
Mona terkurung di kamar yang sebelumnya tidak pernah ia tempati itu,namun ia sadar bahwa itu adalah kamar Leo. Ada beberapa foto dirinya namun tak satupun ada foto tentang keluarganya di sana,hal itu membuat Mona bertanya-tanya seperti apa latar belakang Leo. Mona tidak panik sedikitpun karena dia pernah menghadapi situasi seperti ini,mau bagaimana ia berusaha menolak pasti ia akan kalah dengan Leo yang memiliki anak buah di seluruh penjuru mansionnya.
Namun ia tak kehilangan akal untuk menyusun rencana melarikan diri dari sana,ia mendapatkan jalan keluar jendela namun balkonnya berjarak dua meter dari balkon utama di sebelahnya. Ia memutar otak dan mencoba menyusun semuanya secara rinci agar dapat menyebrang ke sana, tiba-tiba seorang laki-laki masuk ke dalam kamar dan menaruh koper milik Mona di sana lalu menutup kembali pintunya sebelum Mona berhasil melihat wajahnya.
Saat Mona hendak berusaha mengaitkan kain ke balkon, tiba-tiba Leo masuk dan memergokinya. Ia langsung menghampiri Mona dan mencegahnya untuk kabur dari sana
"Mona apa yang kamu lakukan?"
teriak Leo sembari memegang pergelangan tangan Mona
"Lepaskan,aku tidak ingin terus menerus di penjara ini"
"Mona jangan nekat,kamu bisa jatuh"
"Biarkan saja,semua ini karena kamu"
"Turun Mona..."
Leo menarik tubuh Mona dan mereka berdua terjatuh ke lantai,tubuh Mona menindih Leo yang berada di bawahnya. Mata mereka saling tatap dan canggung akan posisi itu,Mona langsung bergegas bangun dari posisinya
"Maaf kak"
"Kamu kenapa sih bandel banget di bilangin"
"Aku cuma ingin pergi dari sini"
"Pergi lalu mengejar Ry?"
Mona hanya terdiam dan menundukkan kepalanya
"Mona, laki-laki seperti Ry akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang di mau. Tolong bedakan mana ketulusan mana nafsu"
"Lantas kakak ini apa? kakak juga mengurungku seperti yang dia lakukan padaku"
"Aku hanya ingin melindungi kamu"
"Aku tidak butuh kak,aku bisa menjaga diriku sendiri"
"Percayalah padaku,Ry tidak segampang kelihatannya"
"Cukup kak,biarkan aku pergi dari sini"
Mona melangkah menuju pintu namun Leo mencegahnya dengan memeluk tubuh Mona dari belakang
"Jangan pergi"
ucapnya
"Kak,lepaskan...!!!"
teriak Mona
Namun Leo justru semakin mengeratkan pelukannya dan pelan-pelan mencium lembut leher Mona,Mona merasa ada yang aneh pada Leo lalu mengambil langkah untuk menghindar.
"Kak lepaskan !!! ini sudah terlewat batas"
ucap Mona sembari mengepalkan pergelangan tangannya
Leo sama sekali tidak mengindahkan ucapan Mona dan tiba-tiba sebuah tendangan mendarat di pahanya untuk kedua kalinya.
"Arggghhhh....."
teriak Leo kesakitan dan tersungkur sembari meringis
"Sialan kau"
teriak Leo melihat Mona keluar dari pintu
__ADS_1
Mona dengan sekuat tenaga berlari mencari pintu keluar dan tetap berusaha agar tidak ketahuan oleh para penjaga
Setelah berhasil keluar Mona berjalan kaki menuju keramaian dan mencari kendaraan kota,namun ia tidak mengetahui bahwa anak buah Leo telah menguntitnya.
Sesampai di kota Mona bingung akan pergi kemana,lalu ia memutuskan untuk kembali ke kos tempatnya dulu ia tinggal. Pemilik kos yang masih sama sangat baik dan ramah terhadapnya,Mona juga di beri tumpangan untuk sementara waktu sambil berusaha mencari akal untuk mengambil kembali barang-barangnya di rumah Leo.
Keesokan harinya saat Mona baru saja bangun ia di kejutkan dengan percakapan para penghuni kos yang mengatakan bahwa di depan pagar ada beberapa cowok ganteng nan misterius mencarinya,Mona merasa penasaran namun juga takut apabila itu adalah orang suruhan Leo namun dalam hatinya mengatakan mana mungkin anak buah Leo tahu tempat ini.
Mona memutuskan turun untuk melihatnya dan betapa terkejutnya bahwa benar mereka adalah anak buah Leo,Sony yang berdiri paling depan menghampirinya
"Nona silahkan ikut kami"
"Tidak,aku tidak mau"
teriak Mona yang langsung membalikkan badan masuk ke dalam rumah
Namun Sony tidak patah semangat,ia mengejar Mona dan berhasil memegang tangannya
"Lepaskan,atau aku akan teriak"
"Maaf nona,saya tidak bermaksud lancang. Tetapi tolong lihatlah ini"
Sony menunjukkan foto Ry yang tengah babak belur di layar handphonenya,sontak hal tersebut membuat Mona sangat terkejut
"Apa yang kalian lakukan padanya?"
"Maaf nona,sebaiknya anda ikut kami atau semuanya akan terlambat"
Mona yang masih mengenakan baju tidur langsung mengikuti perintah Sony dan masuk ke dalam mobil,matanya di tutup dengan kain hitam hingga mobil berhenti.
Mona turun sambil di gandeng oleh Sony di sebelahnya,setelah itu Mona di ikat pada sebuah kursi dan terdengar teriakan suara yang ia kenal.
Saat penutup matanya di buka nampak Ry yang tergeletak tak berdaya di depannya sementara Leo dan para anak buahnya hanya menyaksikan hal ini.
"Ry apa yang terjadi? kenapa kamu seperti ini?"
Ry hanya menggeleng dan mencoba untuk mengatakan sesuatu
"Tapi kamu"
"Jangan pedulikan aku Mon,mereka adalah urusanku"
Tiba-tiba anak buah Leo kembali menghujani Ry dengan pukulan hingga darah mengucur dari mulutnya
"Stop,jangan pukuli dia"
teriak Mona ketakutan
Leo menghampiri Mona sembari menenangkan gadis itu
"Bagaimana? apa kamu kasihan kepadanya?"
"Aku mohon kak,jangan sakiti Ry seperti ini"
"Lalu apa kau akan menggantikan posisinya?"
"Jangan gila kamu Leo"
teriak Ry
Leo hanya tersenyum licik sembari terus menatap Mona,namun tatapan Mona kini hanya pada Ry yang masih terus di pukuli. Air mata Mona jatuh membasahi baju tidurnya itu
"Ststtt sayang,jangan menangis. Air matamu terlalu berharga untuk menangisi laki-laki seperti dia,coba kau ingat bagaimana sakitnya saat dia membunuh calon suamimu dengan alasan bahwa peluru menyasar saat kejadian?"
Mona terdiam sejenak,wajahnya nampak tegang serta tangannya mengepal seperti ingin membunuh.
"Sekarang aku beri kesempatan padamu untuk membalaskan nya,aku bisa menggantikan nyawa dengan nyawa jika kamu mau"
__ADS_1
Suasana menjadi hening sesaat hingga Mona mengatakan isi hatinya di hadapan semua orang
"Aku memang benar-benar kecewa sama kamu Ry,aku tidak menyangka orang yang dulu pernah aku cintai bisa memiliki niat keji seperti itu. Tetapi terlepas semua itu aku tidak berhak membunuhmu karena itu bukan bagian dari kehendak ku,biarlah kamu tetap hidup dengan rasa bersalah selamanya"
tutur Mona
"Kenapa? kamu tidak perlu mengotori tanganmu yang cantik ini,biarkan aku yang melakukannya"
ucap Leo
"Tidak,jika aku membunuhnya aku akan sama saja seperti dia. Cara membunuh paling sakit adalah membiarkan dia merasa bersalah dan terbayang-bayang akan kesalahannya seumur hidup"
Leo berdiri dan bertepuk tangan,membuat beberapa orang disana bingung
"Sungguh wanita berhati mulia,pantas saja Ry sampai segitunya ingin merebut mu. Kini gantian aku akan merebut mu dari tangannya untuk selamanya"
"Aku bukan barang yang bisa kalian perebutkan,jadi berhentilah berharap untuk bisa mendapatkan hatiku karena aku sama sekali tidak berminat hidup dengan laki-laki seperti kalian"
teriak Mona
"Oke kalau begitu,Sony segera selesaikan tugasmu"
Sony mengambil pistolnya dan meletakkan di pelipis kiri Ry,seketika Mona shock dan berteriak
"Hentikan,tolong hentikan...."
teriak Mona ketakutan
"Kenapa?"
"Jangan tolong jangan lakukan itu... Biarkan dia hidup..."
ucap Mona sambil terisak
"Bagaimana jika aku tidak mau?"
"Aku mohon kak,aku tahu kakak orang yang baik. Ingatlah saat kakak membantu Ry dan menjadikannya adik angkat"
"Embbb tapi Mon,apakah sesama saudara harus saling berbagi?"
Mona mengangguk
"Kalau begitu bukankah kamu setuju jika Ry berbagi wanitanya denganku?"
"Kak aku mohon jangan lakukan ini"
"Sekarang keputusan ada di tanganmu,kamu ingin menyelamatkan Ry bukan?"
"Apakah tidak ada cara lain kak?"
"Kalau begitu Sony lakukan sekarang"
Sony menarik pelatuknya dan Mona hampir saja menghabiskan suaranya untuk menjerit namun tidak terjadi apapun pada Ry. Ternyata pistol itu sama sekali tidak ada pelurunya dan hanya untuk menakuti Mona
"Kali ini aku memberikan kesempatan terakhir untuk kamu,apakah kamu mau menikah denganku atau kamu ingin melihat laki-laki itu mati di hadapanmu?"
"Jangan Mon,jangan mau. Aku tidak masalah jika ajal ku harus datang saat ini juga"
"Tutup mulutmu Ry,aku tidak akan membiarkan kamu mati sekarang agar kamu menyesali semua dosa-dosa yang sudah kau perbuat"
ucap Mona
"Jadi bagaimana?"
"Baiklah kak,aku akan mengikuti permainanmu"
Leo tertawa sangat keras dan bertepuk tangan,ia meminta Sony menyiapkan semua setelah mengurus Ry agar tidak menjadi penghalang rencananya.
__ADS_1
"Mon pikirkan lagi keputusanmu atau kamu akan menyesal nantinya"
teriak Ry sembari berjalan di bawa anak buah Leo pergi