Dendam Sang Mantan

Dendam Sang Mantan
Jogja Day 1


__ADS_3

Akhirnya setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga jam rombongan wisata Mona telah sampai di kota Jogjakarta,mereka segera turun dan masuk ke villa yang sudah disiapkan.


Mona sudah meminta biro perjalanan untuk mengatur kamar bagi para peserta termasuk dirinya dan Bu Siti,beberapa orang yang tidak kebagian kamar akan tidur di ruang tamu dan tempat seadanya. Sedangkan Mona sendiri memilih untuk menyewa vila yang bersebelahan agar yang tidak kebagian kamar bisa menginap disana.


Namun beberapa karyawan menolak karena tidak enak hati kepadanya,sebab Mona sudah begitu baik mengajak kita semua pergi liburan.


Akhirnya hanya Bu Siti,Arief,Mona,dan beberapa karyawan lainnya yang ikut ke villa satunya,sesampai disana Mona meminta Bu Siti untuk segera berisitirahat. Sedangkan yang lainnya juga pergi berisitirahat untuk mengumpulkan tenaga supaya besok bisa fit kembali.


Mona dan Arief sengaja meminta kamar bersama agar dapat berduaan dan tetap saja itu diluar sepengetahuan Bu Siti.


Jam menunjukkan pukul 02.00 Mona dan Arief sama-sama tidak dapat memejamkan matanya,mereka saling bercerita dan bercanda untuk mengisi keheningan malam itu,akhirnya setelah merasa lelah mereka berdua tertidur lelap.


Pagi hari Mona dan Arief sudah menunggu yang lainnya di depan villa, beberapa sudah bersiap dan beberapa lainnya masih belum muncul.


Tour gate memberi tahu agenda hari ini akan melakukan perjalanan ke candi Borobudur yang tak jauh dari vila tersebut.


Setelah semuanya berkumpul seperti biasa Rizki di minta untuk mengabsen satu persatu teman-temannya,setelah semua siap mereka lekas bergegas menuju candi Borobudur.


Akhirnya mereka semua sampai di candi Borobudur beberapa orang langsung memasuki kawasan wisata setelah menerima ticket sedangkan Mona, Arief,dan Bu Siti memilih untuk naik kereta mengelilingi kawasan wisata.


Dua jam berlalu,seperti yang disepakati para rombongan telah kembali ke dalam bus. Setelah beranjak dari sana kita akan menuju museum kemudian pukul 12.00 akan berisitirahat dan makan di resto masakan khas Jogja setelah itu pukul 14.00 melanjutkan wisata ke Pantai selatan hingga sunset tiba.


Saat dipantai Bu Siti meminta agar Arief dan Mona bersenang-senang sedangkan Bu Siti sendiri memilih duduk di tepi pantai bersama beberapa karyawan perempuan lainnya.


Saat Arief dan Mona menikmati ombak di tepi pantai Bu Siti dan yang lainnya melihat mereka berdua dengan senyum bahagia.


"Bu Mona orang yang baik ya Bu"


ucap salah satu karyawan yang bernama Tika

__ADS_1


"iya kita beruntung sekali mempunyai bos seperti Bu Mona"


Ibu salah satu karyawan bernama Sinta


"tapi apa kalian tahu di mana Bu Mona tinggal bahkan saat launching pembukaan resto tidak ada satupun keluarganya yang hadir"


"iya benar sekali bahkan sepertinya Bu Mona sendiri di Semarang tinggal tanpa kedua orang tuanya"


"sudah-sudah jangan soudzon kepada nak Mona, mau bagaimanapun dia sudah begitu baik kepada kita. Bahkan ia tidak menilai kita sebagai bawahannya nak Mona juga menganggap kita semua karyawannya sebagai keluarga jadi stop membicarakan hal buruk tentangnya"


"iya benar apa yang dikatakan Bu Siti,jarang sekali kita bisa menemui atasan seperti Bu Mona apalagi dia masih muda tapi sudah menjadi pemilik restoran terkenal di kota kita. Meski kita tidak tahu latar belakangnya aku yakin kok kalau Bu Mona itu berasal dari keluarga baik-baik"


ucap Tika


"kami semua berharap jika hubungan Pak Arif dan Bu Mona bisa lebih dekat dan lanjut ke jenjang pernikahan,pasti Bu Siti merasa bangga mempunyai menantu seperti Bu Mona itu"


"saya begitu bangga karena ada anak muda yang berani berinovasi dan membantu memperbaiki ekonomi orang kecil seperti saya"


"Ibu beruntung memiliki menantu sepertinya, saya dan teman-teman berdoa semoga Bu Mona, Bu Siti beserta keluarga selalu diberikan kesehatan dan rizki yang melimpah. Amin"


ucap Sinta


Tak terasa percakapan mereka telah berlalu begitu lama,beberapa orang lainnya berdatangan menghampiri Bu Siti dan melihat sunset bersama-sama. Terlihat pula pemandangan yang sangat membahagiakan saat Arif menggendong Mona dengan background matahari yang setengah tenggelam. Beberapa orang mengabadikan momen itu dan mengunggahnya ke media sosial.


Hari sudah mulai gelap Mona memutuskan untuk mengajak para rombongan kembali menuju villa, setelah sampai di vila mereka semua membersihkan diri dan tour gate juga berpesan agar mereka berkumpul di taman belakang Villa tepat pukul tujuh.


Ternyata Mona merencanakan barbeque untuk acara makan malam, seluruh karyawan merasa senang karena baru kali ini mereka bisa menikmati liburan yang sangat berkesan.


Setelah hampir selesai makan malam beberapa orang melakukan kegiatan bernyanyi bersama, ada pula yang meminta Arif untuk menyanyikan sebuah lagu yang dipersembahkan khusus bagi Mona.

__ADS_1


Hari pun semakin gelap,Mona meminta semuanya agar segera pergi beristirahat begitu juga dirinya dan Arif. Karena Bu Siti yang sudah sedari tadi duluan pergi tidur membuat mereka berdua jadi lebih bebas bersama.



Malam itu Mona dan Arief saling meluapkan rasa rindu hingga Mona meminta kepada Arief melakukan lebih dari sekedar itu. Tetapi Arief meyakinkan Mona agar sabar hingga mereka memiliki hubungan yang pasti.


Ia tidak ingin menyentuh keperawanan Mona sedikitpun meski nafsunya tidak bisa dibendung,merasa Arief seperti tidak menginginkannya Mona menelisik apakah yang menggangu pikiran kekasihnya itu.


"Sayang, kenapa?"


"Jangan Mon,belum waktunya kita untuk ini"


"Kenapa? apa kamu tidak menginginkan aku"


"Bukan begitu,hanya saja aku tidak mau mengambilnya sebelum kita sah. Biarkan ini menjadi kejutan untuk kita saat sudah resmi menjadi suami istri"


"Tapi"


"Jadi kapan kamu akan menemukan ku dengan keluargamu?"


Pertanyaan Arief membuat Mona melepaskan diri dari pelukan kekasihnya,


"Kenapa Mon?"


"Aku belum bisa Rif"


"Iya,kenapa belum bisa?"


"Karena orang tuaku ada di luar negeri,jadi tunggu saja sampai mereka pulang. Okey?"

__ADS_1


"Baiklah,jadi kamu juga harus menunggu ini hingga sah"


Mona hanya diam dan membelakangi Arief,ia menutup kedua matanya tetapi tidak tertidur ia hanya mencoba memikirkan cara agar keluarganya bisa menerima Arief.


__ADS_2