Destroy

Destroy
Samuel Mengawasi


__ADS_3

Melani mendekati Zahara yang sedang duduk diam di bangku tunggu, Gerard yang baru saja tiba dari ruang tolite lantas mendekat dan menghampiri Zahara dan Melani, di bangku tunggu, samping ruang kamar ICU, tempat Jack di rawat saat ini.


Sementara Samuel terus saja serius mengamati mereka dari balik tembok tempat persembunyiannya


Melani lalu meletakkan tas koper berisi pakaian di atas bangku yang ada disamping Zahara.


"Sam ada di sini, jangan menoleh, pura pura gak tau aja." Ucap Melani, dengan suara yang pelan dan hampir berbisik pada Gerard dan Zahara.


Zahara terperangah kaget, begitu juga dengan Gerard, namun, karena Melani melarang mereka menoleh mencari keberadaan Samuel, mereka berdua akhirnya berpura pura bersikap biasa saja.


"Dari mana Kamu tau itu Sam?" Ujar Zahara bertanya.


"Aku gak sengaja melihatnya tadi, pas di area parkiran bawah tanah rumah sakit ini. Saat Aku masuk ke dalam lift, Aku melihat Samuel keluar dari dalam mobil dan melihatku yang masuk lift, terus Dia mencoba mendekatiku. Tapi lift sudah tertutup." Ujar Melani, menjelaskan dengan suara yang pelan.


"Pas Aku jalan kesini, Aku tau, Dia terus mengikutiku. Jadi, Aku pura pura aja cuek dan pura pura gak tau kalo Dia mengikutiku." Jelas Melani.


"Kurang ajar ! Pasti Dia mau tau rumah sakit tempat Jack di rawat, makanya mengikuti Kamu!" Ujar Gerard, dengan wajah geramnya.


"Kok bisa Dia ngikuti Kamu?" tanya Zahara, menatap wajah Melani yang berdiri di sampingnya.


"Entahlah Ma. Sepertinya Sam tau Aku pulang ke rumah. pas pulang, Aku liat mobilnya ada di dalam garasi, tapi, pas Aku pergi lagi dari rumah, mobilnya gak ada." Ujar Melani.


"Aku rasa Dia bersembunyi di suatu tempat, menunggu, lalu diam diam mengikuti Aku sampai ke rumah sakit ini." Jelas Melani.


"Kacau ini, Kacau !" Ujar Zahara.


"Mama jangan panik gitu, sikapnya biasa aja, Sam pasti sedang ngawasj kita sekarang!" Ujar Melani, mengingatkan Zahara agar tak bersikap aneh yang bisa membuat Samuel curiga.


Gerard berdiri diam, Raut wajahnya terlihat geram dan marah, Dia juga tampak sedang berfikir.


Dari tempat persembunyiannya, Samuel terus saja mengawasi Gerard yang sedang berkumpul.


"Sial ! Aku gak bisa mendengar apa yang mereka omongin !" Gumam Samuel kesal.


Tiba tiba saja, bahu Samuel di tepuk seseorang, Dia langsung seketika terperanjat kaget.


"Astagaa !!" Ujar Samuel, melompat kaget.


Dia sangat kaget sekali, karena dirinya sedang focus mengawasi keluarganya yang sedang berkumpul di depan ruang tunggu.


"Eh, Maaf, Pak. Maaf." Ujar seorang Suster.

__ADS_1


Samuel berbalik dan menoleh pada Suster yag tadi menepuk bahunya , sehingga membuat dirinya terperanjat kaget.


"Ah, Saya kira apa.." Ujar Samuel.


Gerard, Zahara dan Melani mendengar teriakan kaget Samuel, mereka hanya melirik dan melihat sekilas saja, lalu, berpura pura bersikap biasa dan seolah olah tak tahu, jika Samuel ada di dekat mereka dan sedang mengawasi.


"Maaf, Bapak mau mencari siapa?" Tanya Suster, berdiri dihadapan Samuel.


"Ah, nggak Sus. Sepertinya Saya nyasar, dan salah lantai. Maaf." Ujar Samuel.


Tak mau berlama lama bicara dengan Suster, karena khawatir keberadaannya di ketahui Gerard dan Zahara serta Melani, Samuel buru buru pergi.


"Permisi Sus." Ujar Samuel.


Samuel langsung bergegas pergi ke arah lain, Suster bingung melihat Samuel yang ditanya tak menjawab, tapi malah pergi begitu saja.


Setelah Samuel menghilang dari pandangannya, Suster lantas menghela nafas, Dia lalu melanjutkan langkahnya menuju ke salah satu ruangan yang ada di lantai rumah sakit tersebut.


Melani melirik ke arah Samuel, Dia melihat Samuel pergi dan menghilang dari pandangannya.


"Sam udah pergi." Ujar Melani.


Zahara lega, Dia langsung berdiri dari duduknya di bangku tunggu, wajahnya terlihat sangat cemas.


"Aku akan meminta pihak rumah sakit memindahkan Jack ke ruang VVIP, dan melarang siapapun untuk datang berkunjung, hanya kita bertiga saja yang boleh mengunjunginya." Ujar Gerard.


"Kamu yakin, pihak rumah sakit menyetujui permintaanmu?" tanya Zahara.


"Pasti mereka setuju setelah tahu, bahwa Aku , pemegang saham rumah sakit dan donatur utama rumah sakit ini yang memintanya langsung!" Tegas Gerard.


"Oh, ya, Aku lupa, Rumah sakit ini dibawah kendalimu, makanya Kamu bawa Jack ke sini." Ujar Zahara.


"Yakin, di ruang VVIP bang Jack aman?" tanya Melani pada Gerard.


"Di jamin. Akan ada beberapa orang juga yang akan menjaganya nanti. Kalian tenang saja, Jack pasti aman dan baik baik aja. Aku akan melindunginya, karena Dia pewarisku!" Ucap Gerard menegaskan pada Zahara dan Melani.


Melani dan Zahara hanya diam tak membantah , mereka menurut saja dengan apa yang dikatakan Gerard.


"Aku percayakan nyawa anakku di tanganmu!" Ucap Zahara, menatap tajam wajah Gerard.


"Jack anakku juga, ahli warisku ! Aku wajib menjaga dan melindunginya! " Tegas Gerard, meyakinkan Zahara.

__ADS_1


"Sebaiknya, Kamu cepat memindahkan Jack. Aku yakin, Sam gak akan berlama lama, Dia pasti akan segera mendatangi Jack!" Ucap Zahara.


"Ya, sekarang Aku akan bicara sama pihak rumah sakit." Ujar Gerard.


"Kalian tunggu di sini." Lanjut Gerard.


"Ya." Jawab Zahara dan Melani bersamaan.


Gerard lantas bergegas berjalan pergi meninggalkan Zahara dan Melani. Melani lalu duduk di bangku yang ada disamping Zahara.


Zahara membuka tas koper dan melihat pakaian pakaian yang dibawa Melani dari rumahnya.


Sementara itu, Di dalam mobilnya, masih dalam area parkiran bawah tanah rumah sakit, Samuel terlihat sedang bicara dengan seseorang melalui ponselnya. Wajahnya terlihat tegang dan sangat serius sekali.


"Pokoknya Kamu harus melakukannya dengan rapi, jangan sampai ketauan, apalagi sampai meninggalkan jejak ! Kamu harus bisa menghabisi Jack!" Ujar Samuel, dengan geramnya bicara di teleponnya.


Samuel ternyata sedang menelpon seseorang yang di suruhnya untuk melakukan pekerjaan jahatnya, yakni membunuh Jack.


Samuel tak ingin melakukannya dengan tangannya sendiri, Dia membayar orang untuk melakukan apa yang di inginkannya, Dengan begitu , jika terjadi apa apa ke depannya, Dia bisa cuci tangan dari semua masalah yang telah terjadi. Sebab, Dia sudah memberi perintah, jika sampai tertangkap, orang bayaran jangan menyebut nama Dia sebagai dalangnya.


"Secepatnya Kamu lakukan, Bila perlu, malam ini juga !!" Tegas Samuel, dengan wajah serius bicara di telepon.


"Baik, Boss ! Malam ini juga akan saya lakukan!" Jawab Wandi, orang suruhan Samuel, dari seberang telepon.


"Ya, lebih cepat lebih baik !" Tegas Samuel diteleponnya.


"Dan nama rumah sakit , juga ruang kamarnya akan ku kirim ke hape Kamu. Dan juga, Aku akan mentransfer 150 juta, setengah dari total bayaranmu sebesar 300 juta saat Kamu mulai bergerak, sisanya, 150 juta lagi akan Aku transfer kalo Jack sudah mati Kamu bunuh !" tegas Samuel, di telepon.


"Siap Boss !!" Ujar Wandi, dari seberang telepon.


Samuel lalu segera menutup telepon dan menyimpan ponsel kedalam kantong celananya. Dia terlihat tersenyum licik.


"Mampus Kamu Jack ! Setelah kematianmu, semua harta benda dan perusahaan Papahku akan menjadi milikku, Aku akan menjadi orang yang kaya rayaa !!" Gumam Samuel dengan wajah senangnya.


Samuel memang sangat dendam dan ingin sekali menghabisi Jack, namun, setiap kali Dia mau mencelakakan Jack, usahanya selalu saja gagal dan Dia selalu mendapatkan halangan , sehingga terus membatalkan rencananya.


Dan kali ini, Samuel tak ingin menyia nyiakan kesempatan yang sudah di depan mata, dengan dirawatnya Jack di rumah sakit, Dia pikir, itu memudahkan dirinya untuk menghabisi Jack.


Dia tinggal membayar dan menyuruh orang untuk membunuh Jack, menyamarkan pembunuhan, seolah olah kematian Jack akibat medis, dan kematian biasa saja karena sakit. Sehingga tak akan ada penyelidikan lebih lanjut dari pihak kepolisian nantinya.


Samuel sudah memikirkannya matang matang, membunuh Jack dengan cara menyamarkan kematiannya dengan kematian disebabkan medis, dan Dia berfikir, pasti rencananya itu semua akan berjalan mulus.

__ADS_1


Samuel tersenyum senang, Dia lantas menyalakan mesin mobilnya. Lalu, beberapa saat kemudian, Dia menjalankan mobilnya.


Mobilnya pun berjalan dan melaju menyusuri area parkiran bawah tanah rumah sakit, terus berjalan menuju keluar rumah sakit mewah tersebut.


__ADS_2