Dendam Sang Mantan

Dendam Sang Mantan
Kisah Cinta Mona dan Fikri Part 3


__ADS_3

Bu Diah dan Mona sibuk di dapur bersama karyawan lainnya menyiapkan pesanan Fikri sebanyak 300 box untung saja stock bahan makanan masih cukup,hari ini Mona akan memberikan kompensasi pada karyawannya apabila 300 box tersebut bisa selesai sebelum makan siang maka resto akan tutup lebih awal.


Namun belum ada dua jam Bu Diah di dapur tiba-tiba ia merasa kurang enak badan,Mona yang sibuk dengan pisau dan penggorengan tidak begitu memperhatikan sang ibu. Hingga Bu Diah terpaksa pergi ke ruangan Mona dan beristirahat,setelah cukup lama bergelut dengan pisau di dapur akhirnya tepat pukul 11.00 semua pesanan sudah siap.


Mona tersenyum puas karena ini sangat tidak mungkin selesai dalam batas waktu di luar perkiraannya,namun siapa sangka dengan janji yang sudah Mona berikan para karyawannya begitu antusias dan semangat sehingga bisa selesai tepat waktu


"Hany kamu lihat ibu gak?"


"Oh ibu ada diruangan mbak Mona,kayaknya ibu sakit deh mbak"


"Sakit?"


"Iya,soalnya tadi beliau terlihat pucat dan lemas gitu"


"Ya sudah,kamu ikut sama Rudi mengantarkan pesanan ke kantor Pak Fikri ya"


"Baik mbak"


Mona kembali ke dapur dan mengambil teh hangat serta sarapan untuk Bu Diah,kebetulan ia berpapasan dengan Rudi yang sedang mengemas pesanan menuju mobil.


"Rudi"


"Iya mbak Mona,ada apa?"


"Kamu anterin pesanannya sama Hany ya,soalnya aku harus ngurus ibu lagi sakit"


"Iya mbak"


"Nanti kalau pak Fikri tanya kenapa saya tidak ikut jawab saja saya sibuk"


"Baik mbak,ya sudah kalau begitu terima kasih"


Mona dengan sangat cemas memegang nampan berisi sarapan tersebut ke ruangannya untuk menemui Bu Diah,sesampai di sana ia benar-benar panik melihat ibunya terbaring di sofa tak sadarkan diri.


Mona mencoba membangunkan Bu Diah, memanggilnya berkali-kali namun tiada jawab. Sangking paniknya ia tidak dapat berfikir panjang dan langsung menghubungi pak Sam.


"Tut... Tutt... Tutttt Hallo Mona"


"Bapak,bapak ada dimana sekarang?"


"Bapak sedang di petani sayuran"


"Bapak pulang ke resto sekarang"


"Ada apa ndok, sepertinya kamu terdengar cemas sekali"


"Ini ibu pak,ibu pingsan"


"Ibu pingsan?"


"Iya,Mona juga baru tahu saat masuk ke ruang kerja Mona barusan"


"Ya sudah,bapak segera ke sana"


Mona terus berusaha membangunkan ibunya sembari memberi minyak angin ke seluruh tubuh Bu Diah yang agak dingin itu, beberapa karyawan membantunya memijit kaki dan tangan Bu Diah hingga akhirnya pak Sam tiba.


"Mona ibu kenapa?"


tanya pak Sam panik


"Mona juga gak tahu pak, tiba-tiba saat Mona masuk ibu udah gak sadarkan diri. Tadi Hany bilang kalau di dapur ibu sempat terlihat pucat dan lemas"


"Ya sudah sebaiknya kita bawa ibu ke rumah sakit sekarang"

__ADS_1


"Iya pak"


Dengan di bantu beberapa karyawan pak Sam membawa istrinya ke mobil,Mona yang masih mengenakan baju kokinya ikut mengantar sang ibu ke rumah sakit.


"Dina,Ari kalian beres-beres ya,begitu Hany dan Rudi datang kalian langsung tutup saja restonya"


"Baik mbak"


Mona langsung duduk di belakang memangku sang ibu yang masih tak sadarkan diri, sedangkan pak Sam mencoba menerobos kemacetan agar segera sampai di rumah sakit.


Setibanya di UGD Bu Diah segera di periksa oleh dokter,Mona hanya bisa diam namun kecemasan di wajahnya tidak dapat di sembunyikan lagi.


"Mona,sebaiknya kamu pulang dulu untuk berganti baju"


"Enggak pak,Mona mau di sini menunggu ibu sadar"


"Tapi baju kamu penuh dengan noda, orang-orang pada melihat kamu seperti itu"


"Biarkan saja pak,Mona tidak peduli dengan apa kata orang yang terpenting sekarang ibu"


"Apa kamu se sayang itu dengan ibu?"


"Tentu saja pak,meski ibu bukan ibu yang melahirkan Mona,tetapi dia melebihi ibu kandung bagi Mona. Mona sangat sayang sama ibu dan bapak,jadi jangan pernah mencoba untuk meninggalkan Mona ya pak"


"Iya ndok,ya sudah setidaknya sekarang kamu ke toilet cuci muka kamu dulu"


"Baik pak"


Mona pun akhirnya mengikuti perintah pak Sam,tak berselang lama dokter yang memeriksa Bu Diah keluar dari ruang UGD dan langsung menghampirinya.


"Sam?"


ucap dokter itu


"Ya ini aku Sam,Robi sahabat kamu waktu SD"


"astaga,ya Allah gak nyangka bisa ketemu kamu lagi. Kamu apa kabar rob?"


"Aku baik Sam,oh ya pasien yang di dalam itu istri kamu?"


"Iyaa,bagaimana kondisinya?"


"Dia hanya sedikit kelelahan dan kurang istirahat saja,oh ya tadi istri kamu ingin berbicara penting sama kamu"


"Dia sudah siuman?"


"Sudah"


"Oh ya Robb bisa saya masuk"


"Silahkan"


Pak Sam dan dokter masuk kembali ke ruang UGD menemui Bu Diah yang terbaring di atas ranjang rumah sakit.


"Bu,ibu gimana keadaannya sudah enakan?"


"Ibu gak apa-apa kok pak cuma kelelahan aja"


"Ibu ini sudah bapak bilang berkali-kali kalau jangan memaksakan diri di resto, akhirnya begini kan"


"Iya pak ibu minta maaf,oh ya pak Mona dimana?"


"Dia sedang ke toilet"

__ADS_1


"Kebetulan sekali ibu sedang di rumah sakit bagaimana kalau kita jalankan rencana kita sekarang pak?"


"Ibu yakin Mona tidak akan curiga"


"Bapak percaya saja"


"Oh ya bu kebetulan dokter ini sahabat bapak waktu SD,kita ketemu lagi setelah sekian lama"


"Bagus dong pak,mungkin dokter bisa membantu kami"


"Apa yang bisa saya bantu Sam?"


"Kalau begitu Robb aku mau minta tolong sama kamu"


"Minta tolong apa Sam?"


"Jadi begini,aku ingin kamu memberi keterangan palsu tentang penyakit istriku. Aku mau kamu ngomong ke anakku Mona bahwa istriku memiliki sakit berat dan harus di beri perhatian penuh serta jangan sesekali menolak permintaannya"


"Tapi ini melanggar etika dokter Sam"


"Aku minta tolong sama kamu kali ini saja Rob,supaya anakku itu mau menikah. Sudah usia hampir 25 tahun namun dia masih memilih untum sendiri"


"Embb,tapi ini hanya antara kita saja ya. Tidak ada rekam medis dan lainnya"


"Oke,makasih banyak ya Robb"


"Sama-sama,oh ya mana putrimu? atau kita menunggunya di ruang rawat inap pasien saja"


"Boleh kalau begitu"


Bu Diah akhirnya di pindahkan ke ruang rawat inap dan di pasang beberapa alat agar meyakinkan penyakitnya, sedangkan pak Sam pergi ke bagian administrasi untuk mengurus data-data.


Mona yang baru saja kembali dari toilet terkejut karena ibunya sudah tidak ada di UGD, kemudian ia bertanya pada salah satu perawat yang ada di sana.


"Permisi sus"


"Iya mbak,ada yang bisa saya bantu?"


"Pasien yang baru saja masuk ke UGD ibu-ibu atas nama ibu Diah dimana ya?"


"Oh pasien sudah di pindahkan ke kamar rawat inap untuk mendapatkan penanganan mbak"


"Nomer berapa sus?"


"Kalau itu mbak bisa menanyakannya di bagian administrasi"


"Terima kasih"


"Sama-sama"


Mona kemudian pergi keruang administrasi,ia berjumpa dengan pak Sam di sana


"Bapak,kok bapak disini"


"Iya ini mengisi formulir pendaftaran"


"Ibu dimana pak?"


"Ibu sudah di pindahkan ke ruang rawat inap"


"Nomer berapa?"


"Nanti kita ke sana bersamaan,ini sebentar lagi bapak selesai"

__ADS_1


Setelah menunggu beberapa menit akhirnya selesai juga,pak Sam dan Mona segera menuju kamar Bu Diah sesampai di sana Mona terkejut karena sang ibu masih terbaring tak sadarkan diri dengan berbagai alat medis menempel di seluruh tubuhnya.


__ADS_2