
Pagi-pagi sekali Mona sudah bangun dan berjalan-jalan di sekitar taman,para pelayan yang menyapu,mengelap jendela dan menyiram tanaman menatap Mona dengan penuh tanda tanya. Salah satu kepala pelayan bernama Dista menghampirinya
"Permisi,siapa anda?"
tanya Dista pada Mona
Mona mengulurkan tangannya dan memperkenalkan dirinya
"Perkenalkan saya Mona"
"Mona? ada keperluan apa sepagi ini Anda kemari?"
"Oh maaf,aku hanya jalan-jalan"
"Maksud aku bagaimana bisa kamu ada di rumah ini pagi-pagi begini?"
"Oh aku semalam menginap disini"
"Menginap?"
"Mona,ternyata kamu disini?"
tiba-tiba Leo datang menghampirinya
"Tuan Leo"
ucap Dista
"Apakah kamu sudah menyiapkan sarapan kami Ta?"
"Sudah tuan"
"Oh ya kamu tolong minta satu pelayan membereskan kamar tamu,karena hari ini aku akan mengajak Mona pergi"
"Kemana kak?"
"Sudah kamu lebih baik siap-siap terus turun makan dan kita akan segera pergi"
"Baiklah kak,kalau begitu aku ke kamar dulu"
Setelah Mona pergi,Dista mencoba mencari tahu siapakah Mona itu
"Tuan tunggu"
"Ada apa Ta?"
"Kalau saya boleh tahu wanita itu siapa ya?"
"Oh dia Mona,dia adalah teman dekatku"
"Tapi saya tadi mendengar kalau dia memanggil anda dengan sebutan kak?"
"Dia memang begitu,sangat sungkan untuk sekedar memanggil nama. Oh ya dia akan tinggal disini mulai sekarang jadi aku minta bantuan kamu untuk menyiapkan segala keperluannya"
"Baik tuan"
Setelah Leo pergi nampak Dista terlihat tidak senang dengan kehadiran Mona,apalagi dia yang diam-diam mengagumi sosok Leo yang sebagai laki-laki idaman kaum hawa.
Selesai mandi Mona segera bersiap dan turun ke bawah,Leo tengah menunggunya di meja makan
"Mona,kita sarapan dulu"
"Iya kak"
Mereka menikmati sarapan bersama dan setelah itu Leo segera mengajak Mona pergi,ia akan mengajak Mona ke mall untuk membeli beberapa baju dan perlengkapan lainnya.
"Kak kita mau kemana?"
"Aku akan mengajak kamu ke butik untuk membeli beberapa potong baju"
"kak Leo tidak perlu repot-repot karena baju-baju ku masih bagus-bagus kak"
"Tidak apa-apa,malam ini aku akan mengajak kamu menghadiri pesta klien kantor kakak. Kamu mau kan nemenin?"
"Tapi kak,aku malu dan merasa gak pantas nemenin kakak"
"Kamu itu jangan suka merendah begitu,sepantas pantasnya wanita ialah kamu"
"Maksud kakak?"
belum sempat Leo menjawab mereka sudah tiba di butik langganan Leo
"Selamat datang tuan Leo"
sambut para pelayan
"Hallo Mr.Leo welcome back"
ucap wanita muda yang cantik dan sangat anggun ia menghampiri Leo dan memeluknya
__ADS_1
"Kamu ada barang baru?"
"Ada dong,apa yang enggak buat Mr. Leo"
"Ini untuk dia,bukan aku"
"Ow rupanya wanita baru lagi?"
"Mira hentikan,dia adalah tamuku"
"Baiklah,mari nona saya akan menunjukkan koleksi-koleksi baru kami"
Leo menyuruh Mona mengikuti wanita itu dan mencoba koleksi pakaian baru milik mereka,sedangkan Leo menunggu sembari memainkan ponselnya.
"Kak?"
Leo menengok ke arah Mona dan melihatnya dengan tatapan terpesona, lagi-lagi ia kembali di buat jatuh cinta oleh wanita di hadapannya itu.
"Mona,kamu cantik sekali"
"Ah kakak berlebihan deh"
"Tapi kamu beneran cantik kok,oh ya Mira tolong masukkan gaun pesta yang kamu tunjukkan padaku tadi. Aku akan membawanya"
"Baik tuan"
"Kakak gak beli baju?'
"Oh tadi sudah di siapkan oleh Mira tinggal kamu saja,jadi gimana? kamu suka?"
"Suka sih kak,tapi...."
"Tapi kenapa Mona?"
"Harga baju-baju di butik ini bikin dompet saya meringis"
"Kamu tenang saja,semua aku yang membayarnya"
"Tapi kak,itu semua mahal. Gaun ini saja di bandrol dengan harga hampir tiga juta"
"Lantas kenapa? kamu suka kan?"
"Suka kak"
"Tapi kak"
"Gak ada tapi-tapian sekarang kamu masuk dan ganti baju,biar belanjaan kamu Mira yang mengurusnya"
Setelah selesai melakukan transaksi Mona kembali menghampiri Leo yang sedang berbicara dengan Mira
"Kak"
"Hay Mon"
"Jadi ini adik anda Mr. Leo?"
"Bukan,dia ini tamu spesial saya. Yah sudah ku anggap seperti adik sendiri"
"Oh jadi begitu,jadi ini yang akan anda bawa ke pesta nanti?"
"Iya,kalau begitu aku pergi dulu"
"Terima kasih banyak Mr. Leo"
Leo menggandeng Mona masuk ke dalam mobil dan membawanya ke sebuah salon kecantikan,pemilik salon tersebut juga kenalan Leo yang sangat ramah dan membantu Mona ia memberikan berbagai perawatan dan membuat Mona menjadi sangat segar.
Tepat pukul 17.00 Mona di jemput oleh sopir suruhan Leo yang bernama Tiar
"Nona Mona?"
"Iya benar saya Mona"
"Saya Tiar nona,saya di utus tuan Leo untuk menjemput anda"
"Memangnya kak Leo dimana?"
"Tuan Leo ada urusan lain"
"Oh yasudah kalau begitu kita pulang"
Mona akhirnya sampai di rumah,ia langsung di minta Dista untuk mandi dan segera bersiap,seorang MUA dan penata rambut telah menunggunya di kamar. Setelah selesai mandi mereka segera membantu Mona bersiap,dengan gaun yang tengah Leo belikan tadi membuat Mona nampak seperti bidadari sungguhan.
Leo yang tengah menunggu di ruang tamu begitu terkejut melihat Mona yang turun dari tangga dengan gaun biru pilihannya tadi.
"Mona? itukanh kamu?"
__ADS_1
"Iya kak"
"Kamu cantik sekali,sangat cantik."
"Astaga kak Leo,sudah berapa kali kakak memujiku hari ini?"
"Apa yang ku katakan adalah sebuah kenyataan,kalau begitu kita berangkat sekarang?"
"Iya kak"
Mobil mewah telah siap mengantarkan Leo dan Mona ke gedung tempat acara pertunangan kliennya,sesampai disana Mona dan Leo menjadi pusat perhatian entah karena kecantikan dan ketampanan Leo atau yang lainnya.
Beberapa wanita terkejut karena orang disamping Leo itu adalah tunangan Ry yang ternyata mereka adalah klien Ry juga, orang-orang menyambut kehadiran Leo dengan hormat bahkan tak jarang yang menanyakan tentang Mona padanya.
"Siapa ini tuan Leo?"
"Oh kenalkan ini Mona"
"Wah baru lagi rupanya"
ucap salah satu klien lainnya
"Bukan,dia tamu spesial ku"
"Yang kemarin juga gitu"
goda yang lainnya
"Oh ya btw selamat atas pernikahan anda Clire dan Fandi"
"Terima kasih tuan,suatu kehormatan anda bisa menghadiri pernikahan kami. Kapan nih kira-kira tuan nyusul kami?"
"Haha itu bisa di atur"
"Baiklah kalau begitu selamat menikmati pestanya tuan"
Sementara Leo dan Mona menghadiri pesta,Ry tengah sampai di rumah Leo dan bermaksud membawa Mona pulang. Tetapi sampai di sana ia tak mendapati Mona dan Leo dirumah,para pelayan mengatakan bahwa Leo dan Mona sedang pergi
"Maaf tuan Ry,tuan besar Leo sedang pergi"
"Pergi? kemana?"
"Saya kurang tahu"
"Siapa?"
tiba-tiba suara Dista menyeru
"Oh ternyata tuan Ry"
"Dista,dimana kakak?"
"Tuan Leo sedang pergi tuh"
"Kemana?"
"Sepertinya menghadiri acara pernikahan kliennya"
"Kliennya? siapa?"
"Aku tidak tahu betul,dia membawa seorang wanita bersamanya"
"Apakah wanita itu bernama Mona?"
"Iya benar sekali,tuan kenal dengannya?"
"Dia tunangan saya"
"Yang benar saja? tapi tuan besar Leo menganggapnya seorang tamu spesial loh"
Ry tidak menanggapi perkataan Dista dan mencoba menghubungi ponsel Mona,tetapi nasi sudah menjadi bubur nomer ponsel milik Ry telah di blokir oleh Leo sewaktu Mona tertidur di mobil. Namun Ry tak kehabisan akal dan mencoba menghubungi Leo,tetapi ia tidak menjawabnya.
Ia melihat sebuah pesan dari kliennya yang bernama Bianca,ia mengirim sebuah foto yaitu Mona dan Leo yang tengah berdansa bersama para tamu lainnya. Tak fikir panjang Ry segera menelfon Bianca dan bertanya dimanakah mereka berada
"Hallo"
"Hallo Ry,kenapa?"
"Dimana mereka sekarang?"
"ada kok,kita sedang menghadiri pesta pernikahan Clire dan Fandi"
"Kirimkan alamatnya sekarang juga"
"Duh kelihatannya ada yang kepanasan nih"
"Udah kirimkan saja cepat"
Bianca segera mengirimkan alamat pada Ry dan tanpa pikir panjang Ry segera melajukan mobilnya menuju tempat itu,dengan pikiran yang sudah kacau dan marah Ry tak lagi memikirkan beberapa pelanggaran yang melanggar lalu lintas.
__ADS_1