
Sore itu Mona dan Wira berjalan-jalan di taman kota,mereka menikmati suasana sore dengan menyantap makanan ringan dibawah pohon. Mereka nampak serasi seperti pasangan yang tengah dilanda kasmaran,saat Mona sedang asyik menikmati makanannya tiba-tiba Wira mengungkap perasaannya
"Mona"
"Iya Wira"
"Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan sama kamu"
"Soal apa?"
"Aku tahu,mungkin ini terlalu cepat. Tapi aku ingin kamu mengetahuinya,soal kamu menerimanya atau tidak itu terserah kamu saja"
"Maksud kamu apa Wira?"
"Jujur,aku suka sama kamu dan jatuh cinta waktu kita pertama bertemu. Aku tahu ini salah,apalagi kamu dan tuan besar pernah memiliki hubungan"
Seketika suasana menjadi hening,Mona tidak tahu bagaimana bisa Wira memiliki rasa cinta kepadanya
"Jadi gimana Mon? apa jawaban kamu?"
"Kamu tahu sendiri kan kalau sampai sekarang aku bum bisa keluar dari bayang-bayang masa laluku,terlebih lagi dia adalah tuan besar"
"Aku akan menunggu sampai kamu bisa melupakan semua itu,aku janji akan menjaga kamu dan melindungi kamu semampuku"
"Tapi"
"Percayalah Mon,aku belum pernah sejatuh cinta ini kepada seorang perempuan"
"Kita jalani aja dulu ya"
ucap Mona
Meski begitu Wira sudah cukup senang,ia menggenggam tangan Mona dan menciumnya,Mona terkejut melihat Wira yang begitu menyayanginya. Ia jadi teringat dengan Dendra, laki-laki yang sempat akan menjadi suaminya. Tapi semua itu sama saja hanyalah masa lalu bagi Mona,sebab tuduhan itu sampai sekarang masih tertuju padanya hingga membuat keluarganya sendiri membenci Mona.
Setelah usai jalan-jalan Wira dan Mona kembali ke rumah,Rhysaka yang sedang duduk di balkon kamarnya bersama Dara melihat mereka berdua masuk ke gerbang bersama. Mona yang melihat hal itu hanya terdiam,untung saja Wira dengan sigap membuat Mona mengalihkan pandangannya kepada Wira yang secara terang-terangan mencium Mona di hadapan tuan besar dan Dara.
Rhysaka terkejut dan langsung berdiri melotot pada mereka,tidak sampai disitu ia langsung turun menghampiri Wira dan Mona yang masih ada di halaman. Sesampai di sana Rhysaka segera memperingatkan Mona dan Wira perihal perbuatan yang baru saja mereka lakukan
"Apa yang kalian lakukan disini?"
"Maaf tuan,saya hanya keluar bersama Mona"
ucap Wira
"Ada hubungan apa kamu sama dia?"
"Kami memang belum memiliki hubungan tetapi kami sudah saling cinta"
"Secepat itu? Aku gak nyangka kamu sekarang terlalu mudah jatuh cinta"
ucap Rhysaka sembari menatap ke arah Mona
__ADS_1
"Mohon tuan besar tidak marah kepada kami"
"Tidak,aku tidak marah. Lagian aku sudah memiliki kekasih seperti Dara,jadi aku tahu lah bagaimana rasanya orang pacaran"
Rhysaka pergi meninggalkan Mona dan Wira dihalaman,Mona menatap laki-laki itu hingga hilang di balik pintu.
"Maaf ya Mon,aku jadi berbuat kurang ajar sama kamu"
"Lupakan Wira,aku ke dalam dulu"
ucap Mona dengan nada kesal
Semenjak kejadian itu Rhysaka dan Dara kerap menunjukkan kemesraan mereka di hadapan Mona,saat Mona sedang bersih-bersih di tepi kolam dengan sengaja Ry mencium Dara dihadapannya.
Meski Mona terlihat biasa saja namun dalam hatinya tetap merasa sakit,ia mencoba mengabaikan semua itu dan tetap fokus pada pekerjaannya. Berulang-ulang kali Ry melakukan hal seperti itu ketika ada Mona,entah apa maksud Ry dan Dara melakukan itu semua kepada Mona untung saja wanita seperti dia dapat mengatasi hal seperti ini dengan hati dingin. Meski Mona pernah memiliki masa lalu bersama Ry ia sebisa mungkin mencoba melupakan itu semua seperti kata Wira bahwa dia harus keluar dari lingkaran masa lalunya.
Setelah melakukan semua pekerjaannya Mona membuat kue di dapur, dengan di temani Bu Dewi ia membuat sebuah kue bolu untuk teman minum kopi para penjaga.
"Ternyata kamu juga pinter masak nak Mona"
ucap Bu Dewi
"Enggak Bu,cuma bisa ini aja kok"
"Oh ya semalam katanya ada keributan kecil didepan,ada apa nak Mona?"
"Emb itu Bu,saya dan pak Wira.."
"Baik Bu"
Semakin kesini Ry semakin menjadi-jadi,gak hanya selalu pamer kemesraan dengan Dara tetapi juga memberikan pekerjaan pada Mona yang membuatnya kuwalahan.
Karena hal itu lama kelamaan tumbuh rasa cinta Dara kepada Ry,meski semua itu hanya sandiwara antara Ry dan Dara namun ia merasa nyaman sebab selama ini Ry memperlakukannya seperti seorang kekasih,hingga suatu saat ia tak tahan lagi dengan Mona yang terus menggangu pikiran laki-laki yang dia cintai itu.
Segala cara Dara lakukan untuk mencari kesalahan Mona dihadapan Ry,namun berulang kali juga Ry tidak menghiraukan maksud Dara itu. Meski Ry sendiri tahu bahwa kini Dara mulai nyaman dan cinta padanya,tetapi sebuah perjanjian hanyalah perjanjian. Sengaja Ry meminta sekretarisnya yaitu Dara untuk sering mengunjunginya di rumah dan berpura-pura bermesraan dengannya hanya untuk membuat Mona sakit hati.
Namun perjanjian tersebut justru menjadi sebuah boomerang untuk Ry sendiri sebab Dara yang sekarang tidak bisa di atur seperti dulu lagi,ia semena-mena memperlakukan Mona bahkan pernah suatu hari ia hampir mencelakainya dengan cara mendorong Mona kedalam kolam renang.
Malam itu saat Mona dan Wira sedang menikmati angin malam di halaman belakang tiba-tiba Adit datang meminta Mona ke kamar Ry
"Sorry Wir,aku di perintahkan oleh bos buat membawa Mona ke kamarnya"
"Untuk apa? bukankah pekerjaan Mona sudah selesai semua?"
"Wah kalau itu aku gak tahu sih"
"Ya udah aku ke sana dulu dari pada nanti tuan besar marah"
"Kamu hati-hati ya Mon"
"Cielah elu Wir,baru juga dekat sama neng Mona udah main sok perhatian segala"
"Apasih dit,udah sana"
__ADS_1
Diperjalanan menuju kamar tuan besar,Mona terus bertanya-tanya dalam benaknya tumben sekali malam-malam begini Ry memanggilnya. Ada apa? apakah ia ingin menegurnya lagi?
"Pak Adit memangnya tidak di beri tahu kenapa tuan memanggil saya?"
"Tidak Mon,tuan hanya memintaku untuk memanggilmu itu saja"
"Oh begitu"
"Memangnya ada masalah apa?"
"Enggak biasanya tuan meminta saya datang ke kamarnya,bahkan setelah beliau dan Wira tidak pernah mengobrol tuan jarang sekali memintaku mengerjakan tugasnya"
"Wah kalau itu saya kurang paham"
Sesampai di kamar tuan besar,Mona mengetuk pintu dan masuk kedalam.
"Maaf tuan,apakah tuan memanggil saya?"
Rhysaka yang berdiri sambil menatap keluar jendela hanya terdiam
"Tuan,apa ada yang bisa saya bantu?"
ucap Mona lagi
Ry berbalik dan menghampiri Mona
"Sebenarnya apa hubungan kamu dengan Wira?"
"Kenapa tiba-tiba tuan bertanya hal itu?"
"Jawab"
ucap Ry dengan nada tinggi
"Saya rasa itu bukan urusan pekerjaan lagi tuan,dan hal itu adalah pribadi saya dan pak Wira jadi tuan tidak perlu ikut campur"
"Oh jadi begitu,oke kalau mau mu begitu. Ternyata begitu cepatnya kamu berpindah hati setelah beberapa saat lalu kamu bilang bahwa kamu merindukanku"
"Maaf sepertinya anda salah paham,dan tidak seharusnya saya berkata seperti itu. Pada kenyataannya tuan sudah memiliki nona Dara tidak sepantasnya juga saya mengucapkan kata itu"
"Aku dan Dara tidak ada apa-apa jadi aku minta akhiri semua hubungan yang ada antara kamu dan Wira"
"Kenapa tuan tiba-tiba seperti ini,apa saya dan pak Wira berbuat salah? bahkan mau ada hubungan atau tidak antara tuan dan nona Dara itu juga bukan urusan saya"
"Oh,jadi kamu sudah berani melawan saya?"
"Cukup Rif,selama ini aku diam dengan sikap kamu bukan berarti aku bisa di perlakukan seenaknya,aku di sini bekerja dan kamu tidak perlu ikut campur urusan pribadiku termasuk dengan siapa saya menjalin hubungan"
"Oke,oke saya rasa saya sudah paham maksud kamu. Jangan salahkan saya menggunakan kekerasan untuk memisahkan mu dengan Wira"
"Silahkan,saya tidak pernah takut dengan ancaman anda. Jika sampai terjadi apa-apa kepada pak Wira saya yang pertama mencari anda"
ucap Mona lalu keluar dari kamar tuan besar
Keberanian Mona membuat api cemburu di hati Ry semakin berkobar,meski ia berencana membuat Mona tidak nyaman dengan kehadiran Dara justru dia sendiri yang menjadi tidak nyaman akan hal tersebut.
__ADS_1