
Astrid teringat kala Dia masih sekolah di SMP, dimana Dia dulu sering di bully oleh teman teman sekolahnya.
--- Flash Back ---
Kembali ke masa silam.
Saat itu, Astrid remaja, yang duduk di bangku sekolah menengah pertama kelas 3 sedang di ganggu oleh Klara dan komplotannya.
Astrid di seret, di jambak rambutnya dan di bawa kelantai paling atas gedung sekolahan. Disana, Astrid mendapat bulan bulanan pukulan dan tamparan dari Klara dan komplotannya yang berjumlah 5 orang itu.
"Anak pembunuh ! Kamu gak pantas berada di sekolah ini !" Bentak Klara, sambil menampar pipi Astrid.
"Bapak pembunuh, koruptor, anaknya juga pastinya sama !" Ujar salah seorang teman Klara.
"Bagusnya kita apain anak pembunuh ini?" tanya Klara.
"Gantung saja di tiang bendera, atau ikat Dia di lapangan volly , kasih tulisan 'Anak Pembunuh' , biar semua orang di sekolah ini tau siapa Dia !" ujar Santi, menimpali Klara.
"Bagus juga ide Kamu." Ujar Klara.
"Ayo, Ikat dia !" Ujar Klara.
Ke lima teman Klara hendak mengikat Astrid dengan tali yang sudah mereka persiapkan, tali itu sebelumnya mereka gunakan untuk menyeret Astrid ke atas gedung sekolahan tersebut.
Santi membiarkan tali masih melilit leher Astrid, Dia lantas hendak mengikat kedua tangan Astrid dengan tali tersebut yang memang panjang.
Namun tiba tiba, Astrid berontak, dengan satu gerakan cepat, Dia menendang Santi, hingga Santi terjajar ke belakang dan terjatuh.
Santi mengerang kesakitan terduduk di lantai, ke empat temannya yang lain kaget karena Astrid berani menendang Santi.
"Kurang ajar, berani kamu mukul temanku!" Bentak Klara.
Klara lantas hendak melayangkan pukulan ke wajah Astrid, dengan cepat Astrid menangkap tangannya, lalu memelintir tangan Klara , hingga Klara mengerang kesakitan.
Astrid lantas memukul dan menghajar Klara , Dia juga menendang Klara hingga tersungkur jatuh di lantai.
"Anak sialan ! Hajar Dia !" Ujar Klara.
Klara memerintahkan teman temannya untuk mengeroyok Astrid, Astrid bersiap dan memberikan perlawanan pada mereka semua.
Astrid yang sejak kecil sudah belajar ilmu bela diri bersama Ayahnya mudah menghadapi komplotan Klara.
__ADS_1
Satu persatu mereka terjatuh terkena hantaman pukulan dan tendangan Astrid hingga semuanya tersungkur di lantai dan kesakitan.
Melihat teman temannya kalah, Klara semakin marah, Dia lantas menerjang Astrid , berusaha memukul Astrid.
Mudah saja bagi Astrid menghindar dari serangan dan pukulan Klara, Saat Klara lengah, Astrid menghantamkan pukulan ke wajah Klara, lalu dia memelintir tangan Klara.
Astrid menyeret tubuh Klara ke tembok pembatas lantai gedung sekolahan itu, Dia juga mencekik leher Klara.
"Kalo Aku anak pembunuh, kenapa rupanya ? Kamu mau Aku bunuh juga ?!" Bentak Astrid.
Amarah Astrid sudah meluap luap, Dia sudah tak bisa menahan dirinya, perlakuan Klara dan komplotannya sudah keterlaluan, Astrid tak bisa mendiamkannya lagi. Dia akhirnya melawan.
Ternyata Klara bukanlah lawan sepadan buat Astrid, walau tinggi dan besar tubuhnya, namun Klara kalah berkelahi dengan Astrid.
Dengan kuat Astrid mencekik leher Klara, wajahnya geram dan memerah karena marah, matanya melotot tajam menatap Klara.
Kelima teman Klara tak ada yang berani menyerang Astrid, mereka masih kesakitan, karena di pukulin Astrid.
"Matilah kamu !!"teriak Astrid, mencekik kuat leher Klara.
Klara megap megap, kesulitan bernafas, karena cengkraman tangan Astrid sangat kuat mencekik lehernya.
Astrid lalu menarik rambut Klara dan menyeretnya lagi, wajah Klara di letakkannya ke tembok pembatas, di tekannya kuat, lalu, dengan kalap dan emosi, Astrid mengangkat tubuh Klara, dan melemparkannya.
"Klaaaaraaa !!" Teriak ke lima teman Klara.
Mereka cepat berdiri dan mengejar, lalu melihat kebawah gedung, Tubuh Klara sudah terjatuh dan terkapar di lantai bawah.
Di lantai bawah gedung sekolahan, anak anak sekolahan kaget, melihat tubuh Klara terkapar dengan kondisi kepala pecah dan mengeluarkan darah segar, Klara mati seketika.
"Kalian mau Aku bunuh juga?!" bentak Astrid.
Astrid menatap tajam ke lima teman sekolahnya itu, tatapan matanya yang tajam , dengan sorot mata yang menakutkan membuat teman teman Klara bergidik ngeri.
Mereka tak menyangka, Astrid membunuh klara, dengan melemparkan Klara dari lantai atas gedung sekolahan.
Dengan secepat kilat mereka langsung bergegas lari, pergi meninggalkan Astrid sendirian.
Astrid menyeringai geram melihat mereka berhamburan lari ketakutan.
Lalu, dengan santainya, Tanpa rasa bersalah, Astrid berjalan turun ke lantai bawah gedung sekolahan.
__ADS_1
Setelah kejadian itu, guru guru dan pihak sekolah melaporkan pada pihak berwajib, dan sejak saat itu, Astrid pun di tangkap dan di masukkan kedalam penjara , karena terbukti membunuh Klara, teman sekolahnya.
Astrid mendekam di penjara, tanpa sepengetahuan paman yang mengasuhnya, karena pamannya sudah menghilang lama tak pulang kerumah.
Bukan hanya di tahan dalam penjara saja, Astrid juga harus di bawa ke rumah sakit jiwa, untuk di periksa kejiwaannya, apakah mengalami gangguan jiwa, karena telah membunuh teman sekolahnya dan tetap tenang tanpa merasa bersalah sudah membunuh.
Astrid benar benar menjadi pembunuh, gangguan, hinaan, dan perlakuan buruk yang dia dapatkan dari teman teman sekolahnya itu membuat jiwanya berontak dan gelap mata, hingga membunuh Klara, anak yang setiap hari membully dan memukulinya.
Dari situlah Astrid mengenal sosok Karina, seorang Psikiater yang di tunjuk langsung dari pihak rumah sakit jiwa.
Dan saat mengetahui bahwa pasiennya adalah Astrid , Karina mengenalinya sebagai anak Edward, Karina melaporkannya pada Gerard dan Zahara, lalu mereka bersepakat membuat rencana untuk menyatakan bahwa Astrid mengalami gangguan jiwa dan harus tetap dirawat dalam rumah sakit jiwa dan di isolasi.
--- Flash Back berakhir ---
Astrid menghela nafasnya, Dia mengingat semua kejadian yang pernah Dia lakukan, namun, sedikit pun Dia tak merasa bersalah karena membunuh Klara.
Astrid menilai, Klara pantas mati, karena sudah memfitnah, menghina dan bahkan menyiksa Dia terus menerus di sekolahan.
Membunuh Klara, teman sekolahnya adalah satu satunya kejahatan yang pernah Dia lakukan sepanjang hidupnya.
Dia gelap mata, tak bisa berfikir jernih, tak bisa menahan diri, karena rasa sakit yang begitu besar atas perlakuan Klara dan teman temannya yang sering memukul dan menyiksanya.
Mereka membenci Astrid hanya karena mereka mendengar, bahwa Bapak Astrid di penjara karena kasus tuduhan sebagai pembunuh, yang membunuh para penumpang di pesawat dengan bom dan juga seorang koruptor. Padahal mereka tak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Karena tak terima diperlakukan buruk terus menerus, Astrid berontak, dan memberi pelajaran pada Klara, orang yang sudah membully dan menghina serta menyiksanya, hingga Klara mendapatkan balasannya, mati mengenaskan, dilempar Astrid dari atas gedung sekolahannya.
"Jangan sampai Aku bertemu kamu dan teman temanmu itu, Santi. Karena Aku juga pasti akan membalas perbuatanmu dulu." Gumam Astrid.
Astrid masih menaruh dendam pada Santi dan ke empat temannya, yang ikut ikutan dengan Klara membully dan memukuli serta menyiksanya setiap Dia di sekolah.
Dan sampai detik ini, Astrid masih menaruh dendam kepada mereka, karena dulu, Dia belum sempat memberi pelajaran pada Santi dan ke empat temannya yang lain, Dia sudah keburu di tangkap polisi dan dimasukkan ke dalam penjara.
Jika saat ini Dia bertemu lagi dengan Santi dan yang lainnya, pastilah Dia akan menghukum Santi, memberinya pelajaran atas perbuatan jahatnya dulu pada Astrid saat mereka masih di sekolah dulu.
Astrid menghela nafasnya dengan berat, Dia lantas beranjak dari bangku meja riasnya, berjalan dan naik ke atas ranjang.
Tak lupa Dia mematikan lampu kamarnya terlebih dahulu, sebelum beranjak tidur di atas kasurnya.
Di atas kasur, Astrid merebahkan tubuhnya, Dia menatap langit langit kamarnya, pikirannya menerawang jauh, Dia memikirkan rencana yang akan Dia jalani, saat di acara ulang tahun anaknya Zahara di keesokan harinya.
"Besok hari yang penting buatku, Aku gak boleh gagal menjalankan misiku." bathin Astrid bicara.
__ADS_1
Dia lantas menghela nafasnya, lalu, perlahan lahan, Dia mulai memejamkan kedua matanya, berusaha untuk tidur.