Dendam Sang Mantan

Dendam Sang Mantan
Cerita Masa Lalu Fikri


__ADS_3

Siang sampai sore Fikri dan Mona menghabiskan waktu di perkebenan memanen aneka macam sayuran dan buah,penduduk disana begitu ramah dan juga akrab kepada Fikri. Maklum saja,sebelum rumahnya yang sekarang jadi dulu Fikri dan keluarganya sempat tinggal di sini.


Malam harinya Mona dan Fikri berjalan-jalan di kota sembari berburu kuliner,mereka nampak sangat senang menikmati suasana malam itu. Setelah cukup lama akhirnya mereka memetuskan untuk pulang,sesampai di rumah Fikri mandi dan Mona membereskan beberapa belanjaannya yang akan ia bawa pulang besok.


Fikri keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk untuk menutup tubuh bagian bawahnya,saat masuk kamar Mona terkejut dan hanya dapat terdiam.


"Kenapa Mon?"


"E e enggak kok,kamu udah selesai?"


"Udah kok,gih sana giliran kamu mandi"


"Iya"


Mona segera pergi ke kamar mandi,sementara itu Fikri menyiapkan bedcover untuk tidur di bawah,Mona yang baru saja selesai mandi bertanya-tanya kenpa Fikri melakukan itu semua.


"Fik,kamu ngapain?"


"Oh ini aku pakai bedcover buat tidur di bawah"


"Kamu ngapain tidur di bawah?"


"Gak apa-apa Mon,aku tidur di bawah aja ya. Dari pada nanti kamu gak nyaman dan rasa trauma itu muncul kembali"


"Maafin aku Fik,kalau begitu biar aku saja yang tidur di bawah"


"Gak usah biar aku saja"


"Kamu yakin?"


"Iya..."


Mereka berdua memutuskan untuk tidur lebih awal agar besok pagi bisa berangkat lebih awal juga. Malam ini Mona hampir sulit tidur karena merasa bersalah telah membuat Fikri tidur di bawah. Mona mencoba menengok Fikri yang berada di bawahnya.


"Fik,kamu udah tidur?"


"Belum kok Mon,ada apa?"


"Enggak kok,aku kira udah tidur. Aku bingung Fik"


"Bingung kenapa?"


"Gimana kalau aku gak bisa ilangin trauma ini"


"Kamu percaya deh,kalau kamu bakalan sembuh suatu hari nanti. Kamu ingat gak pernah bilang gitu sama aku"


"Iya Fik,saat dokter memvonis kamu kalau kamu akan lumpuh untuk beberapa saat"


"Iya,dan waktu itu kamu tahu gak betapa hancurnya hidup aku,apalagi kalau sampai kamu gak bisa menerima kekurangan aku itu rasanya aku benar-benar putus asa. Tapi saat kamu datang kembali dan bilang kalau kamu mau menemani aku di kala susah maupun senangku,aku merasa punya semangat lagi buat hidup. I love you Mon?"


Fikri tidak mendengar balasan dari Mona,dan ternyata saat Fikri menengok ke arahnya. Ternyata Mona sudah terlelap,Fikri kemudian bangun dan menutupi tubuh istrinya dengan selimut.


Keesokan harinya Fikri dan Mona sudah bersiap untuk kembali ke rumah,Mbok Iyem dan Mang Dar mengantarkan mereka sampai ke depan.


"Tuan,semoga sepulang dari sini nona bisa cepat garis dua"

__ADS_1


ucap mbok Iyem


"Amin mbok,makasih do'anya"


"Sama-sama tuan,salam buat nyonya Jeny dan Tuan Bayu"


"Iya mbok,kalau begitu kami pamit dulu"


"Iya tuan hati-hati"


Mona dan Fikri pulang ke rumah nyonya Jeny,setelah perjalanan kurang lebih satu jam merekapun sampai di rumah. Nyonya Jeny yang sedang melakukan acara kumpul genk sosialitanya tidak menyadari anak dan menantunya pulang dari hneymoon.


"Fik,kok banyak mobil di halaman rumah?"


"Iya Mon,sepertinya ada acara di dalam. Kalau begitu kita masuk aja ya"


Mona dan Fikri masuk ke dalam rumah,beberapa teman Jeny menyapanya


"Eh calon pengantin baru udah pulang,kok honeymoonna sebentar doang sih?"


ucapan temannya itu membuat Jeny terkejut dan langsung menghampiri Fikri dan Mona


"Loh loh kalian kok udah pada pulang? bukannya mama nyuruh kamu tinggal disana minimal satu minggu?"


"Ma,kasian Mona disana kesepian"


"Kan ada kamu,honeymoon kalau rame-rame namanya gak honeymoon sayang"


"Mona lagi gak enak badan ma,jadi Fikri pulang biar bisa istirahat"


"Come on ma,baru tiga hari"


"Namanya juga pengen buruan gendong cucu"


"Iya tapi kan gak secepat itu juga ma"


"Ya sudah,kamu bawa Mona ke kamar. Mama sudah suruh bibi bersihkan kemarin"


"Iya ma"


"Ma,Mona ke kamar dulu ya?"


"Iya sayang,kamu istirahat ya kalau ada apa-apa panggil saja bibi"


"Iya ma makasih"


Mona dan Fikri pergi ke kamar,nampak Mona begitu sedih mendengar mama mertuanya yang ingin segera menimang cucu sedangkan saat ini kondisi psikis dia belum siap untuk berhubungan badan kembali dengan suaminya.


"Fik,kenapa kita gak jujur saja sama mama tentang keadaaanku sekarang?"


"Kamu tahu sendiri kan mamaku,apa saja yang ia inginkan harus di dapatkan. Kalau kita jujur yang ada mama malah minta kamu untuk rajin konsul ke psikiater."


"Kalau memang itu yang terbaik menurut mama kamu gak apa-apa kok,aku akan ikuti kemauan mama"


"Enggak Mon,aku memang mau kamu sembuh. Tapi pelan-pelan,aku gak mau maksa kamu untuk menjalani terapi ini dan itu. Yang ada kamu malah tertekan dan sulit untuk sembuh"

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan permintaan mama yang menginginkan cucu dari kita?"


"Masalah itu kamu gak usah pikirkan,biar nanti aku yang urus ya. Sekarang kamu istirahat,aku mau keluar sebentar beli vitamin buat kamu"


"Makasih ya Fik"


"Iya sama-sama cantik"


Mona merasa beruntung memiliki Fikri di hidupnya,namun ia tak lupa keinginannya untuk berziarah ke makam Wira yang ada di Jakarta setelah menikah. Nanti sepulang dari apotik Mona berencana mengajak Fikri membicarakan hal ini berdua.


Fikri kembali dengan membawa vitamin dan buah untuk Mona,oa melihat wanita yang di cintainya sedang duduk di teras balkon sembari menikmati pemdangan taman yang ada di samping rumah Fikri.


"Sayang,kamu ngapain disitu?"


"Eh Fik,kamu udah pulang. Ini,aku lagi lihat-lihat sekitarrumah ternyata pemandangannya bagus ya"


"Iya,kadang aku sama papa suka disini menikmati kopi sambil bercerita masalah percintaan"


"Pasti mantan kamu banyak ya,sampai kamu curhat ke papa"


"Bukan masalah mantan,hanya saja dulu waktu aku masih kuliah aku pernah memiliki kekasih namanya Dinda. Awalnya aku menyukai dia karena dia pendiam,memiliki senyum yang manis dan juga pintar"


"Lalu kenapa kamu sama dia bisa putus?"


"Ternyata apa yang aku lihat tidak seperti kenyataannya"


"Maksud kamu?"


"Di kampus memang dia seorang mahasiswi yang rajin,pendiam dan sangat di segani para dosen,tapi diluar kampus dia kebalikan dari semua itu. Dia menjajakan dirinya kepada om-om hidung belang ataupun dosen ku sendiri demi mendapatkan nilai dan juga uang jajan tambahan,awalnya aku gak percaya dengan cerita kawan-kawanku tapi aku mencoba membuktikan dengan membooking dia di aplikasi kencan online,dan saat kami ketemuan di hotel dia berdandan sangat berlebihan dari apa yang biasanya aku lihat di kampus"


"Terus reaksi dia gimana saat tahu bahwa pemesannya adalah kamu?"


"Dia sangat terkejut,bahkan begitu kami bertemu dia langsung meminta maaf karena selama ini selalu membohongiku setiap aku ajak keluar ataupun sekedar makan bersama"


"Lalu setelah itu kamu putuskan dia?"


"Ya,dia mencoba menjelaskan dengan alasan yang menurut aku sangat sulit di terima oleh logika. Dia melakukan itu semua karena uang jajan yang di berikan oleh orang tuanya selalu kurang,bahkan dia juga terlilit hutang karena pernah mencoba memakai narkoba"


"Seorang perempuan pemakai menjajakan dirinya,lalu bagaimana nasib para orang-orang yang pernah tidur dengannya itu? apa mereka tidak sadar kalau si Dinda itu pecandu?"


"Entahlah,udah lebih baik kita tidak membahas dia lagi"


"Iya Fik,oh ya soal kemarin aku benar-benar minta maaf ya"


"Its okey Mon,aku mau ngasih tahu kamu kalau besok siang kita akan ketemu sama dokter Winda. Dia salah satu psikiater di rumah sakit yang keluarga aku punya"


"Iya nanti jam berapa?"


"Sebisa kamu saja"


"Ya sudah setelah makan siang kita kesana"


"Okey,kalau gitu sekarang kamu istirahat aku mau ke ruang kerja ku sebentar"


"Iya Fik"

__ADS_1


Fikri meninggalkan Mona di kamar agar ia beristirahat sementara itu Fikri pergi mengurus beberapa pekerjaan yang terbengkalai selama dia sakit kemarin.


__ADS_2