersebar luas. Ia semakin sedih dan merenung apakah dosa yang pernah ia lakukan sehingga harus mendapatkan ujian seperti ini,Mona selalu taat beribadah bahkan sampai saat ini.


Setiap pagi ia berangkat dengan semangatnya yang mengobar dan pulang petang hari dengan senyum ikhlas diwajahnya,sudah selama seminggu ia memutari kota itu namun hasilnya nihil. Hingga suatu saat ia bertemu dengan seseorang yang menawarkannya pekerjaan sebagai asisten rumah tangga,meski Mona sempat berfikir dengan karir dan pendidikannya yang cemerlang hingga harus berakhir menjadi ART membuatnya menyerah pada keputusan itu


Mona menyetujui tawaran laki-laki setengah baya tersebut,mau bagaimana lagi uang tabungannya makin hari kian menipis bahkan ia tidak tahu bagaimana membayar kos untuk bulan besok.


"Baiklah tuan saya mau"


"Kalau begitu besok pagi pukul 08.00 kamu datang ke alamat ini. Disana kamu akan bertemu dengan seorang wanita pengurus rumah itu,dia akan mengarahkan mu"


"Terima kasih tuan"


Mona kembali dengan hati yang senang,meski pekerjaan yang ia dapatkan jauh dari pendidikan yang ia enyam namun tak apa. Tidak ada pilihan lain meski Mona sendiri tahu sangat tidak mungkin ia bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih layak dari ini.


Keesokan harinya Mona benar-benar datang ke alamat tersebut,dengan menaiki ojek online ia datang ke rumah yang megah itu.


Ia memberanikan masuk karena gerbang yang terbuka,sesampai di depan rumah ia berjumpa dengan seorang wanita setengah baya sedang menyiram tanaman.


"Nona siapa?"


tanya wanita itu


"Saya Mona Bu,saya kesini karena ingin melamar pekerjaan sebagai ART"


"Oh maksud nona asisten pribadi tuan besar?"


"Tidak Bu,maksud saya pembantu"

__ADS_1


ucap Mona memperjelas


"Oh baik,mari silahkan masuk"


ajak wanita itu


Sesampai didalam rumah Mona diberikan secangkir teh hangat,beberapa saat kemudian laki-laki yang kemarin menemuinya datang.


"Tuan"


sapa Mona sopan


"Oh silahkan duduk"


"Terima kasih tuan"


Wanita yang mengantarkan Mona tadi duduk di samping laki-laki tersebut dan tersenyum lebar pada Mona.


"Perkenalkan saya Mona tuan,maaf lancang saya kira tuan dan nona adalah pemilik rumah ini"


"Oh bukan nak,justru kami hanya menjaganya. Pemilik rumah ini sedang di luar negeri dan beberapa hari lagi ia akan pulang,maka dari itu kami segera mencarikan asisten pribadi untuknya karena saya rasa saya dan istri saya tidak begitu modern dengan gaya majikan kami"


"Asisten pribadi maksud tuan Derajat apa ya?"


"Jadi selain menyiapkan keperluan tuan besar,nona juga berkewajiban melayaninya seperti majikan,menyiapkan makanan,baju,hingga keperluan kerja"


"Jadi saya disini bukan bersih-bersih rumah atau memasak?"


"Kalau itu disini sudah ada sendiri nak,yang terpenting semua keperluan tuan besar terurus dengan rapi"

__ADS_1


"Baik tuan,saya siap"


"Tapi apakah nak Mona bersedia tinggal disini?"


"Jika memang itu peraturannya saya siap,lagian selama ini saya tinggal sendiri di kos kecil"


"Oh ya satu lagi,panggil kami mbok Wi dan Pak Jat. Karena panggilan tuan hanya boleh untuk tuan besar"


"Baik Pak Jat,kalau begitu kapan saya bisa mulai kerja?"


"Untuk hari ini silahkan nak Mona kembali dan berkemas,besok pagi bisa kembali kemari"


"Baik apa ada yang perlu saya tahu lagi?"


"Cukup itu untuk hari ini nak Mona bisa pulang"


"Baik pak,Bu kalau begitu Mona permisi dulu"


"Hati-hati nak Mona"


Mereka mengantarkan Mona hingga ke depan gerbang,dalam hati Mona merasa senang karena pekerjaannya tidak seperti apa yang ia pikirkan dan lebihnya lagi ia tidak perlu membayar uang kos dan justru mendapat tempat tinggal.


Kini Mona segera kembali ke kosnya dan membereskan pakaiannya sebelum besok ia pergi. Sebelum itu Mona sempat menghubungi adiknya namun saat Andini menjawabnya dengan sigap nona Yekti memarahinya terdengar suara lantang sang ibu dengan nada tinggi meminta Andini mematikan telfonnya.


"Tutup telfon itu sekarang,ibu bilang tutup. Kalau kamu tidak mengikuti apa kata ibu handphone kamu akan ibu hancurkan"


"Iya Bu ini Andin juga mau menutupnya"


"Cepat"

__ADS_1


"Mbak,maaf ya lain kali aku hubungi lagi waktu ibu gak ada"


Tiba-tiba telfon terputus begitu saja,entah bagaimana cara Mona meredakan amarah ibunya yang telah mengusirnya dari keluarga Hardjo.


__ADS_2