
Siang itu saat Mona sedang mengirimkan beberapa dokumen ke ruangan Dendra ia melihat pemandangan yang sangat indah. Wajah laki-laki yang akan ia nikahi nampak seperti lukisan yang membuai hati,maka tak salah jika banyak wanita ingin memiliknya sebagai kekasih. Tapi justru Mona menyia-nyiakan kesempatan untuk menjadi milik Dendra selamanya.
"Kamu ngapain berdiri disana Mon?"
tanya Dendra yang mengejutkan Mona
"Emb enggak,ini aku mau nganter dokumen yang perlu kamu tanda tangani"
jawab Mona gugup
"Benar hanya itu?"
"Iya"
"Tapi aku lihat sepertinya kamu terpesona denganku"
"Apaan sih Den,kamu ngacau deh"
"Udah deh Mon kamu gak perlu malu,lagian aku juga gak masalah kok kamu pandangan seperti itu"
"Apaan sih Den,dasar tukang GeEr"
Reaksi Mona begitu membuat Dendra gemas,ia berdiri dari kursinya dan menghampiri wanita itu.
Dendra menghimpit Mona ke dinding dan menatap tajam matanya,seketika jantung Mona berdetak keras dan nafasnya memburu hingga terasa di wajah Dendra.
"Kenapa Mon? kamu takut?"
"Emb, Dendra sebaiknya kita tidak seperti ini"
"Bukankah kemarin kamu begitu beraninya mencium ku?"
"Tapi sekarang kita di kantor Den"
"Lalu kemarin apa? bahkan kamu melakukannya didepan Lisa"
"Itu... itu.. karena..."
"Kenapa Mon? udah anggap saja kita dirumah"
Saat Dendra mendekatkan bibirnya ke arah Mona membuat Mona hilang kendali dan mendorong Dendra agar menjauh.
__ADS_1
"Sorry Den,aku ada pekerjaan lain"
ucap Mona sembari keluar dari ruangan Dendra.
Melihat kekasihnya yang begitu ketakutan membuat Dendra tertawa geli,ia tidak ada henti-hentinya menertawakan Mona padahal niatnya hanya untuk menggoda Mona apakah ia masih berani melakukan hal itu seperti kemarin.
Seharian itu Mona terus menghindari Dendra,ia sangat malu apalagi Dendra membahas kejadian saat Lisa ada di ruangannya. Dari pagi hingga pulang kantor Mona berusaha sembunyi dari Dendra bahkan hari ini ia pulang dengan taksi dan tak seperti biasanya di antarkan oleh Dendra.
Sesampai dirumah Nyonya Yekti tersenyum melihat putrinya yang bertingkah aneh itu. Sebelumnya Dendra tengah berpesan kepada ibu Mona untuk memberitahukan jika Mona sudah berada dirumah.
"Kamu kenapa sih Mon, pulang-pulang kok kayak sebel gitu mukanya?"
"Emb enggk kok buk"
"Gak usah bohong,ibu itu yang mengandung kamu selama sembilan bulan. Ibu paham betul apa yang sedang kamu hadapi"
"Beneran gak ada kok buk"
"Kamu bertengkar sama Dendra?"
"Enggak"
"Terus kenapa hari ini kamu pulang sendiri? Gak biasanya Dendra biarin kamu pulang naik taksi"
"Oh gitu,yaudah kalau gitu kamu cepetan mandi terus makan ya"
"Iya Bu"
----------------- Di lain tempat -----------------
Arief kini telah mengantongi informasi tentang keluarga Mona,tidak hanya itu seluruh hal yang tengah terjadi selama beberapa tahun terakhir telah terdengar di telinganya. Berkat bantuan anak buahnya Arief kini bisa mulai membalaskan dendamnya, apalagi setelah mendengar bahwa Mona akan segera menikah dalam waktu dekat ini membuatnya semakin yakin untuk melakukan rencana itu. Sebelum melakukannya Arief terlebih dahulu meminta saran Leo, apakah jalan yang ia tempuh sudah tepat. Hari itu mereka berencana bertemu di kediaman Leo yang berada di kota besar luar Jawa,sesampai disana Arief disambut baik oleh Leo dan anak buahnya.
"Tuan,selamat datang kembali"
ucap salah satu anak buah Leo
"Bagaimana kabar kalian?"
"Baik tuan,oh ya tuan besar ada di dalam mari saya antarkan"
Meski kini Arief telah menjadi bos yang sepadan dengan Leo,tetapi ia tetap menjadi orang yang rendah hati.
"Selamat datang brother"
__ADS_1
ucap Leo yang menghampiri Arief serta memeluknya
"Bagaimana kabar Tuan?"
tanya Arief
"No no,jangan panggil aku dengan sebutan itu. Kita sekarang bukan lagi bos dan anak buah tetapi kamu sudah ku anggap seperti adikku sendiri,jadi kamu harus panggil aku dengan sebutan kakak"
"Terima kasih kakak"
"Bagaimana-bagaimana,apa rencana mu sekarang?"
"Sesuai yang saya rundingkan kemarin,apakah menurut kakak itu cara yang tepat?"
"Cukup bagus,tetapi kamu juga harus main belakang untuk plan B jika itu gagal. Bukankah sebelumnya kamu telah berhasil membuat keluarganya bangkrut?"
"Benar kak, sekarang perusaahan ayahnya ada di tangan saya"
"Bagus,tapi menurut ku ada baiknya jika kamu lakukan itu lagi ke perusahaan milik laki-lakinya. Selain itu bisa membuatmu lebih mudah memancingnya keluar hal itu juga bisa membuat keluarga laki-laki itu berada dalam sebuah pilihan serius"
"Maksud kakak,saya juga harus menaklukkan perusahaan kekasihnya?"
"Iya,dan ketika mereka diambang kehancuran kamu masuk dan berikan mereka opsi. Kamu tawarkan bantuan pada mereka untuk bangkit kembali namun dengan syarat melepaskan wanita itu atau dia membiarkan perusahaannya bangkrut dan tetap bersama wanita tersebut"
"Tapi menurut kakak,apakah hal itu akan berhasil?"
"Tetapi jika laki-laki itu benar-benar mencintainya pasti ia akan melepaskan seluruh harta yang ia miliki"
"Kamu jangan bodoh Arief,tidak semua laki-laki bisa seperti itu. Hanya laki-laki lembek yang rela kehilangan segalanya demi seorang wanita. Itu sebuah pembodohan yang akan ia sesali seumur hidup,kau jangan anggap di dunia nyata seperti ini akan terjadi kisah Romeo and Juliet. Realistis saja sekarang tidak ada uang tidak ada cinta,apalagi cinta yang katanya tulus."
"Benar juga kak,saya pernah ada di posisi tersebut tetapi pada kenyataannya saya kalah dengan yang memiliki segalanya"
"That's true,wanita akan datang pada laki-laki yang menjamin kehidupannya,tetapi ketika laki-laki tidak memiliki apa-apa wanita yang begitu ia banggakan akan siap meninggalkan kapan saja"
"Baik kak,saya akan ikuti saran kakak. Saya harus bisa membawa dia kembali dalam pelukan saya meski itu harus terlihat jelek di matanya"
"Kamu tenang saja,saya pastikan keluarga laki-laki akan memilih hartanya dibanding dia"
"Kalau begitu saya akan segera menyuruh beberapa orang untuk masuk ke perusahaan mereka,begitu waktunya tepat saya akan mengambil apa yang seharusnya jadi milik saya"
"Bagus,kalau begitu mari kita rayakan hal ini dengan minum bersama nanti malam"
Arief sudah mulai menyusun rencana untuk masuk ke dalam keluarga Surya,selain itu ia juga meminta beberapa orang untuk meyakinkan Tuan Surya bahwa ia harus memilih masa depan keluarganya dari pada cinta yang hanya sesaat itu. Bahkan tak hanya itu ia akan membuat hidup Mona menjadi lebih menderita setelah bertemu dengan dirinya,dendam yang di tanamkan oleh keluarga Mona akan menuai hasil yang buruk untuk keluarga itu sendiri.
__ADS_1