Dendam Sang Mantan

Dendam Sang Mantan
Bangkitnya Mona


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Dendra telah mengurus kepulangan Mona dari rumah sakit,hal itu agar Mona dapat melihat prosesi pemakaman sang ayah. Dengan tatapan kosong Mona menunggu Dendra di lobby,nampak jelas mata Mona yang berkantung akibat terlalu banyak menangis.


"Mon,kita pulang sekarang"


Sesampai dirumah kecil milik keluarga Mona ramai sekali orang yang hadir untuk mengucapkan Bela sungkawa terutama para kolega tuan Hardjo dan beberapa kerabat lainnya. Melihat Mona yang baru saja datang mereka merasa iba atas musibah yang menimpa keluarga itu secara bertubi-tubi.


"Mona yang kuat ya"


sapa salah satu kolega ayahnya


Mona tidak dapat mengucapkan apapun selain hanya mengangguk dan menangis,sesampai didalam rumah sang ibu membawa Mona untuk duduk di samping jenazah sang ayah. Sambil terus menangis Mona membisikan kata-kata yang seharusnya ia ucapkan saat ayahnya masih hidup.


Telat pukul 10.00 jenazah Tuan Hardjo di kebumikan sebelum di turunkan ke liang lahat Mona meminta izin untuk memeluk ayahnya yang terakhir kali sambil berkata


"Yah,Mona insyaallah sudah ikhlas melepas ayah. Ayah jangan khawatir ya tugas ayah sudah selesai, sekarang Mona yang akan menjaga ibu dan adik"


Mendengar hal itu membuat nyonya Yekti semakin tak kuat menahan tangisnya dan seketika tak sadarkan diri.


Jenazah tuan Hardjo diturunkan ke liang lahat,setelah semua prosesi selesai Mona meminta kepada adiknya untuk kembali terlebih dahulu. Melihat kondisi sang ibu yang tak memungkinkan untuk terus disana. Sekarang tinggal Mona,Dendra,dan ayahnya disana saat itu juga Mona mengucapkan sumpah janji yang telah ia berikan pada ayahnya waktu di dalam mimpi.


"Dendra,om Surya didepan pusara ayah. Mona ingin mengucapkan janji yang telah aku berikan pada ayah saat itu"


"Ada apa Mona?"


tanya tuan Surya tak paham


"Om Surya sebagai saksi disini. Bahwa saat ini juga aku berjanji kedepannya apabila Dendra sudah siap aku akan menerima permintaannya untuk menikahi ku"


ucap Mona


"Kamu serius Mon melakukan ini semua?"


tanya Dendra


Mona hanya mengangguk sambil menatap nisan ayahnya


"Jika memang itu keputusan kalian dan tidak ada satupun yang merasa keberatan maka saya selaku papa Dendra menyetujuinya"

__ADS_1


Setelah urusan semuanya selesai mereka kembali ke rumah Mona yang sederhana,terlihat nyonya Yekti sudah sadar dan tenang.


Hari itu adalah hari dimana Mona merasa dirinya telah menjadi putri yang selama ini ayahnya inginkan,memenuhi permintaan ayahnya untuk terakhir kali yaitu menikah dengan Dendra.


Beberapa hari setelah kepergian Tuan Hardjo,kondisi sudah kembali normal kini Nyonya Yekti hanya memikirkan bagaimana caranya mendapatkan pekerjaan untuk menyambung hidup bagi kedua putrinya. Kebetulan mama Dendra berencana membuka toko kue di beberapa kota dan meminta nyonya Yekti menjadi management mengurus itu bersama nyonya Rina.


Kedekatan mereka semakin lama semakin akrab bahkan Dendra dan Mona kini sudah saling dekat dan terbiasa dengan hubungan yang ia jalani sekarang. Meski Mona belum sekalipun mengatakan perasaannya kepada Dendra tetapi Dendra sendiri yakin bahwa di dalam lubuk hati Mona yang paling dalam ia juga mencintai dirinya.


Mona saat ini juga telah bergabung di perusahaan milik ayah Dendra dan menjadi sekretaris pribadi Dendra,tak jarang banyak para karyawan perempuan yang merasa tersaingi akibat kehadiran Mona di samping Dendra. Apalagi Dendra adalah laki-laki idaman para gadis,selain tampan,ia juga berpendidikan tinggi dan tegas maka banyak para kolega ayahnya yang berniat untuk menjodohkan putri mereka dengan Dendra. Namun harapan mereka pupus saat tuan Surya mengatakan bahwa putra semata wayangnya telah mempunyai calon istri.


Sejak hari itu kehidupan keluarga Mona menjadi lebih baik,itu semua berkat bantuan keluarga Surya dan Dendra. Seiring berjalannya waktu benih-benih cinta tumbuh di hati Mona itu terbukti saat beberapa karyawan mencoba menggoda Dendra namun dengan tegas Mona menghempas mereka dan menegaskan bahwa laki-laki itu miliknya.


Hari ini Dendra akan menghadiri rapat dengan beberapa koleganya salah satu kolega tersebut terdapat seorang wanita yang berambisi untuk mendekatinya,mendengar hal itu membuat api cemburu Mona berkobar. Beberapa karyawan memberitahunya bahwa wanita ini sering sekali mengirimkan bunga bahkan bingkisan kepada Dendra saat Mona belum bergabung di perusahaan itu. Namun Mona paham betul bagaimana cara menyikapi wanita seperti itu.


Mona yang saat itu tengah menyiapkan dokumen rapat mendapat berita bahwa perempuan yang menyukai Dendra telah tiba,segera Mona masuk ke ruangan Dendra untuk memberitahukan hal tersebut namun sesampai disana wanita bernama Lisa tersebut sudah berada dihadapan Dendra. Bukannya langsung menuju ruang rapat tetapi wanita bernama Lisa itu justru menghampiri Dendra di ruangannya dan menggodanya dengan tubuhnya.



Saat Lisa mencoba menggoda Dendra dengan alasan kegerahan ingin melepaskan jasnya dihadapan Dendra,dengan sigap Mona masuk pada timeline yang tepat. Melihat kehadiran orang lain Lisa segera memakai kembali jas yang tadinya telah ia lepas,karena merasa kesal ia meluapkan kemarahannya pada Mona.


teriak Lisa pada Mona


Dendra mencoba menenangkan Lisa yang tengah naik pitam namun tatapan Mona membuatnya tidak ingin lagi ikut campur.


"Maaf nona jika saya kurang sopan,saya kemari hanya ingin memberitahukan bahwa ruang meeting telah siap"


"Ya sudah,sana kamu keluar ada hal yang perlu saya bicarakan pada atasanmu"


Mona menatap tajam wanita bernama Lisa itu


"Apa lihat-lihat? minta dipecat kamu?"


"Maaf nona,bukankah Anda sendiri tidak sopan melepas jas didepan laki-laki yang bukan mukhrim"


"Itu urusan saya,kamu tidak perlu ikut campur. Dendra pegawai mu ini benar-benar minta di pecat"


Mona melangkah menuju kursi Dendra dan meletakkan tangannya di leher Dendra,hal itu membuat Lisa kehilangan kesabarannya.

__ADS_1


"Berani-beraninya kamu menyentuh dia seperti itu"


"Memangnya kenapa?"


ucap Mona membantah


Beberapa karyawan melihat kejadian itu dari balik kaca ruangan atasannya,mereka senang akhirnya Mona memberikan pelajaran kepada Lisa yang terkenal suka seenaknya sendiri saat berkunjung ke kantor Dendra.


"Tuan,bukankah dia datang kemari untuk meeting? Kenapa kalian belum juga ke ruangan meeting"


"Iya Mon,ini baru saja aku mau kesana."


mendengar ucapan Mona yang sedikit tajam membuat Dendra bergidik,ia berdiri dari kursinya dan membawa map berisi bahan meeting mereka.


Lisa masih saja berdiri di hadapan mereka dan mencoba menggandeng tangan Dendra,namun dengan sigap Mona menariknya sehingga Dendra mendekap setengah tubuhnya. Dan hal yang selanjutnya terjadi membuat para karyawan yang menyaksikan terutama Lisa menjadi sangat terkejut



Mona mencium lembut pipi Dendra dihadapan wanita itu,dan seketika Lisa berteriak histeris menyaksikan hal itu. Jantung Dendra berdegup begitu kencang karena ia tidak menyangka Mona akan melakukan itu,ini pertama kalinya Mona mencium Dendra setelah sekian lama mereka menjalin hubungan.


"Dasar karyawan tidak tahu diri"


ucap Lisa yang tengah menghampiri Mona dan bersiap melayangkan tamparan,namun dengan sigap Dendra menghalau tangan itu.


"Jangan pernah berani-beraninya menyentuh calon istriku"


ucap Dendra tegas


Lisa kaget mendengarnya seketika ia seperti kutu kepanasan yang minta digaruk,melihat reaksi Mona yang hanya tersenyum licik kepadanya membuat Lisa menyerah dan keluar dari ruangan itu. Beberapa saat setelah itu Dendra menatap tajam manik coklat milik Mona dan berkata


"Mona tadi kamu?"


ucap Dendra


"Kenapa? sudah sana buruan meeting,ingat ya aku bisa lakuin lebih dari ini jika ada wanita yang berani mencari perhatian kepadamu"


Kata-kata Mona membuat Dendra paham bahwa perlahan Mona tengah menerimanya sebagai laki-laki pendamping hidupnya nanti. Dengan bangga Dendra berjalan menuju ruang meeting ia tak perduli banyak pasang mata melihat ya yang begitu senang.

__ADS_1


__ADS_2