
Marwan masih asyik bekerja mempelajari kasus yang sedang di selidikinya itu .
Ponselnya berdering, Marwan lalu mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja .
Dia melihat panggilan telepon yang masuk di layar ponsel, lalu Dia segera menerima panggilan telepon itu.
"Dimana Kamu Wan?" Terdengar suara Patrick dari seberang telepon.
"Masih di kantor, ada apa?" tanya Marwan, bicara di teleponnya.
"Keluarlah, temui Aku di area parkiran bawah tanah gedung kantor kejaksaanmu ini." Ujar Patrick, dari seberang telepon.
"Wah, gak biasanya Kamu mau ketemu diparkiran, ayolah, Kamu naik aja , kita ngobrol di kantorku." Ujar Marwan, di telepon.
"Ada yang mau Aku tunjukkan di parkiran ini, cepat ya, Aku tunggu." Ucap Patrick dari seberang telepon.
Tanpa menunggu jawaban dari Marwan, Patrick langsung saja menutup teleponnya.
"Aneh si Patrick, apa ada hal penting yang mau di bahasnya, sehingga harus ketemu di parkiran?" Gumamnya berfikir.
Marwan lantas menghela nafasnya, Kemudian Dia merapikan berkas berkas dan memasukkannya kedalam map, lalu, disimpannya map berisi berkas kasusnya itu ke dalam laci meja kerjanya.
Marwan bergegas beranjak dari kursi kerjanya, Dia menyimpan ponselnya dalam kantong celananya, lalu, Dia bergegas pergi keluar dari dalam ruang kantornya.
Sama sekali Marwan tak tahu menahu, jika terjadi ledakan di area parkiran bawah tanah gedung kejaksaan.
Suasana dalam gedung kantor kejaksaan itu sudah sepi, tak ada karyawan didalamnya, Marwan berjalan sendirian menyusuri koridor ruangan ruangan kantor.
Marwan lantas masuk ke dalam lift. Dia menekan tombol lift ke lantai area parkiran bawah tanah gedung kantornya.
Sementara itu, Di area parkiran, tampak ramai para karyawan berkerumun di dekat mobil Akmal yang meledak dan terbakar.
Sudah ada Para petugas penyidik kepolisian dan juga petugas medis serta tim ahli forensik , mereka segera bergerak menyelidiki penyebab terjadinya ledakan di mobil tersebut.
Garis pembatas kepolisian juga sudah terpasang, dan dua petugas kepolisian berdiri di dekat garis pembatas, menghalangi para karyawan yang mau melihat lebih dekat lagi .
Diantara Penyidik kepolisian terlihat Patrick sedang bersama tim ahli forensik yang tengah memeriksa tubuh Akmal yang sudah hangus terbakar di dalam mobil.
Patrick tahu, yang tewas dalam ledakan mobil itu Akmal, seorang Jaksa dan Asistennya Marwan, itu sebabnya Dia tadi menelpon Marwan dan menyuruhnya datang ke area parkiran bawah tanah, untuk memberitahu kejadian tragis yang menimpa Akmal.
"Bagaimana ?" Tanya Patrick pada salah seorang petugas penyidik kepolisian .
"Mobil ini sengaja dipasangi bom, Pak. Saat mesin menyala dan mobil mulai jalan, bom langsung meledak." Ungkap Petugas penyidik kepolisian pada Patrick.
Patrick terdiam, Dia sudah tahu, kejadian seperti ini akan terjadi, dan Dia tak kaget mengetahui bahwa ada yang sengaja memasang bom di mobil dan membunuh Akmal.
Patrick juga tahu, perbuatan siapa itu, hanya, Dia tak ingin gegabah menuduh, Dia ingin menyelidikinya lebih dalam lagi .
Marwan keluar dari dalam lift, Dia berjalan menuju area parkiran bawah tanah gedung kantor kejaksaannya .
Marwan heran, karena melihat begitu banyaknya orang yang berkerumun, dan Marwan semakin heran saat melihat ada petugas penyidik kepolisian dan petugas medis serta tim ahli forensik.
Marwan bertanya tanya, ada apa? Apa yang terjadi ? Marwan penasaran dan ingin tahu, apa yang sedang terjadi sehingga datang polisi polisi dan para karyawan di kejaksaan berkerumun .
__ADS_1
Marwan mempercepat langkahnya, Dia melihat Patrick sedang bersama seorang petugas penyidik kepolisian, Dia segera menghampiri Patrick.
"Patrick !!" Panggil Marwan, sambil berjalan mendekati Patrick.
Patrick menoleh pada Marwan yang jalan mendekatinya, lalu, Marwan berdiri dihadapan Patrick.
"Ada apa ini?" Tanya Marwan, dengan raut wajahnya yang bingung melihat banyak orang di area parkiran itu .
"Ada ledakan mobil di parkiran ini, pengemudinya tewas terbakar di dalam mobil." Ujar Patrick.
"Astaagaa !! Kenapa bisa begitu?!" Ucap Marwan tersentak kaget.
Marwan lantas hendak berjalan mendekati mobil yang terbakar, Dia ingin melihat lebih dekat lagi , namun Patrick langsung memegang tangannya.
"Sebaiknya Kamu jangan meliatnya Wan." Ujar Patrick.
Patrick mencegah Marwan untuk mendekat ke mobil yang meledak dan terbakar itu, Marwan menghentikan langkahnya, Dia menatap wajah Patrick yang berdiri dihadapannya, Patrick melepaskan pegangan tangannya dari tangan Marwan .
"Aku mau liat, siapa korbannya ?" Ujar Marwan, menatap tajam wajah Patrick .
"Nanti saja Aku beritau Kamu." Ucap Patrick.
Sebenarnya Patrick mau langsung memberi tahu Marwan, bahwa korbannya adalah Akmal, itu sebabnya Dia meminta Marwan datang ke area parkiran.
Tapi setelah Dia melihat Akmal yang hangus terbakar, Dia akhienya mengurungkan niatnya untuk memberi tahu Marwan langsung, sebab, Marwan pasti akan sangat syock.
Patrick berniat akan memberitahu Marwan setelah proses penyelidikan yang dilakukan tim ahli forensik bersama tim penyidik kepolisian selesai .
Marwan jadi semakin heran mendengar jawaban dari Patrick, Dua Petugas medis berjalan sambil mendorong brankar dorong, diatas brankar, tergeletak mayat Akmal yang sudah hangus terbakar .
Tangan Akmal terjuntai ke bawah, Marwan melihat cincin dan jam tangan yang masih ada di pergelangan tangan Akmal.
Dia sangat mengenali cincin dan juga jam tangan itu, Dia tahu itu milik Akmal. Tapi Dia tak mau berfikir kalau itu Akmal .
Marwan penasaran, Dia ingin memastikan dugaannya, Marwan cepat mendekati petugas medis yang mau membawa mayat Akmal itu .
"Tunggu !" ucap Marwan pada Petugas medis.
Kedua Petugas medis langsung berhenti karena di panggil Marwan . Marwan lantas mendekati mayat Akmal, Patrick menghela nafas, Dia lalu mendekati Marwan.
Marwan membuka kain putih yang menutupi wajah dan seluruh tubuh Akmal yang sudah hangus terbakar itu .
"Akmaaaaall ?!! " Marwan terperanjat kaget.
Dia langsung syock saat melihat bahwa yang ada di atas brankar dorong adalah Akmal, Asistennya sendiri .
Betapa mirisnya hati Marwan melihat Akmal tewas dengan cara yang sangat mengenaskan itu .
"Akmal korbannya , Trick?!" Ujar Marwan, menoleh pada Patrick yang berdiri disampingnya .
"Ya. Aku sengaja tadi melarangmu mendekati dan melihatnya, karena Aku gak mau Kamu syock ." Ujar Patrick.
"Apa sebab kematiannya?" Tanya Marwan, menatap tajam wajah Patrick .
__ADS_1
"Mobilnya dipasangi bom, jadi , saat mesin nenyala dan mobil berjalan langsung meledak, Akmal terbakar di dalam mobilnya." ungkap Patrick, memberi penjelasan pada Marwan .
"Biadaaabbb !! Biadaaaabbb !!" Teriak Marwan, melampiaskan amarahnya .
"Ini pasti perbuatan kelompok organisasinya Gerard !! Karena mereka pernah mengancam akan menghabisi Kami satu persatu !!" Ujar Marwan geram .
"Ya, Aku juga menduganya begitu, setelah melihat kematian Akmal seperti itu." Ujar Patrick .
Petugas medis lantas pergi membawa mayat Akmal, mereka memasukkannya ke dalam mobil ambulance .
"Bedebah mereka semua !! Aku akan menghancurkan kelompok mereka sampai ke akar akarnya !" Ujar Marwan geram dan marah .
"Sebaiknya Kamu tenang dulu, Wan, jangan gegabah, Kita selidiki masalah ini." Ujar Patrick.
Marwan tak mau mendengarkan perkataan Patrick, Marwan lantas berbalik badan , lalu, Dia hendak pergi, Patrick cepat memegang tangannya lagi.
"Mau kemana Kamu?!" Tanya Patrick.
"Aku mau nemui Pak Januar !! Dia pasti tau tentang rencana kelompoknya yang membunuh Akmal !!" ujar Marwan geram .
"Aku akan memaksanya untuk buka mulut, karena sebelumnya, Pak Januar juga mengancamku, katanya, kelompoknya akan membungkamku selamanya !" Ujar Marwan serius pada Patrick .
"Sebaiknya jangan Kamu lakukan Wan, Kalo Kamu datangi pak Januar dan menyerangnya, malah Kamu yang akan mendapatkan masalah!" Ujar Patrick mengingatkan Marwan .
"Pak Januar kepala kepolisian, kalo Kamu datang ngamuk ngamuk, pastinya anak buahnya akan menangkapmu !!" Lanjut Patrick, menegaskan pada Marwan .
"Persetan semuanya !! Aku gak takut sama mereka semua !!" Ujar Marwan .
Marwan tak mau mendengarkan penjelasan dan nasehat Patrick, Dia sudah sangat marah besar, karena Akmal, orang kepercayaannya mati di bunuh dengan cara yang tragis , Dia tak bisa berdiam diri saja melihat kematian Akmal yang sudah di anggapnya sebagai adiknya sendiri.
"Lepaskan tanganku, Trick !" tegas Marwan menatap tajam wajah Patrick .
Mau tak mau, Patrick melepaskan pegangan tangannya dari tangan Marwan, Dia tak bisa melarang Marwan yang sudah terbakar amarah itu .
Marwan lantas cepat berjalan pergi meninggalkan Patrick, Patrick hanya bisa terdiam melihat kepergian Marwan yang hendak melabrak Januar, Pimpinannya di kepolisian .
Marwan berjalan tergesa gesa, Dia mengambil kunci mobilnya, sambil terus berjalan mendekati mobilnya yang juga parkir di area parkiran bawah tanah itu .
Patrick masih berdiri diam melihat kepergian Marwan, Marwan lantas menekan remote control kunci otomatisnya .
Tepat saat Dia menekan tombol pada remote kunci otomatis , mobilnya langsung meledak, Marwan yang sudah di dekat mobil langsung terpental terbang ke belakang , lalu terjerembab dan terkapar di lantai parkiran.
"Maaaarrrwaaaannn !!" Teriak Patrick histeris.
Betapa terkejutnya Patrick melihat mobil Marwan juga meledak , dan Marwan terpental jauh ke belakang, akibat terkena imbas dari ledakan mobilnya.
Patrick segera berlari mendekati Marwan yang terkapar di lantai parkiran dengan luka luka yang cukup parah dan berdarah.
Orang orang yang ada di sekitar area parkiran itu juga tersentak kaget mendengar suara ledakan dari mobil Marwan.
Para petugas penyidik kepolisian langsung berlarian mendekati Marwan yang sudah terkapar itu, begitu juga dengan petugas medis dan tim ahli forensik.
"Marwaaannn !!" Ujar Patrick.
__ADS_1
Patrick terduduk dilantai , Dia memangku Kepala Marwan yang sudah tak sadarkan diri itu, Patrick sangat sedih sekali melihat Marwan terluka parah .