
Sudah hampir dua bulan Mona hanya berdiam diri seperti itu,dia tak mau berbicara kepada siapapun. Untuk makan saja Mona hanya dipaksa oleh dokter agar tidak membahayakan kesehatannya,Mona sungguh-sungguh seperti mayat hidup.
Kondisi Mona membuat Nyonya Yekti begitu terpuruk,bahkan suaminya tidak dapat melakukan apa-apa. Meski ada sedikit penyesalan dalam hati tuan Hardjo tetapi ia tidak bisa memperbaiki semuanya,Mona bahkan berteriak histeris setiap sang ayah mencoba untuk menghampirinya.
Tak ada cara lain,tuan Hardjo bermaksud untuk meminta bantuan dari Dendra agar dapat membuat Mona kembali seperti sedia kala.
Mendengar keadaan Mona yang seperti itu Dendra memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan bertemu dengan cinta pertamanya tersebut.
Siang itu Dendra telah tiba di Indonesia,ia segera bersiap pergi ke rumah tuan Hardjo bersama orang tuanya.
Kedatangan mereka disambut hangat oleh tuan Hardjo dan Nyonya Yekti,seusai saling sapa Dendra menanyakan tentang Mona
"Oh ya on,Tante,dimana Mona? Boleh saya bertemu dengannya?"
"Tentu boleh dong Dendra,Din kamu antar kak Dendra ke kamar kakakmu"
jawab tuan Hardjo
"Iya yah"
Sesampai didepan kamar Mona,Andini hanya berpesan agar Dendra sabar menghadapi kakaknya.
Dendra masuk ke kamar Mona dan melihat wanita yang ia cintai duduk di samping jendela dengan tatapan kosong.
"Hay Mon,apa kabar?"
Mona tak menghiraukan Dendra sedikitpun
"Mon,kamu gak kangen sama aku? Kita keluar yuk,aku pengen ngajak kamu jalan-jalan"
__ADS_1
Saat Dendra mengambil buah di meja sebelah tempat tidur Mona tiba-tiba secara refleks Mona menyebut nama Arief.
"Gimana Mon? Kamu mau apa?"
"Aku cinta kamu Rif"
"Mon,ini aku Dendra bukan Arief"
"Aku tahu kamu bukan Arief,karena Arief udah pergi meninggalkan aku"
"Kalau boleh tahu dimana dia?"
"Dia pergi jauh dan gak akan pernah kembali"
"Ya sudah biarkan Arief pergi,ikhlaskan dia. Sekarang disini ada aku,aku akan selalu setia berada di samping kamu"
ucap Dendra penuh kasih sayang
"Iya,nanti kita jalan-jalan ya. Sekarang kamu siap-siap dulu,aku panggil suster ya"
Dendra keluar dari kamar Mona dan memanggil suster yang selama ini merawat Mona untuk membantunya bersiap-siap.
Dendra kembali ke ruang tamu menemui keluarganya dan keluarga tuan Hardjo.
"Gimana keadaan Mona Den?"
tanya Mama Dendra
"Mona baik-baik saja kok ma,tapi memang keadaan mentalnya sedang terganggu. Mungkin Mona butuh terapi agar mentalnya sedikit stabil"
__ADS_1
"Om minta tolong sama kamu Den,tolong bantu Mona sembuh"
ucap tuan Hardjo
"Saya akan mencoba semampu saya om,tetapi ya begitu memang butuh waktu"
Saat mereka semua asyik berbincang,Mona turun bersama susternya,semua mata tertuju pada Mona yang berpenampilan seperti dulu menggunakannya baju lengan panjang dan make up sederhana.
Nyonya Yekti menghampiri putrinya dan memeluk penuh kehangatan
"Sayang,akhirnya mama melihatmu seperti dulu lagi. Kamu bisa sayang,kamu pasti sembuh"
Mona hanya tersenyum kecil tanpa sepatah katapun, Dendra menghampirinya dengan penuh semangat
"Siap jalan-jalan tuan putri?"
Mona merangkul lengan Dendra dan mengajaknya segera pergi,Dendra kaget karena itu pertama kalinya Mona mau menggandeng setelah sekian purnama rasa cintanya tak terbalas.
Dendra mengajak berpamitan kepada suami orang tetapi ketika bertatapan dengan tuan Hardjo,raut wajah Mona berubah menjadi seperti murka.
Menyadari hal itu Dendra segera mengajak Mona pergi dari rumahnya dan membawa Mona jalan-jalan.
Kehadiran Dendra menjadi cahaya baru untuk kesembuhan Mona,apalagi begitu sabarnya Dendra menghadapi reaksi Mona yang berubah-ubah.
Setelah hampir malam Dendra memutuskan untuk membawa Mona kembali ke rumah,Dendra sangat bersyukur berkat itu semua Mona sudah mau bicara banyak meski hanya dengannya.
Sesampai dirumah Dendra berpesan kepada semua orang terutama tuan Hardjo agar menjaga jarak kepada Mona,ternyata Mona menyimpan dendam kepada sang ayah sebagai sebab penderitaannya tersebut.
Dendra juga menyarankan agar sebulan ke depan mengizinkan Mona tinggal di villa kebun teh milik keluarganya bersama suster,yang bertujuan sebagai terapi mental dan psikis Mona.
__ADS_1
Semua keluarga setuju akan ide Dendra,namun tuan Hardjo meminta agar Dendra menemani putrinya disana.
Akhirnya keberangkatan Mona menuju villa keluarga Surya di Bogor sudah ditentukan,besok Dendra, Mona,dan suster akan berangkat kesana bersama pak Agus juga.