
Tuan Surya kembali ke perusahaannya dan menemui Dendra dengan tatapan menyesal,meski hal ini akan melukai perasaan keluarganya dan juga mendiang keluarga sahabatnya namun hal itu harus tetap ia lakukan demi menyelamatkan perusahaannya.
"Pa,kita berhasil memukul mundur pihak bank bahkan sekarang satu persatu para investor kembali"
ucap Dendra senang
"Syukurlah Den"
"Apa yang sebenarnya papa lakukan?"
"Kamu tahu,dibalik semua ini adalah orang terdekat kita sebagai dalangnya"
"Maksud papa?"
"Ada yang menyabotase data perusahaan dan memberikannya pada pesaing kita sehingga kita terancam bangkrut"
"Tapi siapa pa yang tega melakukan ini semua?"
"Coba kamu ingat"
"Aku tahu pa siapa dia,meski aku tidak yakin dia akan melakukan ini pada kita"
"Siapa yang kamu maksud Den?"
"Mona pa"
"Mona?"
"Iya,aku ingat beberapa waktu lalu Mona menyuruh seseorang untuk membawakan dokumen padaku namun dengan ceroboh aku tidak membacanya terlebih dahulu malah justru langsung menandatanganinya"
"Tapi mana mungkin Mona seperti itu Den?"
"Tapi benar pa,aku yakin dan ingat betul kejadian itu"
"Bagus,kalau begini aku tidak perlu repot-repot memikirkan cara untuk memisahkan Dendra dan Mona"
gumam Surya dalam hati
"Meski dia sudah papa anggap anak sendiri,tapi bagaimana bisa dia tega kepada kita Den."
"Aku juga tidak habis fikir pa,padahal selama ini kita begitu baik pada dia dan keluarganya"
"Jadi apa rencana mu selanjutnya Den"
"Menurut papa bagaimana?"
__ADS_1
"Lebih baik kita melakukan tindakan antisipasi agar hal seperti ini tidak terjadi lagi,untung saja teman papa mau membantu untuk memberikan suntikan dana. Kalau tidak habis Den habis kita"
"Aku tahu pa,tapi apakah kita harus melakukan tindakan sejauh ini?"
"Mau bagaimana lagi,kamu sendiri tidak bisa berkutik saat pihak bank akan menyita seluruh aset kita"
"Baik pa,kali ini saya akan bertindak tegas pada Mona"
Sepulang dari kantor Tuan Surya dan Dendra langsung pergi menuju toko kue milik ibunya,disana nyonya Yekti dan nyonya Rina menyambut baik kedatangan mereka.
"Loh pa,kok cuma berdua? Dimana Mona?"
tanya nyonya Yekti
"Entah ma"
"Loh Den kok jawabnya begitu?"
"Ma ada yang ingin papa bicarakan"
ucap tuan Surya sambil membawa istrinya ke dalam ruangan kerja
"Ada apa pa?"
"Loh kenapa Pa, apa yang terjadi?"
"Ternyata selama ini kita telah menolong orang yang salah"
"Apa maksud papa?"
"Mona diam-diam menyabotase data kantor dan memberikannya pada pesaing kita bahkan tadi kantor hampir di sita bank akibat hal itu"
"Pa,gak mungkin Mona berbuat seperti itu,apalagi Mona sudah kita didik seperti anak sendiri"
"Ya siapa tahu ma,tali kenyataannya itu semua terjadi dan Dendra punya bukti"
"Lantas bagaimana nasib Mona pa,apa Dendra akan membawa masalah ini ke jalur hukum?"
"Tidak,tidak perlu tapi sebaiknya kita menjauh dari keluarga mereka mulai sekarang"
"Tapi pa,kasian mereka apalagi mata pencaharian Mona hanya di kantor sedangkan jeng Yekti disini"
"Ya kalau kamu mau ikut saranku sih tidak apa-apa kecuali kamu mau suatu hari nanti bank akan benar-benar mengambil apa yang sekarang telah menjadi milik kita"
"Tapi apa yang harus aku katakan pada jeng Yekti pa? dia pasti sangat kecewa mendengar ini semua"
__ADS_1
"Tapi apa boleh buat pa?"
Saat tuan Surya dan istrinya keluar ia melihat Mona yang tengah duduk bersama ibu dan adiknya,mereka menghampiri ketiga orang tersebut dan bermaksud memberitahukan semuanya.
"Mona,jeng Yekti,Andin mulai hari ini kalian tidak perlu datang kemari dan kamu Mona mulai sekarang tolong jauhi anak saya"
ucap tuan Surya tegas
"Loh ada apa ini mas Surya"
"Mona telah melakukan kesalahan besar dan hampir membuat keluarga saya bangkrut,ia menyabotase perusahaan dendra dan memberikan data-data pada pesaing kami"
"Tidak Bu,itu semua tidak benar. Mona sama sekali tidak tahu menahu soal dokumen itu"
"Kami selama ini sudah berbaik hati menganggap kamu sebagai anak kami sendiri Mona,tapi apa balasan kamu sama keluarga Tante?"
ucap nyonya Rina sambil terisak
"Ibu benar-benar gak nyangka Mona kamu akan melakukan hal rendahan seperti ini,apa yang tuan Surya dan Tante Rina berikan sama kamu kurang? Apa ibu dan ayah kamu mendidik mu untuk menjadi seperti itu?"
"Bu,Mona sama sekali tidak melakukan itu semua bu,tolong percaya sama Mona"
"Jeng Rina,mas Surya tolong maafkan kelalaian saya yang mendidikan Mona menjadi seperti ini,tolong jangan bawa kasus ini ke jalur hukum"
"Kami tidak akan membawa kasus ini ke jalur hukum tetapi kami dengan terpaksa harus memutuskan hubungan dengan keluarga anda. Maaf kami tidak bisa menjalin hubungan seperti yang almarhum tuan Hardjo inginkan"
"Jeng Rina saya mohon beri kami kesempatan untuk memperbaikinya,saya janji Mona tidak akan mengulanginya lagi"
"Maaf jeng sepertinya kami sudah terlalu banyak menoleransi perbuatan ini"
Nyonya Yekti menyeret Mona keluar toko dan memintanya untuk pergi,diluar hujan turun dengan derasnya kata-kata yang terucap dari mulut ibunya begitu menyayat hati
"Dasar anak tidak tahu di untung masih bagus ada yang mau membantu kita tapi kamu malah menghancurkan kepercayaan mereka. Pergi kamu dari sini,saya tidak ingin melihatmu lagi memalukan jangan pernah menemui saya lagi. Mulai hari ini kamu bukan anak ku lagi"
ucap nyonya Yekti yang diikuti gemuruh suara petir yang menyambar
"Bu,tolong ibu percaya sama Mona Bu,Mona tidak pernah melakukan hal ini Mona minta maaf kalau Mona salah. Tapi untuk ini mona benar-benar tidak melakukannya"
"Pergi kamu, pergi jangan pernah panggil saya dengan sebutan itu lagi. Pergiii "
teriak Nyonya Yekti
Hati Mona benar-benar hancur,bahkan ia tak menyangka jika semuanya akan menjadi seperti ini. Ia telah mencoba untuk mencintai Dendra dan berusaha membahagiakannya tetapi saat perasaan itu telah ada justru masalah seperti ini membuat hubungan mereka hancur.
Mona tidak tahu lagi harus bagaimana,dunianya begitu hancur bahkan ia tidak bisa menepati janjinya untuk menikah dengan Dendra.
__ADS_1