
Pagi sekali Mona bangun dan tak mendapati Bu Dewi di dapur,kondisi rumah begitu sepi pagi ini. Mona menyusuri setiap sudut rumah dan tidak terdapat siapapun hingga saat ia melintas di sebuah ruangan yang sama sekali tidak pernah ia datangi terdengar suara gebrakan meja. Mona sontak langsung menghampiri ruangan itu dan saat akan membukanya tiba-tiba tangan Mona di hentikan oleh Bu Dewi.
"Ngapain kamu disini?"
ucap Bu Dewi yang mengagetkannya
"Astaga ibu,ibu dari mana saja?"
"Sttt,kamu ikut saya"
Bu Dewi membawa Mona ke dapur raut wajah Bu Dewi terlihat sangat cemas dan tegang
"Ibu kenapa?"
"Lebih baik kamu dikamar saja,suasana rumah sedang ricuh"
"Memangnya ada apa Bu?"
"Sudah ikut ibu ke kamar,akan ibu beri tahu di sana"
Sesampai dikamar Bu Dewi,Mona terkejut karena pakaian Bu Dewi dan suaminya sudah dikemas dalam koper seperti akan bepergian.
"Loh,ibu mau kemana?"
"Nak Mona ibu dan bapak mulai hari ini sudah tidak bekerja lagi dengan tuan besar,tugas kami sudah selesai"
"Loh apa maksud ibu? apa yang terjadi sebenarnya Bu?"
"Semalam tuan marah besar,dia meminta seluruh staf diganti dengan yang baru. Jadi mulai hari ini saya dan suami sudah tidak bekerja dengan tuan besar"
"Lalu Mona gimana Bu?"
"Itu tunggu saja keputusan dari tuan,apakah non Mona akan di pertahankan atau di sudahi"
"Mona belum ada setahun loh Bu disini"
"Kadang memang tuan besar begitu,ia terkenal suka berganti-ganti pelayan karena siapapun yang menentang perintahnya langsung di pecat"
"Lalu apa ibu menentang perintah tuan?"
__ADS_1
"Tidak,tuan hanya mengatakan bahwa saya dan suami sebaiknya menghabiskan masa tua berkumpul dengan anak dan cucu. Setelah kami fikir-fikir ada benarnya juga"
"Benar hanya karena itu Bu?"
"Iya Mona,kamu jaga diri baik-baik selama disini,ikuti apa perintah tuan besar"
Mona hanya dapat mengangguk pelan sambil menahan kesedihannya,baru saja ia menemukan keluarga yang bisa menganggapnya seperti anak sendiri justru lagi-lagi harus di pisahkan kembali.
Mona kembali ke kamarnya dan merenungkan semua perkataan Bu Dewi barusan,ada apa sebenarnya sehingga Bu Dewi pergi tanpa pemberitahuan sebelumnya. Tanpa disadari saat Mona sedang terlelap di kamarnya Bu Dewi dan suaminya telah meninggalkan rumah itu,meski mereka berniat berpamitan kepada Mona namun hal itu tidak di izinkan oleh tuan besar.
Saat terbangun dari tidurnya,Mona pergi ke dapur untuk mengambil minum. Ia menemukan sebuah kertas yang bertuliskan
"Nak Mona jaga dirimu baik-baik disini,maaf ibu dan suami tidak bisa berpamitan secara langsung. Semoga nak Mona sehat selalu dan betah tinggal disini,ibu pamit dulu ya"
Mona kemudian pergi ke depan untuk mencari pak Drajat namun nihil tidak ada tanda-tanda keberadaannya,hanya ada salah satu penjaga bernama Doni.
"Mona,ngapain kamu diluar?"
"Bapak lihat Pak Drajat dan Bu Dewi gak?"
"Oh,mereka sudah pergi dua jam yang lalu"
"Ha? pergi kemana?"
"Kalau begitu dimana Wira pak"
"Aduh Mona sebaiknya kamu jangan cari Wira dulu deh"
"Memangnya kenapa?"
"Dia sedang dalam masalah"
"Ha? masalah apa? bagaimana bisa?"
"Kamu tanya saja deh sama si Adit,dia tau semuanya yang terjadi di rumah ini"
Mona kembali masuk ke dalam rumah dan berusaha mencari pak Adit,ia menemukannya yang tengah keluar dari ruangan kerja tuan besar.
"Pak Adit tunggu"
__ADS_1
Melihat Mona yang menghampirinya Adit memasang wajah menakutkan
"Ada apa?"
"Pak Adit lihat pak Wira tidak?"
"Kenapa kamu nyari dia?"
"Aku hanya ingin menanyakan beberapa hal padanya"
"Lebih baik kamu jauhi dia"
"Tapi kenapa pak?"
"jika memang kamu menyukainya maka kamu harus bisa menjauh darinya,kamu tidak ingin kalau dia terkena masalah bukan?"
"Maslah apa sih yang sedang dihadapi Pak Wira"
"Sudahlah kamu jangan ikut campur,ikuti saja kataku jika memang kamu benar-benar menyukainya"
jawab Adit sinis yang kemudian pergi meninggalkan Mona
"Sebenarnya apa yang terjadi di rumah ini? kenapa dalam satu malam saja semuanya berubah,Bu Dewi dan pak Drajat sudah tidak bekerja lagi. Wira yang dalam masalah bahkan aku tidak dapat mengetahui keberadaannya,apa semua ini bersangkutan dengan ucapan Arief kemarin?"
gumam Mona dalam hati
Ia bertekad untuk menemui Arief dan menanyakan semuanya,sepertinya memang ada yang mejanggal disini.
Sesampai di depan kamar Arief ia mencoba mengetuk pintu berulang kali,namun sayangnya tidak ada jawaban dari sang pemilik rumah.
"Ngapain kamu disitu?"
ucap Adit yang mengejutkannya
"Emb ini pak saya mau nyari tuan besar"
"Tuan besar sedang keluar,ada perlu apa kamu mencarinya?"
"Oh tidak-tidak,ya sudah kalau begitu saya permisi"
__ADS_1
ucap Mona yang langsung kembali turun ke lantai bawah.
Wajah sinis Adit begitu terlihat menyeramkan,bahkan tatapannya kepada Mona berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Seperti ada sesuatu yang terjadi namun saat Mona mencoba menerka-nerka ia hanya mendapatkan pemikiran negatif tentang tuan besar.