
Pagi-pagi sekali Mona sudah merapikan barang-barang untuk dibawa ke Semarang,ia menunggu ayah dan ibunya di meja makan.
Selang beberapa menit tuan Hardjo dan Bu Ningsih menghampirinya,mereka bertanya apakah hari ini Mona benar akan kembali ke Semarang.
Dengan mantab oa menjawab ya,ayah dan ibunya berpesan agar menjaga diri dan kesehatan. Sebenarnya ayah meminta pak Agus menemani ku tetapi Mona menolaknya karena pak Agus harus membantu pak Hardjo mengurusi bisnisnya yang lain.
Setelah selesai sarapan tuan Hardjo dan Bu Ningsih mengantar Mona ke depan rumah,pak Agus juga sudah siap membawanya menuju bandara.
Mona memeluk ibu,ayah,dan adik perempuan satu-satunya yang bernama Andini
"An,kamu jaga ayah dan ibu ya sembari kakak kerja"
"Siap kak"
Mona dan adiknya yang hanya berselisih umur tiga tahun membuat mereka menjadi saudara yang sangat akrab.
Mona dan pak Agus berlalu pergi,diperjalanan pak Agus terus menanyai Mona apa rencananya setelah tiba di Semarang.
"Aku akan mengembangkan restoran dan kantor cabang pak,sementara itu saya minta pak Agus untuk tetap tutup mulut soal kejadian disana dan dengan siapa saja saya berhubungan"
"Baik non,tapi non Mona juga harus hati-hati dengan orang yang baru nona kenal"
"Tentu pak Agus pokoknya bapak harus selalu mengabari saya kalau sewaktu-waktu ayah ada rencana atau curiga kepada saya"
__ADS_1
"Siap non"
Tak terasa percakapan itu berakhir dan Mona telah sampai di bandara,sebelum terbang ia menghubungi Arief terlebih dahulu dan memastikan bahwa dia ada di restoran.
Setelah semua selesai Mona segera mematikan handphonenya dan menuju kursinya.
Akhirnya Mona tiba di bandara internasional Ahmad Yani,sementara menunggu mobilnya untuk dikirim ke kota itu ia memutuskan untuk memakai jasa grab agar lebih hemat.
Ia menggunakan grab car dan sampai di restorannya,saat itu kondisi restoran yang ramai pada jam makan siang membuat Arief dan Bu Siti tidak mengetahui kehadiran Mona.
Dengan cekatan Mona langsung membantu para karyawannya yang tidak sanggup menahan para pengunjung yang terus memanggil untuk memesan.
Tanpa berganti baju Mona segera membantu mengantarkan setiap pesanan di meja pelanggannya,setelah itu ia berlalu ke meja kasir dilanjutkan dengan membantu dapur yang penuh cucian.
Arief yang ingin ke toilet karyawan menyadari keberadaan Mona,ia berlari menuju Mona dan meyakinkan dirinya bahwa yang ia lihat sungguh kekasihnya.
"Mona"
teriaknya
"Hay Rif"
"Mon kapan kamu tiba?"
__ADS_1
"Tadi sekitar jam 12.00"
"Kenapa tidak bilang? Aku kan bisa menjemputmu"
"Kamu akan mengabaikan pekerjaanmu dan mementingkan urusan pribadi?"
"Tetapi itu juga untuk menjemput dirimu Mon,lalu kenapa kamu tidak langsung menemui ku?"
"Tadinya juga maunya begitu,tetapi saat melihat kondisi resto yang padat aku memutuskan untuk membantu para karyawan terlebih dahulu"
"Astaga Mon,kamu ini bos disini untuk apa melakukan itu semua"
"Tidak ada seorang bos sukses yang tidak merintis semuanya dari bawah,dan kamu ingat kita masih pada fase merintis"
Tanpa fikir panjang Arief langsung membawa Mona masuk ke dalam ruangan karyawan,rasa rindunya membuat dia tidak memikirkan apa yang akan ia perbuat pada Mona.
Arief ******* habis bibir Mona kedalam mulutnya,ciuman itu berlangsung lama hingga salah satu karyawan membuka pintu dan membuat mereka mengakhirinya dan terlihat canggung.
Arief keluar dan meninggalkan Mona yang masih merapikan make up serta pakaiannya,karyawan itu melirik ke arah Mona dengan tajam.
Tetapi karena Mona merasa dirinya tidak bersalah maka ia diam saja dan berlalu pergi.
__ADS_1