
Malam harinya saat Fikri dan Mona ingin melakukan hubungan badan,tiba-tiba saja Mona merasa mual-mual dan tidak ingin dekat-dekat dengan Fikri,hal itu sontak membuat Fikri merasa bingung karena Mona selalu mual saat berada di dekatnya.
"Kamu ini kenapa sih sayang? gak biasanya kayak gini"
"Pokoknya kamu jauh-jauh deh,aku mual banget kalau dekat kamu"
"Apa kamu masuk angin?"
"Entah"
"Kita ke rumah sakit ya"
"Tunggu bentar,aku pengen muntah lagi rasanya"
"Astaga Mon"
Akhirnya Mona dan Fikri memutuskan untuk pergi kerumah sakit,sesampai disana dokter segera memeriska Mona dan anehnya setiap Fikri berada jauh dari Mona rasa mual itu hilang dengan sendirinya.
"Dok,jadi istri saya sakit apa?"
"Tidak ada yang perlu di khawatirkan pak,istri bapak saat ini sedang hamil jadi maklum saja jika dia terus mual-mual seperti itu"
"Apa dok? istri saya hamil?"
"Iya pak,usianya sekarang baru empat minggu jadi harus exstra hati-hati menjaganya"
"Alhamdulillah akhirnya"
Fikri langsung menemui Mona yang baru saja keluar dari ruang pemeriksaan,Fikri memeluk erat istrinya itu dan sontak membuat Mona kembali mual-mual.
"Fikkk lepaskan,aku mual banget tahu"
Mona buru-buru ke toilet yang ada di ruang pemeriksaan sementara Fikri menebus vitamin dan juga biaya administrasi.
"Sayang,makasih ya"
"Makasih untuk apa?"
"Untuk memberiku keturunan"
"Jadi....
__ADS_1
"Iya,kamu hamil"
"Hahhhh serius mas?"
"Iyaaa"
"Akhirnya kita bisa memberikan ibu cucu mas"
"Iya sayang"
Fikri dan Mona berencana melakukan USG sebelum pulang ke Kalimantan,untuk memberikan kejutan serta ingin melihat apakah kondisi janin yang ada di dalam perut Mona baik-baik saja.
Setelah selesai melakukan USG Fikri dan Mona segera berangkat ke Kalimantan,menempuh perjalanan kurang lebih dua jam akhirnya mereka tiba di rumah. Jeny dan Bayu menyambut mereka.
"Kalian sudah pulang?"
sambut Jeny
"Hay ma,apa kabar?"
"Baik sayang,kamu sehat kan sama Fikri?"
"Alhamdulillah kalau begitu,kita masuk yuk mama punya kejutan buat kalian"
"Kejutan apalagi sih ma? perasaan Mona terus yang di kasih"
"Iya dong,kamu menantu kesayangan mama wajar kalau mama ngasih kamu hadiah terus"
Tiba-tiba saat mereka masuk rumah terlihat beberapa keluarga berkumpul disana dan Tania mengejutkan mereka
"Welcome Home"
"Taniaa..."
"Kak Mona,aaa very very miss you kak"
"Kakak juga kangen banget sama kamu,ibu,bapak apa kabar?"
"Alhamdulillah bapak sama ibu baik ndok"
"Oh ya,aku sama Fikri bawain kalian oleh-oleh buat semuanya dan ada"
__ADS_1
Mona memberikan amplop berisi hasil USG dan juga foto calon bayi mereka,Jeny dan bu Diah membuka amplop itu bersamaan dan melihat hasil yang menyatakan Mona hamil. Keluarga itu sangat bahagia melihat menantu kesayangannya hamil sebagai hadiah Jeny memberikan sebuah rumah mewah yang berada di daerah Jakarta karena sebentar lagi keluarga Fikri akan mendirikan rumah sakit baru disana dan Fikri yang akan mengurus managementnya.
"Makasih ya ma"
"Mama yang harusnya makasih sama kamu karena sudah memberikan mama cucu"
"Tapi aku tidak bisa meninggalkan bapak dan ibu disini"
"Kata siapa mereka akan disini,mereka akan ikut kamu ke Jakarta juga membuka restoran baru dan supaya bisa selalu menjenguk Wira"
"Benarkah pak,Bu?"
"Iya ndok,Bu Jenny mau membantu kami membuka restauran baru disana"
"Sekali lagi makasih ya ma,pa"
"Sama-sama sayang,tapi mumpung kehamilan kamu belum besar. Mama dan papa mau kalian antarkan kami ke Jepang dan menginap beberapa Minggu disana"
"Gimana mas?"
"Boleh,oh ya Tania ini hadiah buat kamu"
"Apa,palingan juga kaos dari Swis"
"Buka dulu"
Tania membuka tas itu dan ia senang sekali karena mendapat sebuah miniatur khas simbol negara Swiss seperti yang ia inginkan.
"Terus ini apa kak?"
Tania menunjukkan amplop coklat yang ada di dalam tas itu
"Ya buka"
"Wahh tiket tour Eropa"
teriak Tania kegirangan
"Makasih banyak kak,aku senang sekali akhirnya mendapatkan dua hal yang aku impikan sekaligus"
Mereka akhirnya mempunyai keluarga yang utuh dan bahagia terlebih lagi sekarang mereka memilik kebahagiaan masing-masing.
__ADS_1