
Malam itu Mona bermimpi bertemu sang ayah,didalam mimpi tersebut ayahnya terus menagih janji Mona agar segera menikah dengan Dendra. Mona yang sangat bahagia bertemu sang ayah terus menangis dan meminta ayahnya untuk tidak melepaskan pelukannya.
"Ayah,Mona takut"
ucap Mona sambil menitikkan air mata
"Kamu tidak perlu takut sayang,ayah sudah menyiapkan jodoh terbaik buat kamu"
"Tapi ayah,apakah Dendra akan menerima segala kekuranganku? Bahkan sampai saat ini Mona telah berusaha mencoba untuk bisa cinta padanya,namun selalu sulit"
"Dengarkan ayah nak,lihatlah sosok ayah dalam diri Dendra,meski sepanjang hidup ayah tak sebaik Dendra namun dia adalah sosok laki-laki yang penyayang dan takut kehilanganmu"
"Bagaimana jika Dendra tidak mencintaiku yah?"
"Kamu tidak perlu khawatir,ayah janji akan menjamin kebahagiaan kamu selama menikah dengannya. Mulai sekarang kamu harus belajar untuk bisa mencintai dia"
"Ayah,Mona beneran takut"
"Jangan kecewakan ayah untuk kedua kalinya Mona,bahkan kamu telah berjanji untuk menikah dengannya sebelum ayah meninggal"
"Baiklah yah,aku akan berusaha sebaik mungkin untuk bisa mencintai dia seperti cinta ayah ke Mona"
Tuan Hardjo tersenyum dan memeluk erat putrinya,sebelum raganya hilang terbawa angin. Mona berteriak memanggil-manggil ayahnya hingga terbangun ke alam nyata.
"Ternyata hanya mimpi"
gumam Mona
Nyonya Yekti yang mendengar teriakan itu segera menghampiri Mona
"Sayang kamu kenapa?"
"Mona mimpi ketemu ayah Bu"
"Haa,kamu pasti sangat rindu ayah ya?"
Mona mengangguk
"Ayah bilang,Mona harus segera menikah dengan Dendra dan mulai mencintai Dendra. Ayah menagih janjinya sesuai apa yang Mona ucap waktu kepergian ayah"
"Nak,janji itu adalah hutang. Apalagi kamu berjanji di depan pusara ayah,sebaiknya kamu tidak menunda-nunda lagi atau kamu akan mengecewakan almarhum ayahmu"
"Baik Bu"
"Ya sudah,nanti ibu akan bicarakan masalah ini dengan orang tua Dendra. Pasti mereka setuju jika kalian segera menikah"
Mona hanya mengangguk karena tidak bisa berbuat apa-apa lagi
"Ya sudah,kamu mandi terus sarapan. Sebentar lagi nak Dendra pasti menjemputmu"
Mona segera menuruti perintah sang ibu,sesampai di meja makan ia melihat Dendra yang sudah duduk disana.
"Pagi Mona"
ucap Dendra sambil melemparkan senyum terbaiknya
__ADS_1
"Pagi Den"
Mona mengambilkan piring dan menyendokan nasi goreng buatan ibunya lalu memberikan kepada Dendra,semua yang ada disana terkejut karena ini pertama kalinya Mona memperlakukan Dendra seperti layaknya kekasih. Nyonya Yekti hanya tersenyum melihat putrinya yang mulai berubah,bahkan Dendra hanya terbengong melihat apa yang baru saja terjadi
"Kamu gak salah ambilin aku nasi Mon?"
"Kenapa? gak suka? yaudah sini"
"Enggak-enggak,sukalah malah suka banget pagi-pagi sarapan di ladeni sama pujaan hati"
"Udah buruan makan"
Setelah selesai sarapan Dendra dan Mona berpamitan untuk segera berangkat,nyonya Yekti berpesan pada Mona agar mempertahankan sikapnya itu.
Sesampai di kantor Dendra segera pergi ke ruangannya sedangkan Mona pergi ke pantry untuk membuat kopi,selang beberapa saat ia masuk ke dalam ruangan Dendra sambil membawa secangkir kopi di tangannya.
"Semangat ya kerjanya,ini kopi buat kamu"
ucap Mona sembari melemparkan senyum pasrahnya.
"Tumben banget,ada apa ini? Pasti kamu ada maunya kan?"
"Apaan sih Den,aku cuek salah giliran aku perhatian kamu bilang aku ada maunya. Kamu tuh sebenernya mau aku seperti apa sih?"
"Eh, iya-iya aku suka kok. Makasih ya Mona sayang"
Mona keluar dari ruangan Dendra dengan muka kesal,bahkan tak sengaja salah seorang karyawan menabraknya.
"Aduh"
"Maaf nona saya tidak sengaja"
"Maaf nona,sekali lagi saya minta maaf"
Mona pergi dengan muka kesal ia bahkan tidak melihat bahwa wanita yang ia tabrak tadi bukanlah salah satu karyawan di kantor tersebut.
"Tok tok tok"
"Masuk"
"Permisi tuan,ini ada beberapa dokumen yang perlu anda tanda tangani"
"Loh kenapa bukan Mona yang mengantar?"
"Emb anu,nona Mona sedang sibuk jadi ia meminta saya untuk mengantarkannya"
"Oh ya sudah letakkan saja disitu"
"Maaf tuan,tapi ini harus segera di tanda tangani"
"Ya sudah bawa kemari"
Dendra tidak mengecek satu persatu dokumen tersebut dan main asal tanda tangan,ia hanya memikirkan Mona yang kesal kepadanya hingga meminta orang lain untuk mengantarkan dokumen ke ruangannya.
"Ini,apa masih ada lagi?"
"Tidak tuan,kalau begitu saya permisi"
__ADS_1
"Oh ya,tolong kamu bilang ke Mona agar tidak terlalu serius"
"Baik tuan"
Dendra tersenyum-senyum membayangkan Mona yang begitu lucu ketika marah, apalagi tingkahnya hari ini begitu membuatnya terpukau. Tak disangka dokumen yang tadi ia tanda tangani adalah jebakan Arief untuk membuatnya dengan mudah masuk ke dalam perusahaan yang Dendra pimpin.
Siang itu Dendra sangat sibuk dengan pekerjaannya,ia tidak memiliki waktu untuk sekedar menyapa kekasihnya padahal ruangan Mona hanya berjarak lima meter dari tempat duduknya itu. Mona yang melihat Dendra begitu sibuk memutuskan untuk memesan beberapa macam kue dari toko ibunya sebagai cemilan menemani kesibukan Dendra.
Selang satu jam akhirnya pesanan Mona datang,ia segera memindahkannya ke piring dan mengantarkan ke ruangan Dendra.
"Permisi"
ucap Mona
Dendra yang sedang sibuk tidak memperhatikan siapa yang datang,namun tiba-tiba konsentrasinya buyar saat melihat kue keju kesukaannya ada diatas meja.
"Mona,kamu...."
"Udah,kamu makan dulu. Tadi aku lihat kamu sibuk dan sepertinya gak sempat buat turun ke kantin,ya udah aku pesen aja kue dari toko mama mu dan mengantarkannya kemari"
"Makasih ya Mon,kok kamu tahu aku suka kue keju?"
"Iya,aku juga tahu kamu selalu makan di temani dengan jus strawberry"
"Ya ampun Mon,serius deh kamu gimana bisa tahu?"
"Ya masak aku gak tahu sih apa kesukaan calon suamiku sendiri?"
"Apa yang kamu bilang barusan Mon?"
ucap Dendra kaget
"Iya,masak aku gak tahu apa yang gak di suka sama calon suamiku dan apa yang dia suka"
Dendra bangkit dari kursinya dan segera menghampiri Mona,ia sambar dagu Mona dan ******* habis bibir mungil miliknya. Mona begitu terkejut namun ia sangat menikmati hal itu,sekian lama Mona tidak mendapatkan perlakukan special seperti ini dan ia tidak ingin menahannya lagi.
Tangan Dendra menelusup ke dalam rok milik Mona namun aktivitas mereka terganggu saat salah satu karyawan masuk ke dalam ruangan tersebut.
Mona dan Dendra seketika menghentikan aktivitas mereka dan merasa salah tingkah
"Ma maaf tuan,maafkan saya. Saya akan pergi"
"Tidak,tidak Tatia kamu masuk aja biar saya yang keluar"
ucap Mona sambil merapikan rambutnya
"Maaf tuan Dendra,saya sama sekali tidak bermaksud"
"Sudah sudah,ada apa?"
"Ini ada beberapa surat dari perusahaan BUSON,dan perusahaan lainnya"
"Oh ya terima kasih"
"Kalau begitu saya permisi pak"
__ADS_1
Dendra merasa kesal karena karyawannya itu masuk di waktu yang tidak tepat,padahal ia melewatkan kesempatan langka bersama Mona. Tapi itu tidak membuatnya putus asa,karena akhirnya ia bisa tahu bahwa kini Mona telah membuka hatinya untuk Dendra.