Dendam Sang Mantan

Dendam Sang Mantan
Benteng Kegelapan Leo Part 1


__ADS_3

Setelah melalui semua kejadian itu membuat Mona berfikir alangkah baiknya ia mulai hidup tanpa bergabung pada siapapun,meski sekarang Leo membantunya namun Mona tidak ingin selalu merepotkan orang lain. Terlebih lagi sekarang antara dirinya dan Ry sudah tidak ada apa-apa lagi,tentu Leo bukanlah kakaknya sehingga akan sangat sungkan untuk Mona menerima semua kebaikan ini.


Pagi itu Mona mengemasi barang-barangnya lalu membawa koper dan tasnya keluar dan menemui Leo yang berada di meja makan


"Hay Mon,sarapan"


sapa Leo yang sudah berada di meja makan


"Iya kak"


Mona pun duduk di hadapan Leo sembari menatap laki-laki itu,Leo yang tengah asyik mengunyah roti melirik ke arah Mona yang diam seperti menahan sesuatu


"Kenapa Mon,kamu gak suka sarapan roti? atau mau diganti sama yang lain?"


"Oh enggak kok kak"


"Lalu?"


"Kak,aku mau ngomong sesuatu"


"Hmm ngomong aja"


sambil terus mengunyah makanannya


"Aku memutuskan hari ini untuk pergi mencari kehidupan baru kak"


Seketika Leo terkejut dan tersedak,Mona buru-buru mengambilkan segelas air putih untuk menenangkannya


"Kakak gak apa-apa?"


tanya Mona panik


"Kamu tadi bilang apa?"


"Em sebenarnya ini sudah menjadi keputusanku kalau aku ingin pergi jauh dari kehidupan Ry dan membuka lembaran baru,aku ingin belajar mandiri kembali hidup tanpa bergantung dengan orang lain"


"Kenapa begitu Mona? atau kamu disini merasa ada yang kurang atau tidak nyaman?"


"Tidak kak,justru ini lebih dari sekedar cukup atas apa yang seharusnya aku terima. Aku cuma merasa tidak enak saja terus menerus merepotkan kak Leo"


"Sama sekali tidak,justru aku merasa senang akan kehadiran kamu disini. Apalagi rumah ini sudah lama sepi tanpa tamu dan teman"

__ADS_1


"Tetapi tetap saja aku merasa tidak enak kak,jadi tolong biarkan saya pergi. Lagipula antara saya dan Ry sudah tidak ada apa-apa maka tidak sepantasnya saya menerima ini"


"Sebenarnya apa yang menggangu pikiranmu sehingga dengan tiba-tiba kamu memutuskan untuk pergi?"


"ya itu tadi kak,tolong jangan cegah saya untuk pergi kak"


"Tidak bisa Mon,kamu harus tetap disini"


"Kenapa kak? ini sudah menjadi keputusan saya biarkan saya menjalani sisa hidup saya sendiri"


"Kalau kamu begitu keras kepala dan ingin hidup mandiri,oke!! kamu bisa tinggal di rumah saya yang lain dan saya akan memberikan kamu pekerjaan"


"Tidak kak,saya akan berusaha sendiri"


"Mon,kenapa kamu terus menerus menolak kebaikan saya?"


"Karena saya tidak berhak menerimanya"


"Kamu lebih dari cukup untuk menerimanya"


"Maaf kak,sepertinya perdebatan ini tidak akan selesai selama saya masih di meja ini. Saya akan pergi dengan atau tanpa izin kak Leo"


Mona berdiri meninggalkan meja makan,namun Leo selangkah berada di belakangnya. Ia meraih pergelangan tangan Mona dan menahannya untuk pergi


"Kak tolong lepaskan"


"Aku minta kamu jangan pergi"


"Maaf kak keputusan saya sudah bulat"


Mona berusaha melepaskan tangan Leo darinya lalu melangkah keluar sembari membawa kopernya,Leo langsung berlari ke arah wanita itu dan memeluknya dari belakang. Mona terkejut,ia tak habis pikir jika Leo akan senekat itu


"Apa yang kakak lakukan"


"Mona,tolong jangan pergi. Aku tidak ingin kehilangan kamu"


"Maksud kakak? kak tolong lepaskan !! tidak baik jika ada yang melihatnya"


Leo memutar badan Mona sehingga kini wajah Mona berada tepat di depan wajah Leo,nafas Leo terasa menyerbu wajahnya. Semuanya nampak canggung hingga membuat Mona takut jika ada orang yang melihatnya


"Aku cinta sama kamu Mon"

__ADS_1


"Kak !!!!"


"Aku tidak peduli jika orang mengatakan aku bodoh atau gila karena mencintaimu,aku hanya ingin kamu selalu ada di sampingku"


"Tidak,tidak sepantasnya ini terjadi"


Mona mendorong Leo dan berlari pergi,namun Leo mengejarnya dan langsung menggendong Mona kembali menuju kamarnya,para pelayan dan penjaga yang melihat itu terlihat kebingungan



"Kak turunkan aku,apa yang kamu lakukan?"


teriak Mona


Ternyata Leo justru membawa Mona ke kamar miliknya, warna-warna gelap menyelimuti kamar Leo dan membuatnya terkesan kosong.


Leo menurunkan Mona di atas tempat tidurnya,dan wanita itu langsung memberontak dan memaksa keluar. Dengan sigap Leo menangkapnya kembali dan mencoba untuk mengikat Mona di salah satu tiang yang ada di tempat tidurnya


"Apa-apaan ini kak"


"Jika aku tidak bisa mencegah kamu untuk pergi, dengan terpaksa aku harus melakukan ini"


Untung saja Mona sudah pernah menghadapi situasi ini,ia mengambil ancang-ancang dan menendang paha bagian dalam Leo hingga ia tersungkur dan kesakitan. Mona menggunakan kesempatan itu untuk kabur dan keluar dari kamar tersebut,Leo yang kesakitan mencoba untuk berdiri dan mengejar Mona yang tengah sampai di lantai bawah dan bersiap untuk pergi.


Seorang penjaga yang sedang membuka kunci gerbang tiba-tiba berhenti setelah mendengar teriakan Leo


"Jangan biarkan wanita itu pergi"


teriak Leo dari depan pintu


Mona terkejut dan langsung menyahut kunci yang ada di tangan penjaga dan berusaha melanjutkan untuk membukanya,namun penjaga di sampingnya itu lebih dulu menahan Mona dan membawanya ke hadapan Leo.


"Ada apa bos? apa yang terjadi?"


tanya penjaga itu


Asisten Leo yang bernama Sam datang


"Ada apa tuan? anda seperti terlihat kesakitan?"


"Bawa wanita itu ke kamarnya dan jangan biarkan dia kabur"

__ADS_1


"Baik tuan"


Penjaga itu membawa Mona kembali ke kamarnya,sekarang Mona merasa menjadi seorang tahanan setelah berusaha kabur dari rumah Ry dan justru berkahir menjadi tahanan kembali di rumah ini. Tidak ada bedanya antara Ry dan Leo,mereka selalu memaksa orang yang berusaha untuk tidak mematuhi kehendaknya dan membuat orang tersebut jera. Kali ini Mona berhadapan dengan orang yang justru lebih kuat dari Ry,ia juga tidak menyangka jika laki-laki yang ia anggap lebih baik justru menjadi lebih buruk.


__ADS_2