
Sementara itu, Di rumahnya, Astrid terlihat sedang tertawa terbahak bahak saat menyaksikan layar monitor di laptopnya.
Dia sedang menyaksikan dari kamera cctv mini di laptopnya, dimana saat ini, Zahara datang keruang kantor Gerard, dan Gerard terlihat begitu sangat gugup serta Karina yang lantas lari dan pergi bersembunyi, takut ketahuan oleh Zahara.
"Nah, looh...Hampir ketauan kan! Kalo saja ketauan, bencana terjadi padamu Gerard !" Ujar Astrid tertawa terpingkal pingkal.
Kembali ke ruang kantor Gerard, Zahara masih mengendus dan mencium bau parfum milik karina yang begitu sangat menyengat.
"Aneh, bau parfumnya dekat sekali, seperti Karina ada disini." Bathin Zahara. Sambil berfikir keras.
Dia terus mengendus endus dan mencium serta mencari cari arah bau parfum milik Karina, Gerard mulai terlihat ketar ketir, Dia mulai merasa cemas, saat melihat Zahara berjalan mendekati jendela ruang kantornya. Takut Zahara melihat Karina yang bersembunyi di luar jendela ruang kantornya.
Gerard sangat takut, Zahara mengetahui tempat persembunyian Karina. Sebab, Karina tadi bersembunyi dengan keluar dari jendela ruang kantornya itu.
Zahara berjalan dan segera mendekati jendela, Dia mengernyitkan keningnya, karena melihat, jendela ruangan yang tidak terkunci.
Dengan cepat Zahara membuka jendela, dan langsung melongok, melihat ke arah luar jendela, Dia lantas menoleh ke kanan dan ke kiri, mencari cari, tapi, tak ada siapapun juga.
Zahara lantas segera menutup jendela dan menguncinya, lalu, berjalan mendekati Gerard.
"Kenapa Jendela gak kamu kunci?" Tanya Zahara.
"Ah, masak sih? Mungkin Aku lupa menguncinya kemarin kemarin." Ujar Gerard, berusaha tetap tenang.
"Kamu mau apa ke sini, Ma?" Tanya Gerard.
Gerard berusaha mengalihkan perhatian Zahara, agar tidak terus sibuk mencari bau parfum Karina.
"Oh, itu, Aku mau tanya sama Kamu, apa Kita jadi besok ke kantor Polisi melihat Jack?" ujar Zahara.
"Kenapa rupanya?" tanya balik Gerard.
"Loh, kok kenapa, besok kan Jack akan menjalani berbagai pemeriksaan, Aku juga mau tau, bagaimana hasil tes urinenya." jelas Zahara.
"Oh, iya." Ujar Gerard.
"Kita kesana jam sepuluh pagi besok." Ujar Gerard.
"Ya udah, mudah mudahan, gak ditemukan zat terlarang dalam tubuh Jack, sehingga Dia bisa dibebaskan." ujar Zahara.
"Kamu gak usah khawatir, jika ditemukan pun, Jack gak bakal di vonis dan di penjara lama, Dia pasti akan segera bebas." Ujar Gerard, berusaha menenangkan diri Zahara.
__ADS_1
"Ya, mudah mudahan aja. Aku gak mau, Samuel menguasai hartamu, jika Jack di penjara bertahun tahun." ujar Zahara.
"Itu gak akan terjadi." jelas Gerard.
"Kamu yakin? Samuel gak akan mengambil alih harta dan perusahaanmu dari tangan Jack?" Tanya Zahara.
"Ya, Aku yakin." jawab Gerard mantap.
"Ok , pokoknya, Kamu harus bisa menyingkirkan Samuel." Ujar Zahara tegas.
"Ya, Ma." Angguk Gerard.
Zahara lantas bergegas pergi keluar dari dalam ruang kantornya, setelah pintu tertutup dan Zahara sudah pergi, Gerard menghela nafasnya, Dia lega sekali, dan bersyukur, Zahara tidak memergokinya saat berhubungan badan dengan Karina.
Gerard lantas teringat pada Karina, Dia melihat jendela tadi di kunci Zahara, pastilah Karina tak bisa masuk kembali.
Gerard cepat mendekati jendela, Lalu membukanya, Gerard lantas melihat keluar jendela, mencari Karina.
"Karinaaa...Karinaa..." panggil Gerard dengan suara pelan.
Tak ada Karina diluar, Gerard menghela nafasnya, lantas , Dia segera menutup dan mengunci kembali jendela ruang kantornya itu.
Saat Dia berjalan menuju meja kerjanya, ponselnya berbunyi, cepat Dia mengambil ponsel dari dalam kantong celananya.
"Maaf, Aku langsung pulang, mumpung Zahara gak lihat. Sorry, kamu gak bisa menuntaskannya, tunggu Aku, nanti akan aku berikan lagi, Kamu bisa sepuasnya meniduriku."
Begitu pesan yang di kirim Karina, Gerard menghela nafasnya, lalu, cepat Dia menghapus pesan itu.
Dia tak ingin Zahara tahu isi pesan itu, karena, Zahara sering memeriksa ponselnya, untuk itu Gerard segera menghapus pesan dari Karina, Dia berhati hati, agar tak jadi masalah nantinya.
"Benar benar naggung , Tadi aku hampir menuntaskannya, sudah di puncak, tiba tiba Zahara datang , sial!" Gerutu Gerard.
Dia lantas memasukkan ponsel kedalam kantong celananya, lalu, segera menghempaskan tubuhnya di kursi kerjanya.
---
Di sebuah Bar dan Karaoke, terlihat Samuel bersama beberapa temannya sedang berpesta pora, mereka ditemani wanita wanita cantik pemandu Karaoke, mereka ada empat orang , sama dengan Samuel dan teman temannya.
Samuel berpesta , Dia mabuk mabukkan , wajahnya tampak gembira , Dia merayakan keberhasilan Dia menyingkirkan Jack, dengan cara memasukkannya ke dalam penjara.
Samuel terlihat sudah sangat mabuk sekali, puluhan botol botol minuman keras yang sudah kosong tergeletak diatas meja dan lantai ruangan, ada juga puluhan botol minuman keras yang masih penuh dan belum di buka di atas meja.
__ADS_1
Samuel menghabiskan malam dengan mabuk mabukan.
---
Sementara itu, dirumahnya, Astrid baru saja memindahkan rekaman kamera cctv di laptopnya ke flash disk.
Rekaman itu adalah adegan panas perselingkuhan Gerard dan Karina, rencananya, suatu saat nanti , itu akan dijadikannya senjata untuk menyingkirkan Karina dan membuat rumah tangga Zahara dan Gerard hancur berantakan.
"Dengan bukti ini, pastilah Zahara gak akan memaafkan Gerard nantinya." Ujar Astrid tersenyum.
"Aku harus mencari cara dan waktu yang tepat , bagaimana agar Zahara bisa menerima rekaman cctv di flash disk ini." Ujarnya lagi.
"Ya, Aku akan mengirimkannya pada Zahara suatu saat nanti." lanjutnya.
Astrid lantas menyimpan flash disk tersebut dalam laci meja yang ada di dalam ruangan itu.
Astrid lalu mengambil ponselnya, Dia lantas segera menghubungi Alex.
"Hallo, Lex." Ujar Astrid, bicara di telepon.
"Ya, kenapa ?" Tanya Alex. Dari seberang telepon.
"Ada kabar gembira." Ujar Astrid, di teleponnya.
"Apa itu? Apa kamu menemukan sesuatu dari kamera cctv yang ku pasang di rumah Zahara ?" Tanya Alex, dari seberang telepon.
"Ya, ada hal yang besar dan menggemparkan !" Ujar Astrid, bicara di telepon.
"Oh ya?!! Apa itu?" Tanya Alex, dari seberang telepon.
"Besok aja Aku kasih tau kamu." Ujar Astrid, diteleponnya.
"Pokoknya, jika Zahara sampai tau, apa yang dilakukan suaminya, bisa geger , dan rumah tangga mereka akan hancur !" Ujar Astrid, dengan wajah yang senang di telepon.
"Ok, besok Aku ke rumahmu Aku ingin tau, apa hal besar itu. Aku jadi penasaran." Ucap Alex, dari seberang telepon.
"Kamu gak usah kerumahku, biar Aku yang datang kerumahmu. Kalo Kamu sering datang kerumahku, Aku khawatir, Zahara melihatmu." Jelas Astrid, di telepon.
"Oh, ya. Baiklah. Aku tunggu." Ujar Alex, dari seberang telepon.
"Ya." Jawab Astrid.
__ADS_1
Astrid lantas mengakhiri pembicaraannya dan menutup teleponnya, lalu, dimasukkannya ponsel kedalam kantong celananya.
Dengan wajah yang tersenyum senang Dia berjalan menuju ke kamarnya.