
Sudah satu hari Mona mendapatkan perawatan di rumah sakit,ia tersadar dan menyadari bahwa dirinya masih hidup. Ia menangis seorang diri di kamar itu, tiba-tiba seorang suster masuk memeriksa kondisinya
"Anda sudah bangun nona?"
tanya perawat itu
"Siapa yang membawaku kemari sus?"
"Anda kemari dengan dua orang pemuda nona,yang satunya ada di depan sedang berbicara dengan dokter"
Mona sudah menebak bahwa itu adalah Ry,setelah memeriksa tekanan darah dan infus milik Mona perawat itu keluar. Meski belum sembuh sepenuhnya Mona berencana kabur dari rumah sakit untuk menyelamatkan diri,ia melepas selang infus dan mencoba membuka jendela kamar. Setelah berhasil ia keluar melalui jendela dan mencoba melompat ke kamar sebelah,karena ia ada di lantai tiga sulit baginya untuk melarikan diri. Untung saja kamar di sebelahnya kosong dan jendelanya dalam keadaan tidak terkunci,dengan pisau buah yang ia bawa Mona mencoba mencongkel jendela itu dan masuk ke dalam.
Saat hendak membuka pintu ternyata Ry dan dokter masih ada di depan pintu kamarnya,Mona mengurungkan niat dan menunggu sampai Ry pergi. Setelah menunggu beberapa saat dokter dan suster itu pergi sedangkan Ry seperti sedang menelfon seseorang,Mona menggunakan kesempatan itu untuk keluar dari kamar dan lari.
Selang beberapa lama Ry mengakhiri telfonnya dan masuk ke kamar tempat Mona di rawat,alangkah terkejutnya Ry melihat tak ada Mona di sana. Ia segera menekan tombol emergency yang membuat seorang suster datang
"Ada apa tuan?"
"Dimana pasien yang ada di kamar ini?"
"Mungkin di toilet"
"Tidak,dia tidak ada. Lihatlah jendelanya pun terbuka pasti ia kabur"
Perawat itupun panik dan segera kembali ke pos jaganya,ia menghubungi keamanan dan Ry pergi ke ruang cctv untuk memeriksanya. Tak butuh waktu lama keberadaan Mona yang mencoba kabur terekam kamera pengawas sedang melintas di lobby,Ry menyuruh semua pengawalnya untuk mencari Mona di halaman depan rumah sakit dan sekitarnya sedangkan satpam mencarinya di lobby.
Melihat hal itu Mona segera berlari dan masuk ke dalam toilet,disana ia bertemu seorang dokter yang tengah menerima uang suap dari Ry
"Hay kamu siapa? bagaimana seorang perempuan berada di toilet laki-laki?"
teriak dokter itu
"Dok,tolong saya. Seseorang sedang mencoba menculik saya,tolong selamatkan saya"
"Siapa namamu?"
"Saya Mona dok"
Mendengar hal itu dokter langsung ingat bahwa wanita di hadapannya adalah pasien yang memberinya suap,ia segera membawanya kembali ke ruangan Mona tampan membuatnya curiga
__ADS_1
"Baiklah ikut saya,saya akan membantu anda melaporkan ini pada polisi"
"Terima kasih Dok"
Dokter tersebut membawa Mona ke lantai tiga,ia begitu terkejut melihat Ry yang keluar dari kamarnya
"Ini bukan jalan menuju kantor polisi,ini kita justru naik ke lantai tiga"
"Sudah tenanglah"
Begitu keluar lift Mona segera di sambut oleh beberapa pengawal Ry dan seorang perawat yang memberinya sebuah suntikan penenang
"Lepaskan,lepaskan aku. Ry tolong lepaskan aku"
"Kamu mau lari sejauh mana pasti akan kembali pada saya"
ucap Ry
"Ternyata kalian bersekongkol dengan dia"
teriak Mona pada dokter itu
"Apa yang mau kamu lakukan?"
teriak Mona sembari melihat lengannya yang di suntik itu
Beberapa detik kemudian Mona yang tadinya memberontak langsung pingsan tak sadarkan diri,para pengawal langsung menggendong Mona menuju kamarnya dan membaringkan dirinya ke tempat tidur. Tak hanya itu,tangan Mona juga harus di borgol ke tempat tidur agar tidak kabur lagi.
Malam harinya Mona kembali tersadar,seorang perawat masuk ke dalam kamarnya untuk mengantarkan makanan
"Suster bisa tolong saya?"
tanya Mona lemas
"Ada yang bisa saya bantu nona?"
"Tolong bantu aku membuka borgol ini"
"Tapi nona saya tidak berani,lagi pula saya tidak memiliki kuncinya"
__ADS_1
"Tolong sus,tolong saya. Saya mohon"
"Baiklah,anda tunggu disini biar saya cari jarum untuk membukanya"
Perawat itu keluar untuk mencari jarum,setelah beberapa lama ia kembali dan mencoba membuka borgol itu. Setelah berhasil ia menanyai Mona kemana ia akan pergi
"Terima kasih sus"
"Nona mau kemana?"
"Saya harus pergi"
"Di luar ada penjaga,anda tidak mungkin bisa pergi semudah itu"
"Lalu bagaimana sekarang?"
"Bagaimana jika anda tetap dalam kondisi tertidur,saya akan membawa anda keluar dengan alasan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut"
"Bagaimana jika mereka curiga sus?"
"Jangan khawatir,saya akan membawa anda pergi dari sini mengenakan ambulance. Kebetulan kekasih saya adalah sopir ambulans di sini"
"Baiklah aku sangat berterimakasih,untung saja masih ada orang baik seperti kamu"
"Sama-sama"
Suster itu membawa Mona keluar menggunakan bed nya,ia meminta bantuan para penjaga karena ini untuk pemeriksaan Mona. Setelah sampai di depan ruang radiologi penjaga di minta untuk menunggu di luar,namun karena penjaga yang lengah ia berhasil membawa Mona dan memindahkan ke kursi roda agar tidak membuat curiga.
Mona masuk ke dalam ambulance bersama perawat itu,kemudian mobil melaju meninggalkan rumah sakit. Mona yang berbaring di ambulance dan tertidur iatidak menyadari bahwa sedang di jebak oleh mereka, sebelumnya mereka berdua telah bekerjasama dengan Ry dan memintanya untuk mengantarkan Mona ke villanya.
Setelah sampai mobil pun berhenti,karena merasa penasaran Mona bangun dan melihat ke luar jendela. Betapa terkejutnya ia melihat bahwa sekarang dia berada di halaman rumah Ry dan seorang supir dan perawat itu tengah berbicara dengan Sony kaki tangan Ry.
Melihat hal itu Mona langsung berusaha keluar dari ambulance dan melarikan diri,namun niat ya di ketahui oleh sopir ambulance. Saat hendak membuka pintu gerbang Mona lebih dulu tertangkap oleh para penjaga,mereka membawa Mona masuk ke dalam rumah dan mengurungnya kembali.
"Ternyata kalian tidak jauh beda sama mereka"
teriak Mona pada suster dan sopir ambulans itu
Mona terus berteriak saat para penjaga membawanya ke kamar,penjaga mengunci Mona di dalam kamar dan meninggalkannya. Sementara Ry sendiri meminta agar mereka mengawasi setiap gerak gerik Mona agar tidak kabur lagi.
__ADS_1