Destroy

Destroy
Kecurigaan Astrid pada Samuel


__ADS_3

Alex keluar dari dalam mobilnya, Dia sudah tiba di restoran mewah untuk menjemput Astrid.


Alex lantas berjalan masuk ke dalam restoran mewah, Dia di sambut oleh seorang pelayan yang berdiri di depan pintu masuk. Alex memberi tahu bahwa Dia datang untuk bertemu orang yang menunggunya di dalam restoran.


Mengetahui hal itu, Pelayan mempersilahkan masuk Alex dan tak mengikutinya, Alex cepat masuk ke dalam ruang restoran mewah itu, Pelayan kembali berdiri di depan pintu masuk restoran tersebut.


Alex melihat Astrid duduk di sebuah kursi yang terletak di sudut ruangan restoran itu.


Alex lantas cepat berjalan dan menghampiri Astrid, Astrid melihat kedatangan Alex, cepat Dia mengambil tasnya dari atas meja dan segera berdiri dari duduknya di kursi. Alex mendekatinya.


"Lama sekali datangnya. " Ujar Astrid, menatap wajah Alex yang berdiri di hadapannya.


"Ya maklum aja, jarak rumahku ke restoran ini sangat jauh." Ujar Alex.


"Ya, sudah, Ayo kita pergi." Ucap Astrid.


Astrid langsung berjalan keluar dari dalam ruang restoran itu, Alex mengikutinya, mereka keluar dari dalam restoran.


Alex lalu membukakan pintu depan mobilnya buat Astrid, Astrid langsung masuk ke dalam mobil dan duduk di jok depan. Lantas, Alex juga segera masuk ke dalam mobilnya yang parkir di halaman parkir restoran mewah tersebut.


Sambil menyalakan mesin mobilnya, Alex menoleh pada Astrid, Dia senyam senyum sendiri melihat Astrid.


Astrid menyadari, kalau Alex sedang perhatikan dan melihat dirinya, Dia langsung menoleh dan melihat Alex.


"Ngapain Kamu cengar cengir gitu?!" Ujar Astrid, dengan memasang wajah sebalnya pada Alex.


"Aneh aja liat Kamu yang tomboi pakai gaun seksi kayak gini." Ujar Alex , menahan ketawanya.


"Gak usah ketawa, gak ada yang lucu !" Ucap Astrid, sambil matanya melototin Alex.


Alex senyam senyum menahan tawanya, lalu Dia menoleh lagi pada Astrid.


"Kamu sebenarnya ngapain sih? Dan kenapa sendirian direstoran, gak ada teman, terus pake gaun seksi begini lagi, apa yang Kamu kerjain di dalam restoran itu?!" Ujar Alex cengar cengir.


"Udah deh, cepatan jalan, lama banget, Aku ngantuk nih!" Ujar Astrid, semakin kesal pada Alex yang menggodanya terus.


"Iya, iya. Oke Boss, Kita berangkat sekarang!" Ujar Alex, menoleh pada Astrid sambil mengangkat tangannya memberi hormat pada Astrid.


Astrid sebal, Dia diam saja, wajahnya menatap ke depan dan tak mau melihat Alex.


Alex lalu segera menjalankan mobilnya, Dan mobilpun langsung berjalan, pergi meninggalkan restoran mewah tersebut.

__ADS_1


Di jalan raya, sepanjang jalan, Alex dan Astrid berdiam diri, tak ada pembicaraan diantara mereka, Astrid sama Alex sama sama diam.


Alex yang menyetir mobilnya jenuh karena mereka saling diam di dalam mobil, Alex lantas menoleh pada Astrid yang duduk di sampingnya itu.


"Masih gak mau bilang, ngapain Kamu di restoran itu tadi?" Ujar Alex bertanya pada Astrid.


"Aku tadi makan malam bersama Samuel." Ucap Astrid.


Astrid akhirnya mau juga bicara dengan Alex ,Dia memberitahu mengapa Dia ada direstoran itu.


"Oh, begitu." Ujar Alex mengangguk angguk mengerti dan paham.


"Jadi, kamu makan malam sama Samuel, pantas Kamu pake baju begitu, Kalian kencan lagi ternyata." Ujar Alex.


"Ya, begitulah, tapi sepertinya Samuel sengaja mengajakku keluar pergi untuk makan malam, Dia mendadak datang kerumahku dan langsung mengajakku pergi, biasanya, Dia buat janji dulu sebelum mengajak Aku pergi." Ujar Astrid, menjelaskan pada Alex.


"Seperti sengaja membuat alasan atau alibi, tapi entahlah." Ucap Astrid, menaruh curiga atas sikap aneh dan tak biasanya Samuel selama di restoran tadi .


"Oh, gitu. Terus, kemana si Samuel, kenapa Kamu hanya sendirian di restoran dan malah minta Aku yang jemput Kamu? Apa Dia kabur dan sengaja meninggalkan Kamu di restoran itu ?!" Ujar Alex, menoleh dan bertanya pada Astrid.


"Dia memang pergi, Aku yang menyuruhnya, sepertinya, ada sesuatu yang sedang di jalani Samuel, Dia keliatan gelisah dan gak bisa tenang saat bersamaku di restoran tadi." Jelas Astrid.


"Kira kira, apa yang sedang dilakukan Samuel? Tanya Alex, sambil terus menyetir mobilnya.


"Entahlah, Aku gak tau. Tapi, Aku curiga, firasatku bilang, pasti ada sesuatu yang sedang dikerjakan Samuel malam ini, soalnya, aku liat dan perhatikan, Dia terus mendapat telepon dari seseorang, dan wajahnya Aku liat tegang dan seperti marah gitu setelah bicara di teleponnya ." Ujar Astrid, menjelaskan pada Alex.


"Mungkin Dia merencanakan kejahatan, jadi sikapnya begitu." Ujar Alex, menoleh pada Astrid .


"Ya, sepertinya begitu sih Lex, karena meliat sikapnya yang gelisah terus dan gak bisa tenang juga, Aku gak nyaman, akhirnya , Aku suruh saja Dia pergi dengan alasan agar Dia bisa ngurus pekerjaannya ." Ujar Astrid.


"Aku pura pura saja, mengira ada kerjaan yang harus Dia urus malam ini juga dan itu penting." Ucap Astrid.


"Samuel akhirnya pergi dan Aku lalu sendirian di restoran, lantas, Aku minta Kamu buat jemput Aku. Gitu ceritanya Lex." Ucap Astrid menoleh pada Alex yang tetap focus menyetir mobilnya.


"Ya sudah, Gak usah dibahas lagi dan Gak usah di pikirin, biar aja, apa yang dilakukan Samuel pasti gak ada hubungannya dengan Kamu." Ujar Alex.


"Iya, sepertinya begitu." Angguk Astrid.


"Oh ya, Lex, sepertinya Zahara sudah tau siapa diriku, Dia sempat menghalangi mobil Samuel pas kami mau pergi!" Ujar Astrid memberitahu Alex.


"Oh ya? jadi, Penyamaranmu udah terbongkar?!!" Tanya Alex kaget.

__ADS_1


"Ya, sepertinya begitu, Zahara aku liat sedang memegang dua lembar photo,l saat menghadang mobil Samuel, dan Aku yakin, itu pasti photoku!" Tegas Astrid .


"Zahara berdiri menghadang mobil Samuel, lalu teriak teriak memaki Aku dan menyuruhku keluar dari dalam mobil Samuel!" Ujar Astrid.


"Samuel gimana reaksinya?" tanya Alex , menoleh pada Astrid.


"Alex sempat nanya ke Aku, apa Aku ada masalah dengan Zahara, Aku bilang aja gak ada, dan Aku bilang, Aku gak tau apa yang di omongi Zahara." Jelas Astrid.


"Dan Samuel percaya denganmu?" Tanya Alex lagi.


"Ya, Dia percaya aja sama Aku, soalnya kan Dia sangat benci sama Zahara, sampe gak mau mengakui kalo Zahara itu ibi tirinya, Dia sendiri yang bilang padaku." Ungkap Astrid.


"Oh, gitu." Angguk Alex, sambil terus menyetir mobilnya.


"Ya, Samuel marah, karena Zahara gak juga mau minggir, padahal sudah dibunyiin klakson, tapi Zahara tetap saja berdiri di depan mobil dan menghalangi jalan!" Ungkap Astrid.


"Samuel marah lalu keluar dari mobilnya dan mendatangi Zahara, langsung di dorongnya si Zahara hingga terjatuh di aspal jalanan!" Ujar Astrid.


"Aku sempat kaget meliat Samuel berbuat kasar sama Zahara, tapi, Aku pura pura bersikap biasa aja, Aku senang sih, Samuel mengasari si Zahara !" Ujar Astrid.


"Setelah Zahara terjatuh, Samuel masuk ke mobil lalu langsung pergi meninggalkan Zahara yang terduduk kesakitan di aspal jalan." Ucap Astrid.


"Aku senang, karena dengan begitu, Samuel gak tau penyamaran Aku, karena Zahara belum sempat mengungkapkannya di hadapan Samuel!" Tegas Astrid.


"Ya, bisa berabe urusannya jika Samuel sampai tau, kalo Kamu bukan Camelia, tapi Astrid, anak dari musuh Papahnya." Ujar Alex, sambil menoleh pada Astrid.


"Ya, Lex , Jangan sampai Samuel tau penyamaranku, karena Aku masih butuh Samuel, Aku mau memanfaatkan dia yang bermusuhan dengan Gerard dan Zahara, agar secara gak langsung, Samuel membantu Aku untuk membalas dendam dan menghancurkan Gerard serta Zahara." Ujar Astrid.


"Samuel juga ingin menghancurkan Gerard dan Zahara, dan mau menguasai semua hartanya." Jelas Astrid.


"Samuel gak tau, kalo sebenarnya harta kekayaan Papahnya itu bukan milik Papahnya, tapi, milik Papah Kamu, yang di ambil paksa oleh Gerard dan komplotannya." Ungkap Alex.


"Iya, Lex, Aku juga akan menghancurkan dan menyingkirkan Samuel, setelah Aku berhasil menghancurkan Gerard dan juga Zahara serta komplotannya itu!" Ungkap Astrid.


"Biar bagaimana pun juga, Aku harus bisa membalaskan dendamku, karena Aku gak bisa mengampuni mereka semua, atas perbuatan jahat mereka terhadap Bapakku beberapa tahun yang lalu!" Tegas Astrid, dengan wajah yang serius menjelaskan pada Alex.


"Ya, Aku yakin, Kamu bisa membalas dendam dan menyingkirkan semua musuh musuhmu itu, Aku akan tetap membantumu sampai akhir nanti!" Ucap Alex, menoleh pada Astrid.


"Ya, Lex." Angguk Astrid.


Alex lantas menginjak gas mobil dan mempercepat laju kendaraannya, mobil melesat dengan kecepatan tinggi, karena hari sudah semakin larut malam, Alex ingin segera sampai dirumah Astrid dan mengantarnya pulang.

__ADS_1


__ADS_2