
Keesokan harinya , di ruang kerjanya, Patrick sedang memeriksa kamera cctv yang dia daparkan dari halaman parkir lantai bawah tanah gedung kantor kejaksaan tempat dimana terjadinya ledakan yang membuat mati Akmal, asisten jaksa serta Marwan , Jaksa Penuntut yang juga temannya.
Dari kamera cctv itu jelas terlihat sosok Pria menyelinap ke arah mobil Akmal , lalu masuk ke kolong mobil dan memasang bom di bagian bawah mobil Akmal.
Dari rekaman camera cctv itu juga Dia menyaksikan sang Pria memasang bom juga di mobil Marwan.
Pria yang ditugasi memasang bom itu sudah mengintai dan mengawasi Marwan dan Akmal sebelumnya, sehingga Dia mengetahui mobil pribadi Marwan dan juga Akmal.
Patrick geram melihat Pria tersebut. Lalu, Dia mengambil gambar si Pria yang tertangkap dalam kamera cctv di area parkiran bawah tanah gedung kejaksaan .
Patrick berniat akan melacak dan mencari keberadaan Pria tersebut , Dia akan menuntut balas pada sang Pria karena sudah membuat mobil Akmal dan Marwan meledak, sehingga Akmal mati terkena ledakan bom.
Selain itu, Patrick juga ingin menangkap Pria pemasang bom itu, agar Dia bisa memaksanya untuk mengaku dan memberi pernyataan, siapa orang yang sudah menyuruhnya memasang bom di mobil Marwan dan Akmal .
Patrick tak bisa tenang sebelum berhasil menangkap pelaku yang membunuh Akmal dan membuat Marwan terluka parah dan tak sadarkan diri di rumah sakit.
Patrick marah besar, Dia bertekat akan menumpas dan menghancurkan si Pelaku yang sudah memasang bom tersebut .
Tiba tiba saja teleponnya berdering, cepat Patrick mengambil ponsel dari dalam kantong celananya, dan menerima panggilan telepon yang masuk di ponselnya itu.
"Ya, Lex." Ujar Patrick, bicara diteleponnya .
"Kamu dimana ?" Tanya Alex , dari seberang telepon.
"Di kantorku. Ada apa?" Tanya Patrick, di teleponnya.
"Kerumahku sekarang, Trick, ada yang mau Aku tunjukkan padamu." Ucap Alex, bicara dari seberang telepon.
"Ok. Aku ke sana sekarang." Jawab Patrick, diteleponnya.
Patrick lantas menutup teleponnya, Dia juga mematikan layar monitor dan laptopnya, lalu mengambil flash disk berisi rekaman kamera cctv dari area parkiran gedung kejaksaan.
Patrick mengantongi flash disk tersebut, lalu, Dia bergegas pergi keluar dari dalam ruang kerjanya .
---
Alex dirumahnya duduk santai di depan laptopnya yang tergeletak diatas meja. Alex baru saja selesai melacak dan mendapatkan sesuatu dari usahanya mencari keberadaan pelaku pengeboman di kantor kejaksaan.
Tanpa di suruh dan di minta Patrick, Alex melakukannya atas inisiatifnya sendiri, karena Dia juga ingin tahu, siapa Pelaku yang memasang bom di mobil Marwan dan Akmal.
Dari peralatan tekhnologi canggih yang Dia miliki, Alex dengan mudah menghack kamera cctv milik kantor kejaksaan, Dia berhasil menghack kamera cctv yang terpasang di area parkiran bawah tanah kantor kejaksaan agung tempat Marwan bekerja.
Sementara Patrick masih baru mau mencari keberadaan Pria yang tertangkap kamera cctv tengah memasang bom di mobil Akmal dan Marwan. Alex sudah lebih dulu mendapatkan data si pelaku tersebut .
Karena itu Dia menelpon Patrick, untuk memberi tahukan pada Patrick hasil temuannya tersebut .
Terdengar suara mobil berhenti dihalaman rumahnya, Alex hanya menoleh sesaat, lalu Dia kembali focus pada laptopnya.
Tak lama kemudian, datang Astrid, Dia masuk ke dalam rumah dan segera berjalan menghampiri Alex.
"Patrick belum datang, Lex?" Tanya Astrid , berdiri disamping Alex.
"Belum, mungkin dalam perjalanan kesini." Ucap Alex.
__ADS_1
Astrid melihat ke layar monitor laptop, Dia mengamati sosok Pria yang ada di layar monitor laptop milik Alex itu.
"Itu orangnya yang Kamu bilang?" Tanya Astrid.
"Ya,. Aku juga sudah melacak keberadaannya, bahkan Aku berhasil melacak teleponnya ." ucap Alex .
"Wow, hebat Kamu Lex, cepat juga Kamu menemukannya, Kamu benar benar Hacker handal." Ujar Astrid tersenyum senang memuji Alex.
"Mudah bagiku mencari dan melacak keberadaan orang orang seperti si pelaku itu , Dengan alat canggih yang ku buat sendiri dalam perusahaanku, semua akan menjadi cepat untuk menemukan apa yang di cari." ujar Alex , menjelaskan pada Astrid.
"Ya, Aku percaya dengan kemampuan dan keahlianmu, Lex." Ujar Astrid, tersenyum senang pada Alex.
Tak lama kemudian, terdengar suara mobil lagi yang datang dan berhenti di halaman rumah Alex.
"Itu pasti Patrick." ujar Alex pada Astrid.
"Kita temui Dia." Ujar Astrid.
"Gak usah, kita tunggu di sini aja, biar Patrick yang datang menemui Kita." Ujar Alex.
"Lagi pula, Aku mau menunjukkan hasil penemuanku pada Patrick, dan semuanya ada di laptop ini." Lanjut Alex ,memberi penjelasan pada Astrid.
"Oh, iya. Baiklah." jawab Astrid, mengangguk pada Alex.
Tak berapa lama kemudian, datang Patrick, Dia berjalan mendekati Alex yang sedang bersama Astrid itu .
"Hai, Lex , Astrid." Sapa Patrick.
"Gimana Lex, apa yang mau Kamu tunjukkan padaku?" Tanya Patrick.
"Lihat ke laptopku." ujar Alex.
Patrick melangkah mendekat, Dia berdiri di samping Alex dan juga Astrid, Patrick melihat ke layar monitor laptop, Dia melihat gambar seorang Pria ada di layar monitor laptop tersebut.
"Ini Pria yang memasang bom di mobil Marwan dan juga Akmal." ujar Patrick.
"Kamu udah tau Dia pelakunya?" Tanya Alex.
"Ya, Aku memeriksa kamera cctv di area parkiran itu, dan Pria itu terekam jelas di kamera cctv itu." Ujar Patrick.
"Oh, begitu. Tapi Kamu pasti belum tau, siapa Pria itu dan dimana Dia tinggalkan?" Ujar Alex bertanya pada Patrick.
"Ya. Aku belum mencari tau." ujar Patrick pada Alex.
"Tapi sebentar Lex, bagaimana bisa Kamu mempunyai rekaman kamera cctv di area parkiran gedung kejaksaan ?" Tanya Patrick heran.
"Alex menghack kamera cctv gedung kantor kejaksaan agung itu." Ungkap Astrid.
"Oh, ya? Benar begitu Lex?" Tanya Patrick.
"Ya, Aku kepikiran terus sejak pulang dari rumah sakit, Aku prihatin dengan kondisi Marwan, jadi, Aku bertekat untuk mencari si pelakunya." Ungkap Alex.
"Secara diam diam, tanpa Kamu suruh, Aku lantas mulai menghack kamera cctv digedung kejaksaan, Aku yakin, pasti pelakunya terekam di salah satu kamera cctv yang terpasang di area parkiran bawah tanah gedung kejaksaan itu." lanjut Alex , menjelaskan pada Patrick.
__ADS_1
"Aku bukan saja menemukan Pelakunya, tapi Aku juga sudah melacaknya, dan Aku mendapatkan data data pribadi si Pelaku dan tempat tinggalnya." Ujar Alex.
"Namanya Tarmiji, tinggal di kampung bulak, Aku punya data dan alamat lengkap tempat tinggalnya." ujar Alex pada Patrick.
"Wah, kerja bagus Lex. " ujar Patrick senang .
"Aku juga mendapatkan nomor teleponnya, lalu, Aku menghack telepon si Tarmiji itu." Lanjut Alex.
"Dan Aku mendapatkan rekaman percakapan di ponsel Tarmiji, dua hari sebelum kejadian ledakan itu, Tarmiji bicara dengan seseorang." ungkap Alex.
"Orang itu lah yang memberi perintah pada Tarmiji untuk membunuh Marwan, dan asistennya, Akmal. Agar proses persidangan dihentikan." Lanjut Alex, dengan seriusnya menjelaskan pada Patrick.
Astrid yang berdiri disamping Alex dan juga Patrick hanya diam mendengar dan menyimak segala macam penjelasan yang disampaikan Alex kepada Patrick.
Astrid juga mengamati sosok gambar Pria yang ada di layar monitor laptop, Dia mencoba mengingat wajah Pria yang di duga sebagai pelaku pengeboman mobil Akmal dan Marwan .
"Aku mendengar jelas hasil percakapan mereka ditelepon, dari riwayat panggilan telepon yang berhasil aku Hack." Ungkap Alex pada Patrick.
"Siapa Orang yang memberi perintah pada di Tarmiji itu Lex ?" Tanya Patrick.
Patrick menatap tajam wajah Alex, terlihat Dia penasaran dan ingin tahu, orang yang menjadi dalang dan otak pengeboman mobil Marwan dan juga Akmal.
"Aku mendengar Tarmiji menyebut nama orang itu, di teleponnya." ucap Alex, menatap lekat wajah Patrick yang berdiri disampingnya.
"Ya, siapa orangnya?" Tanya Patrick.
Patrick tampak sudah tak sabar dan segera ingin tahu, siapa orang yang telah memberi perintah pada Tarmiji untuk membunuh Marwan dan Akmal sebagai Jaksa penuntut yang menangani kasus para pejabat penting yang di tangkapi Patrick sebelumnya.
"Orang itu...Januar, Kepala kepolisian Kamu, Trick." Ungkap Alex.
"Apa ?!!" Patrick terhenyak kaget mendengar hal itu dari Alex.
"Ya, Tarmiji menyebut nama Januar saat mereka bicara di telepon." ucap Alex.
"Biadaaab !! Jadi Dia otak dan dalangnya." Ujar Patrick geram.
"Saranku, Trick. Sebaiknya Kamu jangan bertindak sendiri, serahkan urusan ini padaku dan Astrid." Ujar Alex.
"Biar Astrid yang mengurus si Tarmiji dan juga Januar itu. Setelah berhasil melumpuhkan mereka, Kamu bisa mengeksekusinya nanti, tanpa sepengetahuan polisi lainnya." Ujar Alex.
"Ya, Trick. Ini buat kebaikanmu, agar Kamu gak di curigai dan gak mendapatkan masalah di pekerjaanmu." Ujar Astrid.
"Serahkan padaku urusan ini, Kamu pura pura gak tau aja, agar Januar, pimpinan Kamu gak menaruh curiga padamu lalu berbuat buruk padamu." Ujar Astrid, menjelaskan pada Patrick.
"Baiklah, Aku serahkan pada kalian berdua urusan ini, tapi, jangan lupa kabari Aku jika Kamu Astrid, sudah berhasil menangkap Tarmiji . " ujar Patrick.
"Aku mau memberi pelajaran pada si Tarmiji, karena sudah membuat Akmal mati dan Marwan luka parah serta koma di rumah sakit." Ujar Patrick geram menahan amarahnya.
"Ya, pasti akan ku kabari." Ujar Astrid.
"Data data sudah lengkap semua, tinggal Astrid bergerak menemui si Tarmiji." ujar Alex.
"Ya. " Angguk Patrick.
__ADS_1