
Ry berusaha untuk mendapatkan paket yang Bisma minta,sebelumnya ia terpaksa berurusan dengan polisi dan mengupayakan agar paket itu lolos dia juga memberikan sejumlah uang pada polisi sebagai uang tutup mulut. Sementara itu Mona yang masih dalam genggaman Bisma berusaha kabur dari sana, keahliannya yang terbiasa di kurung oleh Ry membuatnya hampir berhasil kabur jika saja anak buah Bisma tidak mengantarkan makanan ke kamar itu. Mona yang sedang membuka jendela terpergok untuk kabur dan membuat anak buah Bisma geram,terjadilah aksi saling pukul hingga Mona terjun bebas dari jendela menuju ruang bawah yang tidak begitu tinggi.
Penjaga di sekitar terkejut mengetahui hal itu dan segera membawa Mona ke rumah sakit,Bisma yang mengetahui itu segera ke rumah sakit untuk mengetahui keadaan Mona. Untung saja dokter segera memberi penanganan terbaik,ia hanya mengalami patah tulang tangan kanan dan memar-memar di area wajah.
Keesokan harinya Ry menghubungi Bisma kembali dan mengatakan bahwa paket mereka berhasil lolos,ia meminta agar Bisma melakukan penyerahan pukul 09.00 tapi Bisma menolak dengan alasan ia sedang ke luar kota dan mengundurnya besok. Merasa ada yang aneh Ry menyudutkan Bisma agar tidak melanggar janjinya,sementara itu Ry meminta seseorang untuk memata-matai markas Bisma guna mengetahui kondisi Mona sekarang.
Sesampai di rumah sakit Bisma segera mencari dokter yang merawat Mona ia mendapatkan hasil pemeriksaan guna memastikan kondisinya,ketika akan masuk ke ruangan Mona di rawat Bisma bertemu dengan dokter tersebut
"Mohon maaf pasien sedang istirahat dilarang untuk membesuk pada jam sekarang"
ucap perawat yang mendampingi dokter itu
"Saya kerabat pasien tolong izinkan saya melihat kondisinya"
"Maaf pak apa hubungan anda dengan pasien di dalam?"
"Sa saya a adalah kakaknya iya saya kakaknya"
"Baiklah kalau begitu mari ikut saya ke ruangan ada yang perlu saya katakan"
Bisma mengikuti dokter tersebut dan sesampai disana dokter memperlihatkan gambar X-ray lengan kanan Mona dokter menjelaskan bahwa terdapat pergeseran tulang saja dan mereka hanya perlu mengembalikannya ke tempat semula.
"Jadi bagaimana dok,apakah bisa kembali normal seperti semual?"
"Kami sudah melakukan yang terbaik,saat ini tulang pasien sudah kembali ke tempatnya dan saya memberinya gip untuk menyangganya"
"Tetapi selain itu apakah ada cidera lainnya pada pasien dok?"
"Tidak ada,hanya luka memar kecil pada beberapa bagian"
"Apakah kemungkinan untuk pulih lama dok?"
"Besok jika kita lihat perkembangan penyatuan tulang berhasil mungkin lusa pasien bisa pulang dan melakukan rawat jalan saja"
"Baiklah kalau begitu terima kasih dokter"
Bisma langsung pergi menuju ruangan Mona untuk melihat keadaannya,Mona terbaring lemas sambil berusaha bangun dari tempat tidurnya namun karena lengannya yang berat oleh gip membuatnya agak kesusahan. Melihat Bisma yang masuk ke dalam kamarnya membuat Mona sedikit takut
__ADS_1
"Ngapain kamu ke sini?"
ucap Mona dengan nada tinggi
"Tenang saja aku tidak akan melukaimu"
"Pergi,aku tidak ingin melihatmu"
"Aku ke sini hanya ingin memastikan keadaanmu"
"Aku baik-baik saja,sebaiknya kamu pergi atau aku akan berteriak bahwa kamu menculik ku"
Bismapun akhirnya mengalah untuk keluar dari kamar Mona dan meminta seorang anak buahnya untuk menjaga di depan pintu kamarnya. Saat makan siang tiba Mona menceritakan hal yang terjadi kepadanya pada perawat,ia juga meminjam ponsel milik perawat tersebut untuk menghubungi Ry.
"Sus tolong saya orang-orang yang ada di luar itu sedang menculik saya,ia bahkan tidak membiarkanku untuk kabur hingga membuatku celaka seperti ini"
"Kalau begitu biar saya bicara pada petugas satpam agar meminta bantuan pada polisi"
"Jangan,masalahnya tidak sesederhana itu,pinjamkan saja aku ponsel milikmu untuk menghubungi tunangan ku. Ia pasti khawatir dengan keadaanku, mereka-mereka biar dia yang mengurus"
"Baiklah,silahkan ini"
"Kenapa dia tidak menjawabnya?"
gumam Mona
"Bagaimana nona?"
"Dia tidak menjawabnya,kalau begitu tidak apa jika nanti dia menghubungi mu tolong katakan namaku dan juga nomer ruangan ku"
"Baik nona"
"Terima kasih atas bantuan mu,aku tidak akan melupakannya"
Suster itu keluar dari kamar Mona,penjaga yang sedari tadi menunggu diluar ternyata mendengar hal tersebut,ia segera melaporkan hal itu pada Bisma dan membuatnya geram.
Ry melihat ponselnya dan terdapat panggilan tak terjawab dari nomer yang tak dikenal,secara cepat ia segera menelfon kembali nomer itu namun yang menjawabnya adalah seorang wanita yang tak di kenal.
__ADS_1
"Hallo"
"Hallo,dengan siapa ini"
ucap perawat tersebut
"Sorry bukankah kamu yang menghubungi ku terlebih dahulu?"
"Apakah anda kerabat dari nona Mona?"
"Iya saya tunangannya,bagaimana kamu mengenal dia?"
"Maaf tuan saya adalah perawat di rumah sakit Pelita Hati saya hanya dimintai tolong nona Mona untuk meminjamkan ponsel dan menghubungi anda"
"Apa yang terjadi dengannya?"
"Saat ini nona Mona sedang di rawat di Rumah Sakit Pelita Hati kamar VIP 301 dengan keluhan tulang tangan kanan yang tergeser"
"Apa?terima kasih kalau begitu saya akan ke sana"
Ry segera menutup telfonnya dan meminta Sony membawa anak buahnya menuju rumah sakit,melihat atasannya yang begitu marah membuat Sony dan anak buahnya takut
"Apa yang sebenarnya terjadi tuan?"
"Bisma dan anak buahnya telah mencelakai Mona,sekarang ia sedang di rawat di rumah sakit kamu kumpulkan anak buah dan bawa ke sana untuk mengambil Mona secara paksa"
"Baik tuan"
Sementara itu Bisma dan anak buahnya membawa Mona keluar dari rumah sakit secara paksa,karena mengetahui rencana Mona yang menghubungi Ry membuat Bisma juga ikut geram. Ia menarik tangan kiri Mona sepanjang koridor,Mona yang kesakitan tidak dapat berbuat apa-apa. Para perawat dan dokter tidak dapat menghalangi mereka karena di ancam akan di bunuh jika berani ikut campur.
"Lepaskan aku,ini sakit sekali"
teriak Mona
"Diam"
bentak Bisma
__ADS_1
Mona menangis menahan rasa sakit dan juga penderitanya itu, bagaimanapun Bisma tidak ingin Ry melihat Mona dalam kondisi seperti ini atau dia akan kehilangan nyawanya.